Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Galfok Efek Panik


__ADS_3

..."Gue jomblo bukan karena gak laku, tapi karena pengen dapat yang terbaik di antara yang baik"...


...~Prasetyo~...


LIKE LIKE VOTE NYA KAKAK 🙏


...~~~~~~...


Prancis


Begitu kaki Gadis melangkah turun dari pesawat pribadi yang membawa Gadis tiba di Bandar Udara Paris-Charles de Gaulle atau juga dikenal sebagai Bandar Udara Roissy. Angin dingin musim semi jelang siang di Paris langsung menerpa tubuhnya, Gadis mendekap dadanya untuk mengurangi Hawa dingin.


"Pake ini Nong,": bisik Raja di telinga Gadis sambil menunduk, tangannya memakaikan


Trench Coat warna pink dan Gadis langsung mengenakan Trench Coat warna pink itu.


Raja melingkarkan tangannya di pinggang Gadis, membuat Gadis merasa kikuk karena ada Pras di belakang mereka.


"Kang!" ucap Gadis lirih.


Raja hanya tersenyum nakal membuat Gadis mengangkat alisnya. Raja menarik tangannya ke depan sambil kedua tangannya memegang tali Trench Coat lalu mengikatnya menjadi simpul pita yang sangat cantik


" Makasih Kang," Ucap Gadis dengan wajah memerah karena salah menafsirkan sikap Raja.


Gadis lalu membuang pandangannya sambil tersenyum. Raja mengulurkan telapak tangannya, Gadis menatap Raja sambil mengangkat alisnya.


"Sini tangan lu." pinta Raja sambil menggoyang-goyangkan tangannya


Gadis ragu, dia menggelengkan kepalanya, bagi Gadis bermesraan dengan Raja di depan publik terlalu beresiko.


"Nanti ada yang melihat, kalau viral gimana? Emang Akang nggak takut reputasi Akang akan anjlok?" tanya gadis menatap Raja.


"Pras, kacamata." pinta Raja mengulurkan tangannya diatas pundak ke arah belakang.


Pras memberikan kacamata hitam merk brand terkenal lalu Raja memakainya, lalu Raja mengambil kembali satu kaca mata yang ada di tangan Pras lalu Raja pakaikan pada Gadis.


"Cantik." ucap Raja menatap Gadis di balik kaca mata hitamnya.


Raja menggenggam tangan Gadis dan menariknya lalu memasukkan tangan mungil itu dalam saku Trench Coat nya. Gadis tertunduk sambil tersenyum.


"Gini amat nasib jomblo melihat episode Live baper bikin nyesek ma kesel." gumam Pras dibelakang keduanya.


"Prasetyo, lu gak usah sedih jadi jomblo. Lu liat tuh di atas, matahari sendiri tapi tetap bersinar cerah. mangat lu Pras punya temen matahari sama-sama jomblo sejati hahaha." ledek Raja tak ayal membuat Gadis mencubit pinggang Raja sambil menahan tawa.


"Aaaaww! Sakit Jenong!" teriak Raja meringis.


"Bos! gue jomblo bukan karena gak laku, tapi karena pengen dapat yang terbaik di antara yang baik." saut Pras membela statusnya.


"Percaya gue Bro, menjadi jomblo itu bukanlah sesuatu yang perlu disesali, tetapi anggaplah proses yang harus dilewati untuk menemukan pasangan sejati Prasetyo." celetuk Raja setia kawan.


Gadis mengacungkan dua jempol tangannya ke arah Raja. Raja mengibaskan rambutnya dan melangkah menuju mobil yang akan membawa mereka menuju hotel.Tapi sebelum ke hotel mobil mereka mampir di sebuah area gedung perkantoran dan Raja turun di situ.


"Nong, Pras akan nganterin lu ke hotel, lu istirahat dulu di hotel, gue turun di sini. Nanti kalo semua urusan gue kelar baru gue ke hotel. Paham lu Nong?" tanya Raja.


"Iya." jawab Gadis sambil mengangguk.


Raja mengecup kening Gadis sebelum turun dari mobil, Gadis mengambil tangan kanan Raja dan mencium punggung telapak tangan Raja.


"Alhamdulillah bini gue bener-bener istri soleha." gumam Raja tersenyum.


Sebelum menutup pintu Raja masih sempat membuat tanda love dengan jempol dan telunjuk tangan kanannya sambil mengerlingkan sebelah matanya membuat Gadis tersenyum sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya.

__ADS_1


"Uhuk! yang bucin dah kek abg di drakor aja." sindir Pras yang duduk di kursi depan.


"Gak usah iri Prasetyo.Ini Paris surganya para jomblo bro!" saut Raja.


"Assalamu'alaikum Nong." pamit Raja.


"Waalaikumsalam, Kang." saut Gadis.


Begitu sampai hotel Plaza Athenee Paris semuanya indah di Hotel ini. Kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, semuanya berkualitas tinggi! Tidak seperti hotel lain, akses ke spa di sini gratis.


Hotel mewah ini bahkan menyediakan arena seluncur es musiman.liburan dengan pasangan, kamar di sini cocok untuk pasangan yang sedang bulan madu. Dominasi warna merah dan putih menjadikan lkamar hotel begitu hangat, ditambah lagi dari jendela kamar menawarkan pemandangan menara Eiffel yang romantis.



"Aaahh, Alhamdulillah nikmat apa lagi yang mau di cari." gumam Gadis langsung membuka jendela kamar yang terpampang jelas pemandangan kota Paris dengan menara Eiffel menjulang ke langit.


Gadis merentangkan tangannya menghirup udara dingin siang musim semi sambil memejamkan matanya.


"Apakah ini hanya sebuah ilusi yang sebentar lagi akan berakhir?" gumam Gadis.


Gadis berjalan ke ranjang merebahkan tubuhnya. Dia membuka galeri di hpnya, jari lentiknya bermain lincah turun naik scroll.


jarinya berhenti pada satu foto, sesaat dia memandang foto itu sebelum telunjuk nya menekankan gambar tong sampah di hpnya.


"Kalau jodoh gak kemana." gumam Gadis lalu menekan tombol hapus dari galeri.


***


Raja keluar dari kantor cabang Paris saat waktu sudah menunjukkan pukul 19.30 waktu setempat.


"Pras, suruh sopir cari jalan cepat menuju hotel." perintah Raja.


Tangan Raja membuka layar hpnya dan menekankan nomor Gadis, sesaat dia seperti sedang berpikir.


"Gak usah lah, gue pengen tau sekarang dia lagi ngapain." batin Raja, dia kembali memasukkan hp ke saku kemeja nya.


Begitu sampai hotel Raja yang di dampingi Pras langsung menuju kamar. Sebelum masuk ke kamarnya Raja sempat berpesan kepada pas agar melapor ke pihak berwajib negara setempat atas kaburnya Patrick yang menggelapkan uang perusahaan.


"Jangan lupa hubungi gue dan laporkan perkembangan selanjutnya." pesan Raja sebelum masuk ke kamarnya.


"Siap Bos." jawab Pras sambil memberi hormat.


Raja menempelkan kartu yang menjadi kunci masuk hotel.


Ceklek.


"Nong! Neng!" panggil Raja tapi tak ada sautan.


Raja berjalan menuju kamar mandi, saat pintu terbuka.


"Neng! Kok gak ada, kemana Jenong?" pikiran Raja mulai cemas.


Raja berlari ke balkon tapi nihil, Gadis tidak ada.


"Kemana Neng Nong? Udah gue bilangin di kamar aja kenapa malah keluyuran. Dia pikir ini jakarta apa? Dasar cewek susah di atur." Raja mulai mengomel sendiri karena perasaan cemasnya.


"Apa mungkin dia di lobi? Atau jalan-jalan di luar. Astaga baru kelar satu masalah dia udah bikin masalah baru, bisa botak pala gue kalo kek gini mulu ngadepin jenong." dengus Raja kesal sambil mengacak-acak rambutnya.


"Pras cepat datang ke kamar gue penting!" kata Raja di telpon.


Tok tok tok

__ADS_1


Ceklek.


"Ada apa Bro?" tanya Pras langsung bisa menangkap ada hal buruk yang terjadi.


"Bini gue ilang." jawab Raja mulai tak tenang.


"Kok bisa, ilang gimana? Emang dia kabur bro?" tanya Pras mulai ikut cemas.


"Lo kalo nanya jangan gitu kek Dodol! Dia ngilang bukan kabur Prasetyo buluk! Kabur! Lo pikir dia tawanan gue apa?" emosi Raja tambah tersulut mendengar pertanyaan Pras.


"Bukan nya sama Bos ngilang sama kabur?" tanya Pras makin membuat Raja emosi hingga menjitak jidat Pras.


Pletak


"Aaaauu" teriak Pras kaget sambil meringis.


"Lama-lama bukan cuma botak kepala gue gara-gara bini ama lo tapi bisa botak licin cuih!" geram Raja lalu pergi keluar kamarnya.


"Mulai deh drama baru episode tegang." gumam Pras bergegas mengejar Raja.


Dengan modal foto di HP Raja, Raja dan Pras mencari Gadis di setiap sudut hotel di bantu security, hampir setiap tempat fasilitas hotel di datangi tapi hasilnya nihil. Raja mulai benar-benar panik karena ini pertama Gadis berada di Paris.


"Pras apa perlu kita lapor polisi?" tanya Raja meminta pendapat Pras.


"Tapi belum ada 2X24 jam Bro, kita cari aja dulu sendiri, gue akan minta tambahan orang hotel untuk nyari dia." usul Pras.


"Nong! Lu di mana?" gumam Raja mulai tertekan.


"Kita pasti bakal nemuin dia bro, percaya ama gue. Ayo sekarang kita cari lagi Gadis." ajak Pras mencoba menenangkan Raja.


"Pras dan Raja kembali berkeliling disekitar hotel dan saat tiba di sebuah toko sepatu Raja melihat sosok berhijab berdiri membelakanginya sedang memperhatikan sebuah sepatu yang di pajang di etalase toko.


Deg jantung Raja berdegup kencang.


"Jenong." Raja mempercepat langkahnya dan saat aroma lili menyeruak indra penciuman nya dia yakin sosok cewek hijab di depan nya adalah Gadis.


"Nong." panggil Raja dengan suara parau sambil memeluk sosok itu dari belakang.


Sosok itu tak berbalik badan dan diam saja tak merespon. Tapi yang membuat Raja heran kenapa tubuh dalam pelukannya beraroma fruits.


"Kok wanginya beda." batin Raja.


Raja lalu mencium hijabnya.


"Kok bukan aroma vanila yang biasa Jenong pake." batin Raja kembali.


"Kang!" panggil suara yang familiar di telinga Raja dari arah belakang.


"Jenong!" teriak Raja sambil menoleh kebelakang dengan mata membulat.


"Lah itu Jenong! Nah yang ini sapa?" batin Raja terkejut dan melepaskan pelukannya.


...🤔🤔🤔🤔😂😂😂🤔🤔🤔🤔🤔...


Nah loh Akang panik sampai salah peluk.


Aduh jangan-jangan yang di peluk bini orang.


Ikuti episode selanjutnya kakak.


Dukung terus like vote nya kakak🙏

__ADS_1


Terima kasih yang telah kasih like vote gift dan komentar nya🙏🙏


__ADS_2