Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Terapi Kok Horor


__ADS_3

..."Kegilaan apalagi yang kau suguhkan aku pasti bisa lakukan"...


...~Raja~...


LIKE VOTE KOMENTAR NYA KAKAK


...~~~~~~~~~...


"Pras! Tolong bantuin Gua. Gue udah ada di titik Nadir Pras. Gue seperti orang yang sudah tidak tahu lagi, mau apa dan mau kemana." ucap Raja lemah sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya.


"Ada masalah apa lagi Bos sampai segitunya. Coba Bos katakan apa yang bisa saya bantu dan saya lakukan pasti akan saya lakukan, walaupun harus masuk lubang semut sekalipun." sahut Pras dengan kalimat berlebihan.


"Gak usah lebay gitu deh Lo Dodol! Mana ada lubang semut bisa Lo masukin. Gue mau Lo kasih Gue ide gimana caranya Nyokap bisa keluar rumah malam ini selama 2 jam." Raja bertanya sambil matanya menatap ke arah Pras.


"Tolong terangkan dengan jelas. Maksudnya gimana nih Bos, Nyonya besar harus keluar rumah nanti malam. Kenapa nggak ajak aja jalan-jalan pergi dinner Bos?" usul Pras bersemangat.


"Pras yang ganteng, Gue mau nyokap Gue keluar rumah 2 jam tanpa Gue bukannya sama Gue. Paham gak Lu!" bentak Raja kesal.


"Oh gitu maksudnya. Kenapa Gak minta geng Nyonya besar adain acara dadakan Bos." usul Pras kembali.


"Cantik bener ide Lu Dudul. OK sekarang tinggal bikin acara apa yang kira-kira masuk akal, Lu tau kan Pras, Nyokap orang nya jeli dan teliti jadi bikin acara yang bikin Nyokap gak curiga sedikit pun. Setelah itu baru kita kontek geng Mama." Raja berbicara antusias sekali sambil manggut-manggut.


"Bos kalau boleh tanya. Kenapa Bos ngungsiin nyokap 2 jam dari rumah, emang mau ada acara di rumah Bos?" tanya Pras heran.


Pras merasa heran dengan tingkah Raja. setelah menikah dengan Gadis. Ada saja hal-hal baru yang Raja lakukan sehingga Raja perlahan berubah. Apakah ini ada hubungannya dengan pernikahan mereka? itu yang ada di benak Pras.


"Bukan urusan Lo! Ide apa lagi buruat!" jawab Raja.


"Arisan gimana Bos?" usul Pras dengan mata membulat.


"Gak ada arisan ngedadak Dodol!" sewot Raja menjawab usul Pras sambil melempar Kotak tissu ke arah Pras dan dengan gesit Pras menangkapnya.


"Yups! Tangkapan bagus." ucap Pras.


"Jangan bercanda Lu Dodol! Cari yang lain!" perintah Raja.


"Ulang tahun gimana?" usul Pras lagi.


"Ulang tahun siapa? Semua sohib Nyokap di geng itu yang ulang tahun udah lewat semua!" protes Raja sambil memijat keningnya.


"Tahlilan aja gimana Bos." usul Pras kembali dengan bersemangat sampai badannya ikut membungkuk.


"Dalam rangka apa? Yang lain! Gak mungkin tahlilan ngedadak kecuali ada yang ninggal. Masa Gue harus bunuh salah satu geng Nyokap dulu! Isi pala Lo kemana PRASETYO! Gemes Gue lama-lama ama Lo. Ide Lo gak ada yang up to date!" dumel Raja.

__ADS_1


"Memang kenapa sih Bos, harus membuat nyonya besar keluar rumah selama 2 jam malam ini. Alasannya apa? Coba kalau tahu mungkin nanti otak saya bisa encer untuk menemukan ide brilian." Pras semakin penasaran.


Raja memandang Pras, selama ini memang Raja belum pernah cerita apapun tentang alasan dia menikah dengan Gadis. Tapi bagaimanapun Pras adalah sahabat terbaiknya dan juga orang yang paling dekat dengannya selain Wijayanti.


"Sebetulnya Gue nikah sama Gadis salah satu alasannya adalah acara malam ini di rumah Gue." ucap Raja mulai membuka percakapan tentang hubungannya dengan Gadis.


Pras begitu serius saat Raja menceritakan dari awal kejadian tentang Totok pembangkit sampai perjalanan pernikahannya dan juga terapi yang telah dilalui bersama Gadis.


Pras mendengarkan dan menyimak dengan serius dan seksama terkadang dia mengerutkan dahi dan terkadang dia tertawa terkekeh mendengar cerita Raja.


"Sekarang Lu tahu alasannya, kenapa Gue ngelakuin semua hal gila selama ini. Dan yang paling gila adalah malam ini, Lo bisa bayangin Gue harus ngakuin terapi di kamar Mama. Gila nggak tuh!" Terang Raja dengan wajah ditekuk dan matanya menatap langit ruangan.


Plok plok plok


"Amazing! Anda sungguh luar biasa." kelakar Pras sambil bertepuk tangan.


"Nggak usah ngeledek Lo! Nggak lucu tahu. Sekali lagi lu ngeledekin! Gue PHK Lo tanpa pesangon!" Hardik Raja mulai geram melihat wajah Pras.


"OK Bos siap. Gimana kalau adain acara amal buat Yayasan. Nyonya biasanya gak pernah nolak untuk datang." Ide Pras kembali muncul.


"Nah ini baru masuk list. Ok Gue akan telpon geng Nyokap, mulai dari... Tante Titik." sahut Raja bersemangat dan mulai menghubungi geng Wijayanti.


"Halo tanteku yang tetap cantik apa kabar?" Raja berbasa-basi mulai lebay.


"Halo sayang kok tumben telpon Tante, pasti ada maunya ini"


"Bisa kebetulan kita banyak yang gak ada acara. Kalau boleh tau jam berapa acara nya sayang?"


"Jam delapan ya tante. Nanti tolong hubungi semua pengurus termasuk Mama." pinta Raja.


"Ok sayang, kamu jangan telat Ya?"


"Nanti begitu urusan kantor selesai Raja langsung ke basecamp Tan." janji Raja. sebelum menutup telepon nya,


"Yes! Semoga lancar Pras." ucap Raja terlihat lega satu masalah terselesaikan.


"Iya Bos, kalau gak lancar kasian dia," sahut Pras tatapan matanya jatuh pada bagian sensitif Raja.


"GAK USAH GITU LO NGELIATIN NYA!" Hardik Raja menatap tajam Pras dan membuat Pras kaget.


"Maaf Bos. Bukan maksud saya-."


"Awas lu terusin! Gue lempar pake gelas kosong tau rasa Lo!" bentak Raja membuat Pras seketika diam.

__ADS_1


"Lu sekarang ke rumah Nyokap buat awasi Nyokap. Begitu Nyokap pergi langsung hubungi Gue." perintah Raja kepada Pras.


"Siap Bos! Laksanakan demi-" kalimatnya terpotong.


Raja melotot tajam ke arah Pras, membuat Pras langsung kabur ke luar dari ruang kerja Raja.


"OK, sekarang Gue telpon Jenong ada syarat apalagi." gumam Raja.


"Assalamualaikum, Nong bawa bunga apa?" tanya Raja sambil tangan kanannya memainkan pulpen.


"Waalaikumsalam warohmatulohi wabarakatuh, bawa bunga Kamboja Akang,"


"Tambah parah aja Lo Nong! Gue beli di mana bunga Kamboja nya Gadis kuh Jenong?" suara Raja mulai geregetan dan juga kesal.


"Mana ada yang jual Kang? Cari aja di kuburan banyak tinggal mungutin doang kalau gak mau petik."


"ASTAGHFIRULLAH ASTAGHFIRULLAH!!" teriak Raja seperti terkena bencana.


"Kenapa Kang? Akang jatuh?"


"Iya, Gue jatuh ampe mau mati. Tau gak Lo!" teriak Raja sudah full marah pada Gadis.


"Luka gak Kang? Udah cepetan ke rumah sakit Kang,"


"Gue Gak butuh ke rumah sakit. Gue butuh ke kuburan Jenong!" suara Raja geregetan sambil kaki nya menendang kaki meja.


"Aaaawww!" pekik Raja kesakitan.


"Akang jatuh lagi?"


"IYA GUE MAU KE KUBURAN GARA-GARA JATUH CINTA JENONG!!' teriak Raja seakan ingin melepaskan beban kesalnya.


"Assalamualaikum!" Raja langsung mengakhiri panggilan teleponnya dengan Gadis karena khawatir kepalanya bener-bener bisa meledak karena amarah.


"SHITTT!!" maki Raja meremas rambutnya.


"Jenong emang tegaan. Kenapa terapi kali ini jadi horor!" gerutunya.


"Ya Allah kuatkan hati hamba-Mu," ucap Raja sambil memejamkan matanya.


☹️☹️☹️☹️☹️☹️🤬🤬🤬🤬☹️☹️☹️☹️☹️☹️


Gimana terapi horor Gadis dan Raja 🤔

__ADS_1


Yuk ikuti episode selanjutnya


Terima kasih untuk like vote gift dan komentar nya kakak 😊🙏🙏


__ADS_2