Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Pencuri Mesum


__ADS_3

Malam mulai larut hampir semua penghuni rumah sudah lelap dalam mimpi saat jarum jam menunjukkan angka 12 kurang 10 menit. Begitu halnya dengan Gadis yang sudah dari sejak selesai salat isya hingga dia tertidur di sofa yang ada di kamarnya.


Sosok berbaju hitam tertutup rapat dengan topeng yang menutupi mata dan hidungnya terlihat berjalan mengendap-endap menuju kamar Gadis.


Beberapa bagian ruangan yang lampunya dimatikan membuat suasana menjadi remang-remang di kediaman Wijayanti. Begitu sampai di depan kamar gadis, sosok pria bertopeng membuka handle pintu dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara sedikitpun.


"Kang! Tolong ambilin Gadis minum dong. Gadis pengen es green tea." seru Gadis dengan mata terpejam.


Sosok bertopeng itu berhenti melangkah tepat di pintu masuk kamar Raja, lalu dengan hati-hati dia berjalan mundur kembali keluar pintu dari kamar Raja lalu menutup pintu kamarnya perlahan.


Sosok bertopeng itu berjalan mengendap dengan berjinjit menuju dapur. Suasana dapur sedikit gelap hanya ada cahaya dari ruang makan dengan penerangan yang minum cahaya.


Sosok pria bertopeng itu mengambil gelas jus yang ada di salah satu sudut kitchen set, setelah itu dia membuka kulkas untuk sesaat dia tertegun mengamati isi kulkas. begitu manik matanya menangkap butiran buah jeruk dalam sebuah keranjang ,mini dia pun mengambil salah satu yang berukuran sedang.


sosok pria bertopeng itu mengambil sebungkus teh green tea yang ada di salah satu sudut kitchen set lalu menyeduhnya dengan air panas lewat dispenser dia pun menambahkan sedikit gula lalu dia membelah jeruk lemon menjadi dua dan memerasnya di atas gelas green tea yang masih mengepul airnya.


sosok pria bertopeng itu kembali membuka kulkas lalu mengambil es batu yang ada di freezer dan menuangkan ke dalam minuman green tea yang sudah dia buat. Ada senyum yang mengembang di wajahnya.


Sosok pria itu kembali masuk ke kamar gadis dengan hati-hati berjalan tanpa menimbulkan suara dengan membawa nampan di tangan kanannya yang berisi es green tea.


Gadis masih tampak terlihat tidur pulas dengan posisi tidak lurus karena kakinya tertahan oleh sandaran kursi begitu juga dengan kepalanya.


"Hutfff." helaan nafas terasa berat keluar dari pria bertopeng itu.


"Cantik di bawah pantulan sinar bulan." gumam pria bertopeng itu sambil meletakkan es green tea disisi nakas yang ada di dekat sofa tempat Gadis tidur.


Sosok pria bertopeng itu duduk berjongkok tepat di depan wajah Gadis, tangan kirinya menyibak anak rambut yang sebagian menutupi wajah Gadis.


Dorongan kuat dari hasrat pria bertopeng itu membuat dia memajukan wajahnya dengan maksud mencium Gadis. Sementara si pemilik wajah cantik di depannya masih terlelap dalam mimpi indah karena lelah dan juga kantuknya.


tangan kekar pria itu dengan jari-jari panjangnya mengusap lembut pipi gadis lalu dia mencium kening Gadis, hembusan lembut yang keluar dari indra penciuman Gadis menjadi sensasi tersendiri yang begitu cepat membangkitkan hasratnya.

__ADS_1


Raja merasakan dorongan kuat hasratnya, hingga dia lupa akan maksud kedatangan. Raja mendekatkan wajahnya mengecup kening Gadis yang menjadi sasaran pertama kecupannya, saat bibirnya hendak mencium hidung Gadis. pemilik hidung itu membuka matanya dengan membulat sempurna.


"MAL-!" belum sempat Gadis berteriak pria itu sudah meraup bibir Gadis dan mencekal kedua tangan Gadis membuat Gadis sulit untuk bergerak.


"Mmmm."


Gadis merontas sekuat tenaga tapi pria bertopeng itu semakin menggila hingga tidak memberi kesempatan untuk Gadis melepaskan ciuman dari bibir itu, Gadis benar-benar terkunci terlebih lagi dia dalam keadaan hamil, tenaganya selama masa kehamilan pun banyak berkurang.


Air mata menetes di kedua pipi Gadis sementara matanya membulat tampak pilu.


"Akang! kamu di mana? Tolong Gadis!" jerit Gadis dalam hati tak mampu keluar dari bibirnya karena ******* bibir pria itu.


Pria bertopeng itu terus menyerang bibir Gadis dengan ciuman bertubi-tubi hingga Gadis kesulitan bahkan untuk mengambil napas.


Gadis berusaha melepaskan cekalan tengahnya dari tangan pria bertopeng itu dengan sekuat tenaga, tapi terlalu sulit.


"Astaghfirullah! Masa harus pake totok pembangkit." batin Gadis berpikir ke arah sana.


"Tapi kalau nggak, kehormatan Gadis akan jadi taruhannya." debat Gadis.


Gadis mendorong hingga di lantai dengan posisi tubuh menekuk.


"Dasar Maling mesum! Cuih cuih cuih." beberapa kali Gadis meludah sambil mengusap bibirnya dengan kasar berkali-kali.


Gadis langsung berdiri beranjak dari duduknya untuk menemukan saklar agar lampu kamarnya menyala.


"AKANGGGG!!" teriak Gadis melengking sambil berlari menuju pintu kamar karena keberadaan raja yang tak terlihat di kamar mereka.


"NONGGG!!" teriak Raja membalas dari dalam kamar.


Gadis menghentikan langkahnya, wajahnya tampak terkejut tadi mendengar suara Raja dari dalam kamar. Gadis lalu memutar tubuhnya bola matanya berkeliling mencari sosok Raja tapi tak ditemukan, dia hanya melihat sosok pria bertopeng yang Tergeletak kaku dengan posisi seperti kodok terlentang.

__ADS_1


Begitu manik mata Gadis mengenali sosok yang sedang terlentang kaku di balik topengnya, Gadis langsung berteriak,


"AKANG?" pekik Gadis dengan mata membulat sempurna terkejut melihat ternyata pria bertopeng yang sudah mencium dan berbuat mesum adalah suaminya sendiri.


Gadis berjalan menghampiri Raja lalu berjongkok di depannya dengan menatap tajam ke arah Raja.


"Tolong sayang, lepasin dulu Yank totoknya. Kalau kayak gini lama-lama bisa kebablasan kaku semua urat gue yank. Please Yankkkkkkkk." rengek Raja dengan wajah memelas.


Gadis menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya yang di luar dugaan dan akal sehatnya.


"Apa yang akang mau?" pertanyaan dingin yang keluar dari wajah Gadis yang pingin pula.


"Jenong sayangku, lepasin dulu ya tutupnya nanti baru gue jawab,' pintar Raja kembali dengan mata sendunya.


"Gak ma-u! Jawab dulu pertanyaan Gadis." kata gadis tak mau kalah.


"Iya sayang, maaf gue cuma pengen.. pengen anu Yank." jawab Raja dengan wajah mengkerut penuh penyesalan.


"Pengen anu apa? Yang jelas kalau ngomong." ucap Gadis pelan tapi menekan.


"Anu itu Nong. Emm ... gue pengen totok." suara Raja yang makin lama makin lirih karena malu.


"Hah? Totok? Totok apaan Kang? Pakai acara nyelinap kamar belagak jadi pencuri yang berbuat mesum memperkosa segala? Kurang kerjaan amat Akang." dengus Gadis terdengar masih kesal.


"Totok pembangkit Yank, gue pengen ditotok biar ngerasain terapi kayak dulu." ucap Raja menyampaikan alasannya.


"Gadis heran lho sama Akang, cuman minta totok seperti itu aja kenapa Akang pakai cara kayak gini kayak maling mana pakai acara perkosaan lagi, kenapa nggak minta secara langsung. Emang kalau minta Gadis nggak akan kasih apa?" cecar Gadis memarahi Raja seperti anak kecil.


"Gue sempat nguping pembicaraan telepon lu sama mama, jadi gue takut mau minta Yank." bela Raja atas tindakannya.


"Ckckck. Akang ini suami Gadis, apapun yang akang minta sudah pasti akan gadis lakukan baik itu dalam keadaan berat ataupun ringan baik itu dalam keadaan suka ataupun tidak. Pasti Gadis akan lakukan secara ikhlas." ucap Gadis mematahkan alasan Raja.

__ADS_1


"Udah ngantuk, Gadis mau tidur. Oh ya satu lagi karena kesalahan akang, kita batalin baby moonnya." kata Gadis sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"HAHHH, PLEASE NONG JANGAAN!!" teriak Raja tapi tak dihiraukan gadis yang berjalan pergi menuju tempat tidurnya.


__ADS_2