
Gadis meraih benda pipih yang ada di atas nakas samping ranjangnya, dia Lalu mencari kontak nomor telepon Hayati dan menghubungi
"Assalamualaikum. Maaf Ma dari baru bisa menghubungi Mama," ucap Gadis begitu selesai memberi salam
"Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. Gimana geulis keadaanmu, Mama sangat khawatir. Maaf tadi Mama buru-buru pulang dulu ke rumah untuk membuat ramuan buat kamu agar bayi dan tubuh Neng cepat pulih, sebentar lagi Mama balik ke rumah sakit." balas Hayati terlihat senang suaranya begitu mendengar kondisi Gadis yang sudah mulai bangun dari tidurnya.
"Hatur rukun mah, insya Allah gadis dan juga bayi Gadis baik-baik saja," jawab Gadis meyakinkan keadaannya baik-baik saja kepada hayati
"Iya geulis, Mama juga tahu kamu dan bayinya Alhamdulillah tidak apa-apa. Oh ya apa suamimu masih ada di sana?" tanya Hayati tiba-tiba teringat Raja.
"Kalau dia masih di sana, bujuk untuk pulang. Dia harus mengurus dirinya. Mama kasihan melihat suamimu Geulis." ucap Hayati terdengar khawatir dengan keadaan Raja.
"Alhamdulillah tadi sudah Gadis suruh untuk pulang dan akang Raja sekarang dalam perjalanan ke rumah ma," balas Gadis
"Syukurlah kalau begitu, kasih dia terus semangat Neng," pesan Hayati.
"Iya mah udah pasti itu. Ma tolong bikinin Gadis bubur sumsum ya, Gadis pengen banget bubur sumsum bikinan Mama. Makanan di rumah sakit nggak enak mah." pinta Gadis dengan suara manja.
"Iya Neng Geulis nanti malah bawain spesial buat Eneng. Ya udah sekarang nih istirahat ya jangan mikirin apa-apa pikirin kesehatanmu dan kesehatan calon Incu mama Assalamualaikum geulis." pesan Hayati sebelum menutup telepon.
Gadis kembali meletakkan hp-nya di atas nakas, dia membetulkan tubuh nya untuk berbaring dan mencoba memejamkan matanya. Sepertinya rasa kantuk masih tersisa dalam kelelahan nya.
Sementara wanita berbaju hitam tertutup rapat dengan syal di atas kepala perlahan mulai membuka pintu dengan sangat hati-hati dan hampir tidak mengeluarkan suara, langkah kakinya mendekati gadis di tangan kanannya menggenggam sebuah satu tangan
Langkah kakinya semakin dekat dengan ranjang di mana Gadis berbaring. Setelah dia berdiri tepat di samping ranjang Gadis wanita itu mulai mengangkat tangan dan mengarahkan sapu tangan di tangannya ke wajah Gadis tepatnya ke mulut Gadis.
"Madam," Gadis membuka matanya dengan spontan.
Tapi belum sempat mendapatkan jawaban Ify sudah membekap mulut gadis dengan sapu tangan di tangannya, dan dalam sekejap Gadis tak sadarkan diri dibawah pengaruh obat bius yang Ify taruh di sapu tangan dalam genggamannya.
"Pembunuh! Kalau tau kamu hadir hanya untuk merenggut kebahagiaanku dan juga kakakku Aku tidak akan pernah mengizinkanmu untuk masuk dalam kehidupan ponakan ku Bagus!" dengus Ify dengan wajah penuh amarah.
"Sekarang kamu juga harus enyah dari muka bumi ini dukun sialan!" ujar Ify sambil tangannya menarik bantal yang ada kepala Gadis dan bantal itu dia gunakan untuk menutupi wajah Gadis.
__ADS_1
***
"Suuiittt suuiittt..." Raja berjalan melenggang sambil bersiul.
Aura wajah Raja terlihat sangat berseri terpancar kegembiraan di wajah itu setelah beberapa hari wajah itu diselimuti oleh awan mendung duka.
"Syukur lah, Ya udah kembali ceria rambut Prancis begitu melihat raja di lobby rumah sakit sambil menepuk pundak raja.
" Gue memang masih sedih kehilangan Mama Bro Tapi gue juga bakal jadi calon papa Jadi gue harus kuat dan enggak boleh sedih terlalu lama kasihan nanti Raja Junior sahut raja.
"Wuih, mantap kali perkataan post kali ini benar-benar sungguh luar biasa ternyata cinta bisa merubah karakter seseorang Puji Pras sambil bertepuk tangan.
"Oh ya bro, tolong jaga bini gue. Gue mau pulang, badan gue bau banget. Kalau kayak gini bini gue gak bakal mau nyium gue hehe." perintah Raja sebelum berlalu meninggalkan Pras.
"Oke bos, jan khawatir. Pulang aja dulu, bersih-bersih badan, makan dan istirahat. Bini lo aman di tangan gue, lu tahu itu kan." saut Pras sambil mengusap-usap lengan Raja.
"Awas aja kalau sampe kenapa napa ma bini gue enggak cuman gue potong gaji lo tapi juga gue potong leher lu," ancam Raja di jawab dengan acungan jempol Pras.
***
"Gadis dukun sialan! Sekarang waktu nya kamu enyah dari muka bumi ini!" dengus Ify samar-samar.
"Aunty," gumam Zee penasaran dan membuka pintu kamar Gadis.
begitu pintu kamar terbuka mata Zee terbelalak dengan tangan kiri membungkam mulutnya agar tidak bersuara. Bagaimana Zee tidak kaget melihat Ify dengan mengangkat bantal yang ada di tangannya dan bersiap untuk membekap wajah Gadis.
Zee menyaksikan adegan upaya pembunuhan tepat di depan matanya tanpa melakukan apa-apa. Hati nurani nya ingin mencegah tapi ego dan nafsu nya membiarkan bahkan melarang nya untuk bertindak.
"Maaf Gadis aku tidak ingin juga kamu hidup bersama Raj walaupun hati nurani ku meronta ingin menyelamatkan mu." Zee membatin diam terpaku bisu melihat tingkah biadab Ify terhadap Gadis.
"Rasakan! Mati kamu sekarang!" Ify mendengus dengan mata merah, begitu juga wajahnya tampak bengis dengan aura membara.
Tangan Ify yang menekan bantal semakin kuat dia benamkan di wajah Gadis yang tak berdaya karena pengaruh obat bius. Aura kemenangan dan kepuasan tampak di wajah Ify dengan senyum menyeringai.
__ADS_1
Sementara Pras berjalan menuju kamar Gadis yang ada di lantai 3, langkah kaki nya dengan santai masuk ke dalam lift untuk membawanya ke lantai 3. Begitu pintu lift terbuka Pras sedikit mempercepat langkah kakinya dengan wajah menahan sakit sambil tangannya memegangi perut.
"Astaga gara-gara makan gado-gado tadi perut gue jadi mules banget." gumam Pras mempercepat langkahnya sedikit berlari menuju kamar Gadis.
Begitu 100 meter langkah Pras terhenti tiba-tiba, manik matanya menatap sosok wanita yang sangat dia kenal sedang berdiri terpaku dengan tatapan serius ke arah kamar Gadis.
"Zee!" panggil Pras dengan suara tertahan tapi tetap membuat sang pemilik nama menoleh ke arahnya.
"Bajingan!" umpat Zee tampak terkejut dengan kedatangan Pras. sambil mengepalkan tangannya hingga kertas di tangannya tanpa sadar dia remas.
Zee langsung memutar badannya dan bergegas pergi buru-buru hingga tak sadar kertas di tangannya dia jatuh kan dilantai.
Pras hendak berlari mengejar Zee, tapi begitu menoleh ke kamar Gadis dia sangat terkejut bahkan hampir jatuh saat mendadak berhenti.
"WOIII! BRENGSEK! APA YANG LO LAKUIN! hardik Pras sambil sekuat tenaga menarik kasar tangan Ify yang menekan bantal di wajah Gadis hingga tubuh itu berputar menghadap nya.
"Tante! Apa yang tante lakukan sama Gadis!" teriak Pras dengan wajah merah karena darahnya mendidih melihat perbuatan Ify.
"AKU MAU MEMBUNUHNYA! AKU MAU DIA MATI!!" teriak Ify histeris.
"JANGAN GILA TANTE!" bentak Pras lalu menyeret Ify yang meronta menjauh dari Gadis.
"DOKTER! SUSTER! TOLONG PASIEN DARURAT!!" teriak Pras membahana di lorong koridor lantai 2 sambil menyeret Ify keluar kamar.
"LEPASKAN! AKU INGIN MEMBUNUH DUKUN SIALAN ITU!!" Ify terus berteriak dan meronta.
Dokter dan beberapa perawat datang berlari menuju kamar Gadis.
"Tolong selamatkan dia dan bayinya dok! Saya mohon!" teriak Pras.
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
Bagaimana kelanjutan Totok Pembangkit
__ADS_1
tunggu episode berikutnya kaka 🙏