Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Kangen Itu Gini?


__ADS_3

..."Aku ingin meledakkan perasaan rindu ku saat ruang Hatiku Penuh oleh rinduku padamu"...


...~ Raja~...


LIKE LIKE LIKE KAKAK 🙏


...~~~~~~~~...


Perjalanan lewat udara dari bandara Ranai Natuna ke Jakarta memakan waktu 3 jam 45 menit pesawat yang membawa Gadis sudah landing di bandara internasional Soetta.


Gadis keluar di Terminal 3 yang baru sudah mulai beroperasi pagi ini. Satu persatu penumpang datang dan pergi dari dan menuju tujuan masing-masing.


Sekitar pukul 09.45 WIB, suasana tak terlalu ramai karena memang hanya penerbangan domestik Garuda Indonesia yang di layani. Gadis melihat Ruslan berdiri celingukan mencari dirinya.


"Langsung ke rumah sakit Pak." pinta Gadis begitu keduanya sudah ada di dalam mobil dan mobil pun melaju membelah kota Jakarta yang sudah lumayan cukup padat.


📤 Pak pras saya ada di lobi bawah tolong bawa saya menemui tuan Raja.


Gadis mengirim pesan lewat WA ke nomor Pras. cukup lama Gadis menunggu Pras di lobby bawah rumah sakit.


"Apa aku telpon Akang aja ya, tapi nanti takut ganggu." gumam Gadis dalam hati.


"Ikut aku!" ajak Pras mengagetkan Gadis yang tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya.


Gadis berjalan mengekor di belakang Pras, mereka lalu menuju lift dan naik ke lantai 5. Selama di dalam lift mereka saling diam.


Ting


Pintu lift terbuka mereka berjalan beriringan, kali ini Gadis tidak berjalan di belakang Pras karena akan menimbulkan kecurigaan. Saat hendak memasuki ruang perawatan VIP tempat Raja dirawat mereka bertemu dengan Madam Ifi.


"Kenapa kamu bawa dia ke mari Pras?" tanya Madam Ifi dengan suara wibawa yang dingin dan angkuh.


Pras diam tak berani menyahut dia tidak punya alasan yang kuat untuk menjawab pada Ifi. Sementara Gadis melirik Ifi dengan sudut matanya.


"Bawa dia pergi dari sini! kalau kamu tidak ingin ada keributan di dalam." perintah Madam Ifi yang lebih tepatnya seperti sebuah ancaman.


Pras langsung bisa menarik kesimpulan bahwa didalam pasti ada Wijayanti. Pras menatap Gadis. Gadis hanya mengedipkan mata. Mereka berdua akhirnya pergi meninggalkan ruang perawatan Raja.


"Tunggu lah di bawah kalau mereka berdua sudah pergi aku akan menghubungimu." pesan Pras saat Gadis mau masuk pintu lift.


Pras balik kembali ke ke kamar Raja sementara Gadis masuk ke dalam lift, kebetulan di dalam lift ada seorang petugas pantry rumah sakit ini. Gadis melempar senyum ke arah wanita itu dan wanita itu membalas dengan ramah.


"Maaf kakak kerja di sini ya?" tanya Gadis dengan ramah dan juga senyum.


"Iya dek. Adek sedang menjenguk keluarga ya?" wanita itu balik bertanya.


"Iya Cuman nggak bisa masuk," jawab Gadis sambil tersenyum getir.


"Kenapa kok gak bisa? Emang yang sakit siapanya adek?" tanya wanita itu kembali penasaran.


"Suami saya Kak. Cuman didalam ada ibu mertua saya. Dia paling tidak suka saya datang," ucap Gadis dengan nada kecewa.

__ADS_1


"Oh begitu, kamu kelihatannya masih ABG ternyata sudah punya suami ya. Yang sabar ya Dek."wanita itu memberi ucapan semangat kepada Gadis


Gadis hanya tersenyum tipis.


"Kakak mau pulang ya?" tanya Gadis ramah.


"Iya Dek jam kerja kakak sudah habis Kakak shif malam pulang pagi." jawab wanita itu.


Ting.


Pintu lift terbuka di lantai dasar Gadis dan petugas pantry keluar dari lift.


"Kakak!" panggil Gadis pada wanita yang tadi satu lift dengannya.


Wanita itu menoleh menatap Gadis dengan kedua alis terangkat. Gadis berjalan menghampiri wanita itu.


"Gadis butuh pertolongan kakak, bisa ikut Gadis sebentar Kak?" pinta Gadis kepada wanita itu.


"Boleh," jawab wanita itu.


"Kita duduk di bangku pojok itu dulu Kak, biar enak bicaranya," ajak Gadis kepada wanita itu dan wanita itu tidak keberatan.


Lalu mereka berjalan kearah bangku yang dituju


"Maaf kakak terpaksa Gadis melakukan ini," gumam Gadis sambil menyematkan totok di belakang leher dengan tekanan pelan dan di ujung jari tengah tangan kanan. Totok itu berguna untuk membuat wanita itu tertidur.


"Maaf kakak pinjam sebentar rompinya." ucap Gadis berbisik pelan di telinga wanita itu sambil melepas rompi yang dipakai oleh wanita itu.


Gadis berjalan menuju lift untuk kembali naik keruangan Raja, begitu keluar dari lift tak jauh dari pintu ada troli kosong. Gadis mendorong troli itu seakan-akan dia petugas yang sedang bertugas.


"Ini kamar Akang." gumam Gadis.


Gadis menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan.


"Bismillahirrahmanirrahim." ucap Gadis begitu tangannya menekan handle pintu.


Pintu terbuka Raja tampak berbaring dalam keadaan lemah di bankar, Wijayanti sendiri duduk di kursi samping Raja sedang mengupas apel merah. Ifi duduk di sebuah sofa panjang tak jauh dari Pras keduanya sibuk dengan hp-nya. Clarissa duduk di tepi ranjang Raja.


"Permisi saya mau membersihkan toilet," kata Gadis memohon ijin tapi tak satupun orang yang menyahut.


Gadis bergegas ke toilet, begitu berada di dalamnya Gadis langsung mengunci pintu toilet dari dalam.


"Untung di sini ada Clarissa Gus, jadi Mama merasa tenang. Tante ucapin terima kasih sama kamu Cla," ucap Wijayanti berbasa-basi


"Udah jadi kewajiban Clarissa Tante." Clarissa menjawab sambil tersenyum


"Coba seandainya Mama punya menantu seorang dokter seperti Clarissa pasti senang, kalau ada yang sakit tidak perlu khawatir. Apalagi Carissa dokter spesialis yang handal, anak pemilik rumah sakit lagi," pancing Wijayanti ingin menjodohkan mereka.


Clarissa hanya tersenyum.


"Mama ngomong apaan sih." saut Raja dengan suara lemah.

__ADS_1


📥 Assalamualaikum kang Gadis ada di toilet.


Raja membaca pesan yang masuk dari Gadis tapi tidak membalas nya.


"Ke toilet aja laporan ke Gue, giliran Ke luar kota laporan udah take off baru berbagi." gumam Raja.


"Kamu ngomong apa Gus," tanya Wijayanti penasaran melihat Raja yang bergumam sendiri.


Enggak lagi ngomong Ma, cuma lagi kumur-kumur." jawab Raja asal menyaut.


📥 Kalo Akang gak ke toilet sekarang, Gadis mau pulang ke Apartemen.


Mata Raja terbelalak saat membaca pesan Gadis yang kedua.


📤 LU ADA DI TOILET MANA JENONG!?


📥 Di kamar Akang sekarang lah masa di Natuna.


Deg


Jantung Raja berdetak cepat nafasnya mulai memburu, perasaannya kali ini campur aduk. Antara senang takut khawatir dan juga bahagia hingga tak sadar dia tersenyum sendiri.


"Chatting sama siapa Gus? Kok langsung berubah mukamu itu jadi bersemu merah." tanya Wijayanti merasa aneh dengan perubahan wajah Raja tiba-tiba terlihat bahagia.


"Sama OB mah." sahut Raja tanpa sadar membuat Wijayanti melotot ke arahnya. Begitu juga dengan yang lain.


"OB? Jangan bilang sekarang kamu suka sama OB Gus! Sama dukun aja Mama gak setuju apalagi sama Ob!" hardik Wijayanti.


Byurr byurr.


Bunyi air disiram di kamar mandi seakan itu kode dari Gadis untuk Raja.


"Terserah Mama aja, Raja sakit perut," Raja turun dari bankar nya.


"Gue antar ya Bang!" Clarissa menawarkan diri.


"Gak usah, Gue mau ngadem di toilet, jadi gak ada yang boleh ganggu Gue!" Raja bergegas masuk ke toilet.


"Hah! Gak salah orang ngadem di toilet? Gara-gara kangen bini bisa stress si Jaja hii!" gumam Pras sambil bergidik.


Begitu Raja membuka pintu toilet Gadis berdiri dengan senyum manis. Dada Raja berdegup kencang, ada desir halus yang mengalir di setiap pembuluh darahnya. Mata Raja mulai berkaca tapi Raja menahan agar bulir itu tidak jatuh.


"Kek gini amat sih rasanya kangen." ucap Raja lirik membuang wajahnya ke samping.


Gadis menyalakan kran air agar suara mereka di kamar mandi tak terdengar, Gadis melangkah perlahan mendekati Raja yang masih memalingkan wajahnya.


...🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗...


Apa yang akan terjadi di kamar mandi selanjutnya antara Gadis dan Raja, apakah Raja akan mengeluarkan rasa marahnya atau sebaliknya.


Yuk ikuti episode selanjutnya Totok Pembangkit Terimakasih Untuk like Vote gif dan juga komentarnya dukung terus kakak 🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2