Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Maunya Apa?


__ADS_3

..."Jangan stres Kang lakukan yang terbaik, lupakan sisanya."...


..._Gadis_...


Setelah selesai mencuci piring Gadis membuat segelas susu untuk mengganjal perutnya karena mi yang dibikin oleh Raja tidak bisa dimakan.


"Gue pesenin makanan dari luar aja ya," tawar Raja melihat Gadis yang hanya meminum segelas susu.


"Gak usah Kang, ini juga udah cukup kok. Lagian kalau udah malam gini Gadis kurang selera makan yang padat padat," tolak Gadis.


Setelah meminum susunya dan mencuci gelas, Gadis bersiap pergi ke kamarnya, Raja pun mengikuti di belakangnya. Begitu sampai di depan kamar, Gadis memandang Raja dengan tatapan heran.


"Akang nggak tidur?" tanya Gadis.


"Gue mau tidur di sini," jawab Raja cuek dan langsung masuk kamar Gadis.


Gadis menutup pintu kamar walaupun sebetulnya dia berat tidur satu kamar dengan Raja selain saat terapi, tapi untuk mengusirnya Gadis tidak punya hak karena itu juga hak Raja untuk tidur satu kamar dengannya.


"Neng sini duduk dulu, gue mau nanya," ucap Raja yang duduk di sisi pinggiran ranjang.


Gadis menatap Raja sesaat, lalu berjalan mendekati Raja dan duduk di sampingnya.


"Kita kan udah beberapa kali tidur bersama dan gue nggak pake pengaman, kalau lu hamil gimana?" tanya Raja.


"Kalau hamil ya gak papa kan ada Akang bapaknya," sahut Gadis santai.


"Hah? lu gak boleh hamil! itu gak boleh terjadi!" seru Raja tajam menatap Gadis.


"Trus Akang maunya gimana?" tanya Gadis sewot.


"Lu ikut itu tuh, apa ya yang bikin cewek di gituin tapi gak hamil tuh apaan namanya?" Raja terlihat bingung menyebutkan maksudnya.


"KB?" tanya Gadis mengarahkan maksud Raja.


"Iya itu maksud gue," jawab Raja mengiyakan sambil mengangguk jari telunjuknya menunjuk.


"Gak mau!" tolak Gadis sambil beranjak dari duduknya.


Raja menarik tangan Gadis untuk kembali Duduk.


"Jangan kebiasaan ninggalin orang lebih tua kalau lagi ngomong!" hardik Raja mendelik.


Gadis berdiri sambil kedua kalinya merapat.


"Gadis ke belakang dulu klo Akang tahan tar ngompol di sini gimana? lepasin tangan Gadis udah gak tahan nih Kang!" pinta Gadis menarik tangannya.


Mendengar alasan Gadis, Raja langsung melepaskan pegangan tangannya. Gadis lari ke kamar mandi. Raja tersenyum melihat tingkah Gadis yang apa adanya.


"Lucu juga dia," gumam Raja.


Sudah lebih dari sepuluh menit Gadis belum keluar kamar mandi, sudah sepuluh menit juga Raja hanya bisa tiduran sambil memainkan hpnya dan sesekali melihat ke kamar mandi.


"Tuh anak tidur kali di kamar mandi, apa jangan-jangan dia pingsan karena belum makan?" gumam Raja.

__ADS_1


"Kang minta tolong ambilkan kimono Handuk di lemari paling bawah," teriak Gadis dari pintu kamar mandi.


"Pantesan lama," ucap Raja sambil berjalan ke lemari dan mengambil apa yang Gadis minta.


"Nong buka!" teriak Raja dari luar kamar mandi.


Ceklek.


Tangan Gadis yang menjulur keluar sambil menggapai, pikiran Raja tiba-tiba iseng ingin mengerjai Gadis dia menjauhkan Handuk dari jangkauan tangan Gadis.


"Kang mana handuknya?" tanya Gadis setengah berteriak.


"Makanya buka lebih lebar pintunya Neng Nong!" teriak Raja sambil menahan tawa.


"Jangan bercanda deh Kang!" wajah Gadis tiba-tiba nongol di pintu yang ditahan tangan Gadis.


"Hehehe, kurang lebar," ledek Raja semakin menjauhkan handuk di tangannya.


Gadis menatap Raja kesal dia kembali menutup pintu kamar Mandi.


"Siap-siap, siapa tau dia bikin pembalasan ke gue," gumam Raja cekikikan.


Sementara di dalam kamar mandi Gadis geram dengan tingkah kekanakan suaminya.


"Umur udah tua kelakuan kayak anak kecil, liat aja ya Kang Gadis bikin pusing sampai pagi," gerutunya.


Gadis keluar memakai kemeja panjang putih yang tadi dia pakai, dua kancing atas dibiarkan terbuka hingga terlihat sedikit belahan. Dengan bertelanjang kaki terlihat kulit putih mulus kedua kaki Gadis yang jenjang.


Dengan senyuman menggoda dan Kerlingan mata, Gadis berjalan ke arah Raja bak model seksi. Raja tertegun hidungnya kembang kempis, dengan mulut sedikit terbuka. Tatapan matanya dalam, dadanya turun naik dengan nafas tak beraturan. Handuk yang ada di genggaman tangannya semakin turun.


Gadis mendekat hingga jarak wajah mereka hampir menempel bahkan hembusan nafas Raja yang memburu terasa sekali di wajah Gadis.


"Kang, akang tau nggak apa yang bikin laki-laki pusing?" tanya Gadis dengan suara manja menggoda.


Punggung jemari tangan kanan Gadis bermain di wajah Raja, sentuhan halus membuat darah Raja memanas hasratnya mulai terpancing terlihat sekali dari tatapan dalam dan lidahnya yang bermain di bibirnya.


Raja menggelengkan kepala tak menjawab, tangan kiri Gadis mulai menyentuh sisi samping paha Raja perlahan naik dan terus naik dengan sangat lembut. Raja memejamkan matanya dia berusaha menguasai hasratnya.


"Perasaan gak cuma mood gue yang bangun?" batin Raja, tangannya mulai meraba samping pahanya dan benar saja Dicky sudah bangun.


"Lelaki nggak takut pusing kalau obat pusing nya ada di pelukannya," jawab Raja melingkarkan kedua tangannya di pinggang Gadis.


"Tapi kalau gak bisa ngapa-ngapain gimana?" tanya Gadis mengangkat kedua alisnya.


"Maksudnya?" tanya Raja mengerutkan dahi.


"Ini dan ini on tapi ibarat kata seperti oase di padang pasir maksudnya hanya sesaat karena ketahan Akang belum pada waktunya kalau dipaksa mungkin akan tidur selamanya," Ucap Gadis sambil melepaskan kedua tangan Raja dari pinggangnya.


Gadis mengambil kimono handuk yang ada di tangan Raja dan melangkah pergi kembali ke kamar mandi.


"Makanya jangan jahil dan mesum ama Gadis, jadi pusing kan tuh kepala," ledek Gadis sebelum menutup pintu kamar mandi.


"HUUUHHH, SIAL SIAL!" Raja mengacak-acak rambutnya.

__ADS_1


"Awas ya Jenong! pasti gue punya kesempatan buat balas lu, tunggu aja," ucap Raja geram sambil pergi ke luar kamar Gadis dengan membanting pintu.


***


Pagi buta di mana orang sedang nyenyak tidur Gadis mulai bersiap bertemu Michael, karena berita viral di sosmed membuat mereka bertiga bertemu di sebuah pusat kebugaran. Michael menyewa sebuah kamar khusus untuk terapi.


"Kita mulai kak," kata Gadis pada Michael.


Mas Harun memperhatikan keduanya duduk di sofa. Tahap demi tahap terapi di jalani Michael, setiap Michael menjerit karena rasa sakit Harun itu meringis seperti menahan sakit.


"Jangan lupa minum kan air kelapanya Mas," pesan Gadis kepada Harun saat dia bersiap hendak pergi.


"Mich, bangun dulu minum ini," kata Harun sambil membantu Michael bangun sambil menahan lehernya.


Michael menghabiskan satu gelas penuh air kelapa ijo dan kemudian dia tidur lagi.


"Jangan bangunin gue Run," pinta Michael sebelum terlelap.


Gadis heran menurut agenda kerjanya ada jadwal peran Michael jam 9 pagi.


"Emang dia gak syuting Mas?" tanya Gadis.


"Dia didepak dari film itu Dis," jawab Harun.


"Apa karena berita itu yang lagi viral Mas?" tanya Gadis lagi.


"Kata pak Pras karena kejadian di villa dan dia tahu Michael ODA," jawab Harun.


"Pak Pras siapa?" tanya Gadis.


"Bukannya kamu dekat dengan dia Dis, orang yang waktu itu menjemput mu di lokasi syuting," jawab Harun.


"Emang dia siapa Mas, kok bisa pecat Artis?" sekarang Gadis yang bertanya.


"Dia Co-Produser dari PH tempat film itu di buat," jawab Harun.


Gadis membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dia dengar pagi ini.


"Assalamu'alaikum Mas." Pamit Gadis langsung berjalan cepat pulang.


***


Ting.


Pintu lift terbuka Gadis berjalan menuju kamar Raja, tujuan Gadis satu ingin minta penjelasan kepada Raja kenapa Michael di putus dari PH.


Raja masih tertidur pulas saat Gadis masuk.


"Aku harus pelan-pelan tanyanya kalau nggak pengen bangunin singa yang gampang ngamuk," gumam Gadis.


Dengan cara pelan seperti apa ya Gadis membangunkan Raja dan minta penjelasan, bakal marah atau luluh lagi kali ini Raja.


Yuk yang masih penasaran ikuti next episode Totok Pembangkit.

__ADS_1


Jangan lupa jempol dan komentarnya kakak 🙏🙏


Terimakasih untuk semua like gift vote komentarnya dan yang favorit kan novel ini 🤗🙏🙏


__ADS_2