
Hari berganti hari, tak terasa kandungan Gadis sudah memasuki bulan keempat. Itu artinya masa ngidam Gadis pun sudah mulai berkurang banyak, dan seperti umumnya ibu-ibu muda yang hamil nafsu makan mulai normal bahkan biasanya dia tidak pernah makan, tapi sekarang ini Gadis sering makan malam karena perutnya yang terasa lebih sering lapar dibanding sebelum dia mengandung.
Gadis duduk di teras depan menunggu kedatangan raja sore ini, sesekali dia melihat layar HPnya sambil tangannya mengusap perutnya dengan tersenyum dan tatapan mata memandang perutnya yang sudah mulai kelihatan sedikit membuncit.
"Sayang sebentar lagi papa pulang dan papa janji hari ini mau bawain mama oleh-oleh spesial tapi Mama nggak tahu oleh-olehnya apa sayang?" gumam gadis bicara dengan bayi yang ada di janinnya.
TINNN
Pintu gerbang terbuka tanpa mobil Raja mulai memasuki pekarangan rumah Wijayanti yang sekarang mereka tempati. Gadis langsung berdiri menyambut kedatangan Raja, sepertinya dia sudah tidak sabar melihat oleh-oleh apa yang akan dibawa Raja sore ini.
"Assalamualaikum istriku cantik." sapa Raja begitu menaiki tangga teras.
"waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh kang." Gadis langsung berjalan mendekati Raja dan mencium punggung telapak tangan kanan Raja.
"Halo jagoan Daddy sayang, makasih ya udah jagain Mama hari ini." Raja membungkuk mendekatkan wajahnya mencium perut Gadis sambil tangannya mengusap lembut perut.
"Mamanya mah nggak perlu dijagain sayang, yang perlu dijagain tuh papanya yang sering nakal hehehe." saut Gadis sambil tersenyum dan mengusap pucuk kepala Raja.
"Mana oleh-olehnya kang, katanya mau bawa oleh-oleh spesial." tagih Gadis begitu ingat bahwa hari ini Raja berjanji akan memberinya sesuatu.
"Oh iya lupa. Nih hadiah spesial buat istriku yang spesial." ucap Raja sambil mengulurkan paper bag kecil yang ada di tangan kanannya ke arah Gadis.
"Apa ini kang?" tanya gadis penasaran memandang ke arah raja lalu kembali memandang paper bag mungil yang ada di tangannya.
"Buka sayang biar kamu tahu. ini kado spesial buat kehamilanmu yang udah menginjak semester kedua dan aku harap kamu suka sayang." jawab Raja sambil merangkul pundak istrinya dan berjalan membawanya masuk.
Begitu gadis membuka paper bag menik matanya langsung menangkap sebuah amplop berwarna pink dan putih dengan desain yang sangat cantik.
Gadis membaca tulisan cantik di luar amplop itu.
"BABY MOON TRIP ROMANTIC"
"Ini Maksudnya apa kang?" tanya gadis sambil mengerutkan dahi.
Raja menghentikan langkah gadis dia memeluk pinggul gadis sambil menatapnya mesra.
"Itu artinya gue pengen bulan madu kedua bersama calon bayi kita dan gue harap ini bisa jadi obat buat lo selama hampir 4 bulan lu ngidam," ucap aja sambil mengusap lembut kepala Gadis.
Gadis tersenyum dengan mata berbinar, memang sejak kehamilannya di semester pertama, gadis jarang sekali keluar rumah kecuali hanya sebatas pergi ke mall untuk membeli keperluannya. Karena rasa mual yang masih sering dia rasakan membuat Gadis dia lebih memilih tinggal dirumah.
"Makasih kang, makasih banget Gadis senang dapat hadiah ini. Itu artinya Gadis bisa keliling lihat dunia luar bersama calon bayi kita." ucap syukur keluar dari bibir Gadis.
__ADS_1
"Kapan kita berangkat kang?"tanya Gadis bersemangat.
"kapanpun kamu mau sayang," jawab Raja sambil mencubit hidung Gadis.
"Kang boleh nggak gadis aja kak raya?" tanya Gadis meminta kepada Raja.
"Yaelah nong, kita tuh mau bulan madu masa iya sih ngajak orang. Yang namanya bulan madu itu ya cuman berdua sayang bukan rombongan," protes Raja sambil mengerutkan dahi.
Gadis diam menekuk wajahnya.
"Sayang untuk kali ini kita pergi berdua aja dulu ya nanti lain kali kita aja raya sama buluk oke." bujuk Raja.
"Nggak ah, Gadis nggak mau. Nggak seru kalau cuman kita berdua jalan-jalan sama akang kan udah biasa tapi kalau jalan bareng akang sama kak raya kan belum pernah selama ini." Rajuk Gadis merenggut.
"Sayang nggak ada sejarahnya di mana-mana orang mau honeymoon ngajak orang lain, jangankan sahabat anak aja ditinggal." bujuk Raja mencium kening Gadis.
"Gak mau kalau begitu mending di rumah aja bisa ngajak kak Raya jalan-jalan kapan aja." tolak Gadis manyun.
"Hadeuhhh! Kalau gak di turutin bisa gagal Honeymoon gue yang kedua." keluh Raja dalam hati.
"Oke sayang terserah kamu mau ajak siapa yang penting kita tetap baby moon. ngajak keluarga sama orang 1 RT juga nggak papa akang bakal fasilitasi." dengus Raja dengan nada kesal.
"Dihh, gak ikhlas. Orang cuma ngajak satu orang doang juga." balas Gadis masih dengan wajah cemberut.
"Oke cantik, manis kesayangan akang. Ikhlas sayang akang ikhlas lahir batin suer." ucap Raja sambil membentuk telunjuk dan jari tengahnya huruf v.
Raja berusaha tersenyum semanis mungkin.
"Makasih akang muuachhh. Gadis telpon kak Raya dulu ya." kata Gadis sambil mencium pipi Raja.
"Eiittt! Tunggu dulu nong. Laki loh baru datang, masa lo tinggal gitu aja. Sini layanin dulu gue gak mau di layani Mak Santi.
"Hehehe, iya Akang sayang." saut Gadis.
mereka berdua pun masuk ke dalam rumah dengan hati dan pikiran yang saling bertolak belakang.
***
Raja duduk bersandar sambil menerawang langit-langit di bangku kebesaran bekas Wijayanti di ruang kerja almarhum, yang menjadi ruang kerjanya.
"Mah, kenapa menantu mamah itu aneh sekali. Masak mau honeymoon kok ngajak teman gimana ceritanya Coba mah. Kalau nggak diturutin takutnya dia ngambek dan nggak mau pergi." gumam Raja bicara sendiri.
__ADS_1
"Masa iya kita pergi bertiga, tar kalau ada si abu-abu yang ada Gue bakal jadi nyamuk di antara mereka berdua.
"PUSIINGGGG!!" teriak Raja sambil mengacak rambutnya.
"Buluk, gue harus ajak dia juga biar gue gak sendiri. Dan gue akan suruh si buluk ngejauhin si abu-abu. Yes itu ide cemerlang. Siapa dulu gitu loh" Monolog Raja sambil mengangkat alisnya.
Raja buru-buru menghubungi Pras untuk memaksanya ikut dalam perjalanan honeymoon nya.
"Buluk, siap-siap besok Lo pagi-pagi datang ke rumah sekalian bawa keperluan lo untuk perjalanan dinas 3 hari 2 malam." perintah Raja.
Klik.
Raja langsung menutup dan tidak memberikan kesempatan untuk menjawab perintah lewat teleponnya.
"Beres. Sekarang gue tinggal bikin supaya jenong ngasih totok pembangkit itu lagi. Terus terang gue kangen sama terapi totok itu. Bener-bener bikin candu hehehe." gumam Raja bicara sendiri dengan ide di kepala nya.
"Tapi gimana caranya ya gue dapetin nya?" tanya Raja pada diri sendiri.
"Apa gue minta aja secara langsung ya." kembali Raja berkata pada dirinya sendiri.
Raja diam sambil mengerutkan dahi dia terlihat sedang berpikir keras untuk mencari cara agar bisa mendapatkan totok pembangkit kembali dari Gadis
"Coba lah mending gue minta aja." gumam Raja sambil beranjak dari tempat duduknya.
Raja keluar dari ruang kerjanya menuju kamar mereka yang ada di lantai 2. Saat langkah kakinya tepat berada di pintu dan hendak membuka pintu, dari luar Raja mendengar sayup-sayup Gadis sedang berbicara dengan seseorang di telepon.
"Mood buat begituan kurang Mah, apa ini ada hubungannya dengan kehamilan Gadis ya Mah?" tanya gadis pada seseorang di seberang telepon yang tak lain adalah Hayati.
"Tapi jangan sampai lalai dengan kewajibanmu sebagai seorang istri Neng." pesan Hayati.
"Hadeuhhh. Alamat kalau minta gak bakal di kasih nih." gerutu Raja sambil meringis.
Raja mengurungkan niatnya memasuki kamar dia kembali berjalan ke ruang kerjanya.
Sambil berjalan otak Raja berpikir keras mencari cara untuk mendapatkan totok pembangkit itu.
"Lan jangan lupa itu pintu belakang di tutup yang rapat! kucing suka masuk ngacak-acak tempat sampah!" sayup-sayup Raja mendengar suara Bu Santi dari arah dapur.
"Nah ketemu caranya hehehe." Raja terkekeh sambil menyentil dua jempol dan jari tengahnya.
...🤔🤔🤔🤔🤔🤔...
__ADS_1
kira-kira akal yang akan digunakan Raja untuk mendapatkan kembali Totok pembangkit itu next ikuti episodenya