
..."Hal sederhana yang kau ajarkan membuat ku makin terpesona"...
...~Raja~...
LIKE VOTE KOMENTAR KAKAK 🙏
Apartment penthouse.
Ting
"MAKK!" teriak Raja melengking begitu keluar dari lift.
"HADIRRR!" sahut Bu Santi dengan suara tak mau kalah.
Bu Santi lari tergopoh-gopoh dengan tubuh tambunnya dari arah dapur.
"Ya Tuan, Ada apa?" tanya Bu Santi dengan nafas turun naik.
"Di mana Nyonya?"
"Ada di kamarnya Tuan, Nyonya kepa-" Bu Santi belum sempat menyelesaikan kata-katanya Raja sudah pergi menuju kamar Gadis.
Ceklek.
"Nong! Neng!" teriak Raja saat tidak mendapati Gadis di kamarnya.
"Mungkin dia di kamar mandi," Raja langsung bergegas menuju kamar mandi yang kebetulan pintunya tidak terkunci.
"Aaaaa... AKANG KELUAR GAK!" teriak Gadis yang sedang memakai lulur duduk di pinggiran bathtub dengan kaki menjuntai di atas kloset duduk dalam keadaan hanya memakai underwear.
"Bini Gue langsung membangunkan alam sadar Dicky," gumam Raja dalam hati sambil menelan ludah.
"Woww!" satu kata yang keluar dari mulut Raja sambil matanya membulat dan mulutnya terbuka.
Gadis melotot dan meraih sabun batangan yang ada di dekatnya, sementara tangan satunya menutup area dadanya.
"KELUAR!"
Gadis melemparkan sabun dan dengan mudah Raja menangkapnya. Raja bukannya keluar dari kamar mandi tapi malah berjalan mendekati Gadis.
"Gak mau!" tolak Raja sambil membuka jasnya dan melemparkan ke sembarang tempat.
"Ihh nakal!" Gadis menghardik dan tangannya hendak menyambar handuk tapi terlambat karena tangan Raja lebih cepat mengambil handuk itu.
"AKANGGGI! pekik Gadis wajahnya mulai memerah.
Raja melepaskan dasinya dan juga membuka kancing kemejanya.
"Akang mau apa, kasih gak handuknya!" Gadis mundur kedua tangannya menutup bagian dada dan juga di bawah pusarnya.
Raja tak berkedip dia seperti menikmati pemandangan yang ada di depannya dengan senyum nakalnya. Jelas terlihat di matanya, Raja menikmati tubuh Gadis yang dalam keadaan sangat terbuka.
"Mau handuknya?" tanya Raja menggoda sambil mengacungkan handuk di tangannya.
"Hooh, kasih Kang dingin nih," jawab Gadis dengan mengiba.
"Kalau mau ambil sini mendekat." Raja sengaja menjauhkan handuk yang ada di tangannya dari jangkauan Gadis.
"Akal otak mesum Akang mulai deh," batin Gadis.
"Ok kang, Gadis akan ikutin game yang Akang mulai, liat aja," kembali gadis membatin sambil tersenyum penuh arti.
"Aaauuwww, kepala ku!" teriak Gadis tiba-tiba sambil memegang kepalanya yang terluka.
"Nong! Kenapa?" teriak Raja langsung mendekati Gadis dengan wajah cemas.
Begitu Raja mendekat Gadis langsung menyambar handuk di tangan Raja lalu mendorong tubuh Raja hingga keluar kamar mandi dan buru-buru mengunci pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Nyebelin!" teriak Gadis dari kamar mandi.
"Wow! Bini Gue emang seksi luar dalam,"
"Hahaha... lumayan Dicky dapat pemanasan," gumam Raja tertawa nakal lalu keluar dari kamar Gadis.
\*\*\*
Saat makan malam.
"Huh," Gadis melengos saat tiba di meja makan dan bersitatap dengan Raja.
"Ngambek ya Nong?" goda Raja sambil mengerlingkan sebelah matanya nakal.
Gadis hanya melirik sekilas.
"Mbak Yati Tolong bawa pesanan Gadis ke sini!"
Yati membawa segelas jus warna ungu dan sebuah ubi jalar berukuran sedang ditaruh di piring cantik.
"Ini Nyonya," Yati menyodorkan pesanan Gadis dan Gadis menerimanya selalu meletakkan di meja makan.
" Tolong Mbak Yati ambil semua makanan Tuan bawa ke belakang," perintah gadis
Raja membulatkan matanya bingung tidak mengerti kenapa Gadis melakukan ini.
"Wajahnya nggak perlu bingung gitu kali Kang. Malam ini akang makan ubi jalar dan minum jus buah bit gak boleh yang lain itu salah satu syaratnya," dengan nada datar Gadis berkata sambil minum susu nya.
"WHAT!" mata Raja mendelik menatap Gadis tajam sambil mendengus dengan hidung kembang kempis.
"Lu sengaja ya mau balas dendam ama Gue gara-gara kamar mandi tadi YA!" sewot Raja hingga membuat Bu Santi dan Yati perlahan dengan pasti bergeser pergi ke dapur.
"Syarat kok dibilang bales dendam, kamar mandi apaan sih? Aduh tiba-tiba kepala Gadis sakit, maaf ya Kang Gadis ke kamar duluan. Jangan lupa habisin apa yang ada di depan Akang, jangan sampai ada yang tersisa. Kalau nggak diminum sudah pasti Akang tahu Gadis bakal tahu." kata Gadis sambil beranjak dari tempat duduknya berjalan di belakang Raja sambil membungkuk.
Napas Raja tiba-tiba memburu dan jantungnya berdegup kencang, Raja memperhatikan sajian yang ada didepannya.
"Demi Dicky gak ada yang gak bisa Gue lakuin,"
gumam Raja memberi semangat pada dirinya sendiri.
Raja menutup hidungnya karena tidak ingin mencium aroma buah bit.
"Catu.. yua.. higa.' Raja memberi aba-aba untuk dirinya dengan suara sengau karena hidungnya yang dia pencet.
glek glek glek glek
"AIR, AIR!" teriak Raja mencari air putih.
Glek glek glek glek
"Aaaaaa," geregetan Raja ingin sekali memuntahkan isi perutnya tapi dia tahan
"Ini lagi, makanan apa? Bentuk nya aja gak ada seninya dan gak bikin napsu makan yang ada bikin napsu marah Gue aja. Hadeh Jenong!" pekik nya geram dan geregetan.
Raja sekarang melihat ubi jalar dengan tatapan heran dan juga bingung Makanan apa yang ada di depannya.
"MAKKK!" lengkingan suara Raja membuat Bu Santi terbelalak matanya.
"Hadeh, apa lagi?" Bu Santi sedikit berlari menghampiri Raja.
"Iya Tuan!' Bu Santi menyahut dengan terengah.
"Ini apa namanya Mak?" tanya Raja sambil menunjuk ke arah ubi jalar.
"Uni jalan.. eh maksud saya ubi jalar," jawab Bu Santi tergagap sampai salah sebut.
__ADS_1
"Gimana rasanya Mak?" Raja bertanya tapi matanya masih memandang ke arah ubi jalar.
"Enak maniez Tuan," jawab Bu Santi dengan bibir di buat semanis mungkin.
"Serius Mak, gak bohong kan?" tanya Raja memandang Bu Santi menelisik.
"Serius," jadwal Bu Santi sambil mengacungkan dua jarinya membentuk huruf V.
Raja menarik napas panjang dan menghembuskan perlahan, tangannya meraih ubi jalar warna ungu yang ada di atas piring keramik cantik.
"Bismillah-,"
"Stop Tuan!" teriak Bu Santi menghentikan Raja yang hendak memakan ubi jalar.
"Kenapa?" Raja kaget tampak bingung.
"Kulitnya kupas Tuan." kata Bu Santi.
"Gimana ngupas nya, ck ribet amat," decak Raja.
Raja perlahan mengupas kulit Ubi jalar dengan teliti. Bu Santi yang memperhatikan ikut memelototi ubi jalar dan ikut Geregetan.
"Ayo Tuan sedikit lagi. Ayo Tuan bentar lagi" memberi semangat kepada Raja yang mengupas kulit ubi jalar.
saat Raja bisa mengupas semua kulit ubi jalar Bu Santi bersorak dengan girang.
"YEEE! KUPAS TUNTAS!" teriak Bu Santi sambil mengepalkan tangannya ke udara.
"Ahhhh, akhirnya!" Raja tersenyum lega melihat ubi jalar hasil kupasan nya dengan tatapan penuh bangga.
Raja memakan ubi jalar sedikit di awal, begitu lidahnya mencicipi rasa ubi jalar yang manis dan lembut hanya dalam waktu kurang 5 menit Raja sudah menghabiskan 1 buah ubi jalar berukuran sedang.
"Enak Mak," ucap Raja.
"Mantull Tuan," sahut Bu Santi sambil mengacungkan jempol.
"Mak rayuan pulau kasur dulu," ucap Radja sambil beranjak dari duduknya dan berjalan menuju lift tak lupa sambil berdendang.
Tanam-tanam ubi
Tak perlu dibaja
Orang berbudi
Kita berbahasa
Naik kereta api
Turun padang tembak
Kalau tak hati-hati
Kita kan terjebak
Chorus
Semarakkan hari ini
Kita nyanyi ramai-ramai
Goyang badan gerak kaki
Laungkan lagu damai
Jangan ambil mudah
Jangan rasa mudah
Menang bukan kekal
Kalah jangan kesal
Bu Santi menggelengkan kepala melihat tingkah konyol majikan nya.
"Dia kembali seperti setahun yang lalu berkat Gadis" gumam Bu Santi tersenyum haru.
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
Apa manfaat ubi jalar dan jus bit untuk terapi dan seberapa hebat nya
Yuk tetap stay next episode selanjutnya Totok Pembangkit.
Terima kasih atas semua dukungan nya dan tetap dukung karya ini Kakak🙏
__ADS_1