Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Berhasil Berhasil Yess!


__ADS_3

..."Lihat kebunku, penuh dengan bunga. Lihat matamu, hatiku berbunga-bunga."...


...~Raja~...


LIKE LIKE GIFT VOTE KAKAK🤭🙏🙏


...~~~~~~~~~~...


"Kamar Akang di mana?" tanya Gadis sambil membersihkan wajah Cemong Raja dengan tisu basah.


"Tuh yang sebelah sono." ucap Raja sambil menunjuk ke arah gedung lantai dua yang berada tepat di samping bangunan utama.


"Ayo cepat! Kita sekarang ke kamar Akang, mumpung ibu mertua belum ngecek ke kamar Akang." ajak Gadis mulai berjalan mengendap di atas genting menuju kamar Raja udah.


"Ngapain Nong? mendingan kita kabur sekarang sebelum ketangkap sama Mama." Raja balik mengajak Gadis untuk secepatnya meninggalkan rumah Wijayanti.


"Mending ketangkap daripada kabur." sahut Gadis.


"Gak mau tar Mama pukul pantat aku.' tolak Raja sambil cemberut.


"Berarti kalau gitu, terapi kita malam ini gagal dan Akang tahu resikonya apa." ucapan Gadis membuat Raja takut juga.


Raja tahu jika terapi tidak bisa dilakukan sesuai jadwal resikonya Raja bisa terkena impoten permanen dan itu artinya Dicky dead. Raja melirik ke bawah bagian sensitifnya dan tangan kirinya meraba bagian itu.


"Sampai kapanpun Gue nggak akan relain Lu mati Dicky, terpaksa apapun harus Gue jalanin agar Lu tetap hidup Dicky." Raja berkata tak ayal membuat Gadis tertawa terkekeh sambil menutup mulutnya dengan tangan.


"Ngekek terus Lu Nong. Puas Lu!" bentak Raja.


"Udah ayo Kang buruan, keburu malam kita." ajak Gadis yang berjalan mengendap duluan menuju kamar Raja.


Gadis dan Raja ibarat dua orang pasangan pencuri di rumah sendiri mereka mengendap dan memanjat tembok balkon untuk sampai di kamar Raja yang berada di lantai 2.


"Kang, Gadis tunggu di sini. Akang masuk ke dalam, apapun yang akan terjadi nanti Akang harus siap ngadepin. Mau dipukul mau dijewer pokoknya Akang harus terima, selamat berjuang Akang." ucap Gadis memberi pesan dan juga semangat kepada Raja.


Membayangkan menghadapi Mamanya Raja sebetulnya sudah bergidik. Tapi saat membayangkan Dicky yang mati membuatnya lebih mengerikan, maka dia pun masuk ke dalam kamar melalui jendela yang dicongkel dari luar oleh Gadis dengan menggunakan pisau lipat.


"Bismillahirrahmanirrahim." bisik Raja jongkok di atas jendela yang lumayan tinggi.


Saat hendak melompat ke bawah Raja yang hanya mengenakan kimono handuk dan underwear tiba-tiba.


Ceklek.


"YA AMPUN DEMIITTT!!" lengkingan Wijayanti membuat Raja tersentak kaget dan


BUKKK


"AAAAA! Awww awwww!" teriak Raja jatuh ke lantai dengan keras hingga siku kanannya membentur lantai dan meninggalkan bekas biru.

__ADS_1


"Aduuuuh Mama sakiiitt!" erang Raja merintih kesakitan.


Wijayanti yang ingin marah tak bisa menahan tawanya menyaksikan putra tunggalnya yang jatuh tengkurap dengan bagian tubuh nya yang sebagian terbuka.


"SYUKUR!!" teriak Wijayanti melangkah mendekat ke arah Raja.


"Mam! jangan dipukul pantat aku ampe merah biru ya." Raja memohon membuat Wijayanti yang hampir melunak hati tersulut kembali emosi nya.


"Enak aja kamu udah bikin Mama kaya orang pesakitan di ruang rapat. Mereka menatap Mama seakan-akan Mama yang melakukan kesalahan hanya karena kamu anak Mama Demiitt!" hardik Wijayanti kali ini pantat Raja yang jadi sasaran di pukul dengan alat penggaruk punggung.


"Ampuunn! Mama cukup Maaa!!" teriak Raja meminta ampun.


Di mata Wijayanti walaupun Raja sudah menjadi seorang CEO dan berumur lebih dari 30 Raja tetaplah seorang anak dan buat Wijayanti setiap kesalahan yang dilakukan oleh Raja selalu saja ada Cubitan atau pukulan yang berbekas di tubuh putra semata wayangnya. Apalagi jika ini menyangkut tentang kehormatan keluarga.


"Orang orang bertanya kenapa Mama susah sekali mempercayai mereka. Dan kamu tau Mama akan bertanya balik kenapa mereka susah sekali menepati janji. itulah yang membuat Mama marah saat ini sama kamu." Wijayanti berhenti memukul pantat Raja dan mengusap nya lembut.


Ada Sesal saat seorang ibu memukul buah hatinya saat memberikan hukuman. Apalagi kalau ada bekas yang tertinggal begitu juga halnya dengan Wijayanti.


"Makanya nya jadi orang harus bisa di percaya mulutnya!" dengus Wijayanti.


"Maaf Mah." Raja berkata sambil tangannya mengusap sikunya yang berwarna biru legam..


"Mama akan ambilkan obat untuk luka memar mu." Wijayanti berjalan meninggalkan kamar Raja.


"Udah jatuh dipukul pula." decak Raja mengusap pantatnya.


"Jenong!" Raja tiba-tiba ingat gadis yang masih ada di balkon kamarnya.


Raja berjalan menuju balkon kepalanya menengok ke kanan dan ke kiri lalu melongok ke bawah mencari keberadaan Gadis tapi Raja tak menemukannya.


"Kok gak ada? Jenong ngilang kemana lagi?" Raja bergumam dengan wajah terlihat bingung.


"Nong! Nong!Sssttt Nong!" panggil Raja.


"Lagi nyari kucing Gus!" suara Wijayanti tepat di belakang Raja tiba-tiba mengagetkan.


"A- Astagfirullahalazim Mama!" Raja tersentak kaget hingga melompat mundur.


"Kenapa kamu kaget begitu seperti sedang melihat hantu saja." dengus Wijayanti heran dengan sikap Raja.


"Nggak ada apa-apa Mah." sahut Raja terlihat gugup.


"Lah tadi kamu panggil Nong, kirain Mama ada kucing tetangga naik ke balkon samping kamar kamu." kata Wijayanti melihat ke luar jendela Raja untuk memastikan ada kucing atau tidak sebelum kemudian dia menutupnya.


Raja hendak melarang tapi di urungkan niat nya takut Wijayanti bertambah curiga.


"Menantu kok di anggap kucing Mam terlalu Mama." batin Raja kesal.

__ADS_1


"Sini Mama obati lukamu." tawar Wijayanti.


"Gak usah Mama, biar Raja sendiri saja." tolak Raja.


"Tumben nih anak nggak manja." batin Wijayanti.


"Sekarang Mama istirahat aja, Raja juga mau istirahat," Raja merangkul pundak Wijayanti dan mengantarkan keluar kamarnya.


Raja buru-buru Mengunci pintu kamarnya, dia lalu membuka kembali jendela kamar balkon samping. Pandangan matanya menyapu setiap sudut balkon yang terang karena lampu sudah dinyalakan, tapi dia tidak melihat sosok Gadis ada di sana.


"Kemana Jenong?" tanya Raja pada diri sendiri.


"Ada di sini Kang," jawab Gadis yang sudah duduk di tepi ranjang raja yang berukuran King size.


"Astaghfirullah! Kapan Lu masuk Nong? tahu-tahu udah ada di situ kaya hantu aja Lu ngagetin Gue terus, " dengus Raja.


"Hehehe, baru aja pas Akang antar ibu mertua. Ijin ke kamar mandi dulu ya Kang dulu," ucap Gadis.


"Jangan lama Nong!" perintah Raja.


"Slamat Dicky kita bisa anu malam ini gak jadi gagal hehe," gumam Raja.


5 menit kemudian Gadis sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan lingerie warna kuning lemon yang segar dan seksi dengan rambut terurai dan bertelanjang kaki.


"Wow segar dan seksi banget bini Gue malam ini dah kek lemon baru dipetik" decak Raja dengan tatapan dalam ke arah Gadis.


Gadis berjalan dengan gemulai tatapan matanya sayu ke arah Raja dengan senyum nakal sambil tangannya memainkan ujung rambutnya. Satu pemandangan yang membuat dada Raja berdegup kencang sambil menelan ludah.


"Kita bisa mulai sekarang Kang," bisik lembut Gadis sambil menarik tali kimono Raja.


Napas Raja mulai memburu turun naik aliran darahnya meningkat dengan cepat suhu tumbuhnya mulai terasa hangat, mulut Raja tak mampu bersuara hanya tatapan matanya yang dalam ke arah bibir seksi warna merah yang ada di depan.


"Gue akan bikin malam ini jadi malam tak terlupakan buat Lu Nong." ucap Raja mulai mendekatkan bibir nya ke bibir Gadis.


Sentuhan awal yang lembut kemudian keduanya saling merespon menjadi sebuah sentuhan yang hangat lalu menjadi panas. Keduanya larut dalam sentuhan bibir. Raja begitu menikmati setiap moment sentuhan itu, hasrat nya semakin tak terbendung.


Raja yang memiliki postur tinggi harus membungkuk sementara Gadis harus jinjit. Raja lalu mengangkat tubuh Gadis dan menggendongnya tanpa melepaskan bibirnya tangan Gadis melingkar di leher Raja. Raja membawa Gadis ke tempat peraduannya dan merebahkan tubuh Gadis tanpa melepas bibirnya.


Malam ini adalah malam yang berkesan buat Raja karena akhir terapi mereka lalui di kamar Raja, kamar yang sangat spesial yang belum pernah satu orang pun wanita yang diajak bercinta kecuali istrinya Gadis.


"Thank you my beautiful wife Tonight I am very happy," bisik mesra Raja ditelinga Gadis sambil menciumnya.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Selamat Kang Raja akhirnya terapinya berhasil juga.


yuk yang masih penasaran ikuti terus episode Totok pembangkit karena masih ada ada 5 terapi lagi yang akan mereka lalui dan waktunya semakin cepat

__ADS_1


Terima kasih untuk like gift dan juga vote komennya 🤗🤗🙏


__ADS_2