
..."Jangan sombong kalau jadi atasan, di pasar atasan diobral 100 ribu tiga:v"...
...~Pras~...
LIKE FAVORIT KOMENTAR NYA KAKAK
...~~~~~~...
"Selamat pagi tuan." sapa Pras begitu Raja turun dari mobil.
Raja tak membalas sapaan Pras menengok pun tidak. Pras merasa salah tingkah dengan sikap Raja pagi ini, wajah Raja dingin dan juga sangar.
"Wah bahaya kalau si Jaja mukanya udah kayak gini, Gue perasaan gak punya salah tapi kenapa dia manyun? Mana susah lagi ngerayu nya kalau dia lagi kayak gini. Masih mendingan dipukul dijewer dicubit atau diomelin sampai mulutnya berbusa daripada dicuekin kayak gini." batin Pras melirik Raja dengan ujung matanya.
Begitu keluar dari lift di lantai 29 Raja berjalan ke meja sekretarisnya Aida.
"Aida, kamu urus semua jadwal kerjaku mulai hari ini." perintah Raja membuat Pras yang berdiri di samping Raja membulatkan matanya.
"Nah! jatah kerja Gue kenapa dialihkan ke Aida? Gue salah apa?" Pras bego menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Raja masuk ke dalam ruang kerjanya dan Pras mengikutinya di belakang saat Pras mau masuk Raja Mengunci pintu ruang kerjanya.
Bukk
Ceklek.
"Astoge! Kok dikunci?" tanya Pras bertambah bingung wajahnya sudah terlihat cemas.
"Ai Kamu tahu nggak sih, Gue salah apa sama bos? Kok dia nyuekin Gue?" tanya Pras dengan mimik wajah bingung juga takut.
"Nggak tahu pak Pras." jawab Aida sambil mengangkat kedua bahunya.
"Maaf permisi Pak Pras saya kedalam dulu.' pamit Aida agar Pras menyingkir dari pintu masuk ruang kerja Raja.
" Apa salah Gue?" gumam Pras sambil berjalan mondar-mandir dia benar-benar bingung.
"Tenang Pras! Gue harus reka adegan dari kejadian kemarin sampai pagi ini." gumam Pras.
Pras mencoba untuk menenangkan diri sambil duduk di kursi Aida dia mengingat kronologi kejadian dari kemarin sampai pagi ini.
"Siang Jaja Masih seperti biasa bahkan kita sempat makan bareng, sore juga fine. Malam terakhir ketemu sama Jaja di rumah Ibu suri. Terakhir Dia nyuruh Gue ke ke basecamp habis itu Gue pergi hangout sama Mbak Ayu. Terus letak salah Gue dimana coba. Duh pusing Gue." Pras terus saja berpikir keras untuk menemukan letak kesalahannya pada Raja tapi sama sekali nihil.
"Apa jangan-jangan Si Otong Jaja nggak dapat jatah semalam?" gumam Pras.
"ASTAGA!" berteriak Pras sambil melompat dari kursinya.
"Aduh gimana ini? pasti gara-gara gagal terapinya semalam karena Ibu Suri pulang lebih cepat ampe Jaja marah besar sama Gue." gumam Pras panik dan tegang.
📤 Ampun Bos ☹️🙏
__ADS_1
📤 Sorry sejuta sorry Bos ☹️🙏🙏
📤 Please Bos jangan cuekin saya😭🙏🙏
📤 Pukul saya sampai biru muda atau tua juga boleh Bos😭🙏🙏
Pras mengirim spam chat ke WA Raja sampai puluhan chat, tapi tak satupun yang dibalas ataupun di-read oleh Raja.
"Ya Tuhan harus gimana Gue!" Pras makin panik.
Pras sangat kenal betul watak Raja, buat Pras lebih baik dia dipukul dijewer daripada diacuhkan dan tak dihiraukan seperti saat ini.
Ceklek
Pintu ruang kerja Raja terbuka Aida keluar menyodorkan HP Raja kepada Pras.
"Apa ini Ai?" bingung kenapa HP Raja diberikan kepada dia oleh Aida.
"Kata Pak Bos, Pak Pras disuruh menghapus semua pesan dari Pak Pras yang ada di HP Pak Bos," kata Aida menyampaikan pesan Raja kepada Pras.
"Jleb, Jaja beneran marah dan dia gak mau maafin gue, itu artinya gue di suruh keluar dari perusahaan dan persahabatan." gumam Pras dengan suara pelan yang memelas.
"Memang Pak Pras salah apa sama pak bos sampai marah begitu?" tanya Aida penasaran jarang sekali bosnya marah sampai mendiamkan anak buahnya apalagi dia adalah asisten pribadinya.
"Fatal fatal pokoknya Aida." jawab Pras.
Pras ngambil HP Raja dari tangan Aida lalu menghapus semua pesan yang dia kirimkan kepada Raja dan kembali memberikan HP kepada Aida. Aida kembali masuk ke ruang kerja Raja meninggalkan Pras diam berdiri terpaku dengan lesu.
Pras menyandarkan tubuh di pintu dan terduduk di lantai dengan wajah telungkup.
Ceklek
Bukk.
Tubuh Pras terjungkal ke belakang kepala nya membentur lantai dengan keras, Raja yang melihat tak mampu menahan tawa dia memalingkan wajahnya dan tertawa tertahan. Sementara Aida juga tak mampu menahan tawanya.
"Hahaha, maaf sakit ya Pak Pras?" tanya Aida.
Pras mendongak kearah Raja, tapi Raja pura-pura tidak melihatnya. Raja sudah kembali memasang wajah dingin dan sangarnya Pras bangun lalu dia memeluk kedua kaki Raja.
"Bos! Tolong maafkan saya untuk sekali ini saja. Tolong bos! Saya salah dan kesalahan saya fatal. Tapi tolong bos! Sebelum saya keluar dari perusahaan ini saya mohon Maafkan saya." Pras terus mencoba untuk memohon maaf dengan suara memelas.
Raja terdiam berdiri tanpa merespon apapun, pandangannya lurus ke depan sesekali dia memutar bola matanya.
"Bos tolong jangan diam saja, kalau Bos bersikap seperti ini akan membuat saya semakin merasa bersalah. lebih baik bos pukul saya hukum saya seperti biasa Bos, dijewer boleh dicubit juga boleh. Apa saja asal jangan cuekin saya jangan diamkan saya," rengek Pras.
"Enak aja Lu Gue maafin, perjuangan dan penderitaan Gue semalam lebih yang lu dapat hari ini," batin Raja.
"Ai! cepat suruh Ruslan menyiapkan mobil." perintah Raja kepada Aida.
__ADS_1
"Siap Tuan." jawab Aida langsung menghubungi Ruslan
Pras memeluk kaki Raja seperti hewan tokek yang sulit lepas.
"Ai panggil sekuriti!" perintah Raja menatap lurus ke depan.
"Bos tolong maafkan saya, tolong Bos. Saya mohon." Pras terus mengiba sementara Raja tak bergeming sedikit pun.
Dua orang sekuriti datang menghampiri Raja sambil memberi hormat, Raja memberi kode kepada dua sekuriti dengan matanya untuk menyingkirkan Pras dari kakinya.
"Ayo pak Pras berdiri!" ucap seorang orang security ambil memegang lengan Pras agar melepaskan kaki Raja.
"Bos tolong maafkan saya." mohon pernah sambil menangkap kan kedua tangannya di depan dada.
"Sokoooor! makanya kalau di kasih amanah itu dijaga Dodol." batin Raja.
Raja mulai berjalan menuju lift. Pras yang di pegang oleh dua orang security mencoba untuk melepaskan diri.
"Tuan Raja Pramudya, saya minta maaf dengan sepenuh hati saya ini kata terakhir yang saya ucapkan. Karena saat anda kembali ke kantor ini mungkin saya sudah tidak akan lagi ada di kantor ini!" teriak Pras.
Langkah Raja berhenti tepat di depan pintu lift.
"Sialan berani dia ngancem Gue! Dasar Dodol buluk!" batin Raja emosinya mulai terpancing.
Raja berbalik badan melangkah menghampiri Pras, lalu berjalan masuk kembali ke ruang kerjanya. Saat tepat di pintu masuk Raja berkata dengan suara Barito nya.
"Prasetyo! Masuk ke dalam!" teriak Raja lalu dia masuk ke dalam.
Pras mengikuti Raja di belakang, Raja berjalan mengambil stick golf yang ada tepat di samping kursi kerjanya.
"Aduh!" bisik Pras mulai bergidik melihat stik golf ada di tangan Raja sambil diayun-ayunkan.
"Lu tau salah Lu apa?" bentak Raja.
Pras menunduk tidak berani memandang wajah Raja dan dia menganggukkan kepala dengan lemah.
"Berarti Lu siap menerima apapun hukuman yang bakal Gue kasih ke elu sekarang, Pra-se-tyo!" hardik Raja Siap dengan stik golf di tangannya.
"Tengkurep Lo sekarang!" perintah Raja dengan wajah sangarnya.
Pras mulai mengatur posisi yang di minta Raja.
"Angkat pantat Lo yang tinggi!" bentak Raja.
...😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱...
Hukuman apa yang akan diberikan Raja kepada Pras, apakah dia akan dipukul pantatnya sampai biru tua biru muda?
Ikutin episode berikutnya totok pembangkit
__ADS_1
Terima kasih untuk yang like comment vote dan gift nya 🙏🙏