
..." Saat aku Kehilangan kamu yang aku cintai sama dengan aku kehilangan kebahagiaan."...
...💔 Raja ,💔...
JANGAN LUPA RATE LIKE KAKAK 🙏
...~~~~~~~~~...
Wiguna Tower
Waktu istirahat siang ialah wajah berbeda bagi Jakarta. Ibu kota yang semula sangat sibuk dan penuh dengan ketergesaan di pagi hari menjadi sedikit mengendur. Para pekerja kantor langsung menghentikan aktivitas kantornya.
Mereka ibarat sekawanan burung yang turun dari sangkar tinggi, para pekerja turun dari gedung-gedung pencakar langit mencari santapan pengisi perut sekaligus ruang pelepas penat sejenak. Hal yang sama dilakukan oleh Raja dan Pras.
"Bos, maksi di mana kita?" tanya Pras biasa menemani Raja makan siang.
"Kita? Lo aja kali hahaha," jawab Raja sambil tertawa.
"Dih, asem ngomong nya gak enak banget," dumel Pras melirik Raja dengan ujung matanya.
"Heh Dudul, gue mulai hari ini gak mau makan lagi sama lu. Gue mau makan pagi, siang, malam sampai tengah malam sama bini gue tersayang," saut Raja makin membuat Pras cemberut.
"Dasar bucin, makan aja dah kek kaya minum obat overdosis ampe 4 kali pengennya sama bini mulu. Awas lu bro, sering ketemu bisa lama-lama cepet bosen," ucap Pras mengingatkan.
"Mana ada gue bosen sama bini gue, yang ada pengennya gue mepet terus sama dia. Dah skip, Lu enggak bakal ngerti perasaan gue. Jomblo kaya lu mana tahu rasanya orang yang udah gandengan," sindir Raja mengangkat salah satu ujung bibirnya.
"Gue nggak jomblo bro, gue punya gebetan bahkan lebih dari satu," protes Pras nggak mau kalah.
"Tahu gue Prastyo, Lu kan bekas anak buah gue sebagai buaya darat hehehe. Cuma bedanya gue udah insyaf dan berani komitmen sementara lu masih suka obral janji dan nggak berani bikin komitmen." sindiran pedas Raja langsung mengenai jiwa jomblo Pras.
"Liat aja Bro, dalam waktu dekat gue bakal nemuin tambatan hati gue yang jauh lebih baik dan lebih segalanya dari bini lu. Udahlah gue mau makan sendiri, males gue dengerin orang yang lagi bucin bikin gue nggak nafsu makan pengen muntah," ucap Pras sambil berlalu pergi keluar dari ruang kerja Raja dengan wajah cemberut.
"Wait a moment, Selasa depan kita ada tender proyek dengan Lion Steel Corporation. Lawan kita Alex sama Leo jadi kita harus fokus buat ngalahin mereka Bro." ucap Pras mengingatkan sebelum keluar dari pintu.
"Liat aja, gue bakal gunain segala cara untuk membuat mereka berdua kalah dalam tender." gumam Raja dengan wajah dan tatapan mata penuh kebencian.
Raja menyambar jasnya dan bersiap pergi meninggalkan kantor untuk pulang ke apartemen. selama dalam mobil menuju apartemen Raja tak lepas memandang hp-nya, ingin sekali dia menghubungi Gadis karena rasa rindu tapi Raja berusaha menahan diri. Dia ingin memberikan kejutan untuk Gadis.
Ting.
Begitu pintu lift terbuka di lantai 28 manik mata Raja saling bertatapan dengan pandangan Wijayanti dan Ify yang sedang berdiri didepan pintu apartemen Gadis.
"MAMA?" teriak Raja bergegas menghampiri Ify dan Wijayanti.
Ceklek.
Pintu terbuka tampak Yati yang berdiri melongo melihat ketiga orang majikanya.
"Minggir kamu ngapain bengong di depan pintu!" bentak Wijayanti sambil melotot.
Wijayanti hendak masuk ke dalam apartemen Gadis tapi tangan Raja memegang lengan Wijayanti menahan takut ada keributan antara Wijayanti dan Gadis.
__ADS_1
"Tunggu! Mama mau ngapain?" tanya Raja dengan urat wajah tegang
"Ketemu kamu. Syukurlah kamu pulang." jawab Wijayanti.
Raja buru-buru mendorong Wijayanti dan Ify masuk ke dalam apartemen.
"Ngapain kamu dorong Mama?" tanya Wijayanti sambil membentak Raja.
"Di luar kurang aman Ma banyak CCTV. Mama mau semua orang tahu tentang Raja dan Gadis?" tanya Raja.
Wijayanti menatap Raja tajam, kepalanya terasa ingin sekali meledak dengan semua masalah yang timbul akibat ulah Putra tunggalnya.
Plak Plak.
"Aaaww Aaaww, Mama kenapa tiba-tiba pukul aku?" tanya Raja heran lengannya menjadi sasaran pukulan Wijayanti tanpa merasa bersalah.
"Seandainya hidupmu lurus, Mama gak akan ngalamin semua penghinaan ini!" hardik Wijayanti melotot ke arah Raja.
"Mama ngomong apa, Aku nggak ngerti," saut Raja bingung.
"Duh Gusti! Sabar sabar sabar." Wijayanti berucap sambil mengelus dadanya.
"Please Ma! Raja salah apa lagi?" tanya Raja makin bingung.
"Ifiii! Kasih tau apa kesalahannya!" pekik Wijayanti sambil menghembuskan tubuh tua nya di sofa.
Ifi menarik nafas panjang.
Raja duduk dengan berhadapan Wijayanti, Raja memandang Wijayanti tapi Wijayanti mengalihkan pandangannya ke arah lain sambil memijit pelipisnya.
"Zee datang ke rumah," kata Ifi sinis.
"Ngapain dia datang antie?" tanya Raja mengerutkan dahi.
"Sudah pasti dia ingin balikan lagi sama kamu Bagus," dengus Ifi kesal.
"Iblis ular betina itu sudah pasti ingin menjerat mu kembali," lanjut Ifi.
"Lah masalah gitu aja bikin Mama sampai pukul aku. Tenang aja Mama gak usah khawatir, Aku nggak akan jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya Ma," kata Raja menenangkan Wijayanti.
Wijayanti melirik ke arah Raja, ingin rasanya Dia menjitak kepala putranya.
"Mah, Raja mau nerusin pernikahan dengan Gadis beneran." ucap Raja hati-hati.
Wijayanti cuek tak menggubris kata-kata Raja.
"Ma, ini serius demi masa depan Raja Ma. Raja benar-benar mencintai Jenong eh, maksud Raja Gadis Ma," ucap Raja memohon.
Raja berjalan mendekati Wijayanti duduk tepat di sampingnya dan menggenggam tangan keriput Wijayanti lalu menciumnya. Wijayanti melirik Raja dengan sudut matanya.
"Aduh bagaimana reaksi Bagus kalau tahu dukun itu aku usir dari apartemen bisa ngamuk dia," batin Wijayanti.
__ADS_1
"Ma, Mama kasih restu kan buat kami?" tanya Raja memohon.
Wijayanti diam tak menjawab. Raja menggoyangkan tangan Wijayanti menatap dalam penuh harap.
"Terserah," jawab Wijayanti singkat
"Makasih Mama! Lope you sekebon tomat Mama. Muach muach muach muach." Raja kegirangan hingga mendaratkan beberapa kecupan di pipi Wijayanti berkali-kali.
"Sudah sudah!" kata Wijayanti menghalau
"I lope you Mama, Raja akan panggil Gadis," ucap Raja bersemangat beranjak dari duduknya berlari ke kamar Gadis.
"Waduh gimana Mbak Yu?" tanya Ify terlihat cemas.
"Kita pasrah saja Fii, nunggu kompor meleduk," jawab Wijayanti santai
"San! Bikinin aku teh green tea hangat kuku tawar," perintah Wijayanti kepada Bu Santi yang sedari tadi bengong dengan hati deg degan.
"Ba-ik Nyonya," jawab Bu Santi.
Saat Bu Santi hendak beranjak ke dapur, Raja tiba-tiba memanggilnya.
"Mak! Nyonya kemana?" tanya Raja dengan mata tajam kearah Bu Santi.
Bu Santi tidak menjawab matanya menatap ke arah Wijayanti seperti sedang meminta saran harus menjawab apa atas pertanyaan Raja. Wijayanti hanya mengedipkan Mata dan sedikit mengangguk menandakan "Jawab aja apa adanya."
"Nyonya pergi Tuan," jawab Bu Santi pelan dan ragu-ragu.
"Pergi ke mana Mak? Kok nggak ngasih tau gue?" tanya Raja heran langsung mengeluarkan hp-nya.
"Saya tidak tahu Tuan tadi Nyonya pergi membawa barang-barangnya." jawab Bu Santi.
Raja berjalan menatap tajam Bu Santi, tatapannya membuat Bu Santi mengerutkan tubuhnya.
"APA MAKSUDNYA MAKKKK!" teriak Raja membuat yang ada di ruangan itu meringis menutup telinga.
"JANGAN SALAHKAN SANTI! MAMA YANG KEMAREN MENGUSIRNYA DARI APARTEMEN MU!" teriak Wijayanti tak mau kalah.
"MAMAAAA!!" pekik Raja melengking yang langsung dilempar bantal sofa oleh Wijayanti tepat mengenai kepalanya.
"GAK USAH TERIAK DEMIT KAYA TARZAN AJA KAMU INI!" hardik Wijayanti.
...😠😠😠😠😠😠😠😠😠😠😠...
Bagaimana kelanjutan antar raja dan Wijayanti yang sedang beradu teriakan
ikuti episode selanjutnya ditetapkan bangkit
makasih untuk like vote dan gift serta komentar nya
"
__ADS_1