
Malam udah semakin larut saat Pras mengantarkan Raya menuju tempat kosnya yang terbilang lumayan cukup jauh.. Selama perjalanan tidak ada pembicaraan sama sekali Raya selalu melempar pandangannya keluar pintu jendela sementara Pras fokus pandangannya ke depan sesekali dia melirik Raya lewat spion.
Saat melewati kedai nasi goreng kambing Pras menepikan mobilnya.
"Sorry, gue dari tadi siang belum makan. Terserah lu mau tetap di dalam mobil atau mau ikut turun." Pras berucap sebelum turun dari mobil.
"Kalau gue tetap di dalam mobil orang yang lihat gue seperti kayak orang pacaran lagi ngambek." batin Raya.
Raya membuka pintu mobil dan keluar dalam gelap malam Raya melihat Pras yang sedang duduk menunggu pesanan nasi gorengnya.
"Kenapa juga tadi gue mau di antarin codot itu, mendingan gue pulang naik taksi. Nyebelin." dengus Raya kesal dengan muka cemberut.
"Halo cantik sendirian aja, abang temanin ya?" tanya seorang cowok yang berjalan limbung dan dari mulutnya menguar aroma alkohol.
"Pergi Lo!" bentak Raya sambil mendelik dan mengibaskan tangannya.
Pria itu bukannya pergi menyingkir tapi malah lebih mendekat dan tangannya berani memegang lengan Raya.
"Jangan sok jual mahal Lo, modelan kek lo di kaki lima di obral." ucap pria mabuk itu makin kurang ajar.
Raya mencoba melepaskan cekalan tangan pria mabuk itu, tapi tangan itu semakin kuat mencekal lengan Raya hingga terlihat warna kemerahan di sekitar Cekalan itu.
"Lepasin Gue!" teriak Raya melengking membuat Pras langsung menoleh ke arahnya.
Pras beranjak dari duduknya, Dia berjalan cepat menghampiri pria mabuk itu dan dari arah belakang Pras menarik kerah baju pria mabuk itu lalu menyeretnya dan meninju muka pria mabuk itu.
BUK BUK BUK BUK.
4 kali tinju Pras mendarat di pipi kanan dan kiri pria itu.
"BRENGKEK LO! BERANI LO GANGGU CEWEK GUE! MAU CARI MATI LO!" Hardy cross dengan kepalan, tinju masih tepat berada di depan wajah pria mabuk itu.
"Maaf Bos! Ampun bos! Gue enggak tahu kalau itu cewek lu. Sorry sorry, sorry bos," pria mabuk itu menangkap kan kedua temannya di depan muka Pras.
"Maaf Mbak!" kata pria mabuk itu ke arah Raya.
"PERGI LO BRENGSEK! SEBELUM GUE KHILAF!" bentar Pras sambil melotot tajam kearah pria mabuk itu dan mengacungkan tinjunya.
Pria mabuk itupun lalu bergegas pergi meninggalkan Pras masih dengan wajah merah karena emosi masuk ke dalam warung tenda.
Raya dengan muka masam mengikuti Pras masuk ke warung tenda nasi goreng kambing.
dan duduk berhadapan dengan Pras Satu meja. tak lama berselang pesanan Pras datang.
Pras menatap wajah cantik Raya, ada senyum tipis di bibirnya.
"Gila, nggak nyangka cewek abu-abu bisa jadi cantik kek model," batin Pras sambil tangan kanannya menyendok acar mentimun yang ada di atas meja
__ADS_1
Pandangan Pras yang fokus ke wajah Raya membuat dia tidak menyadari, entah sudah berapa sendok Acar yang dia masukkan ke dalam nasi gorengnya.
"Suka Acar apa doyan?" suara Raya asal tanya mengagetkan Pras.
"Hah?" Pras terkejut hingga urat-urat wajahnya menegang dengan mulut terbuka.
"Luber tuh." kata Raya sambil mengarahkan matanya ke piring nasi goreng yang penuh dengan acar.
"Oh! No!" Pras gelagapan dia seperti orang bingung melihat acar yang bertumpuk di atas piringnya.
"Bang! Tolong bawain piring satu kosong sama sendok seru," Raya pada abang tukang nasi goreng dibalas dengan anggukan.
Tak berapa lama Abang nasi goreng pun membawa satu piring kosong dengan sebuah sendok dan memberikan kepada Raya.
"Makasih Bang," ucap Raya kepada Abang nasi goreng.
Raya mengambil hampir semua acar yang ada di atas piring nasi goreng Pras untuk dipindahkan ke piring kosong dan menyisakan sedikit acar.
"Cukup?" tanya Raya sambil melirik kearah Pras dengan ujung matanya.
Pras terlihat bengong, hanya matanya yang berputar-putar melihat tangan Raya yang sibuk memindahkan acar ke piring kosong.
"Hah?" kembali Pras terlihat gugup hingga Dia kelihatan seperti orang bodoh.
"Acarnya. Bukan hah." kata Raya datar.
"Cantik sih tapi judes." gumam Pras berbisik.
"Jadi cewek Mending judes daripada alay nggak ada harga dirinya." ketus Raya dengan wajah jutek nya.
Pras makan nasi goreng sambil melirik Raya dengan ujung matanya.
"Radar Gajah. denger aja apa yang gue kata." kata Pras dalam hati.
"Buruan makanya keburu malam." ucap Raya sambil memeluk tubuhnya dengan kedua tangannya.
Angin malam musim hujan ini memang berhembus sangat terasa bukan hanya kulit yang terasa dingin bahkan tulang pun ikut merasakan. Pras mempercepat makannya, tak sampai 10 menit sepiring nasi goreng kambing kesukaannya sudah berpindah ke dalam perutnya.
Raya beranjak duluan dari duduknya berjalan menuju mobil, sementara Pras membayar pesanannya. Pras melangkah dengan bergegas menyusul Raya, saat langkahnya makin mendekat ia melihat raya yang masih membuat tubuhnya dengan kedua tangannya.
Pras membuka jasnya dan dari belakang dia menyelimuti tubuh Raya.
"Pakai aja, baju kek gitu pasti gak mempan nangkal angin," ucap Pras lalu berjalan memutari mobil ke arah jok sopir.
Raya menatap Pras dengan tatapan tak terduga, dia memakai jas Pras dan masuk ke dalam mobil duduk di samping Pras.
sepanjang perjalanan malam itu menuju rumah Raya kembali tak ada ada percakapan apa-apa, masing-masing diam dalam pikiran yang hanya mereka yang tahu. Sesekali Pras melirik Raya dari kaca spion dalam.
__ADS_1
***
P,enthouse apartemen.
Gadis baru selesai membersihkan tubuhnya dari kamar mandi, dia terlihat begitu segar dalam balutan handuk kimono berwarna putih setinggi paha.
Raja yang sedang duduk di sofa santai sibuk dengan handphonenya, begitu melihat Gadis keluar dari kamar mandi Raja Langsung melempar handphone ke sofa dan berdiri menghampiri Gadis dengan tatapan dalam.
Raja menatap Gadis dari ujung rambut sampai ujung kepala, ada senyum nakal di bibirnya melihat Hal itu membuat Gadis mengangkat kedua alisnya ke arah Raja.
"Akang jangan nakal ya ." tegur Gadis merasa risih dengan tatapan Raja.
Semakin dekat Raja semakin memperlihatkan ekspresi wajahnya yang bernafsu melihat penampilan Gadis.
"Ternyata benar kata Adrian kalau cewek yang lagi hamil muda tuh seksi banget." batin Raja mulai memainkan bibirnya dengan membasahi kedua bibirnya.
"Dih, dah on aja." batin Gadis sambil menatap Raja dengan tatapan sayu dan menggigit Bibir bawahnya.
Radja semakin mendekat dan saat benar-benar jarak mereka sangat rapat saling berhadapan aja memalingkan wajahnya dan memajukan mendekat ke telinga gadis.
Hembusan nafas Raja yang terasa hangat menyapu leher jenjang Gadis dan daun telinganya hingga membuat bulu-bulu halus di sekujur tubuhnya berdiri.
"Seksi," bisik Raja tepat di telinga Gadis membuat Gadis tertunduk dan tersenyum.
Tapi sebentar kemudian Gadis merasakan mual di perutnya terlebih saat mencium aroma tubuh Raja, tapi Gadis berusaha menahannya
"Lagi romantis Jenong, jangan bikin mood gue turun!" tandas Raja.
"Iya Kang," saut Gadis menutup mulut dan hidungnya.
"Kang bisa nggak jangan deket Gadis dulu?" tanya Gadis yang tak kuat menahan mual karena dekat dengan Raja.
"Kenapa Nong?" tanya Raja heran.
"Maaf Kang tapi Gadis bener-bener nggak tahan dengan aroma tubuh Akang, Gadis mual pengen muntah. Maaf Kang, udah nggak kuat lagi." Gadis lalu kembali ke dalam kamar mandi.
"Astaghfirullah! Kenapa bawaan hamil yang aneh kayak gitu jangan-jangan ini kurma buat gue." sungut Raja sambil mengacak rambutnya.
..."Kok kurna Kang? Karma kali Kang"...
.
Wow ngidam yang sulit untuk seorang suami.
Terima kasih untuk yang masih setia dengan kisah Totok pembangkit cerita tentang Gadis dan Raja. Maaf sekali jarang up karena kesibukan autor semoga masih tetap setia dan nggak bosan dengan cerita Gadis dan Raja
yuk kepo-in lagi apa saja yang akan terjadi di masa-masa awal Gadis hamil ngidam apalagi mereka
__ADS_1
Tak lupa terima kasih juga untuk dukungannya like comment rate dan juga gift-nya🙏