
Gadis mulai merapikan barang-barangnya yang dia bawa pertama kali masuk ke apartemen Raja. Baju dan juga beberapa alat kosmetik. Saat Gadis membuka laci meja rias sepintas Gadis ingat dulu Raja pernah berpesan agar dia membuka laci itu, tapi karena kesibukan Gadis sampai lupa.
" Apa ya isi laci no dua ini," gumam Gadis mulai membuka kunci laci no 2.
Ceklek Sreekkk.
Manik mata Gadis langsung melihat ada 3 amplop coklat besar satu amplop coklat kecil, tangan Gadis mengambil salah satu amplop coklat paling atas lalu membuka benang pengikat yang melingkar dikancing amplop. Begitu amplop coklat di buka ada 3 gepok uang seratus ribuan tiap gepok berisi sepuluh juta, dari ketiga amplop itu isinya sama setiap amplop berisi 30 juta .
Gadis membuka amplop coklat yang berukuran lebih kecil dan saat Gadis mengeluarkan isinya ada kartu kredit infinite dan sebuah kartu ATM bank terkenal lengkap dengan nomor PIN yang ditempel pada selembar label di kartu itu.
Gadis tidak menyangka jika selama ini Raja memberinya jatah uang kepadanya karena memang Gadis tidak pernah memakai uang Raja untuk keperluan dirinya.
"Makasih Kang," ucap Gadis hampir tak terdengar sambil tersenyum tipis.
Gadis kembali menutup laci itu dan menguncinya menyimpan kunci laci di laci atasnya. Gadis memasukkan barangnya dalam tas Duffle bag warna hitam.
Gadis menarik nafas panjang lalu menatap HP yang ada di tangannya sesaat sebelum tangannya menekan salah satu nomor untuk melakukan panggilan video call.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Mamah, Miss you so much Mah muach"
*Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh geulis, kesayangan Mamah apa kabar?"
"Alhamdulillah baik Mah, besok pagi insya Allah Gadis pulang Mah,"
"Alhamdulillah Mamah tunggu geulis,"
"Mah hari ini terakhir terapi,"
"Terus, apa ada masalah dengan terapi nanti malam geulis?"
"Gak ada Mah,"
"Ya udah nanti aja kalo udah di rumah cerita nya,"
Hayati bisa merasakan ada sesuatu di hati putrinya, tapi seperti biasa bagi Hayati selama Gadis bilang tidak ada berarti putrinya masih mampu untuk mengatasi sesuatu itu.
"Udah dulu ya Mah, Eneng ada job sore ini,"
"Iya geulis hati-hati, jangan lupa berdoa,"
"Iya Mah Assalamu'alaikum pamit Mah,"
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh geulis,"
Gadis menutup teleponnya dia memandangi tas Duffle bag miliknya.
"Aku berserah diri kepada-Mu ya Rabb," gumam Gadis.
Ting
Gadis menatap kembali layar HPnya ada pesan masuk dari Raja.
π₯ Assalamualaikum datang ke kantor jam 8 malam sayang.
Gadis tersenyum tipis membaca pesan Raja.
π€ Waalakumsallam iya Kang.
π€ Jangan lupa bawa sesuatu.
Gadis membaca sambil mengerutkan dahi.
π€ Apa Kangπ
π₯ Seluruh hati dan cintamu sayang π₯°
π€ π€
π₯ Jangan lupa jam 8 sayang
π₯ Gak kesiangan Kang
__ADS_1
π€ Gak, cukup kamu yang kesayangan Nong π€
π€ Gak nyambung Kang.
π₯ Nong boleh kangen gakπ
π€ Boleh.
π₯ Tapi dikit kangennya.
π₯ Maksudnya sedikit berlebihan sayang π₯°π₯°
π€π€
π€ Udah ya Kang, Gadis mau siap-siap berangkat kerja.
π₯ Hati-hati sayang apa perlu gue antar.
π€ Makasih Akang tawarannya kita ketemu nanti malam ya Kang, Assalamualaikum.
π₯ Waalakumsallam sayang lope you ππ
Gadis tersenyum saat melihat pesan terakhir Raja.
***
Wiguna Tower
Raja memandang kamar tidur berukuran besar yang berada di sebelah ruang kerjanya. kamar yang berada di lantai 29 Tower ini memiliki balkon yang menghadap ke timur dari ketinggian gedung ini bisa terlihat kota Jakarta dengan gedung pencakar langitnya.
Beberapa buket bunga cantik Raja susun seindah mungkin dan Raja melakukannya sendiri, dia ingin semua persiapan malam ini adalah karena hasil karyanya sebagai tanda wujud cintanya kepada Gadis. Dengan panduan Mbah Google Raja menyulap kamar itu menjadi kamar pengantin.
Tok tok tok
Raja berjalan menuju pintu kamar dan membukanya. Pras datang dengan membawa balon udara berwarna merah yang jumlahnya 100 buah.
"Bro buat apaan balon ampe 100 biji? Semua anak buah pada nanyain siapa yang ulang tahun," ucap Pras tertegun melihat kamar Raja yang berubah total.
"Buat kembalinya Dicky hahaha," jawab Raja geli sendiri.
"Bro menurut lo, bini gue pasti suka kan ya?" tanya Raja tak percaya diri seperti biasanya.
"Pastinya, gue yakin dia bakal tersangkut," jawab Pras sambil menopang dagu dengan salah satu tangannya.
"Hah? Tersangkut apaan?" tanya Raja menatap heran dengan kata terakhir Pras.
"Tersangkut hati lu Kang Jaja hehehe," saut Pras terkekeh.
"Kalau emang bener hati bini gue tersangkut sama gue, bulan besok gue naikin gaji lu dua kali lipat Prasetyo." janji Raja sambil mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya dihadapan wajah Pras.
"Serius Bos?"tanya Pras dengan mata berbinar.
"Kapan gue pernah bohong kaya lu?" Raja balik bertanya membuat Pras merasa tidak enak.
"Ya elah, bohong hitungan sekali aja masih di inget," saut Pras mencebik.
"Sekali lancung ke ujian Dudul, Eh Prasetyo itu bibir pengen di kuncir apa ampe manyun gitu," goda Raja tak urung membuat Pras tertawa.
"Ya elah bibir mau di kuncir, rambut kali Bro," saut Pras.
"Dah cepetan Lo bantu gue atur balonnya," perintah Raja.
"Siap Bos! Moga gaji naik 2 kali lipat wkwk," saut Pras.
Raja dan Pras mengatur balon seindah dan semenarik mungkin. Senyum tak lepas dari wajah tampan Raja selama melakukan semua persiapan untuk terapi malam ini, Pras sampai geleng-geleng kepala melihat Begitu banyak perubahan yang Raja setelah pernikahannya dengan Gadis.
Visual kamar Raja
***
__ADS_1
Gadis keluar kamarnya sambil menenteng tas Duffle bag miliknya di tangan kanannya dan tas make up di tangan kirinya, sambil menggendong tas ransel kesayangannya.
"Bu Santi, Mbak Yati Gadis pamit ya, maafkan Gadis kalau selama Gadis tinggal di sini ada salah yang Gadis buat," ucap Gadis tersenyum ramah.
"Nyonya, emang gak bisa di tunda perginya?" tanya Yati dengan raut wajah sedih.
"Iya Nyonya tunggu sampai tuan pulang biar tuan yang akan memutuskan. Jangan pergi seperti ini," pinta Bu Santi dengan nada berat supaya Gadis tidak pergi.
Di mata Yati dan Bu Santi Gadis adalah sosok majikan yang baik dan juga sopan terlebih lagi sangat perhatian. Bu Santi tidak bisa melupakan Gadis yang peduli dengan kesehatan kakinya.
"Bu Santi yang rajin kontrol ya Jangan lupa minum vitamin tulangnya. Ya udah kalau gitu Gadis pamit dulu Assalamualaikum." ucap Gadis setelah bersalaman dengan Bu Santi dan Yati.
"Biar saya antar Nyonya," ucap Yati tawarkan bantuan sambil mengambil tas Duffle bag milik Gadis.
"Makasih Mbak Yati," ucap Gadis berterima kasih.
Mereka berdua pun keluar dari apartemen Gadis berjalan menuju lift Bu Santi mengantarkan Gadis hingga masuk ke dalam lift dan menghilang.
"Tidak ada gadis dan istri sebaik Gadis." gumam Bu Santi.
***
Sheraton Hotel.
Gadis turun dari motor ojek online yang mengantarkan sampai ke hotel tempat dimana dilangsungkan pertunangan Bian dan kekasihnya.
Begitu Gadis memasuki lobby hotel Bee sudah menyambutnya.
"Ayok cin, kita langsung ke suite room dah lama Mister nunggu kamu ampe bulukan wkwk," ucap Bee.
Suite room yang di tempati Bian ada di lantai 7 persis satu lantai di atas Ballroom hotel tempat pesta tunangan di adakan.
Tok
Ceklek.
Seorang pria muda ganteng dengan setelan jas lengkap membuka pintu depan kasar hampir menabrak Gadis dan bergegas keluar kamar sambil berlari.
"Mama bangun!" teriak suara wanita dari dalam sambil menangis.
Gadis dan Bee saling memandang dengan wajah penasaran apa yang sebetulnya terjadi di dalam kamar Bian, mereka berdua masuk perlahan ke dalam ruangan dan terlihat Nyonya Anna sedang memeluk tubuh wanita baya yang tergeletak di lantai tak sadarkan diri. Sementara Bian bersimpuh di depan Wanita itu dengan wajah cemas dan panik.
Gadis mendekat jiwa penolong nya tak bisa membuat nya diam menonton kejadian itu.
"Permisi Nyonya boleh saya periksa keadaan beliau?" tanya Gadis meminta ijin.
Nyonya Anna menatap Gadis ragu.
"Biarkan Gadis memeriksanya Nyonya dia terapis," kata Bee memberi tahu.
"Baiklah, tolong mama saya," pinta Nyonya Anna dengan berlinang air matanya.
Gadis akan melakukan CPR, Gadis memberikan tekanan dada sekitar 5cm, dengan kecepatan teratur. Setelah 30 interval kompresi dada, Gadis akan memberikan dua napas bantuan kepada Wanita baya.
Gadis memiringkan kepala wanita baya itu ke belakang dengan lembut dan mencubit hidungnya.Lalu, mulailah Gadis memberi napas bantuan melalui mulutnya secara langsung, dengan cara meniupnya kuat selama satu detik.
Tak berapa lama wanita baya itu terbatuk dan sadarkan diri.
"Mama!" teriak Nyonya Anna senang melihat wanita baya itu kembali sadar.
Gadis memberikan tekanan sedang di titik Nei Guan dengan menggenggam tangan wanita baya itu terlebih dahulu dan titik tersebut berada di 2-3 jari bawah pergelangan tangan.
Titik Nei Guan berada di tengah-tengah 2 pembuluh darah tangan. Dari titik Nei Guan dorong ke atas sampai ke lipatan tangan, makin ke atas makin kuat tenaganya. Gadis mengulang beberapa kali, titik Nei Guan dapat membantu jantung dan sistem pernafasan untuk bekerja dengan lebih efisian.
"MAMAA!" teriak suara pria melengking.
"APA YANG LO LAKUIN SAMA NYOKAP GUE BRENGSEK!" teriak Alex sambil menjambak hijab Gadis.
_
-
__ADS_1
-
Yuk komentar like dan Vote gratis nya kakak biar otor makin semangat π€π