
Menikmati suasana malam kota jakarta sungguh sesuatu hal yang membuat kita terkadang seperti orang baru yang mengenal kota metropolitan, padatnya kesibukan dan juga banyak nya masalah yang timbul membuat penduduk Jakarta jarang memperhatikan betapa indahnya ibu kota Jakarta di malam hari.
Pancaran lampu kendaraan yang melintasi jalanan meninggalkan jejak cahaya berpadu dengan lansekap gedung-gedung bertingkat Kota Jakarta. Pesona malam Jakarta selalu membuat kerinduan yang unik untuk kembali dan kembali ke Jakarta.
"Nong, udah malam. Pulang yuk." ajak Raja pada Gadis saat keduanya sedang menikmati air mancur bergoyang di salah satu sudut taman monas.
"Huuuffff" Gadis menarik nafas panjang dan menghembuskan nya secara perlahan.
"Kenapa sayang lagi bete ya?" tanya Raja menangkap kebosanan dari ekspresi wajah Gadis.
"Kang, Gadis kangen sama Mama boleh nggak kalau untuk beberapa minggu Gadis pulang kampung tinggal dulu sama mama?" tanya Gadis menyampaikan maksudnya
"Lama amat sampai beberapa minggu. Kalau cuman kangen kan bisa dua hari tiga hari berkunjung ke rumah mama." saut Raja.
"Emang kenapa sih kang, Kalau agak lamaan dikit Siapa tahu setelah pulang dari kampung ketemu mama bisa jadi mood booster buat Gadis dan juga bayi kita," ucap Gadis mendebat Raja.
"Neng Lu tahu kan gue nggak bisa hidup sehari tanpa lu. Okelah Kalau cuman 3 hari kita berdua pulang kampung nengok mama buat lepas kangen. Tapi lu juga kan tahu gue sekarang lagi banyak kerjaan apalagi lagi proyek kerjasama Max Steel udah dimulai dari minggu kemarin nggak mungkin gue lama-lama ninggalin proyek penting itu. Itu semua juga demi masa depan anak-anak kita Nong." Raja merangkul pundak sambil jari-jemarinya mengusap lembut.
"Serba Salah, kalau Gadis ngomong alasan Gadis kalau tinggal di rumah ibu mertua gak enak, ntar takutnya Akang kepikiran. Bisa-bisa malah ribut nanti sama ibu mertua dan madam Ify. Dah lah mending diam." batin Gadis campur aduk perasaan nya.
"Kok diam Yank?" tanya Raja mengagetkan Gadis.
"Ada yang jadi kepikiran kamu ya, yank?" kembali Raja bertanya.
"Nggak ada Kang. Udah dingin, Yuk kita pulang Kang," ajak Gadis beranjak dari duduknya tampil menarik tangan Raja.
Mereka berjalan menyusuri Taman menuju tempat parkir sambil bergandeng tangan di mana Ruslan masih setia menunggu kedua majikannya.
__ADS_1
"Nong, Gue rasa bintang-bintang di langit itu pada ngiri sama elu." Raja berkata sambil kepalanya mendongak ke atas memandang langit yang dipenuhi oleh bintang malam ini.
"Iri kenapa Kang?" tanya Gadis tidak tahu maksud dari perkataan Raja.
Gadis ikut memperhatikan bintang di langit sambil mengerutkan dahi. Raja menghentikan langkahnya, begitu juga dengan Gadis. Raja menatap wajah gadis menyapu seluruh keindahan wajah itu dengan manik matanya hingga terakhir jatuh pada manik mata gadis.
"Karena semua keindahan sinar Bintang udah ada di diri lo semua. Sinar lo lebih terang dibanding bintang apapun yang ada di atas langit." Raja mulai merayu Gadis.
"Makin pinter ya mantan buaya gombalin istri." ucap Gadis sambil mengusap dengan lembut lengan Raja.
"Wajib Nong gombalin istri sendiri, biar hati lo makin terbang tinggi dan lu makin jatuh cinta sama gue. Sampai lu nggak pernah menginginkan sedetikpun jauh dari gue." Raja memandang dalam manik mata Gadis sambil memegang dagunya.
Wajah mereka begitu dekat, sapuan Hawa hangat hembusan nafas mereka yang menerpa wajah keduanya menimbulkan sensasi debaran yang membuat jantung dan juga aliran tubuh serta saraf-saraf halus keduanya bereaksi tanpa kendali.
Tatapan mata Raja jatuh pada bibir Gadis, di bawah sinar bulan dan lampu temaram Taman Monas yang terbuka bibir itu terasa menggoda. Raja lebih mendekatkan bibirnya pada bibir Gadis, jarak kedua bibir mereka hanya selembar kertas membuat Gadis memejamkan matanya.
"I love you Nong." bisik Raja sebelum kedua bibir mereka saling bersentuhan.
"KABOOOORRRRR! ADA SETPOL!!" teriak seorang waria berpakaian minim berlari kalang kabut sambil menenteng sepatu hak tinggi nya membuat Raja dan Gadis langsung tersentak kaget.
"Kang larii!" teriak Gadis langsung melepaskan pelukan Raja dan menarik tangan Raja untuk berlari menghindari kejaran Satpol PP.
Raja bukannya ikut berlari tapi malah menahan tangan Gadis untuk tetap diam berdiri di tempatnya.
"Kang! kenapa diam aja Ayo lari!" ajak Gadis terlihat dengan wajah mulai panik karena beberapa orang berseragam Satpol PP sudah mulai mendekat ke arah mereka.
"Gue nggak akan ijinin lu lari lebih baik kita di ditangkap Satpol PP daripada gue mempertaruhkan nyawa janin anak kita yang ada di perut loh Kandas Raja tegas
__ADS_1
"Tapi kang,nanti kita bakal dibawa ke Kantor Satpol PP," ucap Gadis dengan wajah sedikit tegang
"Kalian berdua ikut kami!" tentang salah satu petugas Satpol PP dengan wajah sangar kepada Gadis dan Raja.
"Buat apa kami ikut sama kalian." saut Raja dengan nada tenang.
"Kalian tidak baca tulisan yang ada di tiap sudut dipasang di papan pengumuman bahwa Taman ini tidak diperbolehkan untuk pasangan berbuat mesum," kata petugas menjelaskan dengan nada tinggi.
'Tapi kami berdua bukan pasangan mesum, kami adalah pasangan suami istri yang secara hukum agama dan juga hukum negara sah," ucap Raja membela diri.
"Baiklah kalau begitu. Tunjukkan kartu identitas Anda berdua kita akan mencek apakah anda berdua pasangan suami istri dari alamat yang tertera di KTP." perintah petugas Satpol PP.
Gadis dan Raja mengeluarkan dompet masing-masing dan mengambil kartu identitas mereka lalu menyerahkan kepada petugas Satpol PP. Petugas langsung memeriksa kedua KTP milik Gadis dan Raja dengan mengerutkan dahi.
"Ikut Kami sekarang juga! Kalian berdua sengaja ya membohongi petugas dengan mengaku sebagai pasutri. Di sini jelas jelas terlihat kedua KTP ini berdomisili di tempat yang berbeda dan berstatus belum menikah." kata petugas Satpol PP dengan nada sinis sambil memperlihatkan kedua milik KTP Raja dan Gadis tepat di depan wajah mereka.
"Oh no!" Raja berucap melongo dengan mulut terbuka dia baru menyadari kalau KTP mereka belum di rubah.
Raja menoleh kearah Gadis dan Gadis hanya mengangkat kedua bahunya pasrah, dengan terpaksa keduanya lalu digiring oleh petugas Satpol PP menuju mobil Satpol PP.
"Gadis bilang juga apa, larii kangggg!" bisik Gadis bertahan di telinga Raja.
Raja hanya diam berpangku dagu dengan Kedua telapak tangan, pandangan matanya kosong menatap jalanan Kota Jakarta yang terlihat indah dengan kerlap-kerlip lampu di sepanjang jalan dan juga di gedung-gedung di sekitarnya. sementara Gadis terlihat tenang duduk santai sambil melipat tangan di depan dadanya dan menyilang kan kaki.
"Ohhh, Jakarta ohh Jakarta keindahan mu tak seindah kencan romantis ku. Padahal gue gak minta kencan special lo Nong karena gue sadar kencan kita bukan nasi goreng spesial." keluh Raja tidak jelas menghibur dirinya.
"Hahahaha, Akang akang." Gadis tertawa terbahak mendengar candaan suaminya.
__ADS_1
..." Semakin lama aku mengenalmu semakin lumer hatiku"...
...~Gadis~...