Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Diskualifikasi


__ADS_3

...Apalah artinya sempurna, bila ada yang sederhana namun mampu membuat bahagia...


...~Raja~...


LIKE LIKE BIAR SEMANGAT UP🤭🙏


...~~~~~`~...


Di rumah Ray.


"Kak Ray, Gadis suapin ya makan bubur nya." kata Gadis sambil mengambil mangkok bubur ayam yang Gadis beli.


"Iya tapi dikit aja beb, mulut ku terasa pahit." saut Raya.


Kamar Raya tidak luas tapi juga tidak sempit, ruang tanpa sekat itu ada foto Raya dan Gadis yang terbingkai indah menempel di beberapa sudut dinding dan juga meja rias.


"Sudah Beb cukup." tolak Ray saat gadis menyuapkan suapan yang ke-4


"Dikit amat Kak." kata Gadis tapi tak mau memaksa Raya untuk makan lebih banyak karena Gadis tau pasti tidak enak sekali makan dalam keadaan sakit kalau tidak karena terpaksa.


"Nih, Kak Ray minum dulu obatnya." Gadis menyodorkan tangan kanannya yang memegang obat dan juga tangan kirinya yang memegang gelas berisi air putih.


Dreeeeeetttttt


HP gadis bergetar ada panggilan masuk begitu melihat Kita nelpon gadis langsung buru-buru mengangkatnya.


"Halo assalamualaikum Kang." sapa Gadis mengawali teleponnya.


"Waalaikumsalam, Nong barang apa aja yang harus dibawa dari kamar lu, kita harus pergi malam ini juga ke Paris. Sebentar lagi Pras akan menjemput lu dan langsung bawa Lu ke bandara." perintah Raja tanpa titik dan koma.


"Kok mendadak sekali Kang?" tanya Gadis sambil mengerutkan dahi.


"Ada masalah sama perusahaan yang di Paris. Oh ya, buat terapi entar malam apa aja yang perlu gue disiapin kalau di jalan susah cari sesuatu. Jangan sampai lu nyusahin gue." cetus Raja.


"Ya Kang tar Gadis kirim lewat WA aja semua yang harus Akang bawa." ucap Gadis.


"Ada lagi Kang?"


"Nggak ada udah cukup itu aja, Assalamualaikum." pamit Raja sebelum memutus teleponnya.


Raya memandang ke arah Gadis, ada sorot kecewa saat mendengar pembicaraan Gadis dengan suami.


"Akak kok cembetut? Iihh jadi jelek loh tar cepat peot." goda Gadis sambil mendekatkan wajahnya persis di depan wajah Ray.


"Gak kasian Beb, ninggalin aku yang lagi sakit." cebik Raya merajuk.


"Maaf Akak ini emergency. Nanti Gadis minta tolong mbak Dila ya buat datang ke sini nemenin kakak." ucap Gadis memberi solusi agar Raya tidak sendirian dalam keadaan sakit. Karena Gadis pun merasakan cemas.


Tok tok tok


"Kak Pak Pras sudah datang, Gadis pamit dulu ya. Kalau ada apa-apa Kakak kirim email aja ya. Oke!" ucap Gadis sambil mencium punggung telapak tangan Raya.


"Hati-hati Beb, usahakan jangan lupa telepon Ya." pesan Raya sebelum Gadis melambaikan tangan dan pergi menghilang di balik pintu.


"Assalamu'alaikum Akak cantik." pamit Gadis kembali menyembulkan kepalanya pembuat Raya tersenyum melihat tingkah Gadis.


"Cute banget." gumam Raya tersenyum kagum.


***

__ADS_1


Penthouse apartment


Raja Sedang menyiapkan semua keperluan Gadis yang dia kirim lewat WA.


"Tas jinjing warna biru navy, pasti yang ini." gumam Raja.


"Penasaran isi nya apaan ya." Raja kepo isi tas jinjing milik gadis.


Satu persatu Raja memperhatikan isi tas, di dalamnya ada Skin Care, peralatan mandi, hijab, perlengkapan sholat dan saat tangan Raja menyentuh kotak yang berukuran lumayan kepo nya semakin kuat.



Begitu melihat tulisan yang ada di kotak itu seketika Raja tersenyum nakal dan dia makin penasaran ingin melihat seperti apa barang yang terdapat di dalam kotak itu.


"Penasaran terapi kali ini selera dia kayak gimana buat mancing si Dicky." gumam Raja sambil tersenyum sendiri.


Tangan Raja mulai membuka Kotak lingerie perlahan.


"Kok deg degan timbang buka ginian doang punya dia." decak Raja.


Ting.


Notif pesan masuk, tangan kanan Raja membuka hpnya dan melihat notif yang baru saja masuk yang tak lain dari Gadis.


📥 Jangan buka kotaknya, kalau mau terapinya surprise.


"Astaghfirullah! beneran cenayang Jenong, apa jangan-jangan dia pasang CCTV di kamarnya? Kok dia sampai bisa tahu apa yang gue lakukan saat ini." dengus Raja kesal.


Raja kembali menutup kotak yang ada di tangannya dan memasukkan kembali ke dalam tas jinjing lalu dia pun bergegas keluar dari kamar Gadis.


***


"Cepat naik." perintah Pras saat keduanya sudah di tangga pesawat.


Gadis pun buru-buru naik ke dalam pesawat. Di pintu masuk ada seorang pramugari cantik yang menyambut mereka dengan senyum ramah nya. Mata Gadis berkeliling melihat interior pesawat yang serba wah.



"Assalamualaikum." sapa Gadis saat netral nya menangkap sosok Raja yang sedang serius duduk di depan laptopnya.


"Waalaikumsalam," sahut Raja tanpa menoleh ke arah Gadis.


Gadis duduk di samping kursi Raja, tidak ada pembicaraan di antara keduanya sampai pramugari memberikan instruksi untuk mengenakan sabuk pengaman karena Pesawat akan segera take off.


"Pras bini gue mana?" tanya Raja tanpa melihat ke samping.


"Itu disebelah," jawab Pras penunjuk gadis dengan tatapan matanya.


Raja menoleh ke arah samping tapi gadis tetap menatap ke depan.


"Assalamu'alaikum Nong. Kok tumben gak kasih salam tadi masuk." sapa Raja membuat Gadis melirik aneh ke arah Raja.


Pras yang mendengar perkataan Raja ingin sekali tertawa tapi berusaha menahan.


"Nah, tadi yang jawab salam saha? mulai parah penyakit si jaja ampe linglung gitu." batin Pras.


"Tadi udah salam cuma yang jawab angin." saut Gadis datar.


"AC maksudnya Nong?" Raja mencoba bercanda.

__ADS_1


"Bukan tapi salam Gadis jadi angin lalu." jawab Gadis datar.


"Marah ya Nong?" tanya Raja menyesal.


"Gak kok, ngapain marah. Gadis gak mau cepat tua." saut Gadis.


Pesawat mulai take off. Gadis memejamkan matanya, walaupun ini bukan kali pertama naik pesawat buat Gadis, tapi tetap saja setiap pesawat take off dada gadis langsung berdesir seperti halnya saat sedang naik lift


"Astaghfirullah!" ucap Gadis lirih dengan wajah terlihat pucat.


Raja yang melihat perubahan wajah Gadis langsung tau kalau Gadis mengalami Aerophobia atau kengerian luar biasa saat harus naik pesawat. Raja membuka seatbelt nya duduk di kursi Gadis menggenggam tangan Gadis dan tangan satunya merangkul pundak Gadis.


"Jangan takut gue ada untuk lu." ucap Raja di telinga Gadis memberikan kekuatan agar Gadis bisa menguasai Panik nya.


"Shitt, gak pernah gue liat Jaja seromantis ini sama cewek," batin Pras melirik keduanya.


Gadis menarik nafas panjang beberapa kali untuk menguasai rasa paniknya dan hal ini sangat efektif, selang beberapa menit kemudian jantung Gadis sudah mulai kembali berdetak normal.


"Kenapa lu enggak pernah cerita kalau punya panik udara." ucap Raja.


"Gak terlalu parah Kang." saut Gadis sambil membuka seatbelt nya.


"Kang, ada kamar di pesawat ini," bisik Gadis di telinga Raja.


"Emang mau sekarang ya?" tanya Raja sambil tersenyum nakal.


"Ehem ehem!" Pras pura-pura batuk.


"Dodol! lu kalau lagi bengek liat kita mending nyingkir gih ke koktik daripada terkontaminasi nih ruangan." usir Raja sambil mengibaskan tangannya.


"Akang gak boleh gitu iihh?" tegur Gadis.


"Lah daripada dia liat kita yang lagi ayang-anyangan kan mending menjauh. Bener kan Pras." ucap Raja melihat ke arah Pras.


Pras mendengus lalu berjalan ke arah kokpit."Iya gue paham gue nyadar, gue ngerti gue tau diri." saut Pras meninggalkan Raja dan Gadis.


"Nong emang kita terapinya gak sampai hotel aja?" tanya Raja menatap Gadis.


"Emang mau Akang di diskualifikasi?" tanya Gadis.


"Lah emang ini pertandingan?" tanya Raja tersenyum mengejek.


"Iya ini pertandingan tepat waktu kalau telat berarti akang dan-," Gadis melihat ke arah bagian anunya Raja sambil tersenyum.


"Di Diskualifikasi. karena gagal waktu" lanjut Gadis.


Raja langsung meraba Dicky nya.


"Astaghfirullah amit-amit jangan sampe." saut Raja.


"Ya udah Neng Nong, kita lakukan terapi awan sekarang hehehe." Kata Raja bersemangat.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


Bagaimana terapi awan Raja dan Gadis?


masih semangat gak yang baca kaka.


kalau masih ikutin episode berikut nya Totok Pembangkit.

__ADS_1


Terimakasih Untuk like vote gif dan juga komentarnya mohon dukung terus kakak🙏


__ADS_2