
..."Mencintaimu lebih dulu lebih mudah daripada membencimu"...
...~Raja~...
LIKE VOTE FAVORIT JANGAN LUPA π
Sampai rumah sakit Gadis yang mengalami Anafilaksis oleh dokter langsung menangani Gadis dengan memberikan kan suntikan epinefrin. Obat ini bekerja dengan membalikkan reaksi parah yang ditimbulkan sistem imun sehingga pernapasan, tekanan darah, dan sistem tubuh lainnya yang terdampak dapat kembali berfungsi normal.
Kendati demikian, suntikan epinefrin hanya bersifat sebagai pertolongan pertama ketika terjadi reaksi alergi parah. Reaksi tersebut bisa saja muncul kembali dalam beberapa jam ke depan sehingga pasien tetap membutuhkan pertolongan medis.
"Beb, Lu harus bertahan. Ya Allah selamatkan Gadis." berkali-kali Ray memanjatkan doa untuk keselamatan Gadis.
Gadis di bawah ke ruang ICU karena kondisinya yang masih dalam kondisi kritis.
\*\*\*
"Tumben ibu mertua panggilan tak terjawab sampai 5 kali," gumam Raja saat melihat panggilan tak terjawab yang masuk dari Hayati sebanyak 5 kali.
Raja menekan nomor Hayati dan tak butuh waktu lama kali telepon pun terhubung.
"Assalamualaikum Mah, Ma-," Raja baru menyapa kata-katanya sudah dipotong Hayati
"Cepat kamu hubungi Ray! Dibawa Kemana Gadis saat ini," Hayati tiba-tiba memotong perkataan Raja dengan nada panik dan juga cemas.
"Emang ada apa dengan Gadisku Mah?" tanya Raja ikut cemas.
"Gadis dalam keadaan kritis, Ray yang bawa dia ke rumah sakit. J adi kamu telepon Ray kemana Gadis dibawa!" ucap Hayati dengan nada agak bergetar karena panik
"Besok pagi suruh orang mu untuk menjemput Mama di Terminal Kampung Rambutan, mungkin sekitar jam 5 pagi Mama sudah sampai di terminal," pesan Hayati kepada Raja sebelum mengakhiri panggilan teleponnya.
Ting.
Notif pesan masuk dari Hayati untuk Raja berisi kontak telepon Ray. Raja langsung menghubungi nomor itu.
"Halo Ray! kamu bawa kemana Gadis," Raja bertanya panik kepada Ray ditelepon
"Lu siapa?" tanya Ray yang panik tapi juga penasaran terhadap si penelepon karena nomornya tidak dikenal.
"Lu nggak perlu tahu siapa gue, Gue cuman mau tahu kemana Lu Bawa Gadis sekarang!" teriak Raja ditelepon karena panik.
"Rumah Sakit Harapan Bunda."
__ADS_1
Raja bergegas pergi sambil berlari hingga membuat sekretarisnya heran melihat Raja begitu panik.
"Aida batalkan untuk semua jadwalku mulai saat ini sampai besok!" perintah Raja kepada sekretarisnya.
"Baik Bos." Aida mengiyakan dengan tatapan heran melihat Raja yang begitu panik berlari ke arah lift.
"Pras siapkan mobil cepat! Gue sekarang lagi turun ke bawah!" perintah Raja kepada Pras saat masih ada di dalam lift.
"Apa yang sebenarnya sudah terjadi sama lu Nong! semoga lu baik-baik saja. Ya Allah jangan biarkan terjadi hal buruk sama Gadisku," rasa putus asa dan khawatir membuat Raja menyematkan doa untuk Gadis dalam batinnya.
Begitu sampai lobby Raja langsung dihampiri Pras yang sudah bersiap dengan mobil yang akan membawa Raja pergi.
"Rumah Sakit Harapan Bunda Fatmawati Cepat!"
Baru kali ini Pras melihat wajah Raja yang begitu cemas dan panik, Pras mengira ini ada kaitannya dengan Wijayanti.
"Apa Nyonya besar masuk rumah sakit lagi bos?" tanya Pras ikut cemas ingin tahu dan penasaran.
"Bukan Mama tapi bini Gue Gadis, dia kritis ada di Rumah Sakit Harapan Bunda." Raja menjawab dengan sangat gelisah.
"Kok bisa? apa ada sesuatu kecelakaan yang terjadi dengan Gadis" pertanyaan Pras yang membuat Raja bertambah panik.
"GAK TAU GAK TAU!!" teriak Raja tepat ditelinga Pras hingga membuat telinganya terasa berdengung.
"Lu nggak usah banyak tanya, Lu fokus nyetir ngebut! Gue mau cepet sampai rumah sakit itu aja. ngerti Lo!" Raja mulai mengomel.
Saat sedang stres mulut Raja memang tidak pernah bisa diam.
"Dasar jenong, udah Gue bilang jangan kerja jangan kerja masih saja keras kepala. Coba kalau di rumah nggak mungkin kejadian kayak gini bisa terjadi," Raja menggerutu sepanjang perjalanan menuju rumah sakit.
"Itu lagi lampu merah! Kenapa nggak berubah warnanya dari tadi perasaan merah aja pengen gue lempar pake telor burung onta tu lampu!" mulut Raja tak berhenti ngedumel hampir setiap yang dilihat selalu dikomentarin dengan kata-kata aneh.
"Dasar Jaja somplak kambuh deh tuh orang kalau Lagi panik," batin pas yang tahu benar kebiasaan Raja saat Raja sedang panik.
"Pras! Lu tuh bawa mobil sport apa bawa andong, lelet amat sih!" Raja makin sewot saat kecepatan mobil hanya berkisar 40 sampai 50 km per jam karena arus kendaraan yang cukup padat.
"Sabar Bos, ini bukan masalah mobil sport atau andong. Tapi kan Bos bisa lihat. Jalanan macet Bos. Emang ini mobil bisa terbang Bos." elak Pras.
__ADS_1
plak
"Lu emang pintar, pinggirin Mobil Gue mau turun!" perintah rajat tiba-tiba sambil memukul lengan Pras dan Pras hanya bisa meringis.
"Bos mau naik apa ke rumah sakit?" Tanya Pras tak mengerti dengan apa yang akan Raja lakukan, karena jarak rumah sakit masih cukup jauh.
"Terbang!" Raja menjawab sambil berlari menuju sebuah gedung bertingkat yang ada di pinggir jalan dan dia masuk ke dalam gedung itu.
"Terbang? dia mau terbang pakai apa?" Pras masih bingung dengan apa apa yang Raja katakan.
\*\*\*
Helikopter yang membawa Raja ke rumah sakit hanya butuh waktu kurang dari 15 menit sudah sampai di rumah sakit Harapan Bunda. Begitu turun dari helikopter Raja langsung pergi ke bagian IGD rumah sakit.
"Astajim, Gue nggak mungkin masuk dan nemuin Gadis dengan keadaan seperti ini, orang pasti akan tahu. Terus Gua harus gimana biar enggak ketahuan?" Raja mulai berpikir untuk bisa melihat Gadis tanpa harus diketahui oleh publik.
Karena bagaimanapun juga Raja adalah seorang public figure yang cukup terkenal. dan ini akan menimbulkan masalah besar.
"Pak Boleh saya minta tolong," tanya Raja pada salah seorang petugas cleaning service yang sudah cukup tua.
"Ya Tuan apa yang bisa saya tolong," tanya Pak Tua cleaning service itu.
Raja membisikkan sesuatu di telinga Pak Tua itu Pak Tua itu sejenak diam. Tapi saat melihat Raja mengeluarkan uang ratusan ribu yang jumlahnya cukup banyak dia pun menganggukkan kepala tanda setuju.
Lalu mereka berdua pergi ke sebuah ruang perlengkapan kebersihan. 5 menit kemudian Raja keluar dengan memakai baju cleaning service dan topi butut Sementara Pak Tua keluar dengan memakai gas milik Raja sambil tersenyum girang.
"Arah ke mana kalau aku mau ke ke IGD," tanya Raja kepada Pak Tua.
"Tuan ke bawah ke lantai dasar lalu belok ke kanan lurus aja nah mentok itu pintu IGD," jawab Pak Tua dengan sangat serius.
Raja kembali masuk ke dalam lift menuju menuju lantai dasar, beberapa kali saat ada orang yang masuk lift Raja menyembunyikan wajahnya berlindung dibalik topi.
"Nong kalo bukan demi Elu Gue gak akan mau seumur hidup pake baju yang baunya udah seminggu gak dicuci. DEMI ENENG AKANG RELA!!" teriak Raja dalam hati dengan memejamkan mata dan meringis menahan bau pak tua di baju cleaning services yang di pakainya
, ππππππππππππππ
Demi Cinta Akang Raja sama Jenong. Apapun akan dilakukan, jangankan pakai baju apek seminggu gak dicuci dikencingi sapi aja udah pernah dijalani semangat akang Rajaπͺπͺ
Stay untuk episode berikutnya Totok pembangkit
Terimakasih Untuk like comment gift votenya Kakak ππ€
__ADS_1