
Setelah selesai membersihkan diri aja langsung terus apartemen bahwa saat keluar dari pintu lift Raja melihat Gadis sudah duduk menunggunya di meja makan, ada senyuman yang mengembang di wajah cantik Gadis saat melihat kedatangan Raja.
"Assalamualaikum Sayang," sapa Raja sambil mengecup pipi Gadis begitu sampai di meja makan.
Bu Santi yang sedang menyiapkan sarapan nasi goreng pete kesukaan Raja. Gadis mengambil piring Raja untuk menuangkan nasi goreng untuk raja.
"Pasti enak kalau nasi goreng itu bikinan Zee. Astaghfirullah kepada otak gua travelling sampai ke sana," batin Raja menepis pikirannya.
Mood sarapan Raja tiba-tiba menghilang.
"Sayang, gue lagi nggak pengen sarapan," tolak Raja saat Gadis hendak mengambil nasi goreng ke piringnya.
Gadis menatap heran kearah Raja, tidak seperti biasanya Raja selalu bersemangat apabila dia membuatkan nasi goreng pete kesukaan Raja.
"Akang lagi nggak enak badan?" tanya Gadis penasaran kenapa Raja tidak ingin sarapan pagi ini.
"Enggak Nong, gue baik-baik aja kok. Cuman lagi enggak mau sarapan aja. Lu aja sarapan yang banyak biar baby kita sehat dan kuat." ucap Raja menggeser duduknya mengulurkan tangan mengusap perut Gadis.
Raja bangun dari duduknya berjongkok di depan Gadis dan menempelkan kepalanya di perut Gadis mendengarkan suara isi perut Gadis. Gadis tersenyum mengusap pucuk kepala Raja dan membelainya. Bu Santi yang melihat keuwuwan mereka pagi ini tersenyum menutup mulut dengan kedua tangannya dan pergi ke dapur meninggalkan mereka.
"Assalamualaikum sayang udah bangun belum dedek?" tanya Raja menyapa bayi yang ada di rahim Gadis.
"Kang, baby kita belum bisa denger kali, kan belum ada 4 bulan." ucap Gadis lembut.
Raja menengadahkan wajahnya menatap wajah ayu istrinya di atas wajahnya. kedua tangan Raja mengusap lembut kedua pipi Gadis. Gadis menunduk dan mengecup kening Raja.
Cup.
"Kita sarapan di luar aja ya Kang, sekalian kita jalan-jalan," ajak Gadis.
"Oke kita mulai perjalanan honeymoon kita pagi ini Nong." saut Raja lalu berdiri.
"Bu Santi tolong dirapiin ya meja makannya. Maaf kita nggak jadi sarapan Bu." ucap Gadis yang merasa tidak enak karena capek-capek Bu Santi menyiapkan sarapan tapi mereka malah tidak memakannya.
***
Hari ini Raja dan Gadis pergi dengan berkendara naik mobil tanpa sopir Raja benar-benar ingin menikmati hari liburnya berdua bersama Gadis. Sepanjang perjalanan pikiran Raja selalu diingatkan pada nasi goreng ampela ati lada hitam bikin Zee, bahkan beberapa kali saat Raja mengingat Dia selalu menelan ludah..
__ADS_1
"Akang haus?" tanya Gadis memperhatikan Raja yang sepertinya terlihat sedang ada pikiran.
"Nggak sayang, gue tadi minum udah banyak di rumah." jawab Raja menoleh sekilas ke Gadis lalu pandangan matanya kembali fokus ke depan.
"Anjirr, kenapa gue ngiler banget sama nasi goreng mantan," batin Raja Tak habis pikir dengan apa yang ada di otaknya saat ini.
Gadis bisa merasakan ada kegelisahan yang sekarang ini mengusik pikiran Raja, hanya saja Raja tidak mau mengatakannya kepada dirinya.
"Gadis mau di taman itu kang." tangan Gadis menunjuk pada taman yang ada di sepanjang Bantaran Kali dengan pepohonan yang rindang.
Jakarta sekarang bukan seperti Jakarta dulu, di mana kali yang melintas di Jakarta penuh dengan sampah dan juga kumuh. Tapi Jakarta sekarang kalinya bersih dan sepanjang pinggiran kali dijadikan taman dengan ditumbuhi pohon-pohon yang cukup besar dan juga rindang dengan berbagai macam bangku taman dan juga arena main anak-anak.
Raja memarkirkan mobilnya di pinggir taman ya memang sengaja disediakan oleh Pemkot sebagai lahan parkir.
"Masih pagi udaranya masih Segar Kang, nggak banyak orang juga. Asik, nyaman dan tenang kalau kita buat jalan-jalan di taman," ucap Gadis begitu turun dari mobil.
Gadis melihat taman yang begitu Lenggang hanya ada beberapa orang yang yang sedang jogging di area track jogging.
"Kang ada tukang bubur ayam, Gadis mau Kang," ajak gadis menarik tangan Raja menghampiri tukang bubur ayam yang ada di pinggir jalan di luar pagar taman.
"Bubur ayam dua ya bang," pesan Gadis bersemangat Dia terlihat sangat lapar.
"Satu aja bang." Raja meralat pesanan Gadis membuat Gadis menoleh ke arahnya.
"Masih belum mood untuk sarapan Kang? Ntar kalau sakit gimana?" tanya Raja adalah ada kecemasan dari kalimatnya.
"Nggak papa Yang. Stok lemak ku masih cukup banyak kok, kalorinya cukup tinggi. Jadi kalau nggak makan 4 hari pun aku masih bisa berdiri tegap untuk jadi imam salat lu Nong." ucap Raja sambil membusungkan dada dan menepuknya.
"Ututututu, sweet banget gombalannya pagi-pagi Kang. Bikin Gadis udah ngerasa kenyang." puji Gadis sambil memegang kedua pipinya menutupi yang bersemu merah merona.
Salah seorang pelanggan seusia Raja yang sedang menyantap bubur ayam melirik dengan ujung matanya kearah Raja dan Gadis sambil tersenyum kecut.
"Kalau istri muda mah di gadang-gadang, giliran istri tua di tendang." gumam lelaki itu tak jelas tapi sempat terdengar di telinga Raja dan juga Gadis.
Raja mendelik ke arah orang tersebut hendak mendaprat tapi Gadis mengusap lembut pundak Raja agar Raja merasa tenang dan sabar.
"Untung Gadis istri Akang satu- satu-satunya jadi pasti di gadang-gadang. Iya kan sayang." ucap Gadis manja sambil menyandarkan kepalanya di pundak Raja.
__ADS_1
"Kamulah satu-satunya yang bisa mengerti aku dan selalu membuat ku jatuh cinta setiap hari sayang." ucap Raja sambil mengecup punggung telapak tangan Gadis.
"Hadehh, pagi-pagi dah di kasih semangat bucin, Mas kalau terus bucin gini depan saya jadi pengen pulang cepat saya hehehe." ucap tukang bubur ayam.
"Preetttt." Tiba-tiba pria jelous itu mulut nya bersuara.
"Iri bilang Mas," saut Raja.
"Bang bubur nya bungkus aja gak jadi makan di sini, takut istri saya yang sedang hamil muda gak bisa nelen." pinta Raja sambil melirik sinis ke arah pria yang sedang makan bubur itu.
"Akang, udah jangan di terusin." Gadis berkata sambil mengusap lengan Raja.
Setelah bubur pesanan Gadis selesai dibuat, Gadis dan Raja berjalan menyusuri Taman mencari bangku taman untuk bersantai dan menyantap bubur ayam.
"Akang serius nggak mau makan bubur bareng sama Gadis?" tanya Gadis kembali kepada Raja.
"Lo aja yang makan. Apa mau gue suapin?" tanya Raja menggoda sambil tersenyum nakal.
"Idiih, pengen bikin orang nyinyir lagi apa Kang?" Gadis balik bertanya menggoda.
"Iya, kalau perlu orang se Jakarta ini gue bikin cemburu dengan kemesraan kita." jawab Raja dengan bersemangat.
"Dah makan buburnya Ntar keburu dingin nggak enak," ucap Raja sambil mengusap lembut kepala gadis yang tertutup hijab warna krem.
Melihat Gadis makan bubur ayam lama-lama Raja merasa mual.
"Yang, gue jalan dulu ya nge lemesin kaki." kata Raja beralasan.
Gadis menjawab dengan anggukan, dia benar-benar sedang berselera menikmati bubur ayam yang sedang dia santap. Saat sudah agak jauh dari tempat gadis Raja langsung jongkok dan memuntahkan isi perutnya.
"Hoek... hoek... hoek."
Setelah isi perutnya keluar Raja terduduk lemas.
"Kenapa badan gue error gini ya, coba ada nasi goreng Zee pasti bikin up stamina gue," Raja kembali terbayang nasi goreng ati ampela bikinan Zee.
Waduh kalau itu ngidam nya baby gimana ya
__ADS_1