Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Ketauan


__ADS_3

..."Berakit-rakit dahulu berenang-renang ke tepian… bersakit-sakit dahulu, meriang seharian kemudian."...


...~Raja~...


LIKE LIKE JANGAN LUPA JEMPOL MANISπŸ™


...~~~~~~...


Pagi hari di ECO Resort.


"Hoek hoek hoek!" suara Raja berusaha mengeluarkan isi perutnya pagi hari ini.


Dia merasa perutnya tidak nyaman akibat semalam terlalu lama berendam di laut, Gadis memijit tengkuk Raja. wajah Raja sudah terlihat pucat.


"Ini semua gara-gara lu Neng Nong! lu gue panggil-panggil kenapa kagak keluar? Coba kalau cepat keluar gue kagak bakal masuk angin kayak gini!" sungut Raja kesal dengan kejadian semalam.


"Jangan suka nyalahin orang kang? Akang juga sih, kenapa pakai buru-buru segala orang mah pakai persiapan kang? bukanya bawa handuk taruh di pinggir dermaga," Gadis membela diri tak ingin disalahkan.


"Lu kan istri gue, harusnya lu yang nyiapin semua itu, kayaknya lu sengaja deh pengen bikin gue malu dan juga sakit!" dengus Raja mulai berprasangka sambil menatap kesal ke arah Gadis.


Gadis melirik Raja tajam dengan sudut matanya, lalu dia menghela napas panjang.


"Kalau Gadis layani bisa tambah panjang ngomelnya, sampai pagi lagi juga nggak bakal kelar." batin Gadis.


"Dah Kang masih pagi, jangan saingan sama burung berkicau, sini ibu jari sebelah kanannya Kang," pinta Gadis sambil tangan kanannya menengadah


"Enak aja orang di samain burung! lo mau ngapain Nong?" Raja bertanya heran tak mengerti.


"Udah bawa sini ibu jarinya mau ilang enggak tuh mual perutnya!" ucap Gadis sambil menarik tangan kanan Raja dan mengambil ibu jari Raja.


Gadis tahu jika Raja phobia terhadap jarum, dia menyelipkan jarum kecil di antara sela-sela jarinya tanpa diketahui oleh Raja.


"Kang coba deh lihat yang di laut sebelah sana, tuh kayak ada ikan hiu atau duyung yang lagi berenang," mancing Gadis mengalihkan perhatian Raja melihat ke arah lain.


Raja langsung mengalihkan pandangannya ke arah yang ditunjuk Gadis tapi dia tak melihat apapun.


"Mana? gak ada apa-apa," protes Raja.


"Itu Kang, orang kelihatan kok! masa akang nggak lihat?" kembali Gadis berpura-pura sambil tangannya siap menusuk ibu jari tangan Raja.


Cus.


"Aaaauuw!" pekik Raja kaget dan langsung menarik ibu jarinya dari genggaman tangan Gadis.


Darah keluar mengalir dari ibu jari Raja membuat mata Raja terbelalak.

__ADS_1


"Lu tusuk ya jari gue pakai jarum?" tanya Raja mendelik ke arah Gadis.


Gadis meraih tangan kanan Raja, tapi Raja menahannya kuat. Sementara darah sudah mulai menetes di atas seprai.


"Sini itu tangannya Kang! darahnya kemana-mana, jorok ihh!" decak Gadis.


"Gak mau ntar lu tusuk lagi!" tolak Raja sambil bangkit dari tempat tidur dan berjalan menjauh dari Gadis.


"Enggak cuma Mau dibersihin doang kok itu bekas lukanya," ucap Gadis menenangkan Raja.


"Emang gue anak kecil bisa lo bohongin Jenong!" sungut Raja kesal dengan mulut mengerucut.


"Nggak juga sih Akang kan udah gede, gede ambek, gede mau, gede an-. Gak jadi ah, serah Akang aja lah. Kalau gak mau di bersihin lukanya. Gadis mau siap-siap, bentar lagi ada perahu yang bakal jemput Gadis," kata Gadis sambil pergi berlalu meninggalkan Raja.


Raja melangkah mendekati Gadis menggamit dan menarik tangan Gadis hingga tubuh Gadis berbalik menghadap nya.


"Siapa yang bolehin lu pergi dari sini tanpa gue!" tandas Raja menatap gadis tajam.


'Kang pekerjaanku belum selesai, hari ini terakhir. Nanti begitu sudah selesai, aku langsung pulang ke apartemen." balas Gadis sambil berusaha melepaskan pegangan tangan Raja.


"Jam berapa lo kelar?" tanya Raja.


"Sekitar jam 10.00 karena syuting dilakukan agak pagi, emang kenapa kang?" tanya Gadis heran.


"Gue akan tunggu lu gak jauh dari tempat lu syuting, begitu lu selesai syuting lu langsung ke dermaga utama. Pras bakal jemput lu. Dan satu lagi jangan sampai lu deket deket sama tuh curug got! Ngerti lu!" Ancam Raja.


"Peduli amat ma gosip, gue lebih suka dekat sama lu makin di gosok makin siiip, hehe," gumam Raja sambil terkekeh.


***


Pulau Bidadari.


Tepat jam 10.00 syuting telah selesai, Gadis pun mulai bersiap-siap untuk pulang kembali ke jakarta. Seperti yang dipesan Raja, Gadis tidak ikut rombongan kapal kru. Dia meminta izin Bee untuk pulang terpisah.


"Terus lu pulang sama siapa Dis?" tanya Bee saat mereka sudah sampai dermaga utama dan Bee siap naik kapal kru.


"Nanti ada yang jemput, Mister gak usah khawatir," ucap Gadis sambil tersenyum.


"Madu! cepetan naik!" teriak salah satu kru.


"Ya udah Mister duluan ya, bye Dis kita ketemu lagi selasa ya!" Bee pamit sambil berlari ke arah kapal.


"Bye Mister, semoga selamat sampai tujuan!" teriak Gadis membalas.


kapal pun bergerak menjauh dari dermaga dan semakin jauh

__ADS_1


"Kita berangkat sekarang, tuan sudah menunggu." kata Pras yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Gadis, sontan membuat Gadis kaget.


"Oh, ya," sahut Gadis ikut berjalan di belakang Pras.


Mereka berdua menaiki sebuah kapal boat kecil, hanya butuh waktu 10 menit mereka sudah sampai di kapal Yatch milik Raja.


"Kapal yang bagus," batin Gadis, matanya menyapu bagian kapal yang lumayan cukup besar.


Pras naik lebih dulu ke kapal dan saat hendak membantu menarik tangan Gadis, Gadis diam.


"Minggir lu, jauh-jauh dari bini gue. Awas kalau sampai lu berani nyentuh, gue potong tuh tangan lu Dodol!" hardik Raja sambil mendorong pras ke samping hingga Pras hampir jatuh.


"Ampun dah bang Jaja, gak berani lagi dah jelantah deketin ratu Sultan," kata Pras sambil mengangkat kedua tangannya ke atas.


Raja mengulurkan tangannya menarik Gadis ke atas yacht.


"Kita akan habiskan hari ini berdua nglanjutin yang semalam tertunda," bisik Raja di telinga Gadis.


"Hah?" tanya Gadis tak mengerti.


"Lanjutin di kamar aja, ada manusia pluto yang suka kepo." kata Raja setengah berteriak sengaja agar di dengar Pras.


Raja merangkul Gadis dan membawanya ke kabin kamar utama, sambil mulut nya bersiul.


"Ternyata Jaja gak cuma oleng, penyakit lamanya kayak nya kambuh lagi nih. penyakit bucin tingkat dewa, hadeh kalo dah gini bakal repot urusan nya." menepuk jidatnya dan berjalan ke ruang nahkoda kapal.


Gadis dan Raja menghabiskan sisa waktu siang itu bersama Gadis di atas kapal, memancing ataupun hanya duduk di haluan kapal sambil melihat beberapa lumba-lumba yang saling berlompatan dan berlarian.


Raja tak sungkan memeluk Gadis atau pun memberikan kecupan walaupun ada Pras yang melihat, saat hari mulai sore kapal mulai melaju ke arah Dermaga Ancol.


"Kang, Gadis mau ke rumah teman bentar boleh? kalau udah sampai rumah males keluar lagi. cuma bentar janji ✌." kata Gadis membuat huruf v dengan dua jari tangan nya.


"Gak boleh! pulang!" tandas Raja menolak.


Gadis tak ingin membantah Raja, sepertinya hari ini dia malas berdebat dengan Raja karena dia sendiri juga sudah terlalu lelah. kapal mulai Merapat di dermaga tepat di depan rumah mewah milik raja yang ada di kawasan perumahan elit di tepi pinggir pantai Marina.


"BAGUS YA BERLIBUR TIDAK BAWA TUNANGAN MALAH MEMBAWA CEWEK MURAHAN!!" bentak suara Vivian yang sudah berdiri di dermaga dengan wajah merah darah dan mata melotot ke arah mereka bertiga.


...😱😱😱😑😑😑😱😱😱...


Waduh kenapa Vivian tahu Raja berlibur dan bagaimana respon Raja apa dia berani jujur kepada tunangannya πŸ€”


Tunggu ya next episode Totok Pembangkit.


Terima kasih vote like dan GIF nya😍😍

__ADS_1


Doa terbaik author untuk readers kesayangan πŸ™πŸ™


__ADS_2