Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Sweet Morning


__ADS_3

..."Menahan diri dari sesuatu yang ingin disampaikan itu lebih baik daripada menyampaikannya tapi tidak akan dimengerti. dan membuat kecewa"...


...~Gadis~...


LIKE JANGAN LUPA KAKAK 😊🙏🌹


...~~~~~~~~...


Raja belum membuka matanya saat aroma kopi arabika menyeruak indra penciuman nya, tubuh kekar nya menggeliat.


"Hoamm!" Raja buka mulutnya lebar dia menggeliat sambil menguap.


"Assalamu'alaikum Kang." Sapa Gadis lembut.


Raja membuka matanya, wajah cantik dan ayu dengan bibir sensual yang menggoda menjadi pemandangan yang memanjakan netranya pagi ini.


"Waalaikumsalam Gadisku." saut Raja sambil mengulurkan kedua tangannya.


Gadis mengembangkan senyum, dia meletakkan kopi di atas meja lalu berjalan mendekat kearah ranjang. Gadis mengulurkan tangan kanannya, Raja menggenggam tangan mungil Gadis dengan kuat. Gadis menarik tangan kekar Raja agar bangun dari posisi tidurnya tapi Raja memanfaatkan hal itu dengan menahan.


"Kang!" Gadis mengernyitkan dahi


Raja menarik tangan Gadis dengan kuat membuat Gadis jatuh tepat di atas dada bidang Raja yang terbungkus kaos singlet lengan pendek. Tangan kekar Raja langsung memeluk tubuh Gadis.


Visual Gadis dan Raja



"Aahh! Jahil amat sih." jari jemari lentik Gadis mencubit kedua pipi Raja.


"Good morning my love sun." sapa Raja memencet hidung Gadis.


"Morning too Kang." ucap Gadis dengan senyum manis.


"Bisa gak sih lu gak senyum pagi-pagi Nong," protes Raja.


"Kenapa Kang?" tanya Gadis tangannya memainkan anak rambut di sekitar dahi dan jambang Raja.


"Gue takut kena diabetes karena terlalu manis senyum lu Nong." bisik Raja mesra.


"Ternyata suami Gadis seorang penggombal juga hehehe." saut Gadis mencubit hidung Raja yang mancung sangat mudah.


"Terima kasih Nong, lu telah membuat setiap pagi hari gue selalu berwarna dan menyenangkan." Raja mengucapkan penuh binar cinta dimata nya.


Tangan Raja membelai rambut Gadis dan menyelipkan di belakang telinga Gadis.


"Lu tahu Nong, sejak gue kenal lu bukan kopi atau ucapan selamat pagi yang gue butuhkan untuk awali hari gue, tapi senyuman lu.” ucap Raja menatap dalam manik mata Gadis.

__ADS_1


Raja memainkan anak rambut Gadis dengan jemarinya lalu manarik kepala Gadis dan mengecup kening Gadis dengan mata terpejam. Untuk beberapa saat indra penciuman Raja menikmati sensasi melati yang menyusup kuat memenuhi rongga hidungnya.


"Terima kasih Ya Allah, kau telah kirim untuk ku Gadis berhati bidadari." batin Raja.


Krucuk krucuk krucuk


"Hahaha! Kaya nya bukan senyum Gadis yang Akang butuhkan tiap pagi, tapi yang jelas sarapan pagi. Perut akan minta diisi tuh. Ayo buruan ambil wudhu lalu sholat dulu Kang jangan mandi dulu keburu kesiangan subuhnya. Habis itu baru sarapan pagi mencintai seseorang juga butuh tenaga Kang." Gadis bangun dari posisi nya di ikuti Raja.


Saat Gadis berdiri, Raja memeluk pinggang Gadis dari belakang meletakkan kepalanya di atas pundak Gadis sebelah kiri dengan manja sambil berjalan mengekor mengikuti langkah Gadis. Gadis terus berjalan sambil tersenyum dan tangan kanannya mengacak rambut Raja.


"Nong lu udah solat? kok tumben gak jama'ah?" tanya Raja heran tak biasanya Gadis solat sendiri saat Raja ada di rumah.


"Lagi dapat cuti Kang." saut Gadis membuka lemari mengambilnya handuk yang di siapkan pihak hotel.


"Lu lagi PMS Nong?" Raja mengangkat kepalanya dari pundak Gadis lalu melangkah berdiri di depan Gadis.


"Sejak kapan?" tanya Raja ingin tahu dia khawatir karena 2 hari lagi terapi mereka yang ke-7.


"Kepo." Gadis menjawab singkat lalu memutar badan Raja mendorongnya berjalan ke arah kamar mandi.


"Wait terus tar gimana anunya?" tanya Raja dengan mata membulat dia benar-benar khawatir dan ingin tahu jawaban apa yang akan diberikan Gadis.


"Kita lihat nanti aja Kang, sekarang akang buruan ambil air wudhu lalu solat sebentar lagi kesiangan kalau mau dhuha kepagian." perintah Gadis tanpa menjawab pertanyaan Raja.


Raja bergegas masuk kamar mandi, Gadis mengambil telepon nya dan menekan nomor Hayati. Tak Berapa lama kemudian telepon tersambung.


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh beli apa kabar sayang? Mama juga kangen sama Geulis."


"Alhamdulillah Gadis sehat mah, Akang juga Mah. Gadis mau tanya, dua hari lagi kan terapi yang ke-7 tapi sekarang Gadis masih menstruasi gimana Ma?" tanya Gadis berkonsultasi dengan Hayati.


"Sudah berapa hari Geulis?"


"Ini hari ketiga Mah." jawab Gadis.


"Minum ramuan yang Mamah bikin sehari 3 X dan makan buah saja dulu yang banyak vitamin c tapi yang aman buat lambung geulis,"


"Itu aja Mah?" tanya Gadis mulai tenang.


"Aktifitas gerak yang banyak jangan tiduran bae geulis. ulas stress nyak."


"Iya Mah Eneng ngerti. Ya udah kalau gitu makasih Mama lope lope Mama muach. Assalamualaikum." Gadis mengakhiri panggilan telepon nya.


"Aktifitas gerak? apa ya?" Gadis mulai berpikir aktivitas apa yang bisa bikin rileks dan gerak.


Gadis membuka gorden, langit masih tampak gelap kerlip bintang masih terlihat. Matahari masih belum menampakkan sinarnya, udara pagi terasa dingin menusuk tulang saat Gadis membuka sedikit daun jendela lalu dia buru-buru menutupnya kembali.


"Tidur lagi Nong hari masih gelap." ajak Raja menarik tangan Gadis setelah melakukan solat subuh.

__ADS_1


"Iihh, pamali udah bangun pagi tidur lagi tar jadi penyakit. Kang, kita jogging yuk." balik Gadis mengajak.


"Dingin Nong, mendingan tidur hangat di bawah selimut." Raja meringkuk lalu menarik selimut nya menutup rapat dari ujung kaki sampai leher.


Gadis melangkah menghampiri Raja, lalu duduk di tapi ranjang dia mendekatkan tubuh ke arah telinga Raja dan berbisik.


"Akang gak mau kan dua hari lagi terapinya gagal?" tanya Gadis membuat kedua tangan Raja membuka bagian atas selimutnya dan berubah posisi duduk.


"Apa hubungannya jogging pagi-pagi dingin kayak gini sama terapi kita besok?" Raja balik bertanya dengan mata menatap tajam kearah Gadis.


"Mama pesan, supaya Gadis banyak melakukan aktivitas gerak dan juga refreshing agar masa PMS Gadis cepat selesai. Jadi terapi bisa tepat waktu." jawab gadis dengan wajah serius.


Raja langsung membuang selimutnya di sembarang tempat dia bergegas berdiri dan mengambil hoodie warna abu dan celana training dengan buru-buru Raja memakainya.


"Ayo siap Nong! kita jogging sekarang." ajak Raja menarik tangan Gadis untuk keluar dari kamar.


"Semangat sih semangat Kang, tapi Akang sabar dulu. Gadis siap-siap ganti baju dulu. Akang tunggu Gadis di lobby aja biar nanti gadis nyusul." ucap Gadis.


"Gak ahh, tunggu sini aja," tolak Raja duduk kembali ke ranjang.


"Jangan di sini tar malah tambah lama." Gadis menarik tangan Raja agar berdiri tapi Raja menahan.


"Isi kepala Akang mudah travelling Udah sana buruan Akang ke lobi dulu." usir Gadis.


"Gak papa ama bini sendiri ini." saut Raja santai.


"Beneran nih berani liat?" tantang Gadis mulai membuka kancing blues nya satu persatu dari kancing atas.


"Kalau perlu gue bantuin." ucap Raja menawarkan bantuannya.


"Boleh, coba aja," sahut Gadis balik menantang.


Raja berdiri menghampiri Gadis yang sedang membuka kancing blues putih transparan. Dada Raja mulai berdebar melihat leher jenjang Gadis yang di hiasi kalung emas putih Berliontin angsa pemberiannya waktu ulang tahun Gadis.


Raja mendekap erat tubuh Gadis, beberapa kali Raja merasakan saat melihat Gadis hatinya berdebar Tapi saat memeluk Gadis hatinya berbunga.


"Jangan lama-lama gue takut kangen lu." pesan Raja mengecup kembali kening Gadis sedikit agak lama, lalu dia melepaskan pelukannya.


Raja melangkah keluar meninggalkan Gadis di kamar untuk berganti pakaian, Gadis memandang punggung Raja dari belakang sebelum menghilang di balik pintu.


"Ma, Gadis masih kuat bertahan seperti pesan Mama tapi tidak tahu sampai kapan." batin Gadis.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


Akankah Hati Gadis mulai terbuka? atau tetap bertahan seperti pesan Hayati Jangan libatkan perasaan.


Yuk ikuti Totok Pembangkit episode berikunya.

__ADS_1


Terima Kasih untuk Like vote gift dan komentar nya kakak🙏🙏


__ADS_2