
Kesibukan Jakarta sebagai kota metropolitan mulai terlihat beberapa kemacetan bisa dengan mudah ditemukan di beberapa ruas jalan. Rasa canggung itulah yang gadis rasakan saat duduk disebelah Wijayanti dalam satu mobil yang entah akan membawa dia ke mana.
"Jagalah sikapmu dan ingat jangan berbuat hal yang bisa menjatuhkan nama baik keluarga Pramudya," pesan Wijayanti saat mobil memasuki sebuah rumah mewah yang berada di daerah Ciganjur.
"Iya ibu mertua," jawab Gadis ringan dengan suara lirih.
"Satu lagi jangan panggil aku ibu mertua, panggil Mama." pesan Wijayanti dengan sedikit menekankan.
"Iya ya Ma-ma." kau Gadis terlihat canggung menyebut kata Mama.
Mobil yang mereka berdua tumpangi berhenti tepat di depan teras pintu utama bangunan yang berarsitektur gaya Romawi kuno terkesan megah seperti istana kecil.
Begitu turun dari mobil Wijayanti dan Gadis di sambut kedatangannya oleh tuan rumah yaitu Nyonya Anna dan Rico putranya. Mereka adalah anak dan juga cucu dari Nyonya Honey donatur terbesar yayasan Wiguna Foundation.
"Apa kabar tante." sapa Ana dengan senyum mengembang ramah di bibirnya.
"Halo gadis apa kabar?" sapa nyonya Anna juga kepada Gadis.
"Alhamdulillah dalam keadaan baik. Bagaimana dengan anda nyonya?" jawab Gadis balik mengapa dengan senyum ramah di bibirnya.
"Seperti yang kamu lihat. Oh ya Mama sudah menunggu tante dan Gadis di dalam. Mari silahkan." ajak Ana dengan sangat sopan.
"Halo, Oma Wija, Hai Gadis yang cantik," sapa Riko tersenyum nakal.
Wijayanti mendelik ke arah Riko terlihat sekali dia tidak suka cara Riko menyapa Gadis.
"Sstt, Riko!" bentak Ana dengan suara tertahan dan melotot ke arah Riko.
"Kenapa Ma, timbang cuman Nyapa doang Kok nggak ngapa-ngapain." balas Riko dengan santainya merasa tak bersalah.
"Jaga sikapmu!" sekali lagi Ana membentak Riko.
Anna kembali menoleh ke arah Wijayanti dan Gadis tersenyum ramah. lalu keempatnya masuk ke dalam ruang kamu di mana rapat pengurus Wiguna foundation akan berlangsung.
"Halo Gadis apa kabar?" Kapan Nyonya honey dengan penuh keramahan begitu Wijayanti dan gadis memasuki ruang pertemuan.
"Menyebalkan!" dengus Ayu terlihat kesal melihat kedatangan Gadis.
__ADS_1
"Woww! Aku tidak menyangka ternyata tante Wija Hari ini datang didampingi oleh menantu dari kalangan rendahnya" sindir Ayu sambil berdiri membuat Wijayanti langsung melotot tajam ke arahnya.
"Jaga ucapan mu Ayu! Kalau tidak, lebih baik kamu keluar dari ruang pertemuan ini!" bentak Honey sambil menatap tajam kearah Ayu.
"Huffffff!" dengus Ayu sambil menghempaskan tubuhnya kembali di sofa.
"Dasar cewek sialan! Berani sekali kau datang ke rumahku dengan kotoran sampah dirimu ke rumahku! Keluar sekarang!" hardik Alex sambil menyeret tangan Gadis dengan kasar hingga membuat Gadis terhempas dan hampir jatuh ke lantai.
"Hentikan Alex!" bentak Wijayanti melengking.
"Aaaaa....!" teriak Gadis sambil berusaha melepaskan cekalan tangan Alex di lengannya.
Tubuh Gadis terjatuh ke lantai dan diseret oleh Alex keluar dari rumahnya. Hampir semua yang ada di ruangan itu terlihat tegang dan panik, terlebih Honey, Riko, Ana dan Wijayanti terutama saat melihat betapa kejamnya perilaku Alek kepada Gadis.
"LEPASKAN MENANTUKU BRENGSEK!!" teriak Wijayanti menggema di seluruh ruangan.
Alex seperti sudah kehilangan akal sehatnya, dia tidak peduli dengan teriakan Wijayanti ataupun Anna dan Honey. Dia seperti orang kesetanan, begitu sampai di teras Alex menghempaskan tubuh Gadis dengan kasar ke lantai tepat di bibir tangga undakan yang cukup tinggi.
Tubuh renta Wijayanti berlari dengan sekuat tenaga untuk melindungi Gadis agar tidak jatuh ke bawah di tangga tapi naas, saat di bibir tangga Wijayanti yang sudah tua tidak mampu menahan keseimbangan hingga membuat tubuhnya jatuh berguling di tanggan dan terlihat tak bergerak tak sadar kan diri.
Gadis langsung berjongkok dan memegang urat nadi Wijayanti lalu memeriksa seluruh bagian kepala Wijayanti takut ada luka akibat benturan.
"Alhamdulillah, gak ada luka." ucap Gadis bersyukur.
"Yantii!" teriak Honey.
"Cepat panggil Ambulan!" perintah honne dengan nada seru pada Anna dan Riko.
Buk buk buk
Tiga kali pukulan mendarat di wajah Alex yang di sarangkan Riko hingga membuat Alex terjengkang ke lantai. Alex mengusap darah kental di ujung bibirnya dengan jari jempolnya.
"ANJ**G LO!" teriak Alex dengan mata merah melotot kearah Riko.
"Parasit! Perusuh! Lo lebih rendah dari binatang yang Lo sebut!" bentak Riko tak mau kalah.
"Ayo bangun bajingan! Jangan cuma berani sama perempuan! Basar Banci lo!" kembali Riko memaki Alex sambil mendengus.
__ADS_1
Sementara Gadis melepaskan beberapa kancing baju Wijayanti dan juga melepas kancing rok Wijayanti agar Wijayanti tidak kesulitan bernapas dalam keadaan belum sadarkan diri.
Tak berapa lama ambulans pun datang, dua orang petugas paramedis langsung memberikan alat bantu pernapasan dan juga memasang alat pacu jantung untuk menyadarkan Wijayanti. setelah beberapa kali dilakukan CPR dengan alat bantu akhirnya Wijayanti kembali sadar.
"Alhamdulillah. Mama, mama dengar Gadis," ucap Gadis menggenggam telapak tangan Wijayanti dengan mata berlinang.
Wijayanti menatap sayu Gadis sambil mengedip dan mengangguk lemah. Selama dalam perjalanan ke rumah sakit, Gadis selalu mengajak Wijayanti bicara agar tidak hilang kembali kesadarannya karena serangan stroke.
Begitu sampai rumah sakit wijayanti langsung dimasukkan ke ruang ICU karena saat di jalan Wijayanti kembali tidak sadarkan diri. Gadis ditemani oleh Abdul menunggu di ruang tunggu ICU. Tangis Gadis tak berhenti dan bibirnya selalu mengucap doa.
"Gadis sungguh terluka melihat mama lemas tak berdaya seperti ini. Gadis sangat menyayangi mama. Gadis mohon ya Allah segeralah sembuhkan mama, sadarkan Mama dan kembalikan sehatnya sehingga bisa pulang ke rumah. Gadis janji akan selalu menjaga mama dengan sekuat tenaga." tatap Gadis.
"MAMAA!" teriak Raja tiba-tiba datang di temani Pras sambil berlari.
Wajah Raja tanpa cemas dan panik bahkan ada air mata yang menggenang di kedua sudut matanya.
"Kang, mama... hiks hiks hiks." ucap Gadis lirih dengan suara parau.
Raja langsung memeluk Gadis erat keduanya terisak.
"Maafin Gadis kang, Mama jadi terluka karena menyelamatkan Gadis coba seandainya Gadis bisa melawan dia, mama gak akan terluka hiks hiks hiks hiks," ucap Gadis penuh sesal.
"Nong, jangan ngomong gitu mama nyelametin kamu dan bayi kita karena mama gak mau kalian terluka itu karena mama sayang kalian berdua." kata Raja menenangkan Gadis dia tidak ingin membuat Gadis merasa bersalah Atas kejadian yang menimpa Wijayanti.
"Tapi Kang.. ,"
"Stop! Jangan salahkan dirimu atas kejadian ini. Si brengsek itu yang sudah membuat Mama seperti ini. Gue janji akan membuat dia membusuk dan mati di penjara." ujar Raja dengan wajah memerah marah luar biasa.
"Keluarga Wijayanti." Panggil seorang dokter keluar dari ruang ICU.
"Saya dok, saya putranya. Bagaimana keadaan Mama saya? Tolong selamatkan Mama saya, berapapun biaya yang harus dikeluarkan saya tidak peduli saya hanya ingin tolong selamatkan nyawa mama saya." Raja terlihat memohon dengan mata memerah dan suara parau karena menahan tangis.
"Begini tuan Raja, Nyonya Wijayanti mengalami serangan stroke sekaligus serangan jantung kami akan mencoba melakukan operasi untuk membantu menyelamatkan nyawa beliau. Tapi ini kemungkinannya sangat kecil, jadi kalau keluarga bersedia memberikan izin kami akan melakukan operasi itu sekarang juga." jelas dokter membuat ketika Gadis tertunduk lemah dan duduk di bangku sambil menangis.
"Lakukan yang terbaik untuk mama saya jika memang operasi itu jalan satu-satunya yang akan membuat Mama saya bisa sembuh, walaupun kemungkinannya kecil lakukanlah Saya tidak ingin menyesal tidak melakukan apa-apa untuk Mama saya." sauh Raja pasrah dengan mata mulai berlinang.
"Baiklah tuan Raja, kalau begitu silahkan anda mendatangani dulu surat persetujuan keluarga pasien sebelum kami melakukan operasi. Kami akan berbuat semaksimal mungkin untuk kesembuhan Ibu Wijayanti." kata dokter sebelum kembali masuk ke dalam ruang ICU.
__ADS_1