Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Beri Dia Kejelasan Status


__ADS_3

Clarissa menahan tangan Raja agar tetap duduk.


"Ada apa Cla?" tanya Raja heran dengan dahi berkerut.


"Duduklah dulu Bang, Ada yang ingin aku sampaikan padamu," kata Carissa sambil menepuk kursi yang bekas Raja duduki.


Raja kembali duduk di kursinya sambil menatap dalam manik mata Clarissa dengan perasaan heran.


"Abang sayang gak sih sama Gadis?" tanya Clarissa seperti ingin mencari penegasan.


"Lo ragu ya ama perasaan gue ke Gadis, denger ya Cla, satu-satunya orang dan wanita yang paling gue cintai saat ini Cuman dia nggak ada yang lain," jawab Raja dengan yakin


"Tapi, Cla lihatnya nggak seperti itu Bang,' jawab Clarissa ragu dengan pernyataan Raja.


Wajah Raja sedikit tegang dia merasa perkataan Clarissa tidak enak didengar telinganya.


"Maksud lo apa? Gue dulu memang buaya tapi setelah gue kenal Gadis dan hidup bersama dengan dia kebuayaan gue itu udah hilang," ungkap Raja membela dirinya karena memang seperti itulah yang dia rasakan.


"Kalau memang Abang sayang sama dia dan abang mencintai dia satu-satunya, kenapa Abang Jadikan gadis seolah-olah seperti Kekasih bayangan," kritik Clarissa atas sikap Raja yang menyembunyikan pernikahannya.


Ucapan Clarissa seperti menyadarkan Raja dengan sikap cuek terhadap pernikahannya dengan Gadis yang memang awalnya karena faktor keterpaksaan satu sama lain.


Raja menghela napas dalam dia menghempaskan tubuhnya nya dan menghembuskan nafasnya dengan sangat berat.


"Apa yang kau katakan memang benar Cla, gue seperti lupa kalau selama ini pernikahan kami masih menjadi sebuah rahasia," ucap Raja lesu.


Raja meremas rambutnya dia seperti sedang menyalahkan dirinya.


"Bodoh banget selama ini mungkin gue manusia paling egois dan gak punya kepekaan sampai nggak mikirin gimana perasaan bini gue selama ini Cla," sesal Raja.


"Bang, ini kesempatan buat abang untuk memperkenalkan Gadis sebagai istri Abang yang sah kepada orang-orang di sekitar Abang dan ini bisa menjadi salah satu kado terbaik yang abang berikan untuk kehamilan Gadis. Paling tidak status posisinya tidak Abang pandang sebelah mata hanya untuk kekasih bayangan seperti selama ini," kata-kata Clarissa seperti memberikan jalan keluar untuk hal yang Raja abaikan selama ini.


"Saran lu bener-bener luar biasa buat gue, gue mah enggak kepikiran sampai ke sana Cla tapi itu bukan berarti gue nggak cinta dan nggak sayang sama Gadis apalagi sama calon anak gue," ungkap Raja terharu dengan apa yang Clarissa sarankan.


"Sekarang abang balik ke kantor rundingkan sama Pras buat bikin acara kejutan untuk Gadis, gak usah mewah sederhana tapi berkesan undang beberapa keluarga kerabat dan juga sahabat-sahabat Abang itu yang penting," usul Clarisa kembali.


"Lu sahabat sekaligus adikku yang terbaik Cla, Makasih gue berharap lu juga bakal nemuin kebahagiaan seperti yang gue rasain saat ini," ucap Raja tulus sambil mengusap pundak Clarissa.


"Gadis akan Clarissa anterin sampai apartemen kebetulan hari ini Clarissa nggak ada praktek malam jadi Abang gak usah khawatir. Oh ya Bang, Kalau bisa malam ini Abang nggak usah pulang ke apartemen. Pulang saja ke rumah tante dan rundingin masalah ini sama tante bagaimanapun juga abang butuh persetujuan tante." usul Clarissa.


" biar sekalian kejutannya makin greget karena gadis pasti kepikiran kenapa Abang nggak pulang ke apartemen hehehe," goda Clarissa sambil terkekeh.


"Good idea," Raja mengacungkan jempolnya ke arah Clarissa.

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu abang balik ya, titip bini gue, jaga dia baik-baik dek," pesan Raja untuk Clarissa.


"Mulai deh overprotektif nya. Iya iya, enggak bakal luka dia sedikitpun Bang," saut Clarissa menggoda.


Raja pun beranjak dari duduknya, setelah berpamitan dia pun pergi meninggalkan rumah sakit dengan hati penuh berbunga-bunga. Sepanjang jalan tak henti-hentinya Raja bersyukur, bayangannya akan kehadiran seorang anak benar-benar tak bisa digambarkan dengan kata-kata kecuali rasa syukur yang tak ada habisnya.


"Alhamdulillah, terimakasih ya Rabb," kalimat itulah yang terus saja terulang-ulang keluar dari bibirnya.


***


Clarisa mengantarkan Gadis sampai depan apartemen setelah itu dia pun langsung melanjutkan perjalanannya, Saat memasuki lobby apartemen ada seseorang yang memanggil Gadis.


"Beb!" teriak suara yang sangat familiar di telinga Gadis membuat dia menoleh ke arah asal suara.


"Akakkkk!" teriak Gadis sedikit berlari menghambur ke arah sumber suara yang tak lain adalah Raya.


Raya merentangkan tangannya dan mereka berdua pun saling berpelukan melepaskan kangen.


"Akak ke mana aja, Kenapa nggak ngasih kabar? Ngilang gitu aja beberapa minggu?" cecar Gadis dengan beberapa pertanyaan dengan nada kecewa.


"Maaf sayang, Papa meninggal Mamah shock. bahkan beberapa hari Mama sempat dirawat di rumah sakit jadi kakak nggak bisa cepat-cepat balik ke Jakarta," jawab Raya ada kesedihan dari tiap kata-katanya.


"Inalilahi wainalilahi rojiun...Akak kenapa nggak bilang dan nggak telepon Gadis, kalau Gadis tahu pasti Gadis akan temani akak pulang ke kampung halaman. Pasti ini musibah yang berat buat akak," ungkap Gadis ikut bersedih.


"Iya akak, Ayo kita ke apartemen gadis," Gadis langsung menarik tangan Raya berjalan menuju lift.


Dreeetttt


ada pesan masuk di wa-nya, Gadis langsung membuka dan membacanya. Pesan itu datang dari Raja.


Malam ini gue nginep di rumah Mama nggak usah tunggu ya.


"Tumben," gumam gadis tampak menyipitkan matanya.


"Siapa dek?" tanya Raya penasaran.


Gadis tersenyum ke arah Raya


"Suami Gadis akak," Gadis lalu dia membalas pesan Raja.


Iya Kang, akak Raya boleh kan nginep di apartemen Kang?


Untuk beberapa menit Raja tidak langsung membalas pesan wa Gadis.

__ADS_1


Dreeetttt


Iya boleh tapi setelah salat subuh dia harus keluar dari apartemen.


Makasih Kang


Ting


pintu apartemen terbuka di lantai 28 tempat di lantai gadis tinggal. gadis menarik tangan Raya senyum tak pernah lepas dari bibirnya, ia begitu bahagia karena baru sekali ini ada seseorang yang menginap di apartemennya dan orang itu adalah Raya.


"Ayo akak kita sudah sampai," ajak Gadis keluar dari pintu lift menggandeng tangan Raya.


Saat mata Raya melihat keluar lantai apartemen 28,Raya langsung teringat kejadian saat Gadis tergeletak di depan pintu lift lantai ini.


"Dek, jaga diri baik-baik," Raya tiba-tiba bicara seperti itu.


"Iya akak, Gadis janji akan lebih waspada ternyata memang banyak orang yang gak suka sama gadis dan akan membuat Gadis celaka. Untung ada akak, kalau nggak Gadis gak bisa ngebayangin apa Gadis masih ada sampai hari ini," ungkapan rasa terima kasih Gadis dengan sudut mata menggenang sambil memeluk Raya.


"Husstt! Jangan bicara seperti itu, kakak cuman pesen sama kamu. Jangan cepat percaya sama orang, kadang kebaikan kita bisa di salah artikan oleh orang lain yang menerimanya," nasihat Raya mengingatkan.


Gadis membalas dengan anggukan. Gadis menekan tombol kode apartemennya.


"Ini apartemennya Dek?" tanya Raya mengerutkan dahi.


Gadis membalas dengan anggukan dan senyum di bibir, Raya terlihat membulatkan mulutnya sebagai tanda kagum sambil manggut-manggut mereka berdua pun akhirnya masuk ke dalam apartemen Gadis


***


Waktu sudah menunjukkan pukul 20.30 saat mobil Raja memasuki halaman rumah mewah Lilik Wijayanti. begitu turun di Raja langsung masuk ke dalam rumah yang terasa begitu sangat Lengang mata Raja berputar menyapu ruangan.


"Sebentar lagi mungkin ruangan ini tidak seperti ini akan ada tangis& juga gelak tawa dari si kecil dan teriakan memanggil Oma".gumam Raja dengan seulas senyum bahagia di bibirnya.


"Apa maksudmu Gus?" suara Wijayanti mengagetkan yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Raja.


"Astaghfirullah Mama!" teriak Raja tersentak kaget seperti habis melihat hantu.


"Apa maksud perkataan mu baru saja!" tandas Wijayati dengan mata melotot ke arah Raja.


"Gadis hamil Ma, Raja bakal jadi calon papa," suara Raja penuh Kegirangan sambil memegang Kedua telapak tangan Wijayanti dan mengecupnya.


Wijayati membulatkan matanya menatap kearah Raja, nafasnya seketika seperti berhenti. kabar yang dibawa oleh Raja malam ini benar-benar membuatnya sangat terkejut. Entah ini sebuah kabar gembira atau kabar buruk untuk hatinya.


..."Menunggumu tanpa kepastian status mungkin saja akan membuatku rapuh dan lelah."...

__ADS_1


...~Gadis~...


__ADS_2