Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Mengibarkan Bendera Perang.


__ADS_3

..."Jangan kau khawatirkan aku. Aku tidak selemah dugaanmu karena aku seorang Wonder Woman"...


...~ Gadis ~...


LIKE LIKE FAVORITE JANGAN LUPA KAKAK


...~~~~~~~...


Raja mengejar Vivian sampai di lobby Vivian sudah tidak terlihat, Raja mencoba berkeliling matanya mencari keseluruh halaman apartemen dan juga parkiran tapi Vivian sudah tak tampak.


"Shiit, Ada aja masalah dalam hidup gue!" gerutu Raja pada dirinya sendiri.


"Ruslan! Cepat bawa mobil ke sini, gue tunggu di depan!" perintah Raja kepada Ruslan.


Tak Butuh waktu lama mobil sudah tiba


"Rumah Mama." titah Raja kepada Ruslan.


Setelah perjalanan kurang lebih 30 menit, Raja sampai di kediaman Wijayanti begitu memasuki ruang tamu Raja langsung menuju kamar utama Wijayanti.


"Mama, Ma!" panggil Raja sambil berjalan menuju kamar Wijayanti.


Tok tok tok.


"Mama Bukain pintunya! Mama bukain pintunya ada huru-hara!" teriak Raja dari balik pintu kamar Wijayanti


Ceclek


"Hooaaam," Wijayanti menguap tepat di depan Raja.


Raja menutup mulutnya sambil tangannya mengibas-ngibas.


"Ngapain demit! malam-malam gini kamu ganggu tidur Mama, ada huru-hara apalagi? kamu tuh yang bikin huru-hara di kamar Mama!" bentak Wijayanti kesal karena tidurnya terganggu oleh kehadiran Raja.


"Vivian mergokin Raja sama Gadis lagi berduaan di apartemen Raja Mah," Adu Raja kepada Wijayanti.


"Huhh, demit bikin masalah aja ya! terus Vivian sekarang ke mana hah?" tanya Wijayanti dengan kesal sambil dia menjewer telinga Raja.


"Aduh sakit Mah! udah napa sih jangan suka dijewer kayak gini," protes Raja sambil mengaduh dan memegangi telinga nya.


"Lagian Kamu, jadi anak cari masalah saja. Sudah tahu kamu punya istri, Kenapa itu pintu kodenya nggak kamu ganti. Bodoh sekali kamu ini demit!" hardik Wijayanti kepada Raja.


"Astaga bener Mah! kenapa aku bodoh sekali kode pintu apartemen nggak aku ganti. Mama emang teliti dan pintar," Puji Raja sambil mengacungkan jempolnya ke arah Wijayanti.


"Kamu ini sudah jadi CEO perusahaan besar tapi isi kepala nggak nambah-nambah." ejek Wijayanti kepada Raja.


"Urusan Vivian Mama aja yang urus dia, kalau Raja percuma. Itu juga kalau mama masih pengen ngelanjutin pertunangan antara Raja sama Vivian," pinta Raja sambil memijit lembut pundak Wijayanti.


Wijayanti menoleh ke belakang


pletak.

__ADS_1


Satu jitakan mendarat mulus di jidat Raja.


"Aaaauuu!" teriak Raja sambil memegang jidatnya.


"Ini nggak seberapa dibandingin pusingnya Mama gara-gara ulah dan sikap kamu selama ini, sudah pulang sana Mama akan urus semua besok!" usir Wijayanti sambil menutup pintu.


"Happy nice dream Ma, Assalamualaikum," pamit Raja.


"Tumben tuh anak lempeng isi kepala nya, pulang pakai pamit segala. Biasanya main ngeloyor saja." gumam Wijayanti merasa ada yang berubah dari sikap Raja.


"Walaikumsalam, mimpi indah juga buat mu anak nakal." bisik Wijayanti.


****


"Pras, datang ke tempat biasa sekarang!" titah Raja kepada Pras.


"Ke mana kita Tuan?" tanya Ruslan.


"Amora," jawab Raja sambil menghubungi seseorang.


Raja terlihat kesal beberapa kali menghubungi Gadis di jawab dengan nomor yang dituju sedang sibuk.


"Teleponan sama siapa lagi jenong ,sial! dengus nya kesal.


Sekali lagi Raja menekan nomor Gadis.


telepon yang Anda tuju sedang sibuk


"Hiiiih! jangan-jangan lagi teleponan sama Curut got!" pikiran paranoid Raja mulai datang menghantui.


"Bos!" panggil Pras yang sudah lebih dulu datang.


"Pesanin gue kopi pahit!" Raja menghempaskan tubuhnya di sofa yang ada yang salah satu pojok ruangan Pub.


"Bro, Mana ada Pub elite kayak gini kopi pahit. Emang disangka nih Warkop apa hahaha," Pras tak paham.


"Gue nggak mau tahu, pokoknya gue mau kopi arabika pahit!" Raja kesal mendelik ke arah Pras.


"Oke oke gue pesenin" Pras berucap sambil meninggalkan Raja menuju bar.


"Si Jaja perasaan habis nikah pikirannya tambah oleng nggak karuan, tambah stres dia. Jadi takut gue kalau mau nikah, takut kayak dia," gumam Pras bicara sendiri.


"Lu udah dapat informasi tentang cewek sialan itu?" Alex memandang Rudi geram saat meminta laporan tentang Gadis.


"Sudah bos, Dia seorang yang make up artist anak buah Bee, dia tinggal di sebuah apartemen mewah di lantai 28. Baru ini yang kita ketahui bos. Kalau tidak salah besok pagi dia akan melakukan shooting di mall Green Royal," Rudi memberikan keterangan secara terperinci.


"Wow! dia tinggal di apartemen yang sangat mewah, apa dia gundik seseorang?" Alex bertanya penuh rasa penasaran.


"Hanya satu orang dari kalangan atas sering datang ke apartemennya," Rudi melanjutkan laporannya.


Alex tampak bersemangat mendengarnya.

__ADS_1


"Siapa?" tanya Alex penasaran sehingga dia memajukan Wajahnya lebih mendekat ke arah. Rudi.


Rudi membisikkan satu nama di telinga Alex.


"Permainan akan semakin seru, sekarang aku benar-benar ingin cewek sialan itu kita tangkap dan jadi Sandera yang bagus untuk memancing kemarahan Wiguna Grup. Anggap saja sedang mengeruhkan air tempat mereka mancing." ada senyum menyeringai dari wajah Alex.


"Bos, pesanan sudah siap ditunggu di room." lapor salah satu anak buah Alex.


"Good job! ayo semua kita senang-senang malam ini, puas-puas kan kalian. Kita pesta guyy!" ajak Alex pada anak buahnya.


Alex dan rombongannya bergerak naik ke lantai atas. Artinya mereka benar-benar akan mengadakan pesta gila malam ini.


"Siapa orang yang mereka maksud? Ini sangat mencurigakan. apa jangan-jangan Alex punya niat busuk kepada Wiguna Group? Aku harus secepatnya mencari tahu dan melaporkan ini pada Raja." batin Pras.


Alex tidak menyadari bahwa orang yang duduk di sebelah dan membelakanginya adalah Pras. Pras secepatnya kembali ke meja Raja yang sedang duduk sambil memijat pelipisnya.


"Nih bro kopi pahit arabika pesanan lu," Pras mengulurkan secangkir kopi kepada Raja.


"Lama amat lu, ngelaba ya?" Raja melirik tajam ke arah Pras.


"Gue tadi liat Alex dan anak buahnya lagi nongki di bar dan itu yang bikin gue lama," jawab Pras sambil meneguk gelas berisi Red wine di tangannya.


"Maksudnya lu nguping gitu pembicaraan mereka?" dengan tepat Raja menembak apa yang dilakukan Pras.


"That's right Bro," Pras menjawab sambil menyentil kan dua jarinya.


"Udah kayak Mak-mak kepo aja lu tukang nguping," celetuk Raja sambil menyeruput kopi pahitnya


"Nih rasa kopi pahit amat udah kayak hidup gue aja," gumam Raja.


"Dimana-mana pengantin baru itu hidupnya indah seperti Raja di surga, nah ini kenapa pengantin baru hidupnya pahit kek kopi," sela Pras menggoda Raja.


"Diem gak lu punya mulut, satu kata lagi keluar dari mulut lo gue siram pakai kopi!" ancam Raja mendelik ke arah Pras.


"Ampun Bang Jarwo," ucapan Pras sambil tertawa.


"Btw, ini ada hal yang penting yang harus lu tahu," terlihat mimik muka pas serius.


"Apa?" tanya Raja.


"Anak buahnya tadi ngasih laporan tentang identitas Gadis, kalau Gadis dekat dengan seseorang dari kalangan Wiguna. Ini patut dicurigai kenapa orang sekelas Alex pengen tahu tentang Gadis," kata-kata yang keluar dari mulut keras membuat Raja membelalakan matanya.


"Maksud lu apa?" Raja mulai emosi mendengarkan menyebut nama Gadis.


"Gue juga belum ngerti apa maksud mereka dan apa kaitannya dengan Gadis, tapi kita harus hati-hati apa ini ada kaitannya dengan keinginan kita untuk membeli saham mereka atau jangan-jangan mereka sudah tahu kalau gadis adalah istri lu," Pras menatap kearah Raja sepertinya ingin memberi tahu, kalau Alex bisa saja berbuat macam-macam terhadap Gadis dan perusahaan.


"Lihat aja kalau dia berani nyentuh bini gue, bakal gue habisin dia dan Nahyong!' ucap Raja sambil mengepalkan tangannya dengan kuat dengan tatapan mata yang merah menyala karena amarah.


...😡😡😡😡😡😡😡...


Perang bisnis bakal di mulai sekaligus Perang harga diri.

__ADS_1


Yuk yang masih penasaran ikuti episode selanjutnya Totok pembangkit.


Terima kasih untuk like gift vote dan komentarnya dukung terus ya Kakak🙏🙏


__ADS_2