
"Uhhhh, Gus." suara lirih Wijayanti hampir tak terdengar.
"Dokter! Pasien sadar!" teriak perawat memberitahu dokter saat melihat Wijayanti sudah kembali sadar.
"Alhamdulillah syukur lah." ucap dokter Jamal dokter yang menangani Wijayanti di ruang ICU.
"Bagus." kembali Wijayanti berucap lirih memanggil nama Raja.
Dokter memeriksa organ vital Wijayanti wajahnya tampak terlihat sedikit tegang.
"Cepat panggil yang namanya Bagus suruh masuk." dokter memerintahkan pada salah satu perawat nya.
Tak berapa lama Raja masuk ke ruang ICU tempat Wijayanti dirawat.
"Mama!" pekik Raja begitu melihat mata Wijayanti terbuka dan menatap ke arahnya.
Wijayanti tidak berkata Dia menatap Raja dengan tatapan sayu dan terlihat lemah sekali.
"Mama, Mama harus kuat Raja yakin Mama pasti bisa sembuh dan kembali sama kita." ucap Raja dengan air mata mengalir di kedua pipinya.
Tangan tua Wijayanti dengan lemah menggapai pipi Raja yang duduk di kursi sebelah ranjang sambil mencium punggung telapak tangan Wijayanti berkali-kali.
Tangan Widayanti membelai lembut rambut Raja.
"Jadilah papa yang kuat, jangan nakal jaga istri dan cucu mama baik-baik. Jangan punya anak cuman satu kalian harus punya anak banyak." pesan Wijayanti dengan suara lirih.
"Iya Ma Raja akan lakukan semua pesan mama, yang penting Mama harus sembuh dulu, mama akan punya cucu yang banyak." saut Raja dengan suara parau di sela isak tangisnya.
"Ahhhh," Wijayanti terlihat berat menarik napasnya.
"Mama bahagia saat ini melihat kamu sudah bahagia dengan orang yang kamu cintai dan juga mencintaimu Gus. Mama sudah lega kalau saat ini mama harus meninggalkanmu." ucap Wijayanti dengan senyum tipis di bibirnya.
" Mama ngomong apa sih, Mama nggak boleh ngomong kayak gitu. Mama kan sembuh Bagus Yakin Mama akan sehat kembali karena mama adalah orang paling kuat yang pernah Bagus temuin dalam hidup Bagus." ucap Raja emosional.
"Mama udah lelah, papa kamu udah datang untuk jemput. Mama ingin sama papa kamu. Ingat pesan mama jadilah Papa yang baik untuk istri dan anak kamu. Kamu mengerti kan sayang." gejala yang timbul tersengal nafasnya sudah terasa berat.
"Mama, mama gak boleh pergi ninggalin Bagus. Mama harus sembuh." Raja panik bercampur dengan kesedihan luar biasa melihat kondisi Wijayanti.
"Aaaaaaa, huukk...!" Wijayanti kesulitan bernafas matanya menatap ke atas.
"Dokter tolong Mama saya!" tokek Raja panik.
Dokter melakukan pertolongan Dia memasukkan selang ke dalam hidung Wijayanti karena terlihat Wijayanti mulai kesulitan bernafas. Dalam tiga tarikan napas berat tiba-tiba Wijayanti terkulai lemas badannya Tak Bergerak.
__ADS_1
"Lakukan CPR!" perintah dokter pada dua perawat
TIIIIIIIIII.....
Dada Wijayanti diguncang dengan alat pacu jantung, tapi tetap saja denyut nadi dan juga jantung Wijayanti sudah tidak bereaksi bahkan monitor pendeteksi jantung pun sudah bergaris lurus. dokter melepaskan semua alat bantu yang menempel di tubuh Wijayanti dan Hal itu membuat Raja langsung panik dengan wajah memerah.
"Kenapa di lepas! Mama saya masih hidup! Pasang lagi dokter!" perintah Raja emosi sambil menangis.
"Maaf tuan, Mama anda punya Wijayanti sudah menghembuskan napasnya kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi." ucap dokter lemah.
"Bodoh! Kalian bodoh!" pekik Raja kehilangan kesabaran.
Semua diam tertunduk hanya Raja yang masih Meraung dalam tangis sambil memeluk tubuh Wijayanti yang sudah tak bernyawa.
"Mama! Mama jangan pergi, Bagus mohon ma," ucap Raja berkali-kali sambil mengguncang tubuh renta Wijayanti yang mulai dingin.
Gadis membuka pintu dengan air mata berlinang.
"Mama." suara Gadis lirih di sela tangisnya.
Gadis berjalan lemas menghampiri Raja yang menangis sambil memeluk tubuh Wijayanti.
Tangan Gadis membelai rambut Raja lalu memeluk pundaknya.
"Yang ikhlas kang biar jalan mama lapang. akang sayang kan sama mama." ucap Gadis memberi semangat.
"Iya, gue sayang banget sama mama hiks hiks hiks." saut Raja.
"Biarkan mama istirahat dengan tenang kang. yang enggak ada jasad Mama tapi Mama akan selalu ada dalam kenangan dan juga hati akang." ucap Gadis menyemangati Raja.
"Biarkan dokter urus mama dulu, jangan sakiti jasad mama perlakukan jasad mama dengan lembut jangan akang guncang- guncang kasian kang." mendengar ucapan gadis membuat Raja melepaskan pelukannya lalu berdiri menatap sedih Wijayanti yang ada di depannya.
Gadis menggandeng Raja keluar dari ruang ICU untuk memberi kesempatan kepada dokter dan juga perawat mengurus jasad Wijayanti.
"Pak Pras tolong urus semua lakukan dengan cepat untuk kebaikan mama." pinta Gadis pada Pras.
"Iya nyonya." kata Pras.
Gadis membawa Raja keluar dari ruang tunggu ICU.
***
Gundukan tanah Merah masih terlihat basah Raja terus berjongkok mengusap pusaran Wijayanti dengan tatapan sedih, sesekali ada aliran di kedua sudut matanya.
__ADS_1
Gadis berdiri di samping Raja sambil mengusap pundak Raja. Ini hari ketiga Wijayanti dimakamkan tapi hampir tiap hari Raja selalu datang ke makam Wijayanto bahkan kadang Gadis harus membujuk Raja untuk kembali pulang ke rumah.
Tidak ada yang Raja lakukan kecuali berduka dan berduka, bahkan sudah tiga hari ini Raja menghiraukan Gadis. topi dengan sabar gadis selalu ada di samping Raja memberinya pelukan dan juga doa.
"Kang." panggil Gadis lirih.
Raja diam tak merespon, keringat dingin mulai menetes di pelipis Gadis. Panas yang terik membuat Gadis merasa lemah dan lelah, apalagi saat ini Gadis sedang hamil muda. Gadis mengusap keringat dingin di pelipisnya.
"Bini si Jaja keliatan pucat jangan-jangan dia sakit," batin Pras melihat kondisi Gadis yang pucat dan lemah.
Tubuh Gadis mulai limburg hingga tiba-tiba jatuh ke tanah, untung saja Pras cepat menangkap tubuh gadis hingga tak menyentuh tanah
"Bos, Gadis bos!" teriak Pras.
Raja diam dengan tatapan hampa hingga dia tak mendengar teriak Pras.
"Dis! Gadis bangun!" teriak Pras memangku Gadis sambil menepuk pipi Gadis untuk menyadarkannya.
Plak
Pras memukul pundak Raja dengan keras membuat Raja menoleh ke arahnya dengan tatapan bingung.
"Bini lo Jaja!" bentak Pras ingin menyadarkan Raja.
"Hah!" Raja masih terlihat bingung sambil menatap Pras dengan mata memerah.
Plak
Satu tamparan keras di pipi Raja Pras layangkan, membuat Raja benar-benar tersentak kaget dan hendak balas menuju Pras.
"LO UDAH KEHILANGAN TANTE APA LO MAU KEHILANGAN ANAK SAMA BINI LO!" hardik Pras emosi.
Mata Raja mendelik ke arah Pras dan kepalan tangannya siap meninju Pras.
"LIAT INI!" bentak Pras dengan tatapan mata ke bawah. Dimana gadis tergeletak di pangkuannya.
"Nong! Lu kenapa?" Raja langsung mengambil gadis yang ada di pangkuan Pras dan memangku serta memeluknya.
"Cepat bawa ke rumah sakit." perintah Pras sambil membantu Raja membopong tubuh tubuh Gadis.
"Nong, sadar sayang maafin gue. Lo jangan ikut pergi juga hiks hiks hiks." Raja terus memanggil nama Gadis sambil menangis.
"Maafin gue Nong, maafin papa sayang." ucap Raja terdengar sedih.
__ADS_1
"Gue janji gak akan cuek ke lo tapi bangun sayang hiks hiks hiks." sepanjang jalan Raja terus berkata sambil menangis sesenggukan untuk membangunkan Gadis.