
..."Walaupun kamu menggenggam tanganku sebentar, tapi kamu telah menggenggam hatiku untuk selamanya"...
...~Raja~...
Gadis merasakan kantuk yang luar biasa, dia bangun dari meja mesin cuci dan membangunkan Raja.
"Kang pake dulu nih celananya sama kaos nya tar masuk angin." Perintah Gadis sambil menggoyangkan tubuh Raja yang Sudah terlelap tidur.
"Hmm, pakaiin Nong," Saut Raja dengan mata terpejam karena rasa kantuk yang luar biasa.
"Iihh kaya anak kecil aja, buruan Gadis juga sudah ngantuk Kang. Bangun dulu gih!" ucap Gadis mengangkat punggung Raja lalu Memakaikan kaos oblong warna putih favorit Raja.
setelah memakai kaos Raja yang dalam keadaan mata terpejam kembali merebahkan diri di atas meja mesin cuci.
"Angkat kakinya! buruan pakai dulu celananya." perintah Gadis sambil memasukkan satu persatu kaki Raja ke dalam boxer lalu menariknya ke atas sampai paha.
"Lanjutin sendiri, Gadis mau balik ke kamar, Akang mau ikut enggak? Buruan! Kalau enggak ikut Gadis tinggal nih," ancam Gadis sambil menarik lengan kiri Raja, tapi sepertinya Raja tidak bereaksi dia sudah kembali tertidur lelap.
"Terserah Akang aja lah, Gadis mau ke kamar. Gadis udah ngantuk. Hoaammm." ucap Gadis sambil menguap.
Gadis melepaskan pegangan tangannya dari tangan Raja dia lalu berjalan keluar dari ruang laundry.
***
Keesokan Paginya.
Yati membawa sekeranjang penuh cucian kotor yang telah dikumpulkan dari kamar Raja dan juga Gadis, saat Yati membuka handle pintu dia mencium aroma Kenanga yang masih tersisa di ruang laundry.
"Tumben wangi amat ruang cuci nya, biasanya enggak kayak gini wanginya. Ini beda banget wanginya, apa mak ganti pewangi ya?" gumam Yati begitu masuk ruang laundry yang gelap gulita karena lilin terapi dari semalam yang sudah padam.
Yati meraba dinding dekat pintu untuk mencari tombol saklar dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya menahan beban keranjang yang berisi cucian kotor.
Klik
Begitu lampu menyala ruangan menjadi terang benderang Yati membalikkan badan dan begitu matanya melihat ke arah mesin cuci, satu pemandangan horor membuat mata Yati terbelalak hingga mau keluar.
Bagaimana Yati tidak shock, saat melihat Raja yang tertidur di atas mesin cuci. Posisinya miring membelakangi pintu dengan Boxer yang terbuka separuh hingga pantat Raja terlihat bagian atasnya.
Bruk
keranjang cucian kotor yang ada di tangan Yati terjatuh dan mengenai kakinya
"AAAA! A-A-DA DOMPETTTT!!" teriak Yati langsung berpaling dan berteriak dengan sekuat tenaga.
Bu Santi yang sedang menyiapkan sarapan di dapur, langsung berlari tergopoh-gopoh menuju ruang laundry sambil membawa panci Stanley yang akan dia gunakan untuk merebus telor ayam kampung menu sarapan wajib untuk Raja.
"Ada Apa Yati?" tanya Bu San dengan dada turun naik akibat terburu-buru dan wajah panik.
__ADS_1
Yati memalingkan wajahnya tangannya menunjuk ke arah meja mesin cuci, dimana Raja sedang tidur dengan sangat nyenyak nya. Bu Santi mengikuti arah telunjuk Yati, begitu mata tuanya melihat kearah yang di tunjuk. Bu San menahan napas dengan mata terbelalak.
PRANGGGG
Panci yang Bu San pegang dengan tangan kanannya jatuh ke lantai hingga membuat suara gaduh yang sangat berisik. Sang Raja yang tertidur lelap terbangun sambil membalikkan badan secara reflek, hingga jatuh ke lantai karena meja mesin cuci yang sempit
BUKK
"Aaawww!" teriak Raja saat tubuhnya jatuh dari meja mesin cuci tengkurap di lantai.
"Astaghfirullah astaghfirullah astaghfirullah!" ucap Bu San menutup wajahnya dengan jari-jari tangannya yang merenggang mengintip Raja.
Raja hendak membalikkan badan nya.
"JANGAN BALIK BADAN TUAN!!" teriak Bu San mengagetkan Raja.
"Hah? Kenapa?" tanya Raja kaget.
"Dompet! Eh bukan maksudnya kolor tuan!" teriak Bu San langsung menarik tangan Yati keluar dari ruang laundry.
"Yati ayo kita keluar!" ajak Bu San.
Sebelum keluar Yati masih sempat menoleh ke arah Raja tanpa berkedip. Raja menunduk ke bawah melihat boxer nya.
"Shitt! Lo ngapain nongol Dicky!" dengus Raja langsung tangannya menarik boxer nya yang baru separuh jalan menutup aurat nya.
Raja berjalan melangkah keluar dari ruang laundry, saat di lorong menuju dapur Raja sempat berpapasan pandang dengan kedua asisten rumah tangganya. Bu Santi dan Yati langsung menghadap tembok berdiri tegak tak sanggup dengan tatapan tajam mata Raja yang melotot.
"Mak! Nyonya di mana?" tanya Raja tanpa menoleh ke arah Bu Santi.
"Sudah pergi dari subuh tu-an." Bu San menjawab dengan tergagap masih di posisi menghadapi tembok membelakangi Raja.
"SHITT! Gak ada berubahnya tuh bocah. Awas aja kalo ketemu gak bakal gue kasih ampun." dengus Raja berjalan meninggalkan Bu San dan Yati yang berdiri mematung menghadap tembok.
"Mak, kenapa gak ngomong Nyonya pergi kemana." ucap Yati.
"Gak kepikiran gara-gara dompet tuan Yat. Waduh moga aja tuan gak marah Yat." keluh Bu San.
"Iya mak semoga aja." saut Yati.
Sambil berjalan Raja berusaha menghubungi Gadis berkali-kali, tapi selalu saja panggilan tak terjawab.
"Huuuhhhh! Tuh bini bikin gregetan aja!" geram Raja kesal meremas HPnya.
ANGKAT TELEPON NYA KALAU GAK DI ANGKAT AKU MARAH.
Bunyi dering telepon Raja terdengar seperti suara operator seluler. Raja meraih melihat nama si penelepon yang tak lain adalah Gadis, Raja menarik nafas panjang sambil menarik salah sudut bibirnya ke atas.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum! Lu tau gak, kalau lu keluar dari rumah tanpa ijin suami itu dosa! lu kan tahu agama harusnya lu paham. Kapan sih lu bisa berubah? Gue orangnya bisa sabar tapi sabar itu kan ada batasnya. Nggak bisa gue sabar setiap hari ngadepin lo dengan kesabaran gue! Paham gak lo!" omel Raja tanpa titik dan koma.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Udah ngomong nya Kang?"
"Udah!" dengus Raja kesal dengan napas turun naik.
"Maaf Akang, Gadis tadi berusaha bangunin Akang, tapi Akang susah banget tidurnya di bangunin. Jadi ya terpaksa Gadis keluar tanpa pamit sama Akang"
"Gak ada maaf." saut Raja kesal.
Raut wajah Raja terlihat kesal dan marah, semua urat mengumpul di tengah dengan bibir mengerucut.
"Gadis sekarang lagi jogging dekat apartemen, seperempat jam lagi sampai rumah Kang. Lagian hari ini Gadis libur jadi pengen keluar cari udara segar. Maaf ya Kang."
Jleb.
Mendengar penjelasan Gadis wajah Raja seketika berubah 180 derajat, dia menahan tawa agar tidak terdengar Gadis. Raja melihat jam di layar hpnya masih menunjukkan pukul 05.05.
"Akang udah sholat, Maaf Kang Gadis lupa bangunin,"
"Belum, ya udah hati-hati lo Nong. Sherlock posisi lu habis mandi wajib, gue susul lu kita jogging bareng. Assalamualaikum sayang." ucap Raja sebelum menutup telepon nya.
"Kirain si Jenong pergi ke Jogja taunya jogging hehehe." gumam Raja bergegas menuju lift ke lantai atas apartemen nya.
Sepeninggal Raja Bu San dan Yati saling bertatapan sambil melongo.
"Mandi Wajib!" ucap mereka berbarengan.
Lalu keduanya berjalan bergegas menuju ruang laundry melihat sekeliling ruang laundry dengan wajah keheranan. Saat mata keduanya jatuh pada meja mesin cuci, mereka menatap lama dan tercengang dengan mulut terbuka.
"Yat, apa Tuan dan Nyonya anu di situ?" tanya Bu San melongo menatap meja mesin cuci.
"Mungkin Mak. Aku gak ngerti, aku masih polos." saut Yati sambil bengong.
"Tak bisa kubayangkan Yat, diluar jangkauan sinyal." ucap Bu San melantur.
Mereka berdua saling berpandangan.
"HAHAHA HAHAHA!" tawa mereka bersama sambil memegangi perut membayangkan apa yang terjadi dengan Tuan dan Nyonya nya semalam di atas meja mesin cuci.
...🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭...
Keseruan apa lagi yang terjadi antara Gadis dan Raja? Yuk ikuti episode berikutnya.
Terima Kasih telah Like Vote Gift Dan Komentar
Yang mau Masuk Gc Author ketuk pintu dengan kode
__ADS_1
Neng Nong