
Seperti kesepakatan yang sudah dibuat bersama bahwa malam ini Raja dan Gadis agar kencan nonton bersama dan Gadis sudah menentukan film apa yang akan mereka tonton yaitu film The medium film dari negeri gajah putih yang lagi viral.
Di apartemen Raja, Raja sedang bingung memilih baju apa yang akan dipakai untuk kencan malam ini. Beberapa kali dia mencoba kaos atau kemeja bahkan hampir setengah isi lemari dia keluarkan hanya untuk mencari baju yang pas untuk kencan bersama Gadis.
"Pfhf," desah nafas Raja membanting tubuhnya di atas kasur.
"Kenapa jadi ribet gini cuma mau kencan sama bini," sungut Raja sambil mengacak rambutnya.
"Tapi gimana pun juga ini kencan pertama gue, mana hati gue perasaan deg-degan Mulu lagi.Aaahh!" teriak Raja pusing.
Raja bangun dari tidurannya, dia duduk di tepi ranjang sejenak memikirkan sesuatu.
"Cla bilang gue harus bisa masuk dalam dunia Jenong, dia itu kan masih ABG otomatis gue harus berpenampilan ABG juga. Jangan sampai gue terlihat seperti Om Om, ntar dikirain orang Jenong baby sugar gue lagi," gumam Raja.
Raja kembali memilih pakaian setelah menimbang-nimbang pilihan Raja jatuh pada setelan baju berkesan kasual ala ABG.
"Kalau gini tampilan gue kesannya kan gue masih kayak ABG gitu, nggak terlalu formal. Perfect Raja, Jenong pasti akan langsung terpesona begitu ngeliat lu," puji Raja pada dirinya sendiri sambil berkaca.
Setelah selesai berdandan dan merasa tampilannya sudah oke Raja menelepon Gadis.
"Halo. Assalamualaikum Sayang, udah siap? Akang turun ya , Akang jemput." sapa Raja dengan wajah selalu tersenyum.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh iya Akang Gadis sudah siap," saut Gadis di seberang telpon.
"Oke sayang sekarang Akang meluncur ke bawah," ucap Raja.
"Iya Kang ditunggu," ucap Gadis membalas.
"Baik Sayang, Assalamualaikum muach," pamit Raja sebelum menutup telepon.
"Waalaikumsalam Kang," jawab Gadis.
Raja keluar dari kamarnya menuju ke apartemen Gadis yang ada di lantai bawah, begitu lift berhenti di lantai 28 Raja mulai mengatur napasnya, keringat dingin mulai terlihat di pelipisnya. Dadanya semakin berdebar, dia mulai menggigit bibir bawahnya.
"Allahu Akbar, kenapa jadi nervous gini cuma mau jemput bini gue kencan, rasanya hati gue kayak waktu SMP apel Zee pertama kali. Deg deg ser, nggak boleh baper gue udah tua harus bisa kendaliin emosi gue," batin Raja mulai mengatur hati dan pikirannya agar tenang.
Raja menarik nafas dalam menahan nya sejenak lalo menghembuskan nya perlahan. Raja mulai mengatur posisi badannya tegap dengan pandangan lurus ke depan kemudian dia pun mulai melangkahkan kakinya menuju apartemen Gadis.
Ting tong.
Ceklek.
Pintu apartemen terbuka dan tampak Gadis sedang berdiri menatap Raja dari ujung rambut sampai ujung kaki, setelah itu Gadis tertawa. Begitu juga sebaliknya dengan Raja menatap Gadis dari ujung rambut sampai ujung kaki tanpa tertawa tapi bengong.
__ADS_1
"Hahaha gak nyambung Kang," ucap Gadis masih terus sambil tertawa.
"Dih, Jenong lu gimana sih, kita mau nonton bukan mau kondangan," cetus Raja yang melihat penampilan Gadis terkesan formal berbeda 180 derajat dengan dirinya.
"Iya, ini mah ibarat kata yang satu mau ke pantai yang satu mau ke gedung pertemuan hahaha," saut Gadis masih tertawa dengan penampilan mereka berdua yang tidak nyambung satu sama lain.
"Udah, buruan Lu yang ganti baju, mentang-mentang mau kencan sama orang lebih tua pakai bajunya formal gitu," protes Raja sambil cemberut.
"Ya udah Akang masuk dulu, Gadis ganti baju bentar," tadi sebelum kerja meninggalkan Raja di ruang tamu.
Raja duduk di sofa, matanya berkeliling ruang tamu saat tatapannya jatuh pada lift ada senyum tersungging di bibirnya.
"Lift penghubung hati," gumam Raja.
"Tuan, silakan diminum," kata Yati setelah meletakkan kopi kesukaan Raja.
Raja mengambil kopi lalu membawanya berdiri di dekat jendela yang terhampar pemandangan langit malam dengan taburan bintang sambil menyeruput kopinya.
"Jangan dibiasain kalau makan dan minum sambil berdiri nggak bagus Kang," ucap Gadis mengagetkan Raja dari belakang.
begitu raja membalikan badan netra nya benar-benar takjub dan terpesona dengan penampilan Gadis, senyum di bibirnya langsung mengembang. Raja meletakkan kopinya di atas rak barang antik yang ada di dekat jendela.
"Subhanallah, cantik," puji Raja sambil berjalan mendekat ke arah Gadis.
Raja mengulurkan tangannya dan Gadis meraih tangan kekar Raja lalu keduanya saling menggenggam.
"Iya Kang, kuy,' ucap Gadis mengiyakan.
Saat keduanya keluar dari lift di lobby apartemen, hampir semua mata yang ada di lantai itu memandang kearah Raja dan Gadis dengan tatapan heran dan juga kaget.
"Mereka pacaran ya?" bisik Hani yang malam ini kebagian shift malam menjaga meja lobi resepsionis kepada Irfan security yang kebagian jaga malam.
Irfan cuman mengangkat bahu dan kedua alisnya. Di luar lobi tepat di depan pintu utama apartemen Ruslan sudah berdiri di samping mobil Raja siap membuka pintu penumpang di jok belakang.
"Pak Ruslan kita mau naik taksi saja," ucap Gadis dengan ramah.
Raja menoleh ke arah Gadis heran, tapi Raja memilih diam tidak ingin berdebat dengan Gadis saat ini karena dia sudah berjanji akan masuk dalam dunia Gadis, jadi apapun gadis inginkan akan Raja ikuti.
Tak jauh dari apartemen ada sebuah taksi yang sedang mangkal mencari penumpang.
"Ayo Kang, di depan ada taksi," ajak Gadis agak menarik tangan Raja untuk bergegas menghampiri taksi.
"Blok M square ya pak," Kata Gadis kepada sopir taksi.
Raja melirik Gadis heran mengapa Gadis tidak memilih gedung bioskop yang cukup mewah seperti plaza Indonesia Premiere, pondok indah premiere atau The Premiere tapi malah memilih gedung bioskop yang ada di mall.
__ADS_1
"Kita nonton di sana Kang," kata Gadis terlihat bersemangat.
"Sayang, kenapa kita nggak nonton di tempat lain yang lebih-" ucap Raja menggantung.
"Keberatan ya Kang?" tanya Gadis merasa tidak enak kepada Raja.
"Oh, nggak sayang terserah kamu saja. dimanapun kita nonton selama ada kamu disisi aku nggak masalah kok," jawab Raja tersenyum manis sambil mencium telapak tangan Gadis yang ada dalam genggamannya.
Cup.
Gadis membalas dengan tersenyum manis ke arah Raja. Setelah perjalanan kurang lebih 45 menit sampailah mereka di blok M square mall. Wajah Raja terlihat sedikit nervous, maklum saja karena ini kali pertama mereka terang-terangan jalan berdua di depan umum.
"Nervous ya kang?" tanya Gadis seperti tahu apa yang Raja rasakan.
"Enggak juga sayang, kan aku jalan sama istri aku. Kenapa harus nervous," Saut Raja merangkul pundak Gadis sambil tersenyum.
"Nong kita nggak makan dulu?" tanya Raja kepada Gadis karena dia merasa cacing di perutnya sudah minta beri makan.
"Boleh Kang, masih ada waktu 20 menit lagi. Kita cari makanan yang praktis aja ya sekalian cari cemilan dan minuman buat nanti di dalam gedung bioskop," saran Gadis.
"20 menit mana cukup waktu buat makan di restoran sayang?" protes Raja.
"kita nggak ke restoran Akang," jawab Gadis mengusap lengan Raja.
"Terus kita makan di mana sayang?" tanya Raja sedikit bingung.
Gadis menarik tangan Raja mengajaknya masuk ke dalam mall dan langsung menuju lantai 5 dimana gedung bioskop berada. untuk mengisi waktu menunggu gadis mengajak Raja membeli cemilan popcorn dan juga minuman yang akan mereka bawa ke dalam gedung bioskop.
"Akang tunggu sini dulu ya, Gadis akan cari makan malam buat Akang," pesan Gadis kepada Raja.
"Oke, jangan pake lama," saut Raja.
Gadis menjawab dengan anggukan lalu pergi meninggalkan Raja, Raja berjalan melihat-melihat poster film sambil berdiri melipat tangannya di depan dada, Paras rupawan dan aura cool yang memancar dari wajahnya menjadi magnet beberapa mata kaum hawa menatapnya.
"Ganteng banget tuh daddy sugar," bisik seorang wanita yang duduk di kursi tunggu bioskop pada temannya tak jauh dari tempat Raja berdiri.
"Mau nonton film apa pak Bos?" tanya suara seseorang di belakang Raja mengagetkan.
Deg
Dada Raja langsung berdebar dengan pertanyaan yang datang dari suara perempuan.
"Siapa yang nyapa gue?" batin Raja tanpa menoleh ke belakang.
-
-
__ADS_1
Maaf lama up nya kakao🙏
terima kasih untuk semua jejaknya Kakak 🙏