Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Kaget


__ADS_3

Entah sudah berapa kali Raja bolak-balik ke toilet Karena rasa mulas akibat ketoprak yang terlalu pedas, setiap kali Raja hendak keluar dari toilet selalu saja rasa mulas kambuh kembali datang dan mau nggak mau dia pun tetap bertahan di dalam toilet.


"Sial bener! Apes dah gue hari ini. semua rencana gue gagal total gara-gara si jenong ngajakin makan ketoprak jadi kayak gini," gumam Raja sambil memegangi perutnya yang masih terasa mulas.


Raja hanya bisa ngomel dan ngomel tak habis-habis di dalam toilet.


"Aduhh, kek nya bukan cabe yang di kasih ke ketoprak gue tapi norit dah," gerutu Raja sambil menyandarkan kepalanya di dinding toilet lemas.


"Awas aja tar gue bakal obrak-abrik tukang ketoprak kalau nggak bakal gue laporin ke satpol PP sekalian," dumel Raja tak berhenti.


"Gara-gara ketoprak sialan lenyap sudah proyek ratusan miliar dari tangan gue," maki Raja terlihat pasrah tapi tak rela.


Sementara itu di ballroom tempat diadakannya acara tender Pras terlihat khawatir dan panik pasalnya Raja belum terlihat batang hidungnya sementara sebentar lagi perusahaan mereka yang akan maju untuk menyampaikan proposal tender.


Ayu melihat kecemasan Pras dan Ayu berfikir bahwa ini adalah kesempatan Zee untuk bisa merebut hati Raja. Ayu mencondongkan tubuhnya ke depan, mendekatkan wajahnya mendekat ke telinga Zee lalu,


"Ini kesempatan lu untuk membuat Raja berhutang budi sama lu, jadi Beb kesempatan sebaik manfaatkan sebaik mungkin. Tunjukkan semua pesona dan kemampuanmu untuk memenangkan tender Beb." bisik Ayu ditelinga Zee untuk memberi semangat dan juga nasehat.


Zee mengangguk pelan lalu dia menoleh ke belakang.


" Pras, gue yang akan maju ke depan gantiin Raj," kata Yuri sambil mengulurkan tangannya.


"Kasih Proposal nya sama gue," titah Ayu kemudian.


"Sudah Pras, percayakan saja sama Zee. Raja tidak ada lagi kesempatan untuk maju ke depan. Biarkan Zee yang menggantikan, lagian urusan dana juga nanti perusahaan Zee yang akan menghandle sebagian dana kalau Wiguna ada 'kendala keuangan," wujud ayam meyakinkan Pras.


Yah, tak ada pilihan yang bisa Pras lakukan kecuali menyetujui usul Ayu dan akhirnya Pras pun memberikan berkas tender kepada Zee.


Begitu tiba giliran Wiguna Corporation untuk maju presentasi Zee berdiri dengan rasa penuh percaya diri berjalan dengan membusungkan dada dan langkah kakinya penuh percaya diri menuju mimbar.


pesona Zee Memang luar biasa tutur katanya dan juga penjelasannya tentang proposal perusahaan milik Raja benar-benar disampaikan dengan sangat Apik dan menarik sehingga membuat investor Mark stell Corporation memberikan pujian dan juga antusias atas presentasi yang dilakukan Zee


"Lee. Kenapa Zee yang mewakili Raja emang ke mana tuh orang dan apa hubungannya Zee dengan perusahaan Wiguna Corporation. Sialan ini di luar perhitungan kita." dengus Alex sangat kesel.


"Cuih! Drama basi!" geram Leo beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan ruang pertemuan tender.


Alex tertegun melihat sikap Leo yang pergi begitu saja meninggalkan ruang meeting tender.


"Shitt! Kenapa kunyuk itu pergi juga." basket Alex lalu dia pun ikut pergi keluar dari ruang tender menyusul Leo.


Raja terlihat lemas melangkahkan kakinya memasuki ruang tender dari toilet jalan nya sedikit gontai, tapi Raja berusaha untuk tetap tegak demi menjaga wibawanya. Padahal terlihat pucat sekali wajahnya akibat terlalu banyak cairan yang keluar.

__ADS_1


"Bos! Selamat bos kita menang tender Bos!" seru Pras kegirangan sambil memeluk Raja.


Raja yang masih terlihat lemas bingung dengan perkataan Pras.


"Awas Dudul! Gue lagi lemes, bawa gue ke mobil gue mau ke dokter, " titah Raja dengan suara lemah.


Zee tanpa panik saat melihat wajahRaja yang kelihatan pucat bahkan seperti tanpa darah.


" Raj, kamu sakit?" tanya Zee sambil mengusap kening Raja.


Raja menepis tangan Zee yang ada ada keningnya dengan pelan.


"Gue nggak papa, gue mau pulang. Pras bawa gue keluar dari ruangan ini." titah Raja berjalan gontai hampir jatuh karena lemas.


Zee langsung memapah tubuh Raja, Raja ingin menolak Tapi kondisi tubuhnya yang dan pelukan tangan kanan membuat Radja tak berdaya.


"Nggak usah lu berlagak sok kuat di depan gue dalam kondisi seperti ini," geram Zee dengan sikap Raja yang selalu menolaknya.


Pras lalu memapah sisi tubuh Raja bagian lain. Mereka berdua membawa Raja keluar dari ruang tender diikuti oleh Ayu di belakangnya.


"Ay, lu balik sendiri ya. Gue sama Pras mau bawa Raj ke rumah sakit." kata Zee sebelum masuk mobil Raja.


"Iya, jangan lupa kabarin gue," balas Ayu.


"Lu salah makan kali Raj." kata Zee cemas.


Raja tak menyahut dia hanya memejamkan matanya tidak ada satupun yang diinginkan dia saat ini ini kecuali hilangnya rasa mules dalam perutnya. Setelah perjalanan 40 menit sampailah mereka di sebuah rumah sakit di kawasan Jakarta Pusat.


Begitu sampai ruang IGD Raja langsung ditangani oleh paramedis sementara Pras dan Zee menunggu di depan ruang tunggu IGD.


***


Apartemen Gadis.


Gadis terlihat sedang merapikan kamar Raja, karena keinginan raja gadis tidak diperbolehkan lagi untuk bekerja kepada Bee seperti biasanya. Seandainya bekerja pun harus di dalam kota dan tidak boleh sampai larut malam.


"Itu foto gede amat di atas tempat tidur," gumam Gadis saat melihat foto close-up Raja.


"Berasa lagi ditatap mesra sama Akang hehehe." gumam Gadis kembali sambil tertawa dan tersipu sendiri.


"Lama-lama ngeliatin foto itu kok jadi berasa deg-degan sendiri ya," gumam Gadis baper sendiri.

__ADS_1


Dreeett


Ada pesan wa masuk ke HP Gadis, begitu Gadis membaca wajahnya tiba-tiba terlihat cemas.


"Akang," ucap Gadis lalu keluar dari kamar Raja dan pergi menuju kamarnya.


Tak berapa lama Gadis keluar dari apartemen dengan memakai jasa ojek online Gadis pergi menuju Rumah Sakit tempat dimana Raja dirawat. Saat di ruang tunggu IGD gadis bertemu dengan Pras dan Zee yang sedang duduk dengan wajah cemas.


"Assalamu'alaikum Pak Pras," sapa Gadis.


Pras dan Zee langsung menoleh ke arah Gadis.


Zee menatap ke arah Pras seperti ingin menanyakan. Kenapa Gadis bisa ada di sini.


"Keluarga tuan Raja Pramudya!" seru Seorang perawat lelaki yang baru keluar dari ruang IGD.


"Saya Mas," saut Gadis berjalan mendekat ke arah perawat itu.


Zee hendak maju mendekat ke arah perawat tapi tangan Pras memegang untuk menahan nya. Zee mencoba berontak melepaskan diri tapi Pras semakin kuat memegang lengan tangan Zee.


"Lepaskan!" bentak Zee menatap Pras kesal.


"Ikut gue," kata Pras sambil menarik tangan Zee.


"Adik siapanya pasien?" tanya perawat cowok itu kepada Gadis.


"Saya istrinya," ucap Gadis begitu tenang tapi membuat Zee terbelalak matanya.


"Dia bohong! Pasti cewek jamet itu bohong!" seru Zee tak percaya dan emosi.


Gadis sama sekali tak menoleh ke arah Zee dan Pras.


"Kalau begitu anda boleh masuk," kata perawat mempersilahkan gadis masuk ke ruang IGD untuk menemui Raja.


"Lepasin Gue buluk! gue yang masuknya ke dalam daripada si Jamet itu!" emosi Zee mulai tak terkontrol.


"Bersikaplah dewasa Zee, kamu tidak seperti yang aku kenal. Jangan mempermalukan dirimu sendiri." ucap Pras seperti ingin menyadarkan Zee.


Zee terdiam berdiri mematung dengan wajah bingung, panik, marah, dia benar-benar baru saja mendapatkan satu berita yang begitu membuatnya tersentak kaget.


..." Kukira masih ada tempat untukku di hatimu tapi ternyata bayangan aku pun sudah tak ada ada di hatimu"...

__ADS_1


..._ Zee_...


__ADS_2