
..."Aku akan melakukan tugasku untuk menyenangkan mu, tapi jangan pernah menyerah saat aku menuntut mu"...
...~Gadis~...
LIKE LIKE JANGAN LUPA KAKAK
^^^~~~~~~~~~^^^
"Lan, kita mampir kuburan dulu bentar." perintah Raja.
"Baik Tuan. Kuburan siapa Tuan?" tanya Ruslan serius sambil melirik kaca spion.
"Siapa saja, kuburan nenek Lu juga boleh." jawab Raja santai matanya fokus pada handphone di tangannya.
"Hah? nenekku?" gumam Ruslan pelan tak bersuara hanya gerak bibir.
"Tapi kuburan nenek saya jauh Tuan ada di kampung." jawab Ruslan dengan hati-hati takut Raja akan marah.
Raja masih sibuk dengan hp-nya sejenak ia tidak mengeluarkan sepatah katapun, Ruslan menunggu jawaban Tuanya mau di bawa ke kuburan mana mobil yang mereka tumpangi.
'Kalau nggak kuburan tetangga Lu juga nggak papa." perintah Raja lagi membuat Ruslan makin bingung dengan keinginan bosnya.
"Wah tetangga saya rata-rata kalau meninggal pada dibawa pulang kampung Tuan, karena di Jakarta harga tanah kuburan mahal kalau gak mampu di perpanjang nanti kuburan bisa di timbun jenazah yang baru. Kasian Tuan." jawab Ruslan serius sekaligus prihatin.
"Caplang! Lo dari tadi ngomong apaan sih Gue gak paham dan Gue gak peduli itu kuburan siapa dan dimana!"
"GUE CUMA MAU KE KUBURAN YANG ADA POHON KAMBOJA NYA NGERTI GAK LOH!!" teriak Raja membuat Ruslan mengkerut kan tubuhnya dan meringis seketika.
"Baik Tuan saya paham. Tadi saya pikir Tuan mau zi-"
"Stop jangan terusin bikin Gue naik darah aja!" bentak Raja melotot ke arah Ruslan lewat spion.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang saat melewati daerah Casablanka, mobil tiba-tiba berhenti dan Raja mematikan HPnya. Raja melihat jam tangannya karena hari sudah mulai gelap ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 19.30.
"Ada di mana kita sekarang?' tanya Raja sambil membuka sedikit kaca mobil samping untuk melihat keluar.
"Kuburan tuan," jawab Ruslan.
'Mana kuburannya?" tanya Raja melihat ke luar tapi minim cahaya penerangan hingga yang terlihat gelap.
"Di samping mobil kita udah kuburan Tuan, kita sekarang ada di tengah kuburan." jawab Ruslan.
Deg.
Benar saja saat Raja memperhatikan dengan seksama disampingnya berjajar pemakaman umum yang sangat luas. Entah mengapa dadanya tiba-tiba berdesir.
'Lu turun Lan!" perintah Raja kepada Ruslan.
"Baik Tuan." sahut Ruslan kemudian keluar dari mobil.
Raja membuka kaca mobil mengeluarkan sedikit kepalanya.
"Sekarang Lu cari bunga kamboja sebanyak 7 buah." perintah Raja kepada Ruslan.
"Baik Tuan." Ruslan berjalan meninggalkan Raja sendiri dalam mobil di tengah area perkuburan
Tok tok tok
Pintu kaca mobil diketuk seseorang dari luar Raja lalu membukanya.
__ADS_1
"Bisa pindahin enggak mobilnya lebih ke depan ada jenazah yang mau datang, mobil Mas menghalangi." kata seorang pria sambil membawa bendera Kuning.
Raja turun dari mobil, saat dia hendak memanggil Ruslan bayangan Ruslan sudah tidak kelihatan batang hidungnya karena suasana kuburan yang gelap.
Raja masuk ke dalam mobil duduk di bangku sopir. Tapi saat hendak menjalankan mobil kuncinya dibawa oleh Ruslan.
"Shiittt!" dengus Raja kesal.
Raja kembali turun dari mobil.
"Maaf kuncinya dibawa sama sopir saya. Dia sedang pergi ke tengah pemakaman," ucap Raja.
"Lah gimana dong, posisi tempat makam tuh persis disebelah mobil Mas." ucap pria itu sambil menunjuk lubang yang sudah di gali jarak nya 2 meteran dari mobil Raja.
"Mobil buruan singkirin tuh rombongan jenazahnya udah datang!" teriak seorang bapak lantang diikuti yang lain.
"Kuncinya dibawa sama sopirnya Cang!" sahut pria di samping Raja.
"Dorong aja buruan!" teriak Bapak itu lagi tak sabar.
Rombongan jenazah makin mendekat, Raja terlihat tegang terus terang Raja punya phobia terhadap orang mati dan keranda sejak Almarhum Papa nya meninggal.
"Sial! Kenapa Caplang lama banget. Bisa bengek Gue kalau kek gini!" Raja menggerutu makin panik.
Raja bergegas kembali masuk ke mobil, Suara orang yang menyuruhnya untuk memindahkan mobil tidak digubris. Raja langsung mengunci pintu mobil.
Tok tok tok tok
"Buka!!" suara beberapa orang di luar mobilnya tidak Raja gubris.
Wajah Raja terlihat pucat dan tegang keringat dingin mulai keluar, suara rombongan jenazah mengumandangkan Tahmid terdengar makin jelas Raja semakin panik.
Raja merasakan mobil bergerak maju tapi dia tidak berani untuk melihat ke luar.
Ceklek
Buk.
Ruslan masuk ke dalam mobil.
"Maaf Tuan." ucap Ruslan buru-buru menghidupkan mesin mobilnya dan kemudian menjalankan.
"Lama amat sih Lu! cuman cari 7 Bunga Kamboja aja bikin Gue mau jantungan. Semenit lagi Lu nggak datang bisa pingsan Gue di mobil!" sungut Raja.
"Maaf Tuan, tadi pohon Kamboja adanya jauh di belakang," ucap Ruslan beralasan.
"Udah! Buruan cabut hiihh! Langsung ke rumah Mama!" perintah Raja bergidik saat matanya melihat spion dan masih terlihat keranda jenazah mulai di turunkan di tanah oleh pelayat.
Sesampai di rumah Wijayanti Pras terlihat menunggu di pintu utama, begitu melihat mobil Raja datang langsung menyambutnya dan membukakan pintu untuk Raja
"Jam berapa Nyokap Gue keluar?" tanya Raja sambil matanya menatap ke arah rumah
"Baru 15 menit yang lalu Bos." jawab Pras.
"Sama Antiy?" kembali Raja bertanya memperjelas.
"Iya Bos." jawab Pras sambil mengangkat jempolnya.
"Ok sekarang jam 8, Lu buruan ke basecamp duluan buat ngatur dan ngulur waktu selama mungkin. Ngerti Lu?" Raja bertanya untuk memastikan terapi malam ini lancar.
__ADS_1
"Dan inget! ikuti gerak gerik Nyokap. Paham Lo!"
"Sipp. Sangat dimengerti." jawab Pras yakin
"Sekarang Lo Jalan!" titah Raja.
Pras langsung bergegas pergi, saat mobil Pras keluar berpapasan dengan taksi online yang membawa Gadis memasuki halaman rumah Wijayanti.
Raja menyambut kedatangan Gadis, begitu mobil Gadis berhenti Raja langsung membukakan pintu untuk Gadis keluar.
"Buruan Nong!"
"Assalamu'alaikum." Gadis mengucap salam.
"Waalaikumsalam, buruan!" jawab salam Raja sambil menarik tangan Gadis masuk ke dalam.
Gadis tersuruk-suruk mengimbangi langkah Raja yang lebar dan cepat hingga napasnya tersengal dadanya turun naik.
"BERHENTI!" teriak Gadis merasa kelelahan.
Raja seketika menghentikan langkahnya.
"Apalagi? waktu kita gak banyak Nong!" kata Raja menatap Gadis dengan tak sabar.
"Lepaskan tangan Gadis!" Gadis menarik tangannya dan mengusap tangannya yang terlihat memerah karena cekalan tangan Raja.
"Kenapa?" tanya Raja bingung memandang Gadis.
"Nih! Gadis langkah semut gak mungkin bisa ngimbangin langkah Jerapah." sungut Gadis kesal dengan muka mencembik sambil mengangkat pergelangan tangannya yang memerah.
"Sorry Nong! Gue panik." Raja berjalan mendekati Gadis.
"Bawa sini ransel butut Lo!" perintah Raja sambil mengulurkan tangannya meminta ransel yang digendong Gadis.
"Buat Apa?" tanya Gadis tak mengerti dengan mata membulat menatap Raja.
"Ck! Sini! jangan banyak tanya!" decak Raja mengambil ransel Gadis dan menggendongnya dengan salah satu tangannya.
Gadis bengong di buat bingung dengan sikap Raja. Raja menatap gadis sambil tersenyum nakal dan tiba-tiba dia mengangkat tubuh Gadis dan membopongnya ala bridal style.
"Akang! apa yang mau akang lakukan? Turunkan Gadis!" teriak Gadis kaget saat tubuhnya sudah di bopong Raja.
"Lu bilang jalan lu kaya semut, makanya mendingan semut nya digendong jerapah biar cepat," Saut Raja sambil bergegas berjalan membawa Gadis ke kamar Wijayanti.
Begitu Gadis dan Raja memasuki kamar Wijayanti mata Gadis langsung membelalak
"Woow!"
Raja menurunkan Gadis, mata Gadis berkeliling menyapu ruangan kamar yang sangat megah
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
Bagaimana terapi selanjutnya di kamar megah Wijayanti Apakah Wow juga.
Yuk ikuti di episode selanjutnya Totok Pembangkit.
Terima kasih untuk like vote gif dan juga komentarnya🙏
__ADS_1