
Raja dan Gadis keluar dari kamarnya berjalan beriringan sambil bergandeng tangan menuruni anak tangga menuju ruang makan, saat keduanya sampai di ruang makan Raja dan Gadis melihat Wijayanti bersama Ify sedang sarapan.
"Pagi Ma, pagi auntie." sapa Raja dengan ceria seperti biasa seakan tidak terjadi apa-apa semalam.
Wijayanti dan Ify tidak merespon sapaan Raja bahkan melihat ke arah Raja dan Gadis juga tidak, mereka tetap menikmati sarapannya.
"Ma, maaf semalam Raja mare-"
"Ikut aku fy." Wijayanti mendorong kursinya ke belakang Ia lalu berdiri beranjak dari duduknya dan berjalan meninggalkan ruang makan tanpa menoleh sedikitpun ke arah Gadis dan Raja.
Ify langsung mengikuti Wijayanti berjalan di belakangnya menuju ruang kerja Wijayanti
"Kacau." ujar Raja terlihat sekali wajah Raja mulai terlihat tegang.
"Ibu mertua marah sama kita ya Kang? Pasti gara-gara kejadian tadi malam." ucap Gadis lirih merasa tidak enak.
Raja mengembangkan senyumnya tangan kanannya meraih dagu Gadis.
"Jangan merasa nggak enak gitu Nong, ingat selama hamil lu nggak boleh tertekan oleh apapun yang terjadi. Jangan lu pikirin tentang kejadian semalam dan tentang sikap mama sama anti lu paham kan sayang?" pesan Raja kepada Gadis sambil mencubit hidung Gadis dengan mesra.
"Tapi Kang, tetep aja gadis merasa nggak enak, baru juga Sebentar tinggal di sini sudah ada masalah yang Gadis timbulkan" keluh Gadis sambil memejamkan matanya.
"Di enak-enak in aja, yang nggak enak buang aja sayang." balas Raja dengan santainya.
"Sebentar lagi Akang ke kantor gadis sendiri di rumah kalau suasananya tegang kayak gini Gadis bener bener nggak betah Kang." gadis mulai mengeluarkan unek-uneknya.
"Kang."
"Iya sayang." saut Raja.
"Boleh ya kang, Gadis kerja lagi aja ya. Biar nggak bad mood di rumah?" rayu Gadis pada Raja.
"No no no no no no!" tolak Raja sambil menggoyang-goyangkan telunjuk tangan kanannya.
"Dih, Akang egois. Akang tetap bisa kerja tapi kenapa Gadis nggak boleh sih." gerutu Gadis mulai kesal dengan keputusan Raja yang tidak memperbolehkannya bekerja lagi.
"Ini demi kebaikan bayi kita dan juga kesehatan kamu sayang, bukan karena aku egois. Aku nggak mau kamu kecapean terus nanti terjadi apa-apa sama bayi kita. Pokoknya aku bilang sekali kamu tidak boleh kerja ya tidak boleh." tolak Raja dengan tegas sekali lagi.
"Huh, nyebelin." balas Gadis sambil melengos membuang wajahnya ke samping.
"Oke Nong, hari ini gue janji pulang cepat jadi lo nggak akan kesepian dan sendirian di rumah ini. Makan siang gue usahain have lunch bareng, terserah mau di restoran mana lu yang nentuin tempatnya." janji Raja untuk menghibur Gadis.
__ADS_1
Gadis menatap Raja.
"Kapan Akang bisa ngertiin perasaan Gadis." batin Gadis.
Gadis membalikkan tubuhnya hendak kembali berjalan menuju kamarnya, tapi dengan lembut Raja menggamit lengan Gadis hingga membuat Gadis terhenti langkahnya dan berbalik ke arah Raja. dan Raja pun langsung memeluk tubuh Gadis.
"Please Nong, jangan ngambek." pinta Raja pada Gadis sambil mengecup pucuk kepala Gadis.
"Kalau gitu ajak Gadis ke kantor Akang." pinta Gadis membuat Raja membulatkan kedua matanya.
"Mau ngapain kamu ikut ngantor Nong?" tanya Raja heran.
"Pokoknya Gadis minta sama Akang. Bawa Gadis keluar dari rumah hari ini, kemanapun akang pergi hari ini Gadis mau ikut. Terserah akang ijinin atau enggak." pinta Gadis sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Cie takut ya suaminya yang ganteng di ambil sama cewek lain," goda Raja membuat Gadis melengos.
"Kalau iya kenapa? Nggak boleh?" tanya Gadis sambil mendongakkan dagunya ke arah Raja.
"Boleh banget Sayang, aku jadi makin semangat deh kalau ada kamu di samping aku 24 jam," balas Raja sambil mencubit gemas hidung Gadis.
"Ya udah, kalau gitu Gadis ganti baju dulu ya Kang." kata Gadis dengan mata berbinar.
Gadis lalu bergegas berjalan menuju kamarnya di lantai atas, sementara Raja berjalan menuju ruang kerja Wijayanti Raja terlihat sedikit gelisah karena dia tahu Wijayanti sedang marah dan menghukumnya yaitu dengan cara mendiamkan dirinya.
Tok tok tok.
ceklek
Raja membuka pintu ruang kerja Wijayanti secara perlahan, begitu pintu terbuka lebar manik mata Raja langsung bisa menangkap sosok Wijayanti yang sedang duduk sambil membaca sebuah koran di tangannya.
"Izin masuk Ma," ucap Raja Masih berdiri di tengah pintu
Wijayanti tak menjawab, begitu juga dengan Ify yang duduk di sofa dekat jendela dia begitu asik dengan HP di tangannya.
Dengan langkah tenang Raja mulai Mengayunkan langkahnya mendekati Wijaya, langkahnya berhenti tepat di belakang kursi kebesaran Wijayanti. Raja mengalungkan kedua lengannya melingkar di leher Wijayanti, badannya membungkuk lalu bibirnya mengecup pipi Wijayanti.
"Maafin Bagus Ma," bisik Raja lembut penuh sesal di telinga Wijayanti.
"Maaf sudah mencoreng nama baik keluarga kita dengan ulah konyol Raja." kembali Raja meminta maaf.
"Ini semua karena salah Raja .Jadi kalau mama mau menyalahkan salahkan Raja, sekali lagi Raja mohon maaf Ma." begitu dalam suara Raja memohon maaf hingga membuat Wijayanti mulai melunak hatinya.
__ADS_1
"Hmmm."
"Maafkan Bagus Ma, bila Bagus telah banyak mengukir luka di hati Mama. Maaf pula jika Bagus telah banyak meneteskan air mata yang keluar dari mata Mama. Sungguh Bagus minta maaf, Bagus bakan berusaha menjadi anak yang mampu Mama banggakan. Bagus cuma minta tolong beri kesempatan pada Bagus dan Gadis untuk bisa memberikan kebahagiaan kepada Mama yaitu jadi orang tua hebat seperti mama untuk calon cucu mama." janji Raja membuat Wijayanti tergenang air matanya.
"Harus aku akui setelah dia menikah dengan gadis kencur itu pribadinya benar-benar berubah 180 derajat, aku sebagai ibunya bahkan tidak menyangka dan tidak mengenali kalau dia adalah bagus Ku yang dulu yang sulit sekali aku kendalikan." batin Wijayanti ada bahagia di salah satu sudut ruang hatinya melihat perubahan Raja.
"Lepaskan gus, kalau tanganmu begini terus di leher mama bisa bisa Mama nggak bisa napas dan gak sempat melihat calon cucu mama," ucap Wijayanti.
"Hehehe, maaf Ma. I love you full Ma. Muach muach muach." Raja mencium pipi kanan kiri dan juga pucuk kepala Wijayanti.
Raja melepaskan pelukannya lalu mencium telapak punggung Wijayanti beberapa kali.
"Heleh, mana bisa Mbakyu ngediemin Bagus lama-lama luluh juga akhirnya," gumam Ify melirik ke arah Wijayanti dan Raja sambil mencibir.
Tok tok tok
"Masuk." suara Raja mempersilahkan.
Begitu pintu terbuka tampak sosok Gadis dengan dress panjang warna biru muda dipadu dengan jilbab warna biru dongker berdiri di depan pintu dengan senyum manis di bibirnya.
"Assalamualaikum ibu mertua, Madam Ify Akang." sapa Gadis memberi salam.
" Waalaikumsalam masuk sini sayang ajak raja sambil berjalan menghampiri Gadis.
"Pamit dulu sayang sama Mama sama antie," kata Raja kepada Gadis.
"Pamit? Emang mau kemana?" tanya Wijayanti ingin tahu
"Gadis mau ikut bagus ke kantor Mah." jawab Raja bersemangat.
"Ngapain ke kantor? Orang lagi hamil kok ke kantor. Enggak usah kamu bawa istrimu ke kantor lebih baik dia temani mama," kata Wijayanti sambil beranjak dari duduknya.
"Temani ke mana Ma?" tanya Raja penasaran mengangkat kedua alisnya.
"Ini urusan perempuan buat apa kamu ingin tahu, bilang sama si Abdul untuk siapin mobil dan kamu Fy tunggu di rumah, jangan kemana-mana." perintah Wijayanti.
Ify terlihat bingung dan hendak membantah tapi urung saat melihat Wijayanti mengangkat telapak tangan kanan terbuka setinggi dada.
🌹 Mau dibawa kemana kira-kira Gadis oleh ibu mertua yang super galak🤔
nek ikutin episode selanjutnya di untuk pembangkit.
__ADS_1
Terima kasih untuk like-nya dan juga gift-nya jangan lupa rate bintang lima ulang kaka biar tambah semangat author nya 🙏