
..."Kita selalu bersama, bercanda tawa, marah dan tersenyum. Mohon jangan kau putuskan kebersamaan ini karena kesukaan dan perasaanmu untuk saat ini"...
...~Gadis~...
LIKE LIKE FAVORIT KAKAK 🙏
...~~~~~~~~~~...
Raja memejamkan matanya, dia berusaha untuk menguasai perasaannya. Kerinduannya yang sangat dalam kepada Gadis menjadi sebuah emosi kuat yang membuat Raja tak mampu berkata sepatah kata pun. Gadis memeluk pinggang Raja sambil membenamkan wajah cemasnya.
"Maaf Kang." lirih suara Gadis penuh sesal mendekap dada bidang suaminya.
Bagaimana pun Gadis sangat menyadari tugasnya sebagai seorang istri, walaupun pernikahan ini hanya sebuah pernikahan terapi tapi hatinya sudah berjanji untuk menjadi istri sesuai apa yang diajarkan agamanya sampai waktu perpisahan itu tiba.
"Lu tau Nong. Kata orang jatuh cinta berjuta rasanya. Tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Bagi beberapa orang, jatuh cinta bagaikan duduk di atas rollercoaster yang melesat naik turun. Dan itulah perasaan Gue saat ini." ucap Raja dengan suara parau membalas pelukan Gadis dengan erat.
"Apalagi yang namanya kangen. Bikin Gue merasa campur aduk, kadang seolah tak tertahankan. Kenapa Gue merindukan Lu? Kenapa perasaan tersebut begitu intens? Padahal Gue tau ini menyakitkan. Seumur hidup Gue nggak pernah ngrasain kangen kek gini. Semakin Gue menepis semua perasaan ini semakin sesak dada Gue. Please Gue mohon sama Lu Nong! Jangan jauh dari Gue, kalau Lu pergi bilang dulu sama Gue. Lu bisa kan Nong?" pinta Raja.
"Maaf, Gadis salah. Gadis janji kalau pergi bakal kasih tau Akang sebelum nya." ucap Gadis membuat Raja menarik napas panjang dan menghembuskan perlahan.
Raja mencium Pucuk kepala Gadis, aroma mint kuat yang menguar dari rambut Gadis membuat perasaan nya tenang seketika. Gadis menarik tubuh nya.
"Mintalah pulang sekarang juga Kang. Aku yang akan mengurus Akang." ucap Gadis mengutarakan keinginan.
Raja menatap dalam mata Gadis, sorot mata bening dan tulus itu membuat Raja yakin jika dia ada di samping Gadis kesehatannya akan cepat membaik. Tatapan mata Raja turun jatuh pada bibir dengan polesan warna soft pink.
Sapuan napas keduanya bagai hembusan angin hangat di waktu dhuha. Tangan Raja perlahan menyusup di sela-sela kedua telinga belakang Gadis, membuat Gadis memejamkan matanya dengan mulut sedikit terbuka hingga secuil gigi putih nya mengintip.
Puncak hasrat rindu yang terlantar selama beberapa hari seakan menemukan Oase nya. Raja semakin mendekatkan bibirnya semakin dekat membuat adrenalin tubuhnya melesat bak roket. Jarak Bibir keduanya setipis plastik bahkan sedikit menyentuh.
"Jantung Gue kenapa grogi gini." batin Raja merasakan detak jantungnya yang berpacu seperti di area pacuan kuda.
Deg deg deg deg...
Bibir keduanya saling menempel, Tangan Gadis meremas kimono Raja pelan semakin lama semakin kuat. Raja bersiap menikmati bibir sensual milik Gadis.
DUK DUK DUK DUK
Bunyi pukulan pintu kamar mandi menyadarkan keduanya dengan tatapan mata terbelalak panik.
"Kang." bisik Gadis tertahan.
__ADS_1
"Siapa lagi yang ganggu! Pengen Gue slepet!" dengus Raja kesal mengerucut kan bibirnya.
"GUS BURUAN MAMA JUGA PENGEN KE TOILET!" teriak Wijayanti.
Gadis tertawa tertahan saat tahu siapa yang memukul pintu.
"DIam Lu jangan ketawa!" bentak Raja tertahan.
"Akang keluar duluan terus nanti Akang tahan ibu mertua, baru Gadis keluar." kata Gadis menatap manik mata Raja.
"Nong kalau Gue batuk keceng berarti Lu harus cepat keluar. Paham Lu?" perintah Raja dan Gadis mengangguk.
Raja lalu berjalan ke arah pintu sementara Gadis berdiri di belakang Raja. Raja menekan handle pintu kamar mandi dan membukanya.
"Mama enggak sabar amat sih, orang lagi di kamar mandi di buru-buru." ucap Raja pura-pura kesal.
"Ma, jangan ke kamar mandi dulu. Tolong Raja sebentar dong." pinta Raja sambil merangkul Wijayanti berjalan menuju Bankar
"Minta tolong apa sih Gus? Mama udah keburu pengen ke kamar mandi." tanya Wijayanti heran bercampur kesal.
"Minta tolong nya nanti saja habis Mama dari kamar mandi," tolak Wijayanti melepaskan tangan Raja yang ada di pundaknya tapi Raja menahan nya.
"Bentar doang Ma." bujuk Raja.
"Udah buruan pada keluar!" usir Raja sambil mengibaskan tangannya.
Wajah-wajah bingung ketiganya tak di hiraukan Raja, begitu Pras Ifi dan Clarissa keluar Raja membuka bajunya.
"Mah tolong garukin punggung Raja bentar. UHUK!" pinta Raja untuk mengalihkan perhatian Wijayanti sambil batuk memberikan kode pada gadis yang ada di dalam toilet.
Wijayanti mulai menggaruk punggung Raja pada bagian yang ditunjuk jari Raja.
"Waktunya keluar udah ada kode," gumam Gadis yang bersembunyi di kamar mandi.
Gadis perlahan membuka handle pintu kamar mandi dan berjalan mengendap perlahan tanpa suara.
"Gus! Mama udah gak nahan mau ke toilet dulu!" kata Wijayanti berbalik badan dan betapa terkejutnya dia saat melihat Gadis yang berjalan mengendap.
"Kamu siapa?" tanya Wijayanti lupa akan Panggilan alamnya seketika.
Raja langsung berbalik badan dia pun juga panik dan kaget. Raja memberikan isyarat tangan agar Gadis cepat keluar dari ruangannya.
__ADS_1
"Maaf saya OB Nyonya, permisi," ucap gadis bergegas jalan dengan membungkuk menuju pintu keluar kamar perawatan Raja.
"Udah Mama buruan! katanya mau ke kamar mandi udah kebelet. Ntar keburu ngompol lagi Mah." Raja sengaja mengalihkan perhatian Wijayanti
Raja memberi kode dengan mengibas-ibaskan tangannya agar Gadis cepat keluar. Gadis lalu buru-buru berjalan keluar. Sementara wajah Wijayanti masih tampak bingung seperti Sedang berpikir, tapi Panggilan alam lebih mendominasi dia pun bergegas pergi masuk ke toilet.
"Yes! Selamat." teriak Raja tertahan sambil mengepalkan tangan dan menariknya ke dalam perut.
"Raja buru-buru mengganti pakaian pasien rumah sakit dengan baju pribadinya, saat dia sedang berganti pakaian Clarissa tiba-tiba sudah berdiri di pintu masuk.
"Mau ke mana Bang?" tanya Clarissa heran menatap Raja dengan mata bulatnya.
"Oh iya Cla. Tolong Lu bantu Pras untuk mengurus kepulangan Gue. Gue mau pulang saat ini juga." jawab Raja sambil sibuk menyisir rambutnya.
"Tolong lepasin infus ini Cla." pinta Raja sambil membuang wajahnya tanpa melihat tangany yang diinfus karena phobia nya terhadap jarum.
"Abang enggak bisa pulang hari ini, kondisi Abang belum stabil dan Gue enggak akan ngijinin Abang Pulang." tolak Clarissa dengan mata memandang tajam kearah Raja.
"Di ijinin apa nggak diijinin Gue tetep akan pulang saat ini juga! itu udah jadi keputusan Gue, biar Pras yang urus semuanya." Raja kekeh dengan keputusannya bahwa dia ingin pulang saat ini juga.
"Apa yang bikin Abang kekeh pengen pulang?" tanya Clarissa sengit.
"Karena Gue sudah merasa sehat dan kerjaan Gue banyak, Gue nggak mau berlama-lama di rumah sakit. Itu hanya akan buang-buang waktu." Raja mencoba memberi alasan yang masuk akal.
"Huh! Abang pikir Cla nggak tahu alasan Abang ingin pulang? Pasti Gadis yang jadi alasannya. Seharusnya Abang mikir kesehatan Abang bukan perasaan abang itu saran ku sebagai dokter pribadimu." cecar Clarissa karena khawatir dengan kesehatan raja yang masih belum sepenuhnya pulih.
Clarissa ngotot karena untuk penderita tipes antibiotik harus diberikan lebih dari 5 hari sementara Raja baru 3 hari dirawat.
"Terima kasih saran dan perhatiannya tapi Gue tetep pengen pulang saat ini juga dan Gue nggak mau berdebat tentang hal ini," tandas Raja tetap ada keinginannya.
"TIDAK ADA YANG MENGIJINKAN KAMU PULANG KECUALI DOKTER MU, ITU PERINTAH KU!" suara Barito Wijayanti tiba-tiba terdengar menggema memenuhi ruangan.
"Mah!" Raja berteriak memprotes Wijayanti.
"Apa? Mau nekat kamu Gus? Kalau kamu lakukan jangan pernah memanggil Mama lagi!" ancam Wijayanti dengan mendelik ke arah Raja.
"Hutff! baiklah kalau itu mau Mama, aku akan tetap mau dirawat rumah sakit tapi dengan satu syarat Gadis harus ada di sisiku selama Aku ada di rumah sakit. Dia yang harus mengurusku karena dia adalah istri" Raja membuat penawaran kepada Wijayanti.
...🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️...
Bagaimana dengan penawaran Raja apakah Wijayanti akan mengizinkannya apa menolaknya yang masih penasaran ikuti episode selanjutnya Totok Pembangkit.
__ADS_1
Terima kasih untuk semua like vote gif dan juga komennya mohon dukung terus ya Kakak🤗🙏