Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Sayanggg


__ADS_3

Author mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya karena selama Ramadan ini jarang sekali up ๐Ÿ™. Hal ini dikarenakan author ingin fokus pada Romadhon dan insyaallah author akan kembali rajin up sampai novel ini end๐Ÿ™ semoga pembaca masih menyukai dan tidak bosan dengan novel totok pembangkit ini๐Ÿค—


Sekali lagi authorr ucapkan terima kasih banyak untuk semua dukungan pada karya ini


Happy Reading Readers


...~~~~~~~~~...


Kusut, kusam, khawatir dan cemas serta penuh penyesalan itulah yang ada di hati dan pikiran Raja, dia tak berhenti mengusap air matanya. Berkali-kali Raja mencium kening pipi atau telapak tangan Gadis yang masih dalam mata terpejam.


"Bangun sayang, lu tau kan gue nggak bisa liat lu kaya gini Nong. Please gue mohon bangun dan hukum gue atas kesalahan yang gue lakuin ke lo, lo boleh minta apa aja bakal gue lakuin Nong. Tapi gue mohon bangun Yank hiks hiks." ratap Raja dengan air mata tak berhenti mengalir di kedua pipinya membasahi punggung telapak tangan Gadis yang masih terpejam


Gadis dengan berat mencoba membuka kedua matanya, beberapa kali matanya mengerjap untuk memulihkan pandangannya agar tidak kabur, manik mata Gadis menatap kepala Raja yang tertelungkup sambil mencium telapak tangannya di tepi ranjang. Kepalanya sedikit terguncang karena isak tangis, hal ini benar-benar membuat Gadis merasa terharu.


"Begitu banyak perubahan dalam dirimu setelah kita menikah Kang, hingga membuat aku lupa sosok dirimu yang dulu." Gadis membatin dengan mata mulai tergenang lalu air mata itu meluncur diantara kedua pelipisnya.


Tangan kiri Gadis mulai terulur menggapai pucuk kepala Raja dan tangan mungil itu mulai membelai lembut rambut kusut Raja yang entah sudah berapa hari tidak keramas. Belaian lembut tangan Gadis membuat Raja Menengah dah kan wajahnya, kedua matanya langsung bersinar bahagia begitu melihat Gadis mulai sadar dan membuka matanya.


"Alhamdulillah Nong akhirnya lu sadar juga, gue takut Lu kenapa napa. Lu tau kan gue takut banget kehilangan lu Sayang, gue berusaha kuat, tetapi itu sulit banget tanpa lu Nong. Gue tidak bisa melihat lu seperti ini karena ego gue hiks. Lu tau Nong, gue berdoa dengan segenap jiwa gue untuk kesembuhan mu sepanjang waktu. Cepat sembuh, istriku tersayang." ucap Raja diiringi isak dan penyesalan.


Pipi Raja yang putih basah oleh air mata dan Gadis melihat wajah rupawan yang sangat di rindukan selama beberapa hari ini tampak kuyu dan putus asa.


"Cowok ganteng gak boleh cengeng, apalagi calon papa harus kuat dan tangguh. Entar kalau our baby lihat, Gadis harus bilang apa kalau dia tanya kok papa nangis," ucap Gadis lirih sambil mengusap air mata di pipi Reynaldi.


Wajah Raja menengadah ke atas matanya mengerjap untuk menahan supaya air mata itu tidak lagi menetes.


"Hhffffffff." tarikan dan hembusan napas Raja terdengar jelas hingga hembusan angin yang keluar dari hidungnya bisa Gadis rasakan.


"Makasih Yank, makasih. Gua janji gak ngulangin hal bodoh...," kata-kata Raja terputus saat telunjuk tangan kanan Gadis menempel di bibirnya.


"Lupakan saja semua Kang, tidak ada yang salah. Akang cuma lalai sesaat sama Gadis, Akang larut dalam duka. Buat Gadis yang penting sekarang akang bisa menatap ke depan dan menjadikan Mama sebagai kenangan terindah yang selalu tersimpan di hati akang dan juga Gadis," ucap Gadis dengan tatapan sendu.

__ADS_1


Raja kembali mencium kedua telapak tangan Gadis, membenamkan semua rasa bahagia atas Maaf yang Gadis berikan untuknya.


Gadis mengangkat wajah Raja lalu mengusap lembut pipi kiri Raja sambil berucap.


"Akang tau perasaan Gadis saat ini?" tanya gadis dijawab dengan gelengan kepala Raja.


"Bahagia, Akang tau kenapa?" kembali gadis bertanya dan dijawab dengan gelengan kepala Raja.


"Karena saat Akang berdiri depan atau ada di sisiku aku merasa sepi Gadis hilang, saat Akang di samping Gadis Gadis terjaga dengan rasa tenang dan saat bersama akang, Gadis merasa bahagia," ucap Gadis tenang dengan wajah teduh nya.


Raja membelalakkan matanya, menatap ke arah Gadis. Ada rasa haru terpancar dari sorot mata itu. Ucapan Gadis membuat hatinya bergetar. Raja mengusap lembut pipi Gadis lalu dia mencium kening Gadis dengan mata terpejam.


Gadis mengusap lembut rambut Raja, aroma apek yang keluar dari rambut Raja tiba-tiba membuat nya mual.


"Hoekk." Gadis berusaha rasa mualnya tapi ternyata sulit.


"Nong kamu kenapa?" Tanya Raja kaget sekaligus cemas melihat gadis yang menutup mulut dengan kedua tangan.


Raja yang mengusap rambutnya dengan telapak tangan lalu dia mencium sambil meringis Begitu juga dengan baju kemeja yang dia pakai dia cium di bagian salah satu ketiaknya dan dia mendengus sambil mengibaskan tangan.


"Bau banget badan gue. Berapa hari gue gak mandi Nong?" Raja bertanya pada gadis seperti tidak percaya bahwa ini adalah sosok dirinya.


"Entahlah mana Gadis ingat, sejak kematian mama Akang nggak pernah mandi nggak pernah gosok gigi nggak pernah keramas. Dah pastilah bau banget, buruan Akang pulang dulu ke rumah ganti baju, mandi yang bersih nanti Akang bisa ke sini lagi." perintah Gadis sambil menahan senyum.


"Emm, sebelum pergi. Boleh nggak minta kiss dulu?" pinta Raja seperti anak kecil.


"No no no no. yang ada tar Gadis muntah." Gadis menyahut sambil menggoyang-goyangkan jari telunjuk kanan dengan wajah dibuat sedemikian serius.


"Dikittttttt, aja." pinta Raja dengan wajah memohon sehingga terlihat kerut-kerut nya.


"Sekali enggak tetap enggak. Akang pulang, mandi, makan habis itu baru balik lagi ke sini. Nanti Gadis akan kasih Kiss yang luar biasa." janji Gadis sambil mengacungkan jari telunjuk dan Tengah tangan kanannya membentuk huruf V.

__ADS_1


"Pelit, dah lah pulang." rajuk Raja mencebik.


Raja berbalik badan melangkah berjalan ke luar kamar Gadis dengan lesu.


"Sayangggg," panggil Gadis mesra membuat Raja langsung berbalik badan dengan wajah berseri.


"Iya sayang. mau kasih kiss ya?" hanya Raja bersemangat.


"Salam nya mana? Masa main pergi gitu aja Kang." ucap Gadis sedikit menggelengkan kepala.


Wajah Raja seketika berubah Murung kembali.


"Iya, waalaikumsalam." ucap Raja sambil kembali berbalik badan dan melangkah pergi keluar.


"Makin gemesin daddy kamu sayang, jadi makin cinta mama," gumam Gadis sambil WhatsApp rambut perutnya.


***


Dibalik pintu kamar perawatan Gadis tanpa seorang perempuan jangkung dengan baju hitam dan memakai Syal yang di tutup kan di kepalanya sedang menguping pembicaraan mereka dengan serius.


Saat mendengar langkah kaki mendekat ke arah pintu, wanita itu buru-buru berjalan cepat untuk bersembunyi di tangga darurat yang tak jauh dari kamar perawatan Gadis sambil membalikkan tubuh menghadap tembok.


Begitu langkah Raja memasuki lift, wanita itu baru membalikkan badan dan menatap pintu lift dengan tatapan tajam penuh kemarahan.


"Lihat saja, aku akan menghancurkan kebahagiaan yang kalian dapat hari ini. Aku benar-benar tidak rela jika kalian berdua bahagia dan aku yang menderita, terutama kau Gadis karena kamu sudah membuat hidupku menjadi seperti ini. Kau sudah merebut kebahagiaan ku dan kebahagiaan orang yang aku sayangi, sampai kapanpun aku tidak rela. Tidak akan pernah Rela!" dengus wanita itu penuh dengan dendam dan kebencian dari sorot matanya.


Wanita berbaju hitam itu kembali berjalan mendekati kamar Gadis, dengan sangat hati-hati dia membuka perlahan pintu kamar Gadis.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


Siapakah wanita berbaju hitam itu dan dendam apa yang ada di dalam hatinya hingga dia ingin mencelakai Gadis dan juga merusak kebahagiaan Raja dan gadis ikuti episode selanjutnya Totok pembangkit

__ADS_1


__ADS_2