
..."Saat kamu tidak bisa menyiram bunga yang sudah layu dan berharap ia akan mekar kembali, kamu bisa menanam bunga yang baru dengan harapan yang lebih baik dari sebelumnya"...
...~Raja~...
LIKE VOTE NYA KAKAK🙏 TERIMA KASIH
...~~~~~~~~~...
Angin malam di musim semi mulai terasa menyusup diantara lapisan kain yang membalut tubuh, dunia serasa berhenti seketika untuk Raja saat matanya bertatapan dengan mata hazel milik Zelinda Queen Jasmine yang biasa di panggil Zee oleh Raja.
Zee bukan hanya sosok wanita yang cantik tapi juga penuh karisma, smart, dewasa dan humble. Semua sisi kesempurnaan itulah yang membuat Raja tidak mudah untuk berpaling hatinya dari Zee, walaupun Zee sudah menyakitinya.
Ada debar yang menyusup hati Raja atau pun Zee, pertemuan keduanya tak sengaja di Paris membuat mereka kembali ke masa 3 tahun yang lalu saat liburan musim semi yang mereka lewati pasca pertunangan mereka.
Visual Zee
Tatapan Zee melirik ke arah tangan Raja yang menggenggam tangan Gadis. Gadis yang sedari tadi memperhatikan keduanya langsung bisa menyimpulkan bahwa ada hubungan yang sangat spesial di antara mereka di masa lalu.
"Kang, Gadis masuk duluan ke dalam ya." ucap Gadis sambil melepaskan tangannya dari genggaman tangan Raja.
Ucapan Gadis seperti menyadarkan Raja di mana hatinya dibuat kacau. Sehingga Raja salah tingkah karena jantung berdegup kencang hingga galau tak beralasan akibat pertemuan mendadaknya dengan sang mantan.
"Oh ya." saut Raja cuma dua kata yang Raja bisa ucapkan Karena rasa gugupnya.
Gadis masuk ke dalam toko, dia ingin memberikan waktu untuk mereka berdua.
"Apa kabar Raj," Zee mulai membuka obrolan untuk mengurangi rasa canggung di antara keduanya.
"Baik, gimana dengan kamu?" jawab Raja sambil balik bertanya.
Mata keduanya masih saling bertatapan. Raja berusaha menetralkan hatinya.
"Dia tidak pernah berubah seperti hati gue saat ini masih tetap sama." batin Raja.
"Baik juga. Oh ya siapa dia?" tanya Zee bola matanya mengarah ke dalam toko.
"Apa itu penting buat lu?" tanya Raja menatap lurus Zee.
"Gak pernah berubah dari dulu sampai sekarang." dumel Zee.
"Kalau berubah berarti bukan Raja Pramudya." ucap Raja.
"Apa perasaan mu juga tidak berubah padaku?" pertanyaan Zee membuat Raja mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Apa itu penting untuk di bahas, bukannya kamu sekarang sudah bahagia bersama dia. Jadi apa pentingnya perasaanku saat ini padamu?" saut Raja acuh.
Sakit dan senang, benci dan rindu semua perasaan itu yang ada dalam hati Raja saat ini.
__ADS_1
Debar hati Raja masih goyah karena rasa cinta pada Zee yang masih tersimpan di hatinya.
"Bahagia? Seandainya kamu tau perasaanku dan keadaan ku pasti kamu tidak ada berkata seperti ini," batin Zee dalam hati merasa miris.
Sesaat mereka terdiam rasa canggung sudah tak ada tapi euforia antara rindu dan sakit hati masih tersisa bahkan membuat mereka berdua larut dalam rasa itu.
"Raj, kamu ganti nomor ya?" tanya Zee dengan suara lembutnya.
"Shitt! Suara itu gak berubah." maki Raja dalam hati dengan hati berdebar.
"Hmm."
"Boleh aku minta nomor kamu yang baru Raj?"
"Buat apa?" tanya Raja menelisik.
"Gak usah kalau gitu." Zee berkata sambil hendak melangkah meninggalkan Raja.
Raja menggamit tangan Zee membuat langkah Zee tertahan, tangan Raja mengambil HP yang ada di genggaman Zee. Zee menahan matanya melirik lengan Raja yang kekar berotot. Zee melepaskan hpnya.
"Kenapa kamu semakin menawan Raj." batin Zee saat memperhatikan Raja yang terlihat semakin dewasa dan mempesona sedang memasukkan nomor telepon keduanya.
"Makasih Raj." ucap Zee tersenyum.
"Boleh aku traktir kalian berdua? Anggap saja merayakan pertemuan kita." tanya Zee menawarkan.
"Jenong!" batin Raja tiba-tiba ingat Gadis saat Zee menyebut kata kalian.
"Pasti gadis itu cukup spesial buat Raj." gumam Zee.
Raja memandang punggung Gadis yang sedang memperhatikan barisan sepatu di rak kaca, ditangan Gadis memegang sepatu high heels warna ungu.
"Maafin gue Nong." batin Raja merasa bersalah mengacungkan Gadis saat bersama Zee.
Ada rasa bersalah telah mengabaikan perasaan Gadis, bahkan Raja sepertinya tidak ingat Gadis saat kejadian tadi. Raja melangkah perlahan berusaha tidak menimbulkan suara dari langkah kakinya, Gadis pura-pura tidak menyadari kehadiran Raja Ia tetap asyik memperhatikan sepatu di tangannya
"Cantik." suara Raja di telinga Gadis sambil memeluk pinggang Gadis dari belakang.
Raja lalu mencium Pucuk kepala Gadis yang tertutup hijab warna pink punch. Aroma vanila membuat hatinya yang sempat galau seperti menentukan ketenangan. Gadis meletakkan sepatu yang ada ditangannya dan mengusap lembut tangan Raja yang ada di perutnya.
Raja menggenggam tangan mungil Gadis. Dada Raja terasa sesak baru kali ini hati nya di buat galau oleh dua wanita yang sama-sama hadir di hatinya dengan cara dan rasa yang berbeda.
"I love you Nong." ucap Raja seperti ingin menegaskan perasaannya saat ini.
Pelayan yang ada di samping mereka tersenyum melihat kemesraan Raja pada Gadis.
"Kang, Gadis mau Akang pilihin sepatu buat Gadis yang menurut Akang bagus." pinta Gadis.
Gadis sama sekali tidak ingin bertanya pada Raja tentang sosok wanita yang tadi bertemu dengan Raja, karena Gadis tau betul isi perjanjian pra nikah diantara mereka salah satunya adalah tidak boleh mencampuri urusan pribadi satu sama lain.
__ADS_1
"Yang tadi lu pegang bagus." ucap Raja tanpa melepaskan pelukannya.
"Yang ini? " tanya Gadis sambil menunjuk sepatu high heel warna Ungu.
"Hooh, elegan." ucap Raja memberi penilaian.
"Tapi kalau pakai sepatu warna ini, nanti bakal banyak cowok yang ngelirik Gadis apa lagi Om-om." ucap Gadis datar.
"Emang kenapa?" tanya Raja ingin tahu alasannya sambil mengernyitkan dahi.
"Kata orang, ini kata orang ya Kang kalau warna ungu identik dengan mami single," ucap Gadis berbisik saat menyebut kata terakhir.
"Maksud lu-," belum sempat Raja mengucapkan kata terakhirnya Gadis sudah membekap mulut Raja.
"Jangan kalo gitu yang lain aja," Raja langsung buru-buru menarik tangan Gadis menuju rak lain.
Setelah beberapa saat mata Raja tertuju pada sebuah sepatu T-Sraps warna coklat terbuat dari kulit ular piton dengan harga yang sangat mahal.
"Jangan yang itu yang lain aja." tolak Gadis.
"Kenapa lu gak suka model nya, atau warnanya?" tanya Raja heran padahal Biasanya cewek paling suka benda-benda eksklusif seperti ini.
"Gadis gak tega sama takut makenya Kang." saut Gadis.
"Gak tega Kenapa ini kan cuman sepatu Lagian Kenapa mesti takut." Raja mulai bingung dengan alasan gadis yang gak masuk akal menurut nya.
"Nggak tega, maksudnya itu kan dari kulit ular piton sementara Gadis kan pecinta lingkungan hidup, terus nanti kalau ketemu sama temennya tiba-tiba temannya piton bales dendam gimana." ucap Gadis polos dengan alasannya.
"Hahaha." Raja tertawa terbahak sambil memegangi perutnya mendengar alasan Gadis yang menurutnya masuk akal tapi lucu.
*Jenong lu tuh polos apa Oon, mana ada ular balas dendam hahaha," sambung Raja masih terpingkal.
"Lah bisa aja kan Kang." bantah Gadis.
"Binatang itu bukan manusia Neng Nong." Raja menyahut.
"Emang Akang pernah jadi ular ampe yakin kalau ular gak balas dendam, bisa saja ular nya gak balas dendam tapi nanti kalo sepatu itu di kira kulit mantan ular itu gimana." ucap Gadis.
Raja langsung terdiam dari tawa nya saat kata mantan terucap tak sengaja dari bibir Gadis.
Dari balik kaca jendela toko Zee memperhatikan kemesraan antara Raja dan Gadis. Hati nya sedih sekaligus lega melihat Raja seperti nya sudah move on dari dia.
"Tunggu aku Raj, aku bakal berusaha hadir kembali dalam hidupmu." batin Zee melihat Raja dan Gadis dari balik pintu jendela lalu mengalihkan pandangannya ke nomor Raja yang ada di hp-nya.
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
Wah bakal ada drama cinta segitiga
ujian cinta buat Gadis dan Raja
__ADS_1
Yuk yang masih pengen tau lanjutannya ikuti Totok Pembangkit episode selanjutnya
Terima Kasih like vote gift dat komentar nya 🙏🙏🙏