Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Istriku Solehah


__ADS_3

..."Jika pelukanku mewakili hatiku betapa aku mencintaimu, aku akan memelukmu selamanya dan tak akan ku lepaskan"...


...~Raja~...


LIKE VOTE GRATIS NYA KAKAK BIAR SEMANGAT 🤭


...~~~~~~~~~...


Gadis dan Raja saling memandang dengan pikiran masing-masing.


"Kita pisah di sini Kang," ucap Gadis pelan menunduk, tatapan matanya jatuh pada benda pipih di tangannya.


Jari lentik Gadis lincah turun naik, geser kanan dan kiri di layar hpnya. Raja tiba-tiba merebut benda pipih itu dari tangan Gadis, membuat Gadis kaget dan langsung menatap ke arahnya.


"Kalau ngomong sama suami biasain jangan sambil main HP," dengus Raja kesal.


"Iya maaf," ucap Gadis lirih.


"Kita bareng pulang ke Jakarta Nong, lu gak boleh bantah!" tekan Raja saat tau Gadis membuka mulutnya hendak membantah.


Raja menggandeng Gadis berjalan menuju tempat parkir di mana Ruslan dan mobil Raja menunggu untuk siap berangkat pulang kembali ke Jakarta.


"Masuk!" perintah Raja.


Gadis diam terpaku ragu, Raja mendekat kearah Gadis berdiri diam sejenak lalu dia menggendong Gadis ala bridal style membuat Gadis kaget seketika. Wajahnya langsung memerah karena malu. Walaupun hari masih pagi dan suasana tempat parkir sepi tapi ada Ruslan yang juga terkejut atas sikap spontan Raja.


"Aaaaahh!" teriak Gadis.


"Turunin Kang! Malu-maluin!" protes Gadis.


Raja tak menggubris protes Gadis, dia berjalan ke pintu belakang mobil yang di buka Ruslan dan menurunkan Gadis di jok belakang. Ruslan yang melihat hanya menahan senyum melihat ulah dadakan Raja.


Ruslan mulai menjalankan mobilnya meninggalkan area perkemahan Rawa Situ Gede. Wajah Gadis di tekuk mulutnya terkatup mencebik.


"Jangan merajuk, muka lu jadi kek nenek peyot," celetuk Raja melihat Gadis yang cemberut.


"Namanya nenek ya peyot," debat Gadis.


"Nah tuh tahu, makanya normalin tuh muka," balas Raja dingin.


"Tukang maksa, biarin aja kalau sampai jadi viral dan ibu mertua shock Akang yang harus tanggung jawab,"


"Itu urusan gue, lu tenang, happy dan duduk manis aja," balas Raja mengusap lembut tangan kiri Gadis.


"Kang," panggil Gadis sambil melirik Raja yang sibuk membalas banyak nya chat yang masuk ke teleponnya.


Memang sejak datang ke rawa gede Raja langsung nonaktifkan HP-nya, dia benar-benar tidak ingin diganggu selama proses terapi. Tak heran banyak panggilan dan chat yang masuk ke nomornya.


"Hmm," jawab Raja dengan mata dan jari jempol tak lepas dari hpnya.


"Buat tar malam Akang yang nentuin semuanya."


Raja langsung menghentikan aktivitas hp nya, matanya melirik ke kaca spion melihat Ruslan.

__ADS_1


"Lang, minggir dulu berhenti!" perintah Raja.


"Baik Tuan." jawab Ruslan langsung menepi menghentikan mobilnya.


"Pakai headset Lu, puter musik dangdut yang lu suka volume lu full in. Jangan lu berani lu buka kalau bukan gue yang buka headset lu dan ingat mata Lo harus fokus nyetir. Paham Lo?" tanya Raja.


"Iya Tuan saya paham," jawab Ruslan.


Ruslan pun lalu melakukan apa yang diperintahkan Raja. Mobil kembali melaju. Sepertinya perintah Raja konyol dan berlebihan, tapi Raja adalah orang yang sangat memperhitungkan segala sesuatunya.


"Aman," gumam Raja.


"Maksud lu untuk terapi malam ini gue yang nentuin gitu ya Neng?" tanya Raja menatap Gadis serius.


"Iya, nggak ada sarat apapun dari Gadis karena ini terapi yang terakhir." jawab Gadis balas menatap Raja.


"Tempat dan bunganya gimana sayang?" tanya Raja kembali.


"Akang yang nentuin semuanya, kalau masalah bunga nggak bawa juga nggak papa," jawab Gadis santai.


"Nong, boleh gue minta sesuatu Ama lu?" tanya Raja kembali dengan suara yang sedikit merendah.


"Kalau Gadis bisa berikan pasti Gadis akan berikan," jawab Gadis tanpa Ragu.


Raja memegang kedua tangan Gadis lalu menciumnya sambil memejamkan mata untuk sesaat. Raja menatap lurus wajah Gadis. Tatapan Raja dalam seperti ingin menembus relung hati Gadis.


"Tetaplah ada di samping gue walaupun terapi ini udah selesai, lu mau kan Neng?" tanya Raja penuh harap.


Sesaat Gadis menatap dalam manik mata Raja, Gadis bisa merasakan ada ketulusan dari sorot mata Raja dan juga dari kata-katanya.


"Apa itu artinya lu mau lanjut pernikahan kontrak kita?" tanya Raja ingin lebih memastikan.


"Seorang istri hanya mengikuti titah suaminya selama suaminya ada di jalan yang akan membawanya ke surga," jawab Gadis dengan tenang setenang aura wajahnya.


"Subhanallah, Solehah banget bini gue. Alhamdulillah ya Allah kau beri hamba bidadari berhati malaikat," puji Raja sambil mencium tangan Gadis berkali-kali.


Saat mobil mulai mau masuk jalur tol Gadis berkata,


"Pak Ruslan, jangan masuk tol dulu antarkan saya ke stasiun kereta." perintah Gadis.


"Ngapain ke stasiun Sayang, jangan bilang lu mau naik kereta ya?" tanya Raja menebak.


"Emang Gadis mau naik KLR ke Jakarta Kang, Akang mau ikut?" Gadis balik bertanya.


"Gak boleh lu harus pulang sama gue!" perintah Raja.


"Kang, udah bisa di pastikan kalau naik mobil pasti macet dan Gadis hari ini ada job untuk persiapan tuan Bian nanti malam. paling tidak sore ini Gadis sudah ada di lokasi acara. jadi akan lebih aman dan cepat kalau Gadis naik KRL," ucap Gadis memberi pengertian.


"Kalau begitu gue juga naik KRL." ucap Raja membuat Gadis membulatkan matanya.


"Serius Kang?" tanya Gadis tak percaya.


"Dua rius," jawab Raja sambil mengangguk mantap.

__ADS_1


"Pak Ruslan berhenti di depan ya," ucap Gadis.


Ruslan tak merespon dia tetap melajukan mobilnya. Raja menepuk pundak Ruslan cukup keras hingga Ruslan menghentikan mobilnya mendadak membuat Raja dan Gadis terhempas ke depan hampir membentur jok depan.


"Astaghfirullah!" teriak Raja dan Gadis bersamaan.


"CAPLANG! LU MAU BUNUH KITA YAAA!!" teriak Raja membuat Gadis menutup telinga dengan kedua tangannya.


Ruslan terlihat tegang dan menarik napas lalu dia menoleh ke belakang.


"Maaf tuan ada apa?" tanya Ruslan dengan wajah tak berdosa.


"LU MAU BUNUH KITA YAAA!!" teriak Raja sekali lagi.


"Maaf tuan Kenapa?" Ruslan kembali bertanya tak mengerti maksud perkataan tuanya.


Raja baru menyadari Kalau ada headset yang masih menyumpal telinga Ruslan lalu Raja menarik headset itu dan melempar nya begitu saja di jok depan.


"Pantes aja lu gak dengar teriakan gue. Ampe pita suara gue putus juga teriakan gue jadi angin lalu!" bentak Raja membuat Ruslan terhenyak.


"Maaf Tuan, tadi kan saya ikuti perintah tu-" ucap Ruslan belum selesai.


"Dah skip! jangan lu terusin alasan lu. Kalau lu terus ngomong bisa struk mulut gue tar!" bentak Raja kembali.


Mendengar kata-kata Raja tak urung membuat Gadis menahan tawa dengan menutup kedua mulutnya.


"Astaghfirullah Kang ngakak, ada ya struk mulut hahaha," Celetuk Gadis tertawa terbahak.


Raja mendelik ke arah Gadis.


"Buruan kita turun Nong, mending gue naik KRL sama lu daripada semobil sama dia bisa struk juga hati gue," dengus Raja kesal keluar mobil sambil membanting pintu.


Duk!


"Sabar pak Ruslan jangan di masukin hati," ucap Gadis.


"Dah biasa Nyonya hehehe." saut Ruslan tertawa.


"Makasih pak Ruslan hati-hati di jalan." ucap Gadis kembali sebelum turun dari mobil.


***


Di rumah Wijayanti.


Wijayanti telah selesai berdandan dia berkaca di depan cermin dengan memasang wajah dingin dan angkuhnya.


"Hari ini adalah hari terakhir terapi Bagus, aku akan mendatangi dukun sialan itu untuk memberinya peringatan. Besok pagi dia harus sudah keluar dari apartemen Bagus seperti kesepakatan yang sudah mereka buat berdua. Aku benar-benar sudah muak dengan anak dukun sialan itu yang sudah menguasai putraku begitu rupa. Lihat saja, kalau dia tidak mau keluar aku akan menyeretnya dengan paksa." gumam Wijayanti dengan wajah sinis.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


Bagaimana cara Wijayanti mengusir Gadis keluar dari apartemen Raja dan bagaimana pengalaman pertama Raja naik KRL bersama Gadis


Yuk ikuti episode selanjutnya.

__ADS_1


Terima kasih untuk vote like Gift dan juga Komentarnya 🙏🙏


__ADS_2