
..."Mengancam itu kebiasaan ku, gagal kenapa jadi ikut kebiasaan ku juga"...
...~Raja~...
_______________________________________________
Gadis keluar kamar Raja berjalan menuju dapur dia melihat Bu Santi yang sedang sibuk merapikan dapur.
"Bu, bisa minta tolong ajarin saya bikin sarapan kesukaan Akang?" pinta Gadis dengan wajah memohon.
"Boleh Nyonya, silakan," jawab Bu Santi bersemangat.
Pertama Bu Santi mengajarkan Gadis cara
membuat sandwich isi telur ceplok sayuran selada dan irisan tomat tipis-tipis. Bu Santi lalu mengajarkan Gadis cara menyeduh kopi kesukaan Raja, 2 sendok Kopi Hitam arabika + 1 sendok gula non kalori.
"Cuma ini Bu Santi?" tanya Gadis menatap makanan yang ada di depannya.
'Iya nyonya ini adalah makanan yang paling disukai oleh Tuan saat sarapan," jawab Bu Santi.
Dengan sebuah baki di tangannya di mana secangkir kopi panas dan sandwich diletakkan tak lupa setangkai mawar pink yang Gadis comot di ruang tamu, Gadis melangkah menuju kamar Raja. Saat memasuki kamar, Raja masih terlelap dalam mimpi.
Nampan sarapan Raja Gadis letakan di atas nakas samping tempat tidur Raja. Gadis berjalan ke jendela membuka tirai mematikan lampu dan kembali ke sisi duduk di samping Raja yang masih terlelap tidur.
"Kalau lagi tidur ternyata lumayan sweet si Akang, tapi kalau udah bangun semua kerut mukanya ngumpul jadi satu wkwk," gumam Gadis.
"Omong apa lu barusan?" tanya Raja masih dengan mata terpejam.
"Astaghfirullah, kirain masih mimpi Kang," sahut Gadis terkejut dengan membulatkan matanya.
"Iya lagi mimpi ketemu bidadari, e.. yang nongol anak lampir," celetuk Raja.
"Anak lampir? apaan sih gak jelas," protes Gadis menatap Raja kesal.
"Nenek-nenek jahat itu Mak Lampir, nah kalau anak jahat kaya lu berarti anak lampir. Bener kan kata gue," sahut Raja tidak mau kalah.
Gadis menahan diri untuk tidak melayani debat dengan Raja pagi ini sebelum tujuan nya tercapai.
"Kenapa? marah lu Nong? gue bilang lu anak Lampir karena semalaman lu udah bikin gue sakit kepala gara-gara begadang gak bisa tidur dan gue baru tidur habis sholat subuh. Lu tau kan gimana rasanya badan dan kepala kita kalau kurang tidur?" sungut Raja geram.
"Yes," sorak Gadis dalam hati karena tujuan nya semalam berhasil sambil tersenyum hingga gigi putih dan lesung pipinya terlihat jelas.
Melihat senyum menawan Gadis Raja terpaku sejenak seperti menikmati senyum indah itu tapi buru-buru dia menguasai diri agar tidak larut.
"Lu ngetawain gue ya Nong?" tanya Raja sambil mengerutkan jidat.
"Gak Akaaang, sini," jawab Gadis sambil menarik tangan Raja untuk bangun.
Gadis duduk di belakang Raja mulai memijat pelipis Raja dengan tekanan sedang membuat Raja memejamkan matanya menikmati pijatan Gadis yang tidak seperti biasanya.
"Tumben enak Neng pijatan tangan lu, gak seperti biasanya," puji Raja.
"Kang, emm boleh nanya gak?" tanya Gadis sambil tangannya memijit seluruh bagian kepala Raja sampai leher dan pundak.
"Apa?" Raja balik bertanya.
__ADS_1
"Kenapa akang memecat Michael, apa benar karena ODA bukan karena Akang kesal dengan berita di sosmed?" tanya Gadis tangannya masih terus memijat kepala Raja.
"Kenapa emangnya? lo nggak suka gue pecat dia? lo keberatan?" tanya Raja penasaran kenapa Gadis membahas hal itu sampai dia harus membangunkan tidur paginya.
"Tidak ada seseorang pun yang bisa menerima hal seperti itu tanpa alasan yang kuat kang," jawab Gadis datar.
"Dia pantas di pecat, karena saat kerja dia lalai," balas Raja.
"Tapi kan sekarang dia sedang mengobati kecanduannya, emang gak bisa Kang dia akang kasih kesempatan?" tanya Gadis sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Raja.
Perlakuan Gadis membuat dada Raja turun naik tidak biasanya Gadis bersikap manja dan romantis. Sesaat Raja menikmati apa yang Gadis lakukan menghirup wangi aroma melati di padu dengan aroma buah Cherry yang menguar dari tubuh Gadis menenangkan perasaan Raja.
"Wait tunggu dulu, lu lagi ngerayu gue buat tuh cowok ya?" Raja bertanya seakan baru menyadari apa yang Gadis lakukan adalah untuk mengelabui nya.
"Nggak, cuma-," kalimat Gadis menggantung.
"Sudah lah Kang, jangan di bahas lagi. Sekarang Akang sarapan dulu ya, ini Gadis yang bikin dibantu sama Bu Santi. Kata Bu Santi ini sarapan kesukaan Akang," Gadis mulai menghentikan pembahasan tentang Michael.
Gadis mengambil nampan sarapan Raja lalu mengambil secangkir kopi yang masih panas.
Ada perasaan senang di hati Raja mendapatkan perlakuan seperti ini dari Gadis. Raja terus memperhatikan Gadis.
"Jangan lama liatin nya tar jatuh cinta loh," cetus Gadis seperti menyadarkan Raja.
"Sama lo? mana ada gue jatuh cinta ama cewek kencur kek lu, bisa gila gue bakal tiap hari lu kerjain," bantah Raja sambil meniup kopinya.
"Masa? yakin? Awas aja kang kalau ampe bucin ama Gadis bakal potek tuh hatinya wkwkwk," canda Gadis membalas sambil tertawa.
"GAK-BA-KAL!" pekik Raja di telinga Gadis membuat Gadis meringis dengan mata terpejam.
"Ya udah Kang Gadis mau turun," sambung Gadis berdiri dari duduknya.
"Tunggu! tar dulu temani sarapan dulu," Perintah Raja.
"Udah siang Gadis ada syuting pagi tar takut telat Kang," Gadis beralasan.
"Kesempatan buat balas dendam semalam nih," batin Raja tersenyum menyeringai.
"Gue mau pakai tu anak lagi tapi ada syaratnya!' teriak Raja hingga membuat langkah Gadis terhenti di pintu kamar Raja.
Gadis berbalik badan tersenyum.
" Katakan Kang," pinta Gadis bersemangat.
"Gak jadi," tolak Raja saat melihat Gadis begitu bersemangat.
"Ih gak konsisten, gak jelas," sungut Gadis cemberut sambil melengos.
"Nong! lu suka ya ma dia?" tanya Raja.
*Gak, knp? jangan bilang Akang cembokur ya?" Gadis menelisik dan perasaan nya mengatakan kalau Raja cemburu.
"Pede amat sih kalau ngomong lu Nong! Ok gue akan pakai dia asal lu penuhi syarat gue," tantang Raja.
"Oke Kang, apa syaratnya?" tanya Gadis.
__ADS_1
"Pertama buat kan gue sarapan tiap pagi seperti hari ini," ucap Raja.
"Oke siap Tuan Raja yang terhormat," Gadis menyanggupi.
Kedua, mulai malam ini kita tidur bersama," Raja berkata sambil memainkan alisnya.
"Ikuti keinginanku, itu yang terakhir," lanjut Raja.
Gadis diam sesaat.
"Oke nggak masalah, asal tidak menyangkut privasi. Bagaimana deal?," sahut Gadis.
Raja bangkit dari tidurnya membuang selimut asal lalu berjalan mendekati Gadis.
"Oke deal, sekarang permintaan pertama," Raja memajukan wajahnya mendekat ke Gadis.
"Give me kiss morning now," goda Raja.
Gadis memencet hidung dan mengibas-kibaskan tangannya.
"Bau gak mau!" teriak Gadis dengan suara sengau.
"Masa sih?" Raja mengeluarkan nafasnya lewat mulut yang di hadang tangannya lalu mencium sendiri bau napasnya.
"Tumben napas Raja bau biasanya bau kasturi wkwkwk," ucap Raja sambil tertawa.
"KISS MORNING KISS MORNING GOSOK GIGI DULU KANGGG!" teriak Gadis sambil berlari.
"Hahaha," Raja tertawa terpingkal hingga berguling di kasur melihat tingkah Gadis dan dirinya.
***
Rumah Wijayanti.
Pagi ini Wijayanti kedatangan calon menantunya Vivian, di meja makan tampak Wijayanti Vivian dan Ifi sedang menikmati sarapan bersama. Vivian sengaja di undang untuk membicarakan pesta ulang tahun Raja nanti malam.
"Sudah selesai semua persiapan untuk nanti malam Fi?" tanya Wijayanti.
"Sudah beres semua Mbak Yu," jawab Wijayanti.
"Mami, bisa kan Mami bujuk Mas Raja untuk cepat menikahi ku Mam. Kalau perlu umumkan tanggal pernikahan kami sebulan lagi nanti malam Mam," bujuk Vivian.
"Uhuk uhuk uhuk," Wijayanti tersedak mendengar permintaan Vivian.
____________
Hmm apa jawaban Wijayanti dengan keinginan Vivian. Bagaimana dengan pesta ulang tahun Raja apakah akan ada kejutan spesial.
Yuk yang masih pengen tau ikuti next episode nya.
Jangan lupa kakak like dan jadikan favorit ya
komentar nya juga.
Makasih yang sudah kasih like vote dan gift smua penyemangat author 🤗🤗🙏🙏
__ADS_1