Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Hidup 100 Tahun Lagi


__ADS_3

..."Kamu tidak perlu repot-repot untuk menyukai ku, aku bukan Bidadari yang pantas di tunggu"...


...~Gadis~....


LIKE LIKE KAKAK 🙏🙏🙏


...~~~~~~~~~~~...


Begitu turun dari pesawat Gadis menyalakan hp-nya terlihat banyak notif pesan dan panggilan yang masuk di hp-nya terutama dari Bee.


"Pasti ada job." batin Gadis dia Lalu menekan nomor Bee dan menghubunginya.


"Assalamu'alaikum Mister ap-." ucap gadis Belum selesai sudah terpotong.


"Waalaikumsalam, Dis! buruan kamu datang ke sini. Mister butuh banget bantuan kamu cepet ya, enggak pakai lama nanti Mister Sherlock alamatnya," perintah Bee seperti jalan kereta tanpa titik dan koma.


BiP.


"Mister!" belum sempat menjawab, Bee sudah menutup teleponnya lalu tak lama kemudian notif pesan Sherlock masuk ke HP Gadis.


"Huh, capek nya belum juga ilang." dengus Gadis sambil mengangkat pundak dan menghembuskan nafasnya kasar.


"Pak Pras saya gak langsung pulang, saya naik taksi saja. Tapi saya minta tolong kalau tidak keberatan titip barang saya dan satu lagi tolong bilang Kang Raja buat siapin bunga kenangan7 biji." pesan Gadis kepada Pras meminta tolong.


"Baiklah kalau begitu, nanti akan saya sampaikan." Saut Pras.


Gadis langsung bergegas pergi mencari taksi yang banyak berjajar di depan pintu keluar Bandara.


Pras yang menatap kepergian Gadis sedikit menggelengkan kepala sambil mengangkat salah satu sudut bibirnya ke atas.


"Gadis yang aneh." gumam Pras.


***


Hari sudah menjelang sore saat Raja tiba di bandara. Begitu keluar dari pintu kedatangan bandara Pras sudah menyambutnya.


"Bos ada sedikit masalah dengan Nahyomg grup," kata Pras memberi laporan.


"Mereka tetap tidak ingin menjual saham mereka Bahkan mereka memutuskan kerjasama dengan perusahaan kita secara sepihak." laporan Pras saat keduanya ada di dalam mobil.


"Sombong amat mereka, Kamu sudah selidiki belum? apa ada orang kuat di belakang mereka?" tanya Raja dengan wajah serius.


Jika sesuatu menyangkut Alex sepertinya Raja tidak bisa bersikap santai, apalagi jika ingat dengan kejadian yang menimpa Gadis, darahnya langsung mendidih.


"Sepertinya begitu bos, karena yang saya dengar ada perusahaan dari Paris yang mengucurkan dana untuk perusahaan Alex, sehingga perusahaan mereka berani memutuskan kongsi dengan perusahaan kita," jelas Pras.


"Lo selidiki perusahaan siapa itu. Gue mau dalam pekan ini, semua masalah yang berkaitan dengan Nahyomg group sudah selesai," titah Raja.


"Ada satu hal lagi yang mau saya laporkan bos." kata Pras tenang.


Pras paling tau kalau bicara Gadis harus hati-hati karena Raja sangat sensitif jika menyangkut Gadis.


"Apalagi?" tanya Raja tanpa melihat ke Pras tapi tatapan mata tak lepas dari benda pipih di tangannya.


"Nyonya tadi pamit gak langsung pulang ke apartemen bos." kata Pras hati-hati.

__ADS_1


"Oh." Saut Raja singkat tak seperti biasanya.


"Tumben amat si Jaja cuma bilang oh, jangan-jangan dia belum minum obat apa ya?" batin Pras heran dengan sikap Raja yang tidak seperti biasanya.


"Ada satu lagi Bos." kata pas lebih santai melihat Raja tenang saat mendengar berita tentang Gadis.


" Nyonya pesan supaya Bos nyiapin bunga kenanga 7 biji malam ini" lanjut Pras)


"WHATTTT!" lengking Raja membuat dada Pras dan Ruslan berdebar hebat hingga bola mata keduanya membulat dan mulut ternganga.


"Gila tuh Jenong kenapa gak telpon gue kalo malam ini-!" Raja langsung menghentikan kata-katanya.


"Malam ini Kenapa bos?"tanya Pras heran melihat ekspresi Raja yang 180° berubah.


"Gak penting buat lo tau! sekarang juga cari bunga kenanga cepat!" titah Raja dengan wajah sangarnya.


"Cari kemana Lan?" tanya Pras pada Ruslan.


"Tukang kembang coba Pak," saran Ruslan.


"Gue juga tau kali Lan, yang gue pengen tahu di mana tukang kembang yang terdekat dengan posisi kita?" sungut Pras kesal.


"Wah kalau itu mah lebih baik kita tanya aja sama Mbah Google Map Pak Pras, Pasti beliau lebih tahu." saut Ruslan.


"Beliau! lu Kate die pejabat apa? pengen gue jitak tuh pala lu?" geram Pras mendengus kesal.


Plok Plok.


Raja memukul pundak Pras dan Ruslan dengan gulungan majalah yang ditemukan di belakang jok sopir.


"Jenong! Kapan setiap terapi lu Gak bikin gue darting." keluh Raja kesal sambil memijit pelipisnya.


Raja beberapa kali mencoba menghubungi nomor Gadis tapi tidak diangkat, mungkin karena waktunya bertepatan saat salat magrib jadi Gadis tidak mengangkat teleponnya.


"Caplang! Cari masjid dulu kita salat magrib biar nggak terlalu panas kepala kena air wudhu." titah Raja.


Tak berapa lama mereka menemukan sebuah masjid di pinggir jalan berdekatan dengan sebuah pemakaman umum.


"Itu di depan ada masjid tuan, apa kita mau berhenti di situ?" tanya Ruslan dengan hati-hati takut Raja menolak karena masjid itu berdekatan dengan pemakaman.


"Cari yang lain coba." titah Raja.


"Tapi maaf kan waktu magrib udah sangat mepet Sebentar lagi udah mau masuk Isya bos," kata Ruslan yang ahli ibadah kalau ingat.


"Iya juga sih, udah sholat di sini saja." titah raja setelah dipikir-pikir perkataan Ruslan ada benarnya.


Mobil mereka memasuki halaman parkir masjid yang sudah dipenuhi oleh beberapa motor dan juga mobil.


"Alhamdulillah masjid nya rame tuan. Padahal waktu magrib sudah lewat." ucap Ruslan.


"Pras Ayo kita ambil wudhu dulu." ajak Raja berjalan mendahului Pras di depan.


Setelah mereka bertiga wudhu, mereka lalu masuk ke dalam masjid lewat pintu samping bukan lewat pintu depan. Di depan ada 4 shaf Orang-orang sedang melakukan salat. Mereka bertiga pun langsung bergabung menjadi makmum diantara barisan itu.


Setelah bacaan Al-fatihah iman tidak membaca surat tapi membaca sholawat. Ruslan langsung tau bahwa ini adalah sholat jenazah, sementara Pras dan Raja terlihat bingung tapi tetap mengikuti imam dan yang lainnya sampai selesai.

__ADS_1


Setelah setelah salam Ruslan menarik tangan Raja untuk ke barisan depan untuk sholat maghrib.


"Ngapain kita sholat lagi Lan, kan tadi udahan." kata Raja bingung tanpa melihat ke belakang.


"Tadi bukan sholat maghrib tuan, sekarang kita sholat dulu aja." ajak Ruslan buru-buru.


Ruslan pun menjadi imam untuk keduanya. Saat tahiyat rakaat terakhir suasana mendadak rame.


"Awas hati-hati angkat kerandanya!" teriak seseorang dari belakang membuat jantung Raja seketika berdegup kencang mendengar kata Keranda.


Raja tetap berusaha untuk konsentrasi dan khusyuk dalam sholat sampai bacaan salam.


"Pelan-pelan angkat kerandanya yang seimbang takut jenazahnya jatuh!" perintah seseorang membuat Raja gemetar dan memegang lengan Pras kuat hampir mencengkeram.


Pras yang tau Raja Phobia langsung mengeluarkan headset dari saku celananya dan memakaikan di telinga Raja agar Raja tidak mendengar suara-suara pengiring jenazah.


"Astaghfirullah astaghfirullah astaghfirullah....,"


kalimat yang keluar dari bibir Raja.


Pras menengok kebelakang dia melihat mata Raja terpejam dengan wajah yang sangat pucat. Keringat mulai menetes di pelipis Raja, Pras sendiri merasa dinginnya tangan Raja yang mencekal lengannya.


"Udah pergi belum Pras?" suara Raja bergetar.


"Bentar lagi bos Masih ada di halaman masjid." ucap Pras.


"Lama amat sih, perut gue udah mules Dodol." keluh Raja.


Phobia membuat Raja panas dingin aliran darahnya begitu terasa menjalar di sekujur tubuhnya hingga membuat semua bulu berdiri merinding tak karuan. Rasa mual juga mulai memenuhi perutnya hingga dia ingin muntah.


"Laa ilaaha illallah. Laa ilaaha illallah. Laa ilaaha illallah ." suara pelayat yang mengantarkan jenazah keluar dari halaman masjid semakin lama semakin samar tak terdengar.


"Bos, udah pergi jenazahnya," ucap Pras membuat Raja mulai tenang.


"Anterin gue dulu ke toilet Pras," perintah Raja.


Raja di bantu Pras dan Ruslan berdiri badannya masih terasa lemah, mereka bertiga ke toilet beberapa orang memperhatikan mereka terutama Raja.


"Temannya sakit Mas?" tanya salah satu pengurus Masjid melihat raja yang di Papa.


"Gak Pak Haji cuma kesemutan saja kakinya karena terlalu lama duduk."saut Pras membuat alasan.


"Hati-hati mas lantai kamar mandi licin, bapak tadi yang baru saja meninggal karena tadi siang jatuh di kamar mandi." pesan Pak Haji.


Deg


Raja yang mendengar terlonjak kaget dan langsung berdiri tegap.


"Buruan! Kita cari kenangan. Makasih pak Haji, Assalamu'alaikum." pamit Raja langsung bergegas pergi menuju mobil nya di ikuti Pras dan Ruslan dengan wajah heran saling menatap.


"Bos gak jadi ke toilet?" tanya Pras berjalan cepat mengimbangi langkah Raja.


"Lu mau nasib gue kek orang yang barusan di bawa ke kuburan? Gue masih mau hidup 100 tahun lagi Prasetyo!" bentak Raja langsung masuk ke mobil nya.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


Bagaimana kisah Raja mencari kenanga yuk ikuti episode selanjutnya Totok Pembangkit.


__ADS_2