Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Tertipu


__ADS_3

..."Sebelum kamu mainin perasaan ku jangan lupa pencet tombol starnya dan LIKE" ...


...~Raja~...


LIKE LIKE VOTE FAVORIT JANGAN LUPA πŸ™


...~~~~~~...


Raja tak mampu bicara hanya matanya yang membulat seperti mata panda.


"Kak Ray tunggu Gadis di luar, ada yang mau Gadis omongin dulu sebentar sama Tuan Raja." Gadis berkata sambil melepaskan genggaman tangan Ray.


"Oke beb, jangan pakai lama ya," balas Ray lalu dia berjalan keluar dari ruang kerja Raja.


Gadis menatap Raja kali ini dengan tatapan serius, ditatap seperti itu Raja menjadi salah tingkah dan tak nyaman.


"Kenapa diam Kang? Akang sekarang sudah tahu kan siapa Ray? Ayo ngomong! Gadis pengen tahu komentar Akang," desak Gadis.


"Ck ck apa pantas akang cemburu sama dia?" kembali Gadis berdecak.


"Salah sendiri dia, kenapa penampilan nya seperti itu, gue yakin setiap orang yang liat dia pasti akan berpikir kek gue," Raja berkelit.


"Oke kalau itu alasan Akang Gadis terima, tapi Gadis masih gak bisa nerima, kenapa Akang sebagai suami Gadis nggak percaya sama Gadis dan nuduh Gadis selingkuh?" pertanyaan yang Gadis lontarkan hingga membuat Raja terdiam.


"Kalau Gadis mau disentuh oleh laki-laki yang bukan mahram, buat apa kita menikah. Bukankah lebih baik Gadis menerima tawaran uang miliaran untuk terapi Akang," cecar Gadis lagi.


Raja terdiam terpaku apa yang di katakan Gadis benar, kenapa dia tidak mempercayai Gadis padahal Raja tau bagaimana susah nya mendapatkan Gadis.


"Sekarang katakan apa akang masih tidak percaya sama Gadis?" pertanyaan Gadis yang membuat hati Raja serasa terhimpit batu besar.


"Maaf Neng, gue salah," lirih suara Raja hampir tak terdengar.


"Apa? Gadis tak dengar akang ngomong apa. Coba lebih keras," pinta Gadis membuat Raja canggung karena egonya.


"Iya ma-af," bisik Raja pelan sambil matanya melihat ke arah lain.


Gadis menarik tangan Raja, membuat Raja kembali duduk di kursi kerja nya, kedua tangan Gadis memegang kedua pipi Raja hingga sekarang wajah Raja tepat berhadapan dengan wajahnya.


"Katakan dengan jelas, Gadis pengen dengar agar akang dan Gadis selalu ingat bahwa hubungan kita adalah hubungan terapi. Kalau akang bersikap paranoid itu akan punya pengaruh buruk untuk kelancaran kesembuhan akang. Jadi belajar lah untuk sabar, tahan emosi Akang dan minta maaflah kalau salah, jangan di tahan karena gengsi itu tidak baik buat akang," panjang lebar Gadis menyampaikan isi hati nya.


Kata-kata Gadis yang belum genap berusia 18 tahun membuat Raja merasa malu pada dirinya yang sudah berkepala tiga tapi pola pikirnya masih seperti anak-anak.


"Iya Neng Gadis yang tersayang Akang minta maaf gak bakal ngulangin lagi." Raja berkata dengan suara menyakinkan.


"Nah gitu dong, kalau salah harus berani minta maaf jangan kayak Squidward," puji Gadis sambil melepaskan tangannya.


Raja menarik tubuh Gadis hingga dia jatuh di pangkuan Raja. dan Raja langsung memeluk dengan erat.


"Kang lepasin, Ini kantor bukan di rumah. Nanti kalau ada yang tiba-tiba masuk gimana?" tanya Gadis gugup dengan sikap Raja.


"Gampang kalau ada yang masuk tinggal gue pecat," balas Raja sambil mencium lengan atas Gadis.


"Yakin?" tantang Gadis.


"Hmm, lu pake parfum apa sih Nong? Wanginya bikin gue nyaman dan-," Raja menggantung kata-kata nya.

__ADS_1


"Minyak nyong-nyong," jawab Gadis sambil tertawa.


"Baru dengar gue tuh minyak wangi merek nyong-nyong," ucap Raja heran dengan jawaban Gadis.


"Udah ahh Kang lepasin, lagian kasian Kak Ray kelamaan nunggu Gadis." pinta Gadis.


"Biarin aja ada si dodol paling juga gelut mata tuh berdua," sahut Raja sambil mengusap telapak tangan Gadis.


"Nong, gue heran sama temen lu si Ray, dia punya pacar gak atau jangan-jangan dia les-," belum sempat Raja menyelesaikan kalimatnya Gadis sudah penutup mulut Raja dengan jari telunjuk kanannya.


"Jangan suudzon sama orang, dosa Kang." ucap Gadis berbisik.


Raja menatap Gadis pandangan matanya jatuh pada Bibir Gadis, dengan lembut kedua tangan Raja menyusup di belakang kedua telinga Gadis membuat Gadis memejamkan matanya.


Mulut Gadis sedikit terbuka dan ini semakin membuat hasrat Raja kian menanjak perlahan Raja mendekat kan bibir nya dan menyentuh lembut Bibir Gadis.


"KETERLALUAN YA KALIAN!!" lengkingan suara Wijayanti mengagetkan kedua pasutri yang sedang berciuman.


Spontan Gadis berdiri dan mendorong Raja karena kaget hingga kursi Raja terdorong keras


Buuukk


"Aaaaaagghh," teriak Raja saat kursinya membentur dinding dan stand hanger yang terbuat dari kayu jati cukup keras hingga stand hanger rubuh menimpa kepala Raja.


"AKANG, DEMITT!!" teriak Gadis dan Wijayanti secara bersamaan saat melihat Raja yang terjatuh dari kursi dan tertimpa stand hanger.


Mereka berdua lari bersamaan hendak menolong Raja, tapi saat keduanya mendekat Wijayanti mendorong tubuh Gadis menjauh dari Raja hingga Gadis terjungkal ke belakang.


Gadis berdiri dan menjauh.


Gadis langsung bergegas pergi meninggalkan ruang Raja tanpa berpamitan, saat di luar mata Gadis bertatapan dengan Pras terlihat sekali sorot kebencian dimata Pras.


"Ayo kak, kita pergi." ajak Gadis kepada Ray.


Mereka berdua pergi meninggalkan Kantor Raja, Gadis menggamit lengan Ray bergelayut manja. Bagi Gadis Ray seperti kakak kandung nya sendiri terpaut 7 tahun Ray menjadi sosok yang selalu ada dan bisa Gadis andalkan di saat apapun.


***


"Kalian berdua sudah gila ya! bermesraan di kantor. Apa kamu pengen seluruh tanah air tau tentang hubungan kalian hah?" hardik Wijayanti meradang melihat kelakuan putra tunggalnya.


"Kalau bukan demi kamu, sudah mama bikin rujak bebek tuh anak dukun kurang ajar itu." gerutu Wijayanti.


Raja masih meringis kesakitan, jidatnya benjol akibat tertimpa stand hanger. Wijayanti mengompres jidat Raja dengan menggunakan nasi panas yang dibungkus kain. Mulut nya tak berhenti mengomel.


"Setiap kali mama ingat Dukun kencur busuk itu, rasanya kepala mama langsung pusing tujuh keliling. Dan ini semua gara-gara kamu demitt!!"


Plak plak plak.


"Aaaww aaaaww aaaww!!" pekik Raja saat tiga tamparan Wijayanti mendarat mulus di punggung nya.


"Udah mah sakit, tega amat mama sama anak sendiri. udah kepala benjol masih di aniaya," protes Raja.


"Kalau bukan anak sendiri mama sokorin kamu sampai tujuh turunan ngerti!"


"Nih! kamu kompres sendiri telor di jidatmu! kalau semenit lagi mama liat kamu bisa-bisa mama terkam kamu!" Wijayanti berucap sambil meletakkan nasi panas di paha Raja sontak membuat Raja melompat berdiri karena pahanya terasa terbakar.

__ADS_1


*Aaaaww! panas Mama!!" teriak Raja.


.


Wijayanti melihat paha Raja lalu beralih ke wajah putra nya sambil melotot tajam.


"Sokorrrrr!" ejek Wijayanti dengan bibir manyun dan pergi meninggalkan Raja yang kesakitan.


"Mamaaaa!" teriak Raja tak digubris Wijayanti.


"Sialan ini semua gara-gara dodol buluk," dengus Raja.


Raja berjalan ke pintu dan berdiri di tengah dengan berkacak pinggang dan mata melotot.


PRASETYOOOOO!!" teriak Raja melengking membuat siapa yang sedang ada di lantai itu kaget dan meringis karena sakit telinga.


"Waduh bakal kena comot nih kuping, apa lagi salah gue?" bisik Pras yang bersembunyi di balik meja sekertaris.


"Pak Pras," panggil Aida sekertaris Raja berbisik.


"Husss, tar gue lagi nyiapin nyali," Pras berbisik.


"KELUAR LO, 1-2-!"


"Hadir." sahut Pras lemah dan berdiri berjalan gontai menghampiri Raja.


"Masuk!" perintah Raja dengan mata memandang tajam ke arah Pras, sementara Pras hanya tertunduk.


Raja langsung menarik sedikit ujung jambang Pras yang ada di dekat telinga kiri ke atas.


"Aaaaww ampun bos sakit!" Pras mengaduh.


"Ini gak seberapa di bandingin jidat sama paha gue! lu liat nih DODOL BUSUK!!"


"Tapi saya salah apa bos?" tanya press tak paham dengan hukuman yang dia dapat.


"Salah lu Karena lu nggak ngasih informasi dengan cepat dan akurat tentang Ray!" bentak Raja.


"Iya Bos ini saya sedang mencarinya, tapi tolong lepasin sakit," rengek Pras kesakitan terlihat sekali kulit yang ditarik memerah.


"Enggak perlu gue udah enggak butuh lagi! karena gue udah tahu siapa die!" bentak Raja.


"DIA BETINA DODOLLL!!"


Seketika Pras terperanjat dengan mata membulat.


😱😱😱😱😱😱😱🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣


Wah masih berani tak Raja pecat mamanyaπŸ€” Aduh tertipu ternyata kang Raja sama Pras


cek dan ricek dulu dong sebelum nuduh πŸ˜‚


Yuk yang masih pengen tau kisah Raja dan Gadis stay ya next episode nya.


Jangan lupa like vote gratis nya akak yang baik πŸ™πŸ€—

__ADS_1


Makasih untuk gift nya πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2