Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Menangis


__ADS_3

Suara alam membangunkan Gadis ditambah dengan udara pagi yang super dingin membuat seluruh persendian terasa ngilu. Saat matanya terbuka manik mata itu langsung menangkap raut wajah tampan dengan rahang kasar berkarakter yang sedang terlelap.


"Kalau tidur kenapa jadi imut kaya panda ya," gumam Gadis spontan sambil tersenyum.


Mata Gadis memandangi wajah suaminya sampai tidak sadar jika pemilik wajah itu telah terbangun dari tidurnya dan masih pura-pura memejamkan matanya.


"Jangan terlalu lama lu liatin ketampanan gue ntar bikin lu nangis," kata Raja spontan masih dengan mata terpejam.


"Astaghfirullah kirain akang masih tidur, Emang kenapa kalau Gadis liat wajah Akang bikin Gadis nangis?" tanya Gadis polos dengan mata bulat menatap Raja.


"Kalau wajah tampan gue nggak ada, lu bakal nangis karena merindukannya hahaha," ucap Raja sambil tertawa lepas.


"Iihh bukannya sebaliknya Kang?" tanya Gadis balik menggoda Raja.


Raja membuka matanya dan menatap wajah di depannya.


"Apa ini kode yang lu kasih ke gue?" suara Raja terdengar serius menatap dalam manik mata Gadis.


Entah mengapa baru kali ini Gadis merasakan perasaan aneh di tatap seperti itu oleh Raja, ada rasa canggung dan tidak nyaman. Hatinya yang biasanya datar sedikit terusik.


"Mungkin karena malam ini terapi terakhir," batin Gadis menenangkan hatinya.


Raja terus menatap Gadis seakan sedang menghakimi perasaan Gadis untuk mendapatkan kepastian.


"Jangan gitu dong Kang lihatin nya," ucap Gadis tanpa berani menatap Raja tak seperti biasanya.


"Hmm, ternyata bini gue masih tetap cantik walaupun masih ada Belek dan ilernya," kata Raja mencairkan suasana canggung.


Spontan perkataan Raja membuat Gadis menutup wajahnya dengan salah satu tangannya sambil jarinya membersihkan ujung tiap sudut matanya.


"Awas mau bangun," ucap Gadis menarik sleting sleeping bag yang mereka pakai untuk tidur.


Setelah terapi semalam Raja meminta Gadis untuk tidur dalam satu sleeping bag dengan alasan Raja takut jangkrik, Padahal itu alasan klise yang Raja rencanakan agar memeluk Gadis semalaman.


Raja memeluk tubuh Gadis dengan erat untuk menahan agar Gadis tidak bangun.


"Masih dingin, Jangan bangun," kata Raja sambil tersenyum menggoda.


Gadis terlihat mulai canggung dan kikuk terlebih lagi dia tidak nyaman dengan aroma napasnya yang belum gosok Gigi.


"Ih apaan sih, Orang mau sholat takut kesiangan subuh nya," tolak Gadis membuat Raja melepaskan pelukannya mau tak mau dan membantu Gadis membuka sleeping bag.


"Nong terus kita mandi junub di mana?" tanya Raja memegang lengan Gadis.

__ADS_1


Sejenak Gadis berpikir, sebetulnya ada toilet umum yang tersedia tapi jarak nya lumayan jauh dan kondisinya kurang nyaman.


"Masak mau mandi di Rawa Nong, gue gak mau kalau ada ular apa lintah gimana? Hiihh," ucap Raja sambil bergidik.


"Akang ikut Gadis, ada tempat yang seru buat kita mandi Kang," ajak Gadis menarik tangan Raja.


"Tunggu bentar Kang ada yang ketinggalan," ucap Gadis melepaskan tangan Raja dan berbalik masuk ke dalam tenda.


Sesaat kemudian Gadis sudah keluar dari tenda dengan tas ransel miliknya.


"Mau mandi ngapain bawa-bawa tas butut!" dengus Raja kesal setiap melihat tas ransel merah maroon motif bunga milik Gadis.


"Sensi amat sih Kang Kalau lihat tas Gadis," ucap Gadis mencebik.


"Bukan sensi Jenong, tuh tas ransel lo udah butut kenapa nggak beli yang baru? Lu bisa kan beli sama yang baru. Kalau emang lu suka sama modelnya atau warnanya beli lagi aja yang sama persis." usul Raja.


"Beli sih gampang tapi ini tas kenangan dari di-" suara Gadis tercekat tiba-tiba menghentikan kalimatnya.


"Di apa? Napa lu gak terusin" tanya Raja curiga.


"Gak penting Kang, buruan cari tempat mandi keburu kesiangan subuhnya." ajak Gadis menarik tangan Raja.


"Di? maksud Jenong dia apa di mana? Hadeh bikin pusing aja tuh bini kalo ngomong patah-patah," dumel Raja masih penasaran dalam hati.


Setelah menuruni tebing di jalan setapak yang berembun dengan alas batu-batu kerikil yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah tangga sampailah mereka di sebuah muara air terjun.


"Kita mandi di sini Kang," ucap Gadis sambil tersenyum.


"Boleh juga." saut Raja sambil manggut-manggut.


"Ayo kita cari tempat diantara batu-batu besar itu jadi nggak bisa ngentip.' ajak Gadis mulai berjalan melangkah diantara batu-batu dengan cara meloncat dari batu satu ke batu yang lain.


"Nong tunggu,!" teriak Raja menyusul gadis dengan hati-hati meloncat di antara batu-batu.


suasana air terjun benar-benar sepi hanya terdengar suara binatang hutan seperti kicau burung dan suara ungko siamang binatang primata yang berbunyi nyaring dan paling berisik.


Gadis dan Raja saling bergandengan meniti batu-batu untuk mendapatkan tempat yang aman dan tersembunyi yang akan mereka gunakan untuk mandi bersama.


"Nah di sini aja Nong aman," usul Raja saat menemukan tempat yang lumayan luas dengan batu yang mengelilinginya



"Great and awesome place Kang," saut Gadis mengacungkan jempol ke arah Raja.

__ADS_1


Gadis membuka sweater dan juga celana panjang serta hijabnya, dia menyisakan kaos oblong warna putih dengan celana Legging warna hitam.


"Ayo buka Kang bajunya masak mandi berenang pake Hoodie ma celana jeans." goda Gadis.


"Dingin Nong aggghhrrr!" saut Raja sambil mendekap tubuhnya merasakan hawa dingin yang luar biasa.


"Terus nggak mandi junub? Nggak salat subuh? Udah Kang buruan keburu siang nanti ada yang lihat, belum lagi nanti kita salat subuhnya kesiangan Kang," paksa Gadis sambil membantu melepaskan hoodie yang dipakai oleh Raja.


Kini Raja hanya mengenakan kolor pendek dan kaos oblong polos dengan tangan masih memeluk tubuhnya dan bibirnya gemetar karena kedinginan.


"Bismillah hirohman nirohim" ucap Gadis lebih dulu menceburkan diri ke air sungai yang cukup dalam di bawah air terjun.


BYURRR.


Untuk beberapa detik Gadis langsung menyelam dan tak muncul di permukaan air. Raja terlihat mulai tampak cemas.


"Nongg!" teriak Raja.


Tanpa pikir panjang Raja langsung menceburkan dirinya ke dalam sungai yang berbentuk kolam dikelilingi batu besar. Raja menyelam lebih dalam, air sungai yang jernih membuat Raja tak kesulitan melihat kedalaman sungai.


"Jenong di mana kenapa gak ada?" batin Raja terus menyelam tapi sosok Gadis tak dia temukan.


Raja semakin panik, dia benang ke atas permukaan air untuk mengambil udara sesaat kemudian dia kembali menyelam ke dasar untuk mencari gadis. Raja menyelam di antara bebatuan. Saat Raja kembali berenang di permukaan, Raja berteriak sekuat tenaga.


"NONGGGG!!" suara Raja menggema bersaing dengan ungko siamang.


"Apa Kang gak usah teriak," saut Gadis tiba-tiba muncul dari balik salah satu batu besar.


"PUAS LO BIKIN GUE PANIK!!" bentak Raja membuat Gadis terhenyak kaget.


"Maaf ta-di Gadis ma- hiks hiks hiks hiks." Gadis bicara tergagap sambil terisak.


Melihat gadis menangis membuat ekspresi Raja tiba-tiba berubah.


"Nong ma-af maksud gue-" Raja menjadi salah tingkah dan serba salah.


Raja belum pernah melihat Gadis menangis sebelumnya, dan itu membuat hati Raja ikut sedih.


"Nong, gue bentak lu karena gue cemas banget, gue takut terjadi hal buruk sama lu, please jangan nangis Nong." Raja memohon sambil memeluk Gadis.


"Maafin gue Neng." Raja terus membujuk sambil mencium pucuk kepala Gadis yang basah.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


Terimakasih untuk semua dukungan nya 🙏🙏


__ADS_2