Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Hasrat Ku Untuk Gadisku


__ADS_3

..."Jika kamu bisa membuat ku mencintaimu, Aku juga akan bisa membuatmu cinta padaku"...


...~ Raja~...


Zee terdiam dalam ragu saat ini hati Zee benar-benar panas melihat kemesraan antara Raja dan Gadis di depannya. Tapi bukan Zee namanya kalau tidak bisa cepat menguasai diri. Dia adalah seorang wanita dewasa dan matang secara emosional mampu mengendalikan dirinya.


Zee melangkahkan kaki masuk ke dalam lift, dia berdiri tepat di samping Raja, posisinya sekarang Raja diapit oleh dua orang perempuan, di sebelah kanan istrinya dan di sebelah kiri mantan kekasihnya.


"Kebetulan sekali Raj kita bertemu, ada satu hal penting yang ingin ku bicarakan denganmu," ucap Zee tenang menatap lurus kedepan tanpa menoleh ke arah Raja.


"Gue nggak ada waktu," Saut Raja dingin.dan acuh.


Gadis mengusap lengan Raja lembut sebagai kode agar Raja bersikap tenang.


"Ini menyangkut masalah Nahyong," ucap Zee memancing Raja.


Zee sangat tahu jika menyangkut urusan bisnis sebesar apapun perasaan Raja tentang asmara akan dinomorduakan, karena buat Raja bisnis adalah segalanya. Raja melirik dengan ujung matanya lalu dia menoleh kearah Gadis.


"Sayang kamu duluan ya naik ke atas, nanti aku susul setelah urusanku selesai," kata Raja mesra kepada Gadis.


"Iya Kang," saut Gadis mengangguk.


Raja menekan tombol lantai 20.


TING


pintu terbuka tepat di lantai 20 Raja melepaskan genggaman tangannya dari tangan Gadis, Zee melirik ke arah mereka berdua dengan hati yang luar biasa panas tapi dia berusaha untuk menahannya. Zee berjalan lebih dulu keluar dari lift.


"I love you Nong," ucap Raja sebelum pintu tertutup.


"Too," balas Gadis.


Perlahan pintu lift tertutup, mereka berdua masih saling memandang sambil memberikan kecupan jarak jauh dengan senyum tak lepas dari wajah keduanya.


"Norak," gumam Zee membuang muka menghindari Raja


Raja tak merespon ucapan Zee, wajahnya dingin dan cuek mereka berdua berdiri di depan pintu lift untuk kembali turun ke lantai bawah.


TING


Pintu lift terbuka keduanya masuk ke dalam lift.


"Apa kalian tinggal bersama?" tanya Zee tiba-tiba penasaran dengan hubungan Raja dan Gadis.


"Bukan urusan lu," jawab Raja dingin.


Zee melirik Raja dengan ujung matanya lalu tatapan matanya jatuh pada telapak tangan Raja yang tepat berada di sampingnya. Zee tersenyum, tatapan matanya fokus ke depan tapi tangannya meraih tangan Raja dan menggenggamnya.


Raja menoleh ke arahnya manik matanya menatap manik mata Zee.


"Jaga sikap lu!" bentak Raja dengan wajah kesal melihat sikap Zee yang sengaja menggodanya.


Mendengar dan melihat penolakan Raja membuat Zee semakin agresif. Zee berdiri di depan wajah Raja dia mendorong Raja hingga merapat ke dinding lift, postur tubuh Zee yang tinggi tak jauh dari Raja membuat Zee dengan mudah meraih kedua pipi Raja dan hendak mencium.


Sesaat keduanya saling memandang, dada Raja berdebar saat melihat bibir merah Zee yang menantang untuk menciumnya, aliran darah Raja langsung berjalan tak semestinya sebagai laki-laki hasratnya mulai bangkit, Raja terhanyut untuk beberapa detik.


"Gue nggak boleh lemah!" batin Raja saat dia tahu sentuhan tangan halus Zee membuat Dicky mulai resah.


Raja mendorong tubuh Zee menjauh, matanya nanar menatap ke arah Zee, dia tidak menyangka Zee akan senekat itu kepadanya. Raja menekan tombol berhenti pada lift.


"Kalau lu pikir gue adalah Raja yang lu kenal dulu Lu salah. Camkan itu!" hardik Raja pada Zee.


"Brengsek lu Rajjj!!" teriak Zee penuh kemarahan di dalam dadanya.


"Gue nggak akan pernah nyerah sedikitpun buat dapetin lu lagi Raj," dengus Zee sambil menggigit bibirnya dengan berlinang air mata.


Marah, terluka, kecewa, menyesal Tak berujung itulah yang saat ini ada dalam hati dan juga pikiran Zee.

__ADS_1


***


Di dalam lift Raja mencoba mengatur nafasnya yang sempat berdebar dengan kejadian dengan Zee barusan. Raja mengepalkan tangannya.


"Cewek gila, psychopath cinta. Untung saja gue bisa ngendaliin nafsu gue. kalau aja lengah, bisa-bisa jiwa buaya gue yang bakal cari masalah, apalagi udah seminggu Dicky di anggurin pawang nya" geram Raja.


TING


Pintu lift terbuka di lantai 28 apartemen, Raja langsung bergegas keluar, begitu sampai di depan pintu apartemen Raja menekan tombol kode pintu.


Nit Nit Nit Nit


"Kok nggak kebuka?" tanya Raja bingung pada dirinya sendiri.


Nit Nit Nit Nit


kembali Raja menekan tombol kode pintu apartemen Tapi tetap saja tidak berubah.


"Apa kuncinya rusak ya? Perasaan benar nomor kodenya," kembali Raja bingung kenapa pintu apartemen tidak terbuka.


Raja mengambil teleponnya lalu menelepon security apartemen.


"Suruh bagian maintenance untuk ke apartemen saya sekarang juga, cepat!" perintah Raja.


Raja kembali lagi menekan kode pintu Tapi tetap saja tak terbuka, Dia berjalan mondar-mandir dengan wajah kesal menunggu maintenance apartemen datang. Hampir 10 menit tidak ada maintenance yang datang membuat Raja semakin kesal.


Raja kembali menekan nomor security.


"BODOHHH! KENAPA KALIAN LAMA SEKALI!" teriak Raja.


"Tuan, kami sudah lima menit lebih ada di depan pintu apartemen Tuan, tapi tuan tidak ada. Posisi anda di mana sekarang Tuan?" tanya salah satu security yang ada di ujung telepon.


Sementara itu di dalam apartemen Gadis Yati kaget mendengar suara teriakan dari luar dan penasaran ada kegaduhan apa di luar, dia pun berjalan ke pintu mengintip lewat celah lubang pintu.


"Tuan," gumam Yati lalu cepat-cepat membuka pintu apartemen.


Ceklek.


Melihat Yati keluar dari pintu apartemen, Raja yang sedang telepon dibuat kaget menatap tajam kearah Yati.


"Kamu ngapain Di sini?" tanya Raja masih dengan wajah kesal.


"Kan memang saya di sini tuan, sama Nyonya." jawab Yati merasa tak bersalah.


Jleb


"Astaghfirullah," gumam Raja saat menyadari dia salah masuk apartemen.


"Tuan mau masuk?" tanya Yati.


Tanpa menjawab pertanyaan Yati Raja langsung masuk ke dalam apartemen, langkah kakinya langsung tertuju ke kamar Gadis.


Ceklek.


Harum aroma Rose langsung menyeruak indra penciuman Raja membuat dada Raja semakin berdebar kencang, hasrat yang tertunda masih meronta mencari tempat untuk menumpahkan nya.


Raja menyapu seluruh ruangan tapi sosok yang diharapkan ada menyambutnya tak tampak, Raja berjalan menuju kamar mandi, terdengar sayup-sayup lagu Puspa bye setia band mengalun.Tangan Raja memegang handle pintu dan langsung membukanya.


"Akang!" pekik Gadis berada di bawah guyuran shower tanpa sehelai benang sedikitpun menutupi tubuhnya.


Mata Raja dalam menatap Gadis dengan pandangan nanar, dia mempercepat langkahnya dan langsung mencium bibir Gadis, mendapat serangan yang mendadak, Gadis dibuat gelagapan, dia berusaha mengimbanginya.


Raja melepaskan ciuman lalu mengarahkan bibirnya di telinga Gadis.


"I Miss You, I Love You Nong," bisik Raja lembut sambil mencium telinga Gadis.


Gadis terpancing hasratnya membalas ciuman Raja, keduanya saling membelai dan mencium seperti ingin meluapkan semua kerinduan dan hasrat yang hampir seminggu mereka pendam.

__ADS_1


Saat jari-jari lentik Gadis hendak membuka kancing kemeja Raja, tangan Raja menahannya.


"Yang aku butuhkan saat ini bibir kamu sayang, kita pacaran jadi kita harus tahan dengan godaan Dicky. Aku ingin saat nanti waktunya kita di kencan terakhir, kita akan bisa menikmati bulan madu yang lebih indah dari yang pernah kita lalui sebelumnya," ucap Raja sambil memegang kedua pipi Gadis yang bersemu merah karena malu.


"Good job Dicky, Mak lu pasti sakit kepala hahaha," batin Raja tapi tak bisa menyembunyikan tawa kemenangannya.


"Kenapa tertawa Kang?" ucap Gadis tak mengerti dengan wajah bingung.


"Seneng liat wajah kamu yang lagi napsu hahaha," goda Raja tertawa senang.


"Iihh! Nyebelinnnnn!" Gadis teriak sambil memukul dadanya.


"KELUARRR!" pekik Gadis kesal dengan sikap Raja sambil melotot.


"Nong boleh minta cium lagi gak?" tanya Raja kembali menggoda Gadis.


Gadis menyambar spon tubuh dan melemparkan ke arah Raja, kemudian Raja menutup pintu. Gadis menyambar handuk dan membelitnya di tubuh seksinya.


"Iihh, bikin malu aja," geram Gadis memaki diri sendiri.


Ceklek


"Nong jangan lama-lama polos nya tar kisut tuh badan wkwk," ledek Raja kembali.


"AKANGGGG!" teriak Gadis geregetan.


Raja berjalan santai keluar dari kamar Gadis dalam keadaan basah kuyup. Tawa tak lepas dari wajah nya, lagu Puspa melantun dari bibirnya.


"Kau gadisku yang cantik


Coba lihat aku di sini


Di sini ada aku yang cinta padamu


Kau gadisku yang manis


Coba lihat aku di sini


Di sini ada aku yang sayang padamu


Oh-ho


Walau ku tahu bahwa dirimu


Sudah ada yang punya


Namun 'kan kutunggu


Sampai kau mau, wo-wo


Jangan, jangan kau menolak cintaku


Jangan, jangan kau ragukan hatiku


Ku 'kan s'lalu setia menunggu


Untuk jadi pacarmu, wo-wo


Jangan, jangan kau tak t'rima cintaku


Jangan, jangan kau hiraukan pacarmu


Putuskanlah saja pacarmu


Lalu bilang, "I love you, " padaku


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

__ADS_1


Intip lagi yuk gaya pacaran Raja Gadis setelah nikah


Terima kasih untuk semua jejaknya dukung terus ya kakak 🙏


__ADS_2