
...Jangankan gunung tinggi kan kudaki puasa 9 hari saja aku keberatan 😠...
..._Raja_...
***
Lokasi syuting.
Waktu menunjukkan pukul 19.00 saat Pras masuk ke dalam restaurant untuk menjemput Gadis.
"Pak Pras tumben sekali datang ke lokasi syuting, angin apa nih yang bawa bapak ke sini?" ucap Robby sang sutradara basa-basi.
Pras menatap Robby.
"Angin ****** beliung Rob," canda Pras sambil tersenyum sinis.
"Tolong panggilkan Nyo- maksudku Gadis," perintah Pras kepada Robby.
Pras dihormati di PH tempat Gadis sekarang kontrak kerja karena Pras adalah co produser untuk film yang sedang di garap oleh Robby, sementara produser PH itu adalah Raja.
"Siap bos," Robby langsung memanggil anak buahnya untuk mencari Gadis di belakang restaurant.
"Hai Pras sama bos ya," sapa Rianty akrab yang baru keluar dari restaurant.
"Gak gue datang sendiri, Bos lagi sibuk dia. Kenapa kangen lu ya," canda Pras.
"Hmmm, dah lama gak ketemu kangen sama isi dompetnya maklumlah cewek, udah bosen gue ama barang lama gue xixixi," Rianty membalas canda Pras dengan niat hatinya.
"Iisshh jujur amat sih lu, tapi gue rasa keinginan lu harus lu simpan untuk waktu yang lama deh Ri," sahut Pras dia menyandarkan tubuhnya di mobil sport merek terkenal milik Raja.
"Vivian ya?" tabak Rianty.
Pras tidak menjawab hanya tersenyum dengan mengangkat salah satu sudut bibirnya.
"Maaf lama nunggu Om," ucap Gadis yang baru keluar dari restaurant.
Rianty yang melihat mereka saling kenal agak sedikit bingung.
Pras membuka pintu belakang mobil mempersilahkan Gadis masuk.
"Ri, duluan ya," pamit Pras.
"Salam buat dia," pesan Rianty Pras menjawab dengan anggukan.
Mobil Pras keluar halaman parkir restaurant, Bee yang sempat melihat mereka berdua berpraduga.
"Pasti bukan beb Pras suaminya, tapi bisa ya klo gak ngapain beb Pras pake jemput Gadis dan tadi Gadis bilang katanya disuruh suaminya pulang cepat, Hmmm anak itu ternyata diam-diam menghanyutkan," Gumam Bee.
Puk.
"Kesambet ngomong sendiri?" ucap Michael mengagetkan sambil menepuk pundak Bee.
"Astoge! beb bikin kaget Bee aja!" sahut Bee sambil mengelus dadanya.
"Anak ayam lu mana?" tanya Michael sambil tersenyum.
"Hah? anak Ayam Bee, kok gak merasa ya bawa anak ayam," Bee menjawab tak paham dengan pertanyaan Michael dengan wajah bingungnya.
__ADS_1
"Gadis," Ucap Michael.
"Iisshh Mich, bisa aja anak orang dibilang anak ayam hahaha," celetuk Bee sambil ngakak sampai matanya menyipit.
"Serah lah, mana dia?" tanya Michael kembali.
"Barusan pulang," jawab Bee.
"Hah? kan belum selesai?" tanya Michael dengan wajah kepo.
"Ijin pulang cepat Mich, emang ada apa cari dia beb," tanya Bee mulai ingin tahu gak biasanya Michael mencari kru.
"Hmmmm, bagi nomor HP dia," pinta Michael sambil menyodorkan hpnya.
Dengan sedikit bingung Bee memasukkan nomor Gadis ke ponsel Michael lalu memberikan kembali HP Michael.
"Kasih Bee," Michael berlalu meninggalkan Bee sambil melihat hpnya sepertinya dia mengirim pesan lewat hpnya.
"Tuh Gadis pake ilmu pelet apa ya? kok dia dekat sama cogan-cogan," gumam Bee heran sambil berjalan.
***
Mobil yang membawa Gadis memasuki sebuah butik dan salon terkenal di daerah Ciganjur. Butik ini milik seorang desain terkenal sekaligus seorang stylish dan Make up artis terkenal. Syila sang multitalent dibidang fashion salah satu motivator Gadis yang ingin menjadi seorang make up artis profesional.
Pras membukakan pintu belakang mobil untuk Gadis.
"Ayo kita masuk ke dalam," ajak Pras.
Gadis hanya menurut tanpa berbicara sepatah katapun, mereka berdua langsung di sambut sang empunya Butik yang tak lain Syila.
"Baik yang, oh iya nih tugas dari bos," Kata Pras ujung matanya melirik ke arah Gadis.
"Ok tadi dia udah telpon gue, Ayo dek kita masuk ke dalam," ajak Syila melangkah lebih dulu ke dalam Gadis mengikuti di belakangnya.
Langsung di tangani Syila Gadis di make over dengan di bantu dua asisten Syila. Tubuh Gadis di manjakan dengan perawatan paripurna, setelah hampir satu jam aakhirnya make over Gadis selesai juga. Saat Pras melihat penampilan baru Gadis ada kekaguman di sorot matanya.
"Si Jaja emang paling jeli kalau urusan milih cewek," batin Pras.
"Makasih yang, pamit dulu ya takut si Bos ngamuk kalau kelamaan," pamit Pras.
"Hooh bisa di lempar lu ke kandang buaya hehehe," sahut Syila.
***
"Ada dimana lu sekarang?" tanya Raja di telpon pada Pras.
"Baru keluar dari tempat Syila Bos, 10 menit lagi sampai,"
"Hmmmm," jawab Raja langsung menutup teleponnya.
"Jalan sekarang," perintah Raja kepada Ruslan.
Setelah hampir sepuluh menit Raja sudah memasuki halaman rumah orang tuanya, diluar tampak berjejer beberapa mobil mewah.
"Mrumpi aja kerjaan nya," gerutu Raja.
"Mah Raja ada di halaman, dari pada Raja usir teman-teman Mama keluar dari rumah mending suruh Mama pulang sekarang"
__ADS_1
Pesan itu langsung Raja kirim ke WA Wijayanti.
Tak berapa lama beberapa orang tante dan dua cogan keluar dari rumah mewah itu mereka saling tertawa entah apa yang ditertawakan Raja hanya memperhatikan dari dalam mobilnya.
"Jalan," perintah Raja pada Ruslan untuk mendekat ke rumah utama.
Mobil Pras pun tampak memasuki halaman rumah mewah Raja berhenti tepat di belakang mobil Raja. Gadis turun di sambut oleh Raja ada tatapan kagum yang tak bisa Raja sembunyikan.
"Emang cantik bini gue," batin Raja.
"Rumah Akang ya?" Gadis bertanya to the point pada Raja.
"Hmmm, ayo masuk," Raja berjalan sambil memegang pundak Gadis.
Gadis sekilas memperhatikan rumah mewah Raja dengan tatapan datar.
"Tumben tidak kasih kabar mau datang," Madam Ifi muncul menyambut mereka.
Saat mata Madam Ifi melihat ke arah Gadis tampak sekali keheranan. Sekali lagi dia menatap Gadis tajam dengan ujung matanya sinis, Gadis hanya mengangguk sedikit.
"Mama mana Antie?" tanya Raja pada Madam Ifi.
"Ada di ruang kerja, mau Antie panggil?"
"Ada perlu apa malam-malam begini membuat onar dirumahku!" Wijayanti tiba-tiba muncul di ruang tamu dengan muka kecut dan tampak marah.
"Raja pulang sesuai permintaan Mama," ucap Raja sambil menghampiri Mamanya.
"Apa maksud perkataanmu anak nakal?" tanya Wijayanti.
"Bukankah aku sudah melarang mu agar tidak menginjakkan kakimu di sini tanpa istri?" ketus ucap Wijayanti.
"Ingat sekali Mama tersayangku, dan hari iini Raja ingin memperkenalkan gadis itu kepada Mama," kata Raja sambil memegang kedua pundak Wijayanti lembut sambil menunjuk ke arah Gadis.
Wijayanti menatap Gadis tajam dari ujung kaki hingga ujung Rambut, kesan tidak suka tampak jelas di matanya. Gadis tetap berdiri mematung sambil menatap datar kearah Wijayanti.
"Siapa bocah itu?" tanya Wijayanti dengan napas yang mulai tak teratur.
"Kenalkan Ma, dia istriku. Istri sahku," ucap Raja bagai petir di siang bolong ditelinga Wijayanti.
"APA! KAMU BERCANDA YA BOCAH TENGIL!" lengking Wijayanti.
"Maaf tapi ini kenyataan Ma," bisik Raja.
Tubuh Wijayanti tiba-tiba lemas dan rubuh untung Raja menangkapnya dan langsung membopong tubuh Mamanya.
"Panggil Arkan Antie!" teriak Raja berjalan cepat membawa tubuh Wijayanti yang pingsan masuk ke kamar utama.
Gadis yang sedikit kaget dengan pingsannya Wijayanti hendak mengikuti Raja untuk memberikan bantuan darurat tapi dia urungkan saat melihat Tatapan benci Madam Ifi kepadanya.
"Kita kembali ke apartemen," kata Pras mengagetkan Gadis yang masih berdiri celingukan.
Bagaimana Mama Raja setelah mengetahui pernikahan Putra tunggalnya bisakah menerima, tunggu episode selanjutnya yang masih penasaran dengan Totok Pembangkit.
Jangan lupa like vote dan komentar nya kakak.
Dan terimakasih untuk smua gift dan dukungan nya 🙏🙏🙏
__ADS_1