
..."Sejauh apa engkau pergi pikiranku selalu ingin mengejar mu maka jangan salahkan rinduku" ~Raja~...
LIKE VOTE NYA KAKAK🙏
...~~~~~~~~...
Pras keluar dengan jalan membungkuk seperti manula yang sakit punggung, wajahnya meringis menahan sakit. Tangannya memegang punggung dan juga lututnya. Aida yang melihat Pras menatap heran dan juga penasaran apa yang sudah terjadi pada Pras.
"Astaga! Pak Pras kenapa?" tanya Aida dengan wajah sedikit cemas sekaligus menahan tawa.
"Gara-gara tergoda janda kaya jadi gini Ai, awas Ai! Minggir!" Pras mengusir Aida, Aidapun menyingkir.
"Oh, hukuman buat Kang buaya ya Pak," goda Ai sambil mencibir.
"Ai! Daripada kamu meledek mending bikinin saya kopi gula aren biar saya semangat abis di plonco Bos. Satu lagi Ai, kamu bawa minyak gosok gak lengan sama punggung saya sakit luar biasa." kata Pras sambil mengelus pundak lengan lutut tapi kakinya tidak.
"Ai sekertaris Pak, bukan tukang urut. Mana ada bawa minyak gosok yang Ai bawa minyak wangi plus temennya." jawab Aida berseloroh.
"Emang sekertaris gak pernah pegel? Apalagi pakai high heels gitu." saut Pras sambil matanya mengarahkan ke kaki jenjang Aida dengan high heels cantik brand terkenal warna biru navy.
"Pegel sih tapi kan ada yang mijitin Pak." Aida menjawab sambil tersenyum genit.
"Hilih." saut Pras sinis.
"Cari OB buat beliin Saya minyak gosok Ai." perintah Pras bangkit dari kursi Aida berjalan membungkuk menuju kantornya.
"Ai! Tadi Bos bilang gak mau pergi ke mana?" tanya Pras baru ingat Raja.
"Gak tau Pak! Tadi pas keluar kantor Bos mukanya sangar jadi Ai gak berani tanya.
"Kayak nya Bos lagi Badmood akut ya Pak?" tanya Aida kepo.
"Bos sekarang gak kaya dulu lagi Pak Pras, Apa dia masih berkabung atas kematian Vivian ya Pak? Dulu Ai masih berani godain Bos kalau sekarang boro-boro." ungkap Aida sinis.
"Maklum aja Ai kan sekarang dia udah ni-." Pras menggantung kata terakhir nya
"Ups, untung gak kelepasan selamat selamat." batin Pras.
"Ni- apaan Pak Pras? kok gak di lanjut? Maksud Pak Pras nikah ya?" Aida menelisik Pras untuk mencari tahu adakan yang di sembunyikan Pras darinya.
"Pak Pras! jawab dong kok diam aja?" bujuk Aida memaksa.
"NO COMENT!" Pras berlalu pergi meninggalkan Aida yang kesal sambil menghentakkan kakinya.
"Apa ni- itu nikah?" gumam Aida masih saja pikirannya kepo terhadap kata terakhir Pras.
"Pokoknya Gue harus cari tau." dengus Aida.
***
__ADS_1
GBK Jakarta.
Mobil yang membawa Raja memasuki area GBK Senayan Jakarta. Raja turun dari mobil lengkap dengan baju olahraga.
Visual Raja berolahraga.
Hari ini untuk menghilangkan Gabut nya Raja memilih pergi ke area lapangan indoor Skuas di Istora Senayan. Raja termasuk member VIP di sebuah Club Skuas.
Skuas adalah sejenis olahraga tenis yang dilakukan di dalam ruang maka olahraga ini tidak membutuhkan net.
hanya membutuhkan seperti raket tenis dan bola skuas yang berukuran lebih kecil dari bola tenis.
Bola skuas ini sangat unik, karena semakin sering dipukul, bola akan semakin panas.
Hal ini membuat bola memantul semakin cepat, baik itu ke dinding maupun ke lantai.
Di lapangan Raja bertemu dengan sahabat sekaligus mantan kekasihnya Clarissa yang juga sedang bermain Skuas.
Visual dr Clarissa.
"Hai Bang!" teriak Clarissa yang sudah ada di dalam lapangan Skuas sambil Melambaikan tangan ke arah Raja dan Raja balas melambai ke arah Clarissa.
"Tumben datang lagi, gabut ya?" tanya Clarissa menggoda Raja.
Raja diam tak merespon candaan Clarissa dia hanya melirik Clarissa dengan ujung matanya.
"Gimana kabar Gadis mu bang?" tanya Clarissa setengah berbisik di telinga Raja.
"Ke laut Dia." jawab Raja seenaknya sambil melepas jaketnya.
Raja melakukan pemanasan sebelum memulai permainan Skuas.
Visual Raja saat pemanasan.
Di pinggir lapangan beberapa cewek yang sedang duduk di tribun penonton tak sedikit yang memandang ke arah Raja dengan tatapan kagum.
"Oh my God tuh cogan ganteng banget, coba kalo Gue gak lagi bunting pasti dah Gue samperin tuh cogan pura-pura minta foto terutama minta nomor WA," ucap seorang ibu muda yang sedang hamil tua.
"Sadar jeng Anggi, itu suami mau di kemanain hello!" saut teman yang ada di sebelah nya.
"Kan saya bilang kalo masih single jeng Debby. Jeng pindah aja yuk. Kita tunggu suami kita di cafe depan saja kalau kelamaan di sini saya takut nanti anak saya kalau udah lahir Kang ngeces." ucap Anggi berdiri meninggalkan tribun penonton di ikuti dua temannya yang tertawa mendengar ucapnya.
"Astaga! Jeng Anggi ini lucu, masak cogan kok di samain rujak bisa bikin ngeces hahaha," timpal Debby temannya.
__ADS_1
"Tapi beneran ya, yang satu ini segerrr banget." seloroh Agnes sambil menggigit bibirnya.
"Udah! Ayo Buruan pindah keburu gak uuk hatiku." ajak Anggi menarik dua tangan sahabatnya untuk menjauh dari Tribun.
Raja mulai turun ke lapangan Skuas untuk bermain.
"Tanding ya!" tantang Clarissa.
"Tar! Gue mau main sendiri dulu." tolak Raja.
Sepertinya Raja ingin meluapkan semua kekesalan dan juga kemarahan untuk menghilangkan perasaan Gabut yang dirasakannya saat ini.
Mesin pelempar bola mulai menembakkan bola tenis, Raja memukul bola dengan sangat kuat setiap bola memantul dengan kecepatan yang sangat tinggi membentur dinding dan kembali di pukul sekuat tenaga begitu berulang-ulang.
"Gue kangen Lu Nong, kenapa Lu gak peka sama perasaan Gue!" teriak Raja dalam hati sambil mengayunkan pukulan raket sekuat mungkin.
"Apa yang sedang kau rasakan Bang?" desis Clarissa yang duduk di pinggir lapangan memperhatikan Raja.
Pukulan Raja adalah bentuk pelampiasan atas emosinya. Sesekali Raja berteriak sambil memukul. Hampir 1 jam Raja bermain hingga pukulan kerasnya memantul dan mengenai wajahnya.
BUK.
"Aaaa!" teriak Raja menutup wajahnya dan langsung rubuh di lantai.
"BANG!!" teriak Clarissa berlari masuk ke lapangan.
"Bang! Bang Bangun!" Clarissa menepuk pipi Raja lalu memeriksa denyut nadi Raja.
"Tolong!" teriak Clarissa.
Teriakan Clarissa membuat beberapa orang yang sedang bermain berlari ke arah nya.
"Tolong Pak bawa ke mobil saya!" kata Clarissa minta tolong.
Raja di bopong oleh 4 orang menuju mobil Clarissa, Ruslan yang melihat langsung berlari mendekati Raja yang tak sadarkan diri.
"Tuan! Tuan kenapa?" tanya Ruslan panik.
"Kamu cepat telpon Pak Pras untuk cepat ke rumah sakit!" perintah Clarissa.
"Baik Non!" Ruslan segera mengambil hpnya dan menghubungi Pras.
"Pak Pras! Tuan pingsan sekarang sama Non Clarissa di bawa ke rumah sakit nya." lapor Ruslan lalu menutup telepon nya dan bergegas menyusul Raja.
...🤕🤕🤕🤕🤕🤕🤕🤕🤕🤕🤕🤕🤕...
Apa yang terjadi selanjutnya dengan Raja dan kenapa dia sampai pingsan.
ikuti episode selanjutnya Totok Pembangkit Terima kasih untuk like vote gift dan juga komentarnya dukung terus kakak 🙏🙏
__ADS_1