Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Acara Dadakan


__ADS_3

Begitu sampe di luar ruang putar Raja merasa benar-benar seperti terlepas dari rumah hantu, dia bisa bernapas lega walaupun wajahnya masih sedikit pucat, Raja menarik tangan Gadis agar sedikit mempercepat langkahnya.


" Kang! jangan buru-buru," seru Gadis saat langkahnya tak bisa mengimbangi Raja.


Raja berhenti mendadak dan menoleh kearah Gadis dengan mata membulat.


"Kang lagi, Kang lagi. Ayang bisa nggak sih!"bentak Raja mulai kembali kesal jika Gadis memanggilnya Kang di depan umum.


"Upss, maaf Kang eh maaf Ayang. Namanya juga baru, kan masih keder lagian lidahnya juga belum terbiasa kali Kang eh maaf Ayang." ucap Gadis lidahnya belibet.


"Lidah tak bertulang makanya salah Mulu tuh sebut Ayang aja susah bisanya Kang Mulu," geram Raja cemberut.


Raja melepaskan genggaman tangannya pada tangan Gadis.


"Akang tunggu sini ya, Gadis cari minum dulu buat Akang eh maaf maksudnya Ayang hehehe," ucap Gadis terkekeh.


"Hih, pengen dicium nih anak! lama-lama bikin gue gregetan aja, Buruan jangan pakai lama gue tunggu di pojokan sana ya Nong dekat pohon itu," balas Raja menunjuk pada sebuah bangku yang berada di dekat pohon palem kuning yang lumayan besar.


Gadis mengangguk lalu dia berjalan menuju stand makanan yang ada di gedung bioskop itu,. sementara Raja berjalan menuju bangku di salah satu sudut lobi gedung bioskop dekat pohon palem kuning. Entah karena lelah atau capek Raja yang duduk seorang diri terlihat mengantuk, dia menyenderkan tubuhnya di dinding sambil memejamkan mata.


"Kalau lagi tidur begitu tak terlihat sifat penakut nya," gumam Gadis menatap Raja yang sedang tertidur pulas di kursi.


'Biarin aja dulu si akang tidur, kasian juga kalau mendadak dibangunin entar malah kepalanya pusing lagi," gumam Gadis.


"Ah ah, pergi! Pergi!" gumam Raja sambil kepalanya menggeleng ke kanan dan ke kiri.


Wajah Raja tiba-tiba terlihat tegang sepertinya dia sedang bermimpi, mimpi yang sangat menakutkan sampai pelipisnya berkeringat. Gadis yang melihat itu langsung membangunkannya.


"Kang! Bangun Kang!" panggil Gadis sambil menggoyangkan lengan Raja.


"Kang! Kang!" ucap Gadis sedikit berteriak sambil terus menggoyangkan tubuh Raja.


Begitu mata Raja terbuka dia tersentak kaget hingga meloncat dari tempat duduknya jatuh ke lantai.


"SETAAAANNNNN!" teriak Raja mengundang perhatian seluruh orang yang ada di ruang tunggu lobi gedung bioskop.


"Akangggg!" Gadis balas berteriak menatap tajam ke arah Raja dan berbalik badan berjalan keluar gedung bioskop.


"Astaghfirullah! Kenapa gue teriak setan ke muka Jenong?" Raja menepuk jidatnya kalau dia berdiri berpegangan pada kaki kursi dan bergegas pergi mengajar Gadis.


Hahaha!" lucu ya mereka berdua." jelaskan salah satu cewek yang tadi duduk disebelah mereka.

__ADS_1


"Iya, ceweknya disangka setan gimana nggak marah tuh hahaha," sahut temannya ikut tertawa.


Gadis terus berjalan cepat keluar dari mall, sementara Raja dengan mudah bisa mengejarnya. Begitu jarak mereka sudah dekat, Raja langsung menggamit lengan Gadis dan menariknya hingga Gadis jatuh dalam pelukannya.


"Maaf, gue reflek tadi Nong," bisik Raja lembut di telinga Gadis.


"Kang, Gadis mohon kita jangan mempermasalahkan masalah panggilan. rasa sayang di tunjukkan bukan dengan panggilan tapi dari setiap perbuatan dan sikap serta perhatian" ucap Gadis lirih karena lelah dengan debat di antara mereka malam ini.


"Iya gue tahu Nong, dah kita nggak usah mikirin orang lain yang penting diantara kita nyaman dan makin cinta," balas Raja sambil mengusap lembut kepala Gadis yang terbungkus hijab.


Dreeettt.


Raja melepaskan pelukannya Lalu mengangkat panggilan ponselnya saat dia tahu yang menelpon adalah Wijayanti.


"Assalamualaikum Ma. Ada apa ma. Kok tumben nelpon malam," siapa Raja sekaligus bertanya.


"cepat kamu datang ke rumah sekarang juga!"


"Tapi ma Ra-. ti ti ti ti..." belum sempat Raja mengakhiri kalimatnya sambungan telepon sudah diputus oleh Wijayanti.


"Kenapa kang? Ada masalah serius ya sama ibu mertua?" tanya Gadis menelisik melihat ada sedikit kebingungan di wajah Raja.


"Mama nyuruh aku untuk pulang ke rumah, biasanya kalau Mama nyuruh pulang, pasti ada hal yang serius atau urgent," jawab Raja dengan wajah serius.


Sejenak Raja terdiam seperti sedang memikirkan usul Gadis yang menurut Raja itu tak adil untuk Gadis, Raja tidak ingin Gadis pulang sendiri ke apartemen karena mereka berdua sedang kencan.


"Ikut gue Nong," titah Raja sambil menggenggam tangan Gadis.


"Tapi Kang, ntar ibu mertua-" kalimat Gadis menggantung belum selesai Raja sudah menuntunnya berjalan untuk mencari taksi yang terlihat mangkal di depan bioskop.


Gadis menatap Raja tanpa melakukan penolakan sama sekali, ada senyum tersungging di bibirnya karena Raja mulai berani terbuka dengan hubungan, dimana mereka malam ini berdua akan datang ke lingkungan status sosial Raja.


Selama mereka berdua di dalam taksi menuju rumah Raja, Raja tak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Gadis. Sesekali dia mencium tangan itu dan mengusap atau meremasnya lembut.


"Kalau nervous, Gadis pulang aja ke apartemen Kang," bisik Gadis tak ingin membuat Raja terpaksa mengajak Gadis ke keluarganya.


"Sayang kamu itu istriku, masa membawa istri pulang ke rumah orang tua harus nervous," sahut Raja sambil tersenyum tipis kearah Gadis.


Tak berapa lama taxi sampai di depan pintu gerbang rumah Wijayanti. Seorang satpam menghampiri taxi mereka, Raja menurunkan kaca mobil yang ada di sampingnya. Begitu melihat siapa yang datang dia langsung buru-buru membuka pintu pagar.


"Kang?" gumam Gadis sedikit gugup saat melihat beberapa mobil mewah berjajar di halaman rumah Wijayanti.

__ADS_1


Cup


Raja mencium telapak tangan kanan Gadis.


"Everything will be fine, Honey." ucap Raja menenangkan Gadis.


Gadis membalas ucapan Raja dengan tersenyum tipis, tapi tak bisa di pungkiri kalau ada sedikit rasa khawatir menyusup relung hati Gadis. Begitu turun di teras pintu utama Raja tak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Gadis. Sebelum memasuki pintu utama, Raja menoleh ke arah Gadis. Gadis pun menoleh ke arahnya lalu keduanya saling mengangguk.


Begitu memasuki ruang tamu utama Raja melihat hampir semua kursi yang terdiri dari 2 set meja kursi penuh terisi dengan tamu.


"Assalamu'alaikum, selamat malam semua," sapa Raja pada semua yang hadir di ruangan itu dan mereka menoleh ke arahnya.


"Waalakumsallam," suara beberapa orang menyahut salam Raja.


Wijayanti yang duduk di salah satu sudut bangku di bentuk persegi panjang begitu melihat kedatangan Raja dan Gadis langsung Matanya mendelik tajam.


"Kurang ajar! Dasar anak demit ngapain juga dia bawa dukun sialan itu ke sini!" batin Wijayanti dengan bibir mengerucut.


"Maaf kalau saya terlambat karena acara malam ini juga infonya sangat dadak," kata Raja.


Raja merangkul pundak Gadis dan mengajaknya menghampiri para tamu.


"Siapa dia Raj, pacar atau-?" tanya Ayu memancing.


"Anah! Bawa teman Bagus ke belakang!" teriak Wijayanti kepada ART nya.


Raja menatap kesal Wijayanti saat Wijayanti mengatakan bahwa Gadis adalah temannya. Wijayanti tidak bergeming dia balas menatap Raja. Sementara para tamu sudah saling memandang dan juga berbisik seperti ingin tahu siapa gadis yang dibawa oleh Raja malam ini.


"Nona, silahkan ikut saya," ajak Bi Anah pembantu Wijayanti.


Gadis melepaskan tangan Raja dari pundaknya tapi Raja menahan pundak Gadis lebih erat dalam dekapan nya.


"Kurang ajar Demit! Sengaja dia menantangku sekarang!" maki Wijayanti dalam hati dengan wajahnya yang tampak mulai memerah.


_


-


Apa yang bakal terjadi di di ruang tamu tempat akan diadakan pertemuan di rumah Wijayanti. Akankah Raja mengalah dan mengikuti keinginan Wijayanti atau dia tetap akan mengenalkan Gadis kepada tamu yang hadir malam ini.


ikuti di episode berikutnya.

__ADS_1


kasih untuk semua jejaknya mohon dukung terus gadis dan raja walaupun apanya sering lambat🙏


__ADS_2