Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Aunty ku Malang


__ADS_3

"Raj, gue minta maaf." sesal Pras berdiri di belakang Raja.


Raja duduk di kursi tepi ranjang sambil mengusap rambut Gadis yang masih tak sadarkan diri akibat obat bius. Sementaranya Hayati dengan teliti memeriksa kondisi organ vital gadis dan memberikan beberapa totokan untuk menetralisir efek obat bius pada peredaran darah Gadis.


"Siapa dia." suara kemarahan jelas terdengar dari pertanyaan Raja.


"Tante Ify." pas menjawab lemah.


"Astaghfirullah!" ucap Hayati spontan terkejut saat mendengar informasi dari Pras.


Begitu juga dengan Raja saat mendengar nama yang diucapkan Pras membuat jantung Raja berdegup kencang. Raja menggelengkan kepalanya seperti tidak percaya, bahwa pelaku percobaan pembunuhan adalah tantenya sendiri.


"Di mana dia sekarang?" pertanyaan dengan nada berat yang keluar dari mulut Raja.


"Diamankan pihak sekuriti mereka membawanya nya ke Kantor Polisi terdekat." jawab Pras dengan sangat hati-hati.


"Sorry Raj, gue nggak bisa mencegah kejadian ini. Ini terjadi benar-benar di luar perkiraan gue." sesal Pras.


"Suruh orang kita untuk menjaga Keamanan kamar ini." perintah Raja datar.


"Sudah ada beberapa orang yang gue suruh jaga kamar ini, bahkan gue sebar di beberapa sudut sekitar rumah sakit." ucap Pras.


"Bagaimana kondisi Gadis Mah? Apakah benar yang dikatakan dokter bahwa dia baik-baik saja. Begitu juga dengan bayinya?" tanya Raja mencari kepastian dari Hayati karena dia percaya mertuanya orang yang sangat ahli dalam hal kesehatan.


"Alhamdulillah keadaan geulis baik-baik saja kamu nggak perlu khawatir. Oh ya terima kasih nak Pras bantuannya. Semoga Allah yang membalas kebaikanmu." ucap hati sambil menatap dengan senyum tipis di bibirnya.


"Saya yang harus minta maaf nyonya karena kurang ketelitian saya menyebabkan peristiwa ini terjadi," ucap rasa minta maaf sebagai rasa pertanggungjawabannya.


"Sudah tidak ada yang perlu di maafkan. Apa yang terjadi hari ini mungkin sudah takdir, yang penting sekarang bagaimana kita harus menyikapinya saja dan yang paling penting putri saya baik-baik saja." ucap Hayati dengan bijaknya.


"Mantu, sekarang lebih baik kamu temui tante kamu. Mama rasa dia melakukan semua ini bukan karena niat jahatnya tapi karena rasa kehilangan jadi ambil keputusan yang terbaik. Kalau keadaan Gadis, mantu enggak usah khawatir Mama ada disini. Insya Allah dia akan baik-baik saja." saran Hayati.

__ADS_1


Raja mengangkat wajahnya menatap ke arah Hayati, bisa terlihat dengan jelas oleh manik mata Raja betapa wanita paruh baya di depannya yang tak lain adalah ibu mertuanya begitu tulus mengucapkan kata-kata tentang tantenya.


"Raja minta maaf atas apa yang diperbuat oleh Aunty. pada Gadis" suara Raja sedikit bergetar.


"Sudahlah, semua di luar keinginan dan juga kehendak kita jadi kita ambil hikmahnya." saut Hayati tenang.


"Baiklah kalau begitu Raja Pergi dulu ke kantor polisi untuk menyelesaikan masalah Aunty." ucap Raja pamit.


Raja diikuti Pras pergi keluar meninggalkan kamar tempat Gadis di rawat. Saat berjalan tak ada satu katapun keluar dari mulut Raja, wajah Raja terlihat tegang dan juga cemas. Begitu keduanya sampai di lobby, tatapan Pras melirik kearah kursi di mana dia tadi duduk. Manik matanya jatuh pada lantai dimana dia menjatuhkan foto USG milik Zee.


"Foto itu tidak ada." batin Pras dengan jantung berdegup.


Ada kecewa yang Pras rasakan saat melihat foto itu tidak ada di lantai.


"Nanti biar gue cari sampai ketemu, gimana pun caranya," batin Pras.


Tak sampai 10 menit mengendarai mobil Raja dan Pras sampai di Polsek terdekat tempat dimana Ify ditahan untuk sementara waktu. Begini melihat Ify yang sedang tidur miring sambil meratap membuat hati Raja begitu trenyuh.


" Huwaaa...Mbak Yu jangan pergi ninggalin aku sendiri, aku mau ikut Mbak Yu. Aku gak bisa hidup tanpa Mbak Yu, kenapa Mbak Yu tega ninggalin aku. Hiks hiks hiks hiks... " ratap Ify sambil menangis meraung.


Ify sosok wanita yang labil dan moodnya, Mudah terpengaruh dan mempengaruhi orang. sikapnya yang labil dan sensitif membuat Ify tidak mudah bergaul dengan lingkungannya


hingga waktu tak terasa membawanya menjadi seorang perawan tua tanpa pernah merasakan cinta dari lawan jenisnya.


Sikap Wijayanti yang keras dan pemilih juga menjadi alasan yang membuat Ify sulit menemukan pasangan. Ify terlalu takut dan bergantung sekali kepada Wijayanti sehingga soal jodoh pun Ify hanya bisa mengikuti apa kata Wijayanti.


"Aunty." bisik Raja lirih dengan suara berat.


"Tolong buka pintu nya." pinta Raja pada petugas jaga.


Begitu pintu di buka Ify bangun dari tidurnya dan duduk, saat manik matanya menangkap sosok Raja, Ify tak mampu menahan tangisnya begitu juga dengan emosinya. Dia bangun dari duduknya dan menghambur ke arah Raja sambil memukul Raja.

__ADS_1


"GARA-GARA KAMU MBAK YU MENINGGAL! HARUSNYA KAMU TIDAK MENIKAHI GADIS DUKUN SIALAN ITU!! HUWAAAAA." tangis Ify meledak bersama dengan makiannya pada Raja.


"KEMBALIKAN MBAK YUUUU! AKU MAU MBAK YU KUUU HUWAAA!" kembali Ify lepas kendali dengan memukul dan menjambak rambut Raja.


Raja memeluk tubuh Ify, tubuh kekar itu dengan kuat berusaha menenangkan tubuh Ify yang tinggi langsing dalam pelukannya.


"Bagus mohon Aunty jangan seperti ini, Bagus juga kehilangan mama tapi kita harus bisa ikhlas dan terima, kalau Allah lebih sayang Mama daripada kita Aunty hiks hiks hiks." tangis Raja pecah tak mampu dia bendung.


"Huuuuu huuuhuuuu. Mbak Yu aku mau mati. AKU MAUU IKUT MBAK YUUUU!" kembali Ify berontak dan kali ini dia bisa terlepas dari pelukan Raja.


Ify berlari menerobos pintu jeruji tanpa arah seperti orang kesetanan, beberapa petugas polisi langsung mengejar dan menghadap Ify agar tidak lolos. Raja ikut panik dan mengejar Ify sambil berteriak.


"AUNTYYYYY!"


beberapa orang petugas mengepung Ify, hal ini membuat Ify kebingungan dengan mata berputar ke segala arah wajahnya terlihat panik dan tampak putus asa dengan rambut yang acak-acakan. Air mata tampak mengalir di kedua pipi Ify.


"MANA MBAK YU KUUUUUU. AKU MAU MBAK YUUUU!!" teriak Ify melengking.


"Aunty, Bagus mohon sadar Aunty." bujuk Raja.


Perlahan beberapa orang petugas mulai maju dan semakin dekat dengan Ify. Posisi Ify yang terpojok membuat dia merubuhkan tubuhnya di lantai sambil bersimpuh dan menangis. Dua orang petugas lalu menangkap Ify dan mengangkat tubuhnya untuk berdiri.


"Tolong jangan penjarakan dia pak, tapi bawa tante saya ke rumah sakit dia perlu perawatan psikiater." pinta Raja pada polisi.


"Baiklah pak kita akan memastikan apakah tersangka terkena gangguan jiwa atau hanya rekayasa untuk menghindari penahanan. Nanti biar pihak rumah sakit yang menentukan." ucap petugas yang menangani kasus Ify.


"Saya titip tante saya Pak." ucap Raja sebelum pergi meninggalkan polsek tempat Ify di tahan.


Raja diiringi Pras berjalan keluar meninggalkan Polsek dengan hati yang sangat hancur dan juga sedih melihat keadaan Ify. Saat di dalam mobil Raja menyandarkan kepalanya di jok mobil dengan mata terpejam.


"Ya Robb, ku harap cukup ujian yang Kau beri untuk ku sampai detik ini. Harta, kekuasaan dan kesuksesan dunia ternyata tak mampu menghalau setiap nasib yang tak sesuai keinginan hamba. Hanya Engkau lah semua kehendak dan takdir berada. Astaghfirullah." Raja menarik napas panjang seiring doa yang tersemat di relung hati terdalam nya.

__ADS_1


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


Ikuti next episode nya kaka moga masih suka cerita TP 🙏


__ADS_2