Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Pengen Pindah


__ADS_3

Hari sudah siang menjelang sore bahkan karyawan kantor pun sudah ada beberapa yang keluar dari kantornya siang ini, Gadis dan Raja sedang ada di sebuah pusat perbelanjaan yang cukup terkenal di daerah Jakarta Selatan.


Raja mengajak Gadis untuk berbelanja beberapa kebutuhan Gadis ataupun kebutuhannya sendiri. Saat mereka ada di counter sebuah sepatu merk terkenal, Raja duduk memperhatikan Gadis sedang mencoba sebuah sepatu pantofel oppa.


Tiba-tiba Raja merasa perutnya sakit, dia lalu memegangi perutnya sambil terlihat wajahnya pucat meringis menahan sakit.


"Aduh kenapa perih nih ya perut gue." batin Raja bertanya dalam hati karena dia merasa perutnya terasa perih dan melilit.


"Yang ini aja Kak," ucap Gadis kepada seorang pelayan yang melayaninya.


Gadis menoleh ke arah Raja dia memperhatikan Raja lalu dia berjalan mendekat dan duduk di sebelah Raja.


"Sakit ya perutnya Kang?" tanya Gadis sambil meraba denyut nadi Raja.


"Habis bayar sepatu kita makan dulu ya kang." ajak Gadis yang hafal benar Raja sakit karena perutnya tidak diisi apapun seharian ini.


Raja menjawab dengan mengangguk. Setelah Mereka menyelesaikan pembayaran dan keluar dari counter sepatu, Gadis dan Raja berjalan menuju sebuah kafe yang ada di lantai 1 Mall tersebut.


"Akang mau pesan makanan apa?" tanya Gadis saat melihat daftar menu di buku menu.


"Entahlah Nong, gak ada yang selera." jawab Raja sambil membaca daftar menu yang ada di tangannya tapi tak ada satupun yang membuat selera makannya timbul.


Gadis menutup buku daftar menu lalu meletakkan di atas meja, dia menatap Raja dengan seksama.


"Akang mau makan apa sebenarnya sekarang?" tanya Gadis langsung pada intinya.


"Gak Nong. Gue lagi nggak pengen makan apapun Nong," jawab Raja terlihat tak berselera dan lemas karena jalan-jalan tapi tanpa ada masukan apapun di perutnya.


"Kang, apa perlu Gadis hipnotis Akang biar Akang jujur?" tanya Gadis menatap wajah tampan suaminya.


"Jangan Nong!" Raja menyahut cepat.


"Ya udah sekarang Akang mau makan apa?" tanya Gadis tenang tapi membuat Raja seperti sedang di sidang.


Hati Raja berdebar tiba-tiba, dia menarik nafas panjang sebelum mengungkapkan apa yang yang ada dipikirannya saat ini.


"Alamak inilah gak enaknya kalau punya istri multitalent ampe mau boong aja gak bisa. Berasa di ciduk dan di introgasi kek penjahat." batin Raja lemas.


"Tapi janji lo jangan marah ya Nong." pinta Raja sebelum dia mengungkapkan apa yang jadi unek-uneknya.


"Iya." jawab Gadis singkat sambil melipat tangan di depan dadanya.


"Gue gue gue e gue-" suara Raja terdengar gugup.


Gadis mengangkat alisnya menatap tajam ke manik mata Raja.

__ADS_1


"Gue pingin nasi goreng ati ampela bikinan mantan." suara Raja makin lemah hampir tak terdengar.


"Mantan yang mana?" tanya Gadis tenang dengan wajah datar membuat Raja makin serba salah.


"Waduh muka marah nih Jenong." batin Raja tak enak hati melihat perubahan mood Gadis.


Gadis mengangkat kedua alisnya dengan bibir terkatup meminta jawaban Raja.


"Zee." ucap Raja terdengar pelan.


Gadis beranjak dari duduknya, saat gadis hendak melangkah Raja menggenggam telapak tangan gadis.


"Sayang please jangan marah, Ini memang gila dan gak masuk akal tapi gue sendiri juga nggak tahu Sayang kenapa gue bisa jadi gini. Maaf Neng," ucap Raja memohon maaf.


"kita pulang," ajak Gadis tanpa menjawab permintaan maaf Radja.


"Sayang," Panggil Raja dengan suara memelas.


"Kita terusin pembicara ini di rumah kang. Nggak baik kita bicara hal begini di tempat seperti ini," ucap Gadis tanpa menoleh ke arah Raja..


Gadis berusaha untuk tetap tenang dan bersikap biasa aja dengan keinginan Raja yang menurutnya aneh, Gadis mencoba untuk tidak memakai emosinya.


Selama perjalanan pulang di mobil tidak ada pembicaraan antara keduanya, suasana menjadi canggung dan terasa sekali tidak nyaman.


"Sayang kamu masih marah ya?" tanya Raja memulai pembicaraan untuk mencairkan suasana sambil memegang telapak tangan Gadis dengan satu tangan mengemudi.


"Apanya?" tanya Raja belum memahami maksud ucapan Gadis.


"Menginginkan sesuatu dan mengucapkan untuk hal yang sulit dan akan menyakiti Gadis," jawab Gadis menoleh ke arah Raja dengan seulas senyum yang terpaksa.


"Banget," saut Raja sambil mencium punggung telapak tangan Gadis.


"Coba minta bantuan Pak Pras supaya Nona Zee mau membuatkan nasi goreng untuk Akang," usul Gadis.


"Kamu nggak marah sayang?" tanya Raja sambil menoleh sekilas kearah Gadis


"Bisa saja ini ngidam karena kehamilan ku kang jadi Kenapa aku harus marah? Memang tadi sempet kesel pas pertama denger Akang nyampein tapi Gadis yakin Akang nggak punya keinginan sedikitpun tentang hal ini, jadi Gadis Mencoba untuk bisa mengerti,*;ucap Gadis dengan bijak.


Kata-kata Gadis membuat Raja merasa lega.


"Tapi ada syaratnya Kang." ucap Gadis kembali.


"Apa Nong? Cari bunga kamboja apa mawar?" tanya Raja menebak dengan penuh bersemangat.


"Hehehe, gak ada syarat bunga Kang. Syaratnya gampang kok," jawab Gadis sambil terkekeh.

__ADS_1


"Terus apa syaratnya?" Raja mulai penasaran.


"Yang pertama Akang nggak boleh ketemu sama nona Zee cuma boleh makan nasi gorengnya. Yang kedua Akang harus memenuhi permintaan Gadis," ucap Gadis menyampaikan keinginannya.


"Yang pertama gue akan pikirin cara dapetin nasi goreng Zee. And than apa permintaan keduamu sayang?" tanya Raja makin penasaran.


"Gadis bosan tinggal di apartemen, cuma bertiga sama Bu San dan Mbak Yati, Tetangga juga nggak ada. Terus kalau mau ke taman harus berkendara dulu, Akang kan tahu kalau Gadis orang kampung biasa dekat dengan alam jadi nggak betah di apartemen." ungkap gadis menyampaikan keluh kesahnya selama di apartemen.


Raja mendadak menepikan mobilnya berhenti di pinggir jalan. Raja menoleh ke samping begitu juga dengan Gadis mereka saling bertatapan. Raja mengambil tangan Gadis lalu mengusapnya dengan lembut.


"Kenapa lu baru bilang kalau selama ini lu nggak betah tinggal di apartemen? Pasti nggak nyaman ya tinggal terpaksa di tempat yang enggak Lu inginin," ucap Raja ada nada sesal.


"Enggak kok Kang, baru beberapa minggu belakangan ini mungkin karena udah terlalu lama juga gadis tinggal di apartemen." elak Gadis.


"Oke kalau gitu nanti kita cari rumah yang sesuai dengan yang kamu inginkan," kata Raja sambil mengusap kepala Gadis.


***


Kediaman Wijayanti.


"Mbakyu, ini gimana hp-nya bunyi terus banyak pesan dan panggilan yang masuk. Apa mau dibiarin nggak diangkat, mau sampai kapan?" tanya Ify dengan wajah panik.


Wijayanti masih duduk di kursi goyang ruang keluarga sambil mendengarkan alunan musik klasik dari kotak musik.


"Biarkan saja enggak usah kamu angkat, nanti lama-lama juga mereka bosan sendiri." saut Wijayanti sambil menggeleng-gelengkan kepala pelan mengikuti alunan musik klasik.


"Ini semua gara-gara Bagus yang sudah mengumumkan pernikahannya secara terbuka dengan gadis dukun sialan itu Mbakyu." geram Ify sambil mengepalkan tangan kanannya dengan bibir mencibir.


Wijayanti mengangkat tangannya suatu isyarat menahan agar Ify tidak meneruskan kata-katanya.


"Jangan bahas hal itu di rumah ini, mengerti kamu Fi! itu hanya akan membuat darahku makin naik bisa-bisa rumahku pindah di rumah sakit bukan di rumah ini!" dengus Wijayanti terlihat sangat kesal menahan marah.


"Mbak Yu. Apa nggak lebih baik anak itu Mbak Yu suruh tinggal di sini, jadi kita bisa mengawasinya dan Bagus juga tidak terlalu dikuasai oleh anak dukun itu. Apalagi sekarang dia sedang hamil, pasti dia akan makin merajalela untuk menjadi bagus budak cintanya." hasut Ify pada Wijayanti.


"Idemu memang tokcer, kalau dia tinggal di rumah ini kita akan bisa terus mengawasinya. Boleh boleh boleh, aku akan suruh Bagus untuk pindah rumah ke sini dengan begitu kita akan bisa membuat dia lama-lama menyerah untuk ada di dekat Bagus."


"Dan yang penting buatku saat ini adalah cucuku dan anakku harus ada dalam genggamanku bukan dalam keragaman anak dukun sialan itu." ucap widjajanti berapi-api karena semangat dia sepertinya menemukan cara baru untuk membuat Gadis dan Raja berpisah.


...~~~~~~...


Yuk dukung lagi ya Totok pembangkit


Apakah rencana Wijayanti akan berhasil? ikuti episode berikutnya.


Terima kasih untuk yang like comment vote dan juga giftnya 🙏🤗

__ADS_1


Jangan bosan ya Kakak😊


__ADS_2