
..."Mana yang lebih kau inginkan, ucapan I Love You dari mulut ku atau sikap dan perhatian ku untuk mu"...
...~Gadis~...
LIKE VOTE KOMENTAR NYA KAKAK 👃
...~~~~~~~...
Begitu mereka masuk toilet Raja langsung mengunci pintu toilet.
"Apaan sih Kang main tarik aja," protes Gadis saat mereka sudah ada di dalam toilet.
"Ngapain lu ada di sini! Lu sengaja ya ngintilin gue Nong?" tanya Raja menatap Gadis tajam.
Gadis membalas tatapan Raja lembut, menangkap ada kepanikan di wajah suaminya akibat pertemuan mereka yang tak terduga di restoran. Gadis mengusap lembut pipi Raja dengan tangan kanannya.
"Akang sayang, Akang gak suka ya kita ketemu di sini?" tanya Gadis dengan suara manja.
"Mulai nih bocah bikin gue sesek jantung aja," batin Raja melihat sikap Gadis mulai nakal menggoda dirinya.
"Bilang aja lu takut kan gue tergoda mantan? Ayo ngaku." pancing Raja ingin tahu perasaan Gadis.
"Hah? Mantan Akang? Pasti dia cantik. Wait a moment, jadi Akang di sini janjian ketemu sama mantan?" tanya Gadis pura-pura polos membulatkan matanya.
"Jenong! Lu jangan bikin gue darting! Denger ya Jenong, gue nggak pernah janjian ketemu sama mantan di sini, ini semua kebetulan. Ngerti nggak lo!" dengus Raja kesal dengan suara tertahan.
Sejenak Gadis menatap mata Raja dan dia langsung tahu bahwa Raja mengatakan yang sebenarnya.
"Iya Akang sayang, Gadis percaya kok," saut Gadis sambil kembali mengusap pipi Raja.
"Tapi gue enggak bisa janji, apa gue bisa jaga hati gue atau tergoda sama mantan gue," pancing Raja menggoda Gadis.
Ceklek Ceklek Ceklek Ceklek Ceklek.
Tok tok tok tok tok
"Akang tuh kan ada orang," bisik Gadis mulai panik sambil memukul dada Raja.
"Tenang lu! jangan panik." Raja mencoba menenangkan Gadis.
"Ehem!" Raja berdeham sangat keras suaranya.
"Uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk!" Raja pura-pura batuk.
Melihat kelakuan kocak Raja membuat Gadis. berusaha menahan tawa sambil menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.
"Pergi dulu yang jauh! saya sedang terkena virus yang mematikan dan menular." seru Raja berbohong agar orang di depan pintu menjauh dari pintu toilet.
"Akang Kenapa boong? Dosa tau Kang?" tegur Gadis tidak suka dengan kebohongan yang Raja buat.
"Sapa yang bohong Jenong! emang gue lagi kena virus," bisik Raja di telinga Gadis.
"Virus apaan Kang?" tanya Gadis tak paham maksud dari perkataan Raja.
"Virus mencintai mu Jenong." saut Raja sambil memberi tanda love dengan jempol dan telunjuk.
Gadis terpingkal menahan tawa sambil memegangi perut dan menutup mulutnya.
"Dasar kang gombal," decak Gadis.
__ADS_1
"Lu diam dulu, gue akan lihat di luar masih ada orang nggak. Kalau gak ada orang lu langsung keluar dulu oke," perintah Raja.
Gadis menjawab dengan anggukan. Raja membuka pintu menyembulkan kepalanya ke luar, melihat ke kanan dan ke kiri sekilas dan sepertinya di depan toilet tidak ada orang.
"Keluar Nong aman." titah Raja sambil menarik pelan lengan Gadis untuk segera keluar.
Saat Gadis sudah di luar dan hendak masuk ke toilet wanita, sosok Zee ada di samping pintu toilet. Zee menatapnya tak berkedip.
Mereka berdua sempat saling bertatapan tapi Gadis langsung menghindar dan mempercepat langkahnya masuk ke dalam toilet wanita. Tak lama kemudian Raja keluar dari pintu toilet dan dia terkejut saat melihat Zee sudah berdiri di depan toilet pria sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada menatap tajam kearah Raja.
"Gue nggak nyangka Raj, makin tua kelakuan lu malah makin kek ABG. Cari tempat mojok di toilet pria, persis seperti waktu SMA," ejek Zee dengan sinis.
Raja diam menatap Zee dengan mulut mengatup untuk sesaat.
"Bukan urusan lu." setelah mengatakan kalimat itu Raja berlalu hendak pergi meninggalkan Zee kembali ke mejanya.
"Raj!" dengus Zee menggamit lengan Raja hingga langkah Raja terhenti.
"Lepasin tangan lu." titah Raja dengan suara dingin.
"Apa cewek itu yang sudah mengubah hatimu hingga dingin terhadapku." ucap Zee suaranya mulai parau.
"Bukan urusan lu." saut Raja menepis tangan Zee dari lengannya.
Raja meninggalkan Zee begitu saja yang masih berdiri tertegun di depan pintu toilet pria, dia menatap Raja dengan rasa marah, sedih dan juga kecewa.
Matanya tampak mulai tergenang, dadanya terlihat turun naik tak beraturan dia seperti menahan emosi yang ingin meledak. Zee masuk kedalam toilet wanita,
Ceklek.
Saat pintu toilet terbuka manik mata Zee bertatapan dengan manik mata Gadis yang hendak keluar dari toilet, untuk sekian detik mereka saling menatap kembali.
Zee diam tak beranjak dari tempatnya dia masih tetap menatap Gadis menelisik dari ujung atas sampai ujung bawah.
"Maaf Nona, Permisi." kembali Gadis berkata dengan sopan.
"Berapa umurmu?" tanya Zee tiba-tiba membuat Gadis heran dengan pertanyaan Zee.
"Hah?" tanya Gadis heran balik bertanya dengan mata membulat dan mulut sedikit terbuka.
"Aku tanya berapa umurmu?" kembali Zee bertanya dengan tenang tapi terlihat angkuh.
Gadis terdiam sesaat.
"Maaf nona, saya tidak harus menjawab pertanyaan pribadi saya kepada orang asing yang belum saya kenal. Permisi," jawab Gadis tenang.
Gadis berjalan sedikit merapat ke tembok melewati Zee untuk keluar dari toilet. Zee melirik tajam kearah Gadis dengan sudut matanya, terlihat ada lengkung di salah satu sudut bibirnya tertarik ke atas tanda dia memandang sebelah mata kepada Gadis.
Setelah Gadis keluar dari toilet Zee berjalan ke arah wastafel dengan kaca besar terpampang di depannya.
"Dia bukan saingan mu Zee, dia cewek yang biasa aja tidak ada yang menarik dan tidak ada yang lebih dari aku kecuali umurnya dia lebih muda dariku," gumam Zee sambil melihat kaca toilet tersenyum smrik dengan penuh percaya diri.
"Permainan akan lebih seru Zee, bukan hanya Raja yang harus ku tundukkan tapi juga Nyonya Wijayanti yang terhormat," gumam Zee sambil tersenyum masam.
"Kamu harus semangat Zee, satu persatu raihlah untuk mewujudkan kembali keinginanmu mendapatkan cinta Raj sekali lagi." Zee kembali bergumam menyemangati dirinya.
***
Gadis fokus melihat wajah Bian dengan teliti. Gadis mengeluarkan Sarung Tangan Latex dari tasnya lalu memakainya.
__ADS_1
"Maaf boleh saya pegang wajah anda,"pinta Gadis dengan sopan kepada Bian.
Bian tidak menjawab Dia hanya mengangguk pelan, Gadis mulai meraba rahang, kedua tulang pipi, pelipis dan terakhir hidung. Dari jauh Raja
menatap tajam ke arah Gadis. Tampak jelas terlihat Raja menahan marah dan kesal dengan apa yang dilakukan Gadis pada kliennya.
"Sialan! Berani sekali Jenong pegang pegang wajah cowok di depan gue." Raja menggerutu dalam hati dan tampak gelisah.
Zee memperhatikan Raja yang perhatiannya fokus ke depan, itu membuat Zee penasaran dan menengok ke arah belakang. Zee bisa melihat dengan jelas Gadis duduk menghadap persis ke arah Raja di belakangnya.
Wajah Zee terlihat masam melihat sikap Raja yang acuh kepadanya dan selalu memperhatikan Gadis. bahkan masih bisa melihat kecemburuan di wajah Raja pada Gadis yang sedang memegang wajah pria lain.
Raja menghentikan makannya lalu mengirim pesan di hp-nya kepada Gadis.
📤 Jangan pegang wajah cowok lain Jenong!!!!!!
"Bro gue ambil baju ganti ya di mobil." usul Pras tapi di acuhkan Raja.
Pandangan Raja masih tetap ke arah Gadis dengan tatapan kesal.
"Sialan Jenong gak liat pesan WA gue." batin Raja kesal sambil tangannya mempermainkan sendok makan di mangkuk sotonya.
Ayo menatap heran ke arah Raja melihat sikap Raja yang ke depan dengan pandangan kesal tanpa menikmati makanannya.
"Raja makan sotonya, tar kalau dingin gak enak loh." kata Ayu mengingatkan.
Raja diam saja tetap menatap Gadis sambil memainkan sendok nya.
Pras melirik Raja dan hanya menggelengkan kepalanya tersenyum kecut.
"Raj tidak akan mendengarkan kata-katamu pikiran dan hatinya ada di tempat lain Ay." kata Zee dengan nada meninggi membuat Raja tersadar kaget tiba-tiba.
"Ngomong apa sih lu, gak jelas." saut Raja acuh sambil melihat soto di depan nya yang kuahnya terciprat di taplak meja hingga terlihat kotor.
"UPS sorry." ucap Raja melepaskan sendok nya spontan.
"Makanya kalau makan yang konsen bro, dah kek balita aja makan belepotan tempatnya hahaha." celetuk Pras.
Ayu yang mendengar ikut tersenyum melihat tingkah Raja yang galfok, sementara Zee wajahnya terlihat kesal hingga dia beranjak dari duduknya.
"Ay, gue cabut duluan," Zee terlihat bete.
"Makan dulu Zee." pinta Ayu memegang lengan Zee.
"Gak ***** gue." saut Zee bergegas pergi.
"Sorry, kalian yang bayar bye." Ayu buru-buru beranjak dari duduknya berjalan bergegas menyusul Zee.
Raja acuh saja melihat kepergian Zee dia kembali menyuap sotonya dengan kesal sambil menatap Gadis.
"Cemburu nya kek anak bayi bro hahaha," ledek Pras.
...🤪🤪🤪🤪😡😡😡😡😡😡😡🤪🤪🤪🤪...
Duh Kang Raja yang mau bikin cemburu sama mantan kok malah yang balik cemburu ðŸ¤
Gimana lanjutan cerita cinta mereka, bosen gak dengan cerita Raja dan Gadis.
Terimakasih untuk Like Vote Gift Dan Komentar nya kakak 🤗👃
__ADS_1