Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Pelecehan


__ADS_3

..."Aku paling takut mengharapkan kamu Karena aku tahu kamu mengharapkan dia"...


...~Gadis~...


LIKE LIKE JANGAN LUPA KAKAK🤗




Siang ini Gadis akan melakukan pekerjaannya sebagai make up artist untuk syuting sebuah drama seri yang dibintangi oleh Rianti dan Michael syuting dilakukan di sebuah Mall Elite di kawasan Kuningan.



"Speed Dis, siapkan Rianti buat scene selanjutnya," perintah Bee.



"OK Mister." sahut Gadis sambil menyiapkan perlengkapan make up.



Gadis pun lalu bergegas merias Rianti sesuai dengan tuntutan peran tidak sulit buat Gadis untuk merias wajah cantik Rianti, hanya dengan sedikit polesan Rianti tampil sempurna.



"Lu memang selalu bisa diandalkan Dis," puji Bee melihat hasil kerja Gadis.



"Dis, jangan lupa ntar malam ada dinner team. Lu jangan sampai gak ikut." pesan Bee saat mereka sedang merapikan peralatan make up karena syuting akan segera selesai.



"Ya Mister.., Gadis punya janji sama teman boleh nggak Gadis izin nggak ikut," Gadis memohon Karena dia sudah berjanji dengan Ray untuk nonton bareng malam ini.



"Untuk kali ini maaf ya, Mister nggak bisa kasih izin kamu, belum pernah sekalipun kamt ikut dinner tim jadi tidak ada izin untuk malam ini. Kamu tunda aja tuh pergi sama temen kamu." Bee berkata tegas sambil mendelik ke arah Gadis. Sepertinya dia sudah kesal sama Gadis yang tidak pernah mau kalau diajak makan malam tim.



Gadis diam cemberut mukanya ditekuk



"Nyebelin," gerutu Gadis.



Syuting selesai habis Isya, setelah merapikan dan memasukkan semua peralatan make up ke dalam mobil Bee, Gadis dan Bee bersiap untuk pergi ke acara dinner tim di sebuah Cafe di kawasan Pondok Indah.



Hampir semua kru hadir di acara itu tanpa terkecuali. Cafe 21 itu bukan hanya tempat untuk makan tapi juga sekaligus tempat untuk mencari hiburan karena di situ disiapkan juga DJ dan area untuk melantai.



"Mister, Gadis ke toilet dulu ya." kata gadis izin kepada Bee untuk pergi ke toilet, Bee hanya mengangguk.



pengunjung Cafe lumayan penuh saat kembali dari toilet Gadis melewati bar, ada 4 orang cowok dengan badan besar dan kekar serta seorang lagi yang terlihat seperti bosnya.



"Halo cantik temani abang yuk?" kata Sang Bos sambil memegang lengan Gadis.



Gadis mencoba melepaskan tangannya, tapi cowok itu memberi instruksi pada anak buahnya untuk memegangi Gadis.



"Lepaskan aku! apa mau kalian! lepaskan!" teriak Gadis meronta.



"Mau gue? mau seneng-seneng sama lu, jadi lu tinggal nikmatin aja. Jarang ada cewek berhijab masuk cafe kayak gini." kata bos mesum sambil tertawa smirk.



Bunyi musik yang keras dan lalu lalang orang yang sedang berjoget atau hanya sebatas berdiri membuat teriakan Gadis tak ada gunanya.

__ADS_1



"Pasti bakal gue lepasin kalau gue udah ngerasain bibir seksi lu," decak cowok yang di panggil bos.



Cowok itu mulai menyentuh pipi Gadis, dengan sekuat tenaga Gadis menghentakkan kakinya bergantian menginjak kaki kedua pengawal cowok mesum yang bernama Alex, hingga kedua pengawal itu melepaskan tangan Gadis.



Kesempatan itu Gadis gunakan untuk menyematkan totok di saraf leher belakang yang mengarah ke saraf pusat. Seketika tubuh Alex terdiam tak bisa bergerak.



"Suruh ngejauh anak buah mu! dalam hitungan ke 3 kalau mereka tidak menjauhiku dan memberi jalan padaku aku akan membuatmu seperti ini seumur hidupmu!" ancam Gadis tidak ingin ada keributan di Cafe.



"Menjauh kalian semua!" perintah Alex pada semua pengawalnya.



Empat orang anak buah Alex bingung dengan perintah Bosnya, mereka saling berpandangan dan menjauh dari Alex dan Gadis, Gadis pun mulai menyingkir dan berjalan cepat menerobos kerumunan orang untuk menuju meja team nya.



"Mister, Gadis pulang dulu!" teriak Gadis pamit pada Bee bergegas pergi.



Saat melewati bar Gadis sama sekali tak menoleh ke arah Alex yang masih berdiri mematung bersama 4 orang anak buahnya yang kebingungan melihat kondisi Alex.



"Brengsek, kenapa gue jadi patung gak bisa gerak gini!" teriak Alex terlihat wajah besar sambil berusaha menggerakkan badannya tapi sia-sia.



"Awas kalo gue ketemu cewek sialan itu bakal gue habisin dia!" geram Alex.



\*\*\*




"Malam Nona," sapa resepsionis saat Gadis melewati meja resepsionis, Gadis hanya mengangguk dan tersenyum.



Tak lama pintu lift terbuka, Raja berdiri di dalam nya. Mereka saling bertatapan, Gadis masuk ke dalam lift dan menekan angka 28. Raja diam dia seperti bingung harus keluar atau tidak.



"Maaf Tuan, anda mau turun atau-," kalimat pertanyaan Gadis yang belum sempat terjawab dengan tertutupnya kembali pintu lift dan naik ke atas.



Raja tidak jadi turun ke bawah dia kembali lagi ke apartemen bersama Gadis, di dalam lift keduanya diam, antara mereka memang tidak saling kenal jika berada di luar apartemen sesuai perjanjian mereka berdua.



Ting.



Pintu lift terbuka di lantai 28 dan Gadis langsung keluar tanpa menoleh ke arah Raja sama sekali.



"Dari mana tuh jenong malam gini baru pulang?" batin Raja.



Ting



Raja bergegas keluar dari lift dan langsung menuju apartemen, dia pun lalu pergi ke lantai bawah dengan menggunakan lift pribadi yang ada di dalam apartemennya.


__ADS_1


"Nong, Nenggg!" panggil Raja teriak begitu keluar dari pintu lift.



Tak ada sahutan Raja berjalan menuju kamar Gadis.



Tok tok tok.



Tiga kali Raja mengetuk pintu tidak ada sahutan, lalu dia membuka pintu dengan kode yang dia hafal.



Ceklek.



Kamar Gadis kosong, Raja masuk berjalan menuju ke bathroom, terdengar suara gemericik air.



"Lagi mandi die." gumam Raja sambil tersenyum tipis.



Raja membaringkan tubuhnya sambil memainkan hpnya.



"Astaghfirullah, bikin kaget aja Akang!" teriak Gadis saat keluar dari kamar mandi melihat Raja yang terbaring di ranjang nya.



"Seksi," gumam Raja sambil menelan ludah melihat Gadis yang menggunakan baju kaos ketat warna hitam dan celana pendek.



"Jangan kelamaan liatinnya tar repot Kang," ucap Gadis menyadarkan Raja.



Raja bangun dari tiduran nya berjalan ke arah meja rias tempat Gadis duduk menggunakan cream malam untuk perawatan wajahnya. Raja memegang pundak Gadis dengan badan membungkuk.



"Repot kenapa, takut gue jatuh cinta sama lu Nong?" tanya Raja memancing perasaan Gadis padanya.



"Bukan itu Kang, nggak mungkin juga kan akang jatuh cinta sama Gadis, kan ada Non Vivian yang bakal dampingi Akang," jawab Gadis santai.



"Terus kalau gitu maksud lu gue takut apa?" tanya Raja agak sedikit kecewa dengan jawaban gadis



"Takut pengen anu, tapi-," Gadis tidak meneruskan kalimatnya



"Anu apa? tapi apa?" tanya Raja mendesak.



"Udah ah, nggak mau bahas lagi tunggu 3 hari lagi." ucap Gadis sambil berdiri dari kursi riasnya dan berjalan keranjang



Raja tiba-tiba menarik tangan Gadis, membuat Gadis terhenti langkahnya dan berpaling menatap ke arah Raja.



...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...



Nah loh Raja mau apa ya ya ya


Yuk yang masih penasaran ikutin next episode Totok pembangkit.

__ADS_1


Terima kasih untuk like vite gif dan juga komentarnya stay terus ya Kakak🤗🙏


__ADS_2