Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Foto USG


__ADS_3

Teriakan histeris Ify membuat suasana rumah sakit seketika menjadi gaduh, beberapa pengunjung rumah sakit, petugas dan juga pasien yang sedang berobat dibuat kaget dan serentak menoleh ke arah Ify dengan kedua tangan ke belakang dan didorong jalan ke depan oleh Pras seperti seorang penjahat yang baru saja tertangkap.


"Ada apa ini?" tanya komandan sekuriti berlari ke arah mereka berdua di temani oleh dua orang anak buahnya.


"Tolong amankan dia ke pihak yang berwajib, dia sudah melakukan tindak upaya pembunuhan pada pasien rumah sakit ini." perintah Pras pada komandan sekuriti.


Dua orang petugas mengambil alih Ify dan langsung memborgol nya.


"LEPASKAN! AKU MAU MEMBUNUHNYAAA! GADIS SIALAN ITU HARUS MATI DIA PEMBUNUHNYA MBAKYUUU!!!" Ify terus berteriak menggema di seluruh lobby rumah sakit sambil meronta-ronta.


"Gadis." Pras bergumam sambil berlari secepat kilat kembali naik ke lantai 3.


Begitu sampai kamar Gadis, Pras melihat seorang dokter dan 2 orang perawat awan sedang memasang oksigen pada mulut gadis mereka juga cantik cairan obat lewat infus gadis.


"Bagaimana keadaan dia dan bayinya Lan?" suara Pras terdengar panik dengan napas memburu.


"Hampir saja nyawanya melayang kalau terlambat sedikit saja Pras. Untung dia gadis yang kuat, bayinya baik-baik saja. Semoga tidak ada efek samping apapun dari obat bius." kata Adlan setelah selesai memeriksa Gadis.


"Terus kenapa dia tidak bergerak?" tanya Pras masih bingung dengan keadaan Gadis yang seperti orang koma.


"Itu akibat pengaruh obat bius yang tadi diberikan oleh tante Ify." jawab dokter Adlan.


"Kasian, Gue nggak ngerti gimana ekspresi Raja kalau sampai dia tahu kejadian ini." gumam Pras sambil memijat keningnya.


"Lo udah hubungin dia?" Tanya Dokter Adlan menoleh ke arah Pras.


"Belum. Hati gue bener-bener nggak tega untuk nyampein hal ini, tadi pas ketemu dia di lobi dia kelihatan sangat ceria setelah 3 hari dia benar-benar murung dalam duka. gimana coba cara gue nyampein hal ini ke dia bro." keluh Pras sambil memejamkan matanya.


"Tega nggak tega lu harus sampein, semakin cepat semakin bagus. Lu tahu kan sifatnya kayak gimana?" Adlan seperti mengingatkan jika hal ini sampai terlambat Raja tahu pasti dia bisa ngamuk.


"Astaga! Apa sebetulnya hal yang sudah meracuni pikiran tante Ify sampai dia tega melakukan hal seperti ini. gue bener-bener enggak nyangka." Pras tak habis pikir kenapa Ify bisa melakukan tindakan keji seperti itu pada Gadis.


"Karena kehilangan yang luar biasa membuat tante Ify tega melakukan itu semua dia berada pada Puncak stresnya akibat rasa kehilangan." kata Adlan menerangkan.

__ADS_1


"Bro tolong jaga dia, gue tunggu Raja di bawah." pinta Pras sebelum pergi meninggalkan kamar Gadis.


Begitu Pras keluar dari pintu kamar Gadis dengan tertunduk lesu manik matanya menangkap gumpalan kertas di kakinya, ada hasrat yang membuat Pras memungut gumpalan kertas itu dan membukanya.


Mata Pras langsung terbelalak saat melihat kertas itu sebuah foto USG bayi. Pras langsung teringat Zee dan secepat kilat Pras berlari ke lift untuk mencari Zee.


"Zee.." gumam Pras Begitu keluar dari lift.


Begitu di lobby manik matanya langsung berputar mengelilingi area lobi di mana banyak pasien yang sedang duduk atau berdiri menunggu antrian pendaftaran poli rawat jalan. Hampir 10 menit Pras mencari dan menyisir ruangan lobi sampai ke tempat parkir tapi sosok yang dicari tidak ditemukan.


"Astaga Raja." Pras tepuk jidat teringat Raja, dia lalu mengeluarkan HP dari saku celananya dan segera menghubungi Raja.


***


Sementara Raja begitu sampai rumah dia langsung membersihkan badan hampir sepanjang aktivitasnya mulutnya tak berhenti berdendang. Begitu selesai membersihkan diri Raja menuju ruang makan untuk mengisi perutnya yang sudah 2 hari dibiarkan kosong.


"Lapar akut ini mah perut gue ampe melilit banget rasanya, kayaknya cacing di perut gue bukan hanya demo tapi mulai bikin kerusuhan." gumam Raja sambil memegangi perutnya.


Saat melewati depan kamar Wijayanti Raja menghentikan langkahnya dia menoleh menatap sayu ke arah pintu kamar Wijayanti.


Raja kembali melanjutkan jalannya menuju ruang makan tangannya mengusap ujung sudut matanya yang mulai tergenang.


Begitu sampai ruang makan yang luas, suasana hening dan lengang. Raja menatap kursi di mana Wijayanti biasanya duduk. Raja melangkah perlahan mendekat ke kursi itu dan begitu sampai tangan Raja mengusap pucuk sandaran kursi lalu dia duduk di situ.


"Ma." batin Raja sambil memejamkan matanya lalu dia menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.


Raja merasa sedang di peluk Wijayanti alam khayalan nya, dia menghirup nafas dalam dengan mata masih terpejam.


"Makanlah dulu, isi perutmu agar kamu punya banyak tenaga untuk mendampingi putriku dan calon cucuku." suara Hayati tiba-tiba membuyarkan lamunan nya dan membuat Raja membuka mata.


"Iya Mah. Maaf selama beberapa hari Raja egois larut dalam duka hingga membuat Gadis jadi-,"


"Sudah lah jangan terus salahkan dirimu, semua di luar keinginan kita. Sekarang lakukan tugas mu jadi suami dan kepala rumah tangga dengan lebih baik. Sedih dan berduka boleh rapi jangan kebablasan. Sekarang makan lah biar kita cepat berangkat ke rumah sakit." ucap Hayati kembali ke dapur.

__ADS_1


Raja mulai mengisi perutnya dengan makanan favoritnya, semur jengkol dan tumis kangkung campur udang serta yang lainnya. Baru beberapa suap telpon di atas meja di samping nya bergetar tanda panggilan masuk. Untuk beberapa saat Raja masih mengacuhkan panggilan telepon itu dan asik menikmati makanannya.


Telepon kembali bergetar entah ini untuk ke berapa kali hingga membuat Raja menghentikan makannya.


"Sialan si buluk ganggu orang lagi makan aja, emang gak tau apa orang lagi kelaparan?" geram Raja merasa tidak senang dengan panggilan telepon dari Pras di tengah dia menikmati makan.


"Halo dodol! Awas aja kalau bukan berita penting yang mau lo sampaikan gue pecat lo! Ganggu makan gue aja!" bentak Raja dengan wajah marah mya.


"Ada seseorang yang mencoba membunuh Gadis." suara Pras lemah di seberang telepon.


"APAAAA! SIAPAAA! GIMANA SEKARANG BINI GUEEE!!" Raja terhenyak langsung berdiri dari duduk nya dengan wajah kaget sekaligus panik bercampur marah.


"JAGA BINI GUE! KALAU SAMPAI TERJADI HAL BURUK PADA BINI GUE DAN BAYINYA HABIS LO DI TANGAN GUE!" teriak Raja hingga membuat jantung Hayati berdegup kencang.


"Ada apa dengan Eneng?" tanya Hayati panik menatap tajam Raja.


"Ada seseorang yang mencoba membunuh Gadis Mah. Ayo kita ke rumah sakit sekarang Mah." Raja langsung bergegas pergi meninggalkan ruang makan.


"Tunggu sebentar! Mamah ambil sesuatu." Hayati berjalan cepat menuju dapur.


"Buruan Mah!" teriak Raja tak sabar sambil berjalan ke depan rumah.


***


Pras Duduk di lobi sambil memandang foto USG di tangannya, jari jemarinya mengusap foto hitam putih yang hanya terlihat titik hitam dan garis gelombang.


"Apa kamu anakku?" kalimat pertanyaan meluncur lirih dari mulut Pras.


Pras menarik napas dalam-dalam, ada sesak di dadanya dengan kejadian yang baru terjadi menimpa Gadis. Satu pertanyaan besar dari beberapa pertanyaan yang berkecamuk dalam pikiran yaitu kenapa Zee bisa setega itu membiarkan tindakan Ify.


"Kenapa lu bisa berubah Zee, apa cinta yang membuat hati nurani lu mati?" batin Pras tak habis pikir.


"MANA BINI GUE!" bentak Raja sudah berdiri di hadapan Pras hingga membuat Pras tersentak kaget dan foto USG di tangannya jatuh ke lantai.

__ADS_1


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


Ikuti episode selanjutnya ya 🤗🙏


__ADS_2