
...Hati ku untuk mu, tapi pikiran dan masa depan ku untuk nya"...
...~Raja~...
LIKE FAVORIT VOTE JANGAN LUPA KAKAK
"Gue nggak suka denger omongan ngegantung, maksudnya lu bilang tapi apa Jenong?" cecar Raja geram.
"Kang, waktu terapi 3 hari lagi takutnya nyesek doang," jawab Gadis santai.
"Nyesek gimana maksud lu?" Raja masih penasaran dengan jawaban Gadis.
"Ya, belum waktunya buat dia, jadi percuma kalo cuma mau hehehe," jawab Gadis tertawa.
Mendengar jawaban Gadis membuat Raja seperti berpikir tapi tangannya masih memegang tangan Gadis kuat.
"Kang lepasin tangan Gadis," pinta Gadis.
"Nggak," sahut Raja menatap Gadis tajam.
"Mau apa Kang?" tanya Gadis heran ketika tangannya di tarik Raja keluar kamar.
"Ikut gue!" titah Raja.
"Kemana Kang?" tanya Gadis bingung.
"Kamar gue!" jawab Raja.
.
"Ngapain?" tanya gadis dengan wajah melongo bingung.
"Jenong lu jangan pura-pura amnesia ya? lu lupa perjanjian kita masalah si curut got itu?" sahut Raja sewot sambil mendelik.
'
"Curut got? siapa dia kang?" tanya Gadis masih tak mengerti arah pembicaraan Raja.
"MICHAEL!" bentak Raja hingga menyemburkan hujan lokalnya ke wajah Gadis.
"Iihh, kenapa jadi hujan lokal. Akang jorok!" dengus Gadis kesal sambil membersihkan wajahnya.
"Sorry Nong, lu juga sih suka pura-pura lola," protes Raja kesal.
"Oh, janji yang itu? gak ah, akang aja yang tidur di sini," tolak Gadis.
"Gak mau, gue gak nyaman tidur di sini. pokoknya kamar gue!" Raja kekeh pada pendiriannya.
"Apalagi Gadis, mana bisa Gadis tidur di tempat akang pernah tidur dengan teman kencan Akang," Gadis berkata sambil cemberut.
Raja sejenak diam memandang Gadis.
"Dah pokoknya lu ikut dulu ke kamar gue tar lu baru putusin mau apa gak." ucap Raja menggandeng tangan Gadis.
Mau tak mau Gadis mengikuti keinginan Raja, dengan langkah malas di seret Gadis berjalan ke kamar Raja di lantai atas.
Ting.
Raja dan Gadis keluar dari lift dan berjalan menuju kamar Raja. Raja membuka pintu kamarnya

__ADS_1
Gadis tersenyum desain kamar Raja berubah total.
"Kapan renovasi nya Kang? kok Gadis baru tau?" tanya gadis sambil matanya berkeliling nama raja sambil manggut-manggut
"Gimana lo suka kan?" tanya Raja ingin tahu penilaian Gadis.
"Bagus dibanding yang kemarin," jawab Gadis.
"Berarti lu mau ya mulai Malam ini tidur di sini?"
"Iya, tapi gantian sehari di sini sehari di kamar Gadis," usul Gadis.
"Ok deal," sahut Raja.
"Kang, Gadis mau bikin susu dulu ya?" kata Gadis sambil berjalan keluar kamar menuju dapur.
"Suruh aja Yati yang bikinin, kalau enggak si Mak," kata Raja sambil memeluk pinggang Gadis
"Apa susahnya sih orang cuman bikin susu doang, kenapa mesti harus nyuruh orang lain," ucap Gadis sambil melepaskan pelukan Raja.
Gadis berjalan meninggalkan Raja, Raja mengikuti Gadis di belakang nya.
"Akang mau kemana?" tanya Gadis itu menoleh ke belakang
"Nemenin lu bikin susu," jawab Raja sambil nyengir
" Ngapain ditemenin? kayak anak kecil aja," ucap Gadis heran dengan sikap Raja malam ini.
"Udah buruan, ayo bikin susu. Lagian gue cuma nemenin elu Jenong, ngapain pakai diprotes segala," sungut Raja kesal.
"Njiirr! gue kenapa gak mau jauh dari Jenong ya, apa jangan-jangan dia melet gue Ya." batin Raja terus matanya menatap kearah Gadis dari ujung atas ke ujung kaki kembali lagi ke atas.
"Perasaan gak ada yang istimewa banget dari Jenong tapi kenapa dada gue suka ajib-ajib kalo deket dia," batin Raja mulai berjalan mendekati Gadis yang sedang membuat susu.
Raja mencium harum rambut Gadis sambil memegang pundak Gadis dan mengusapnya lembut.
"Emang kenyang cuma minum susu doang Nong?" tanya Raja heran yang melihat gadis tidak pernah makan malam dan hanya meminum susu.
"Banget," Jawab Gadis singkat sambil meneguk susunya.
"Akang nonton tv dulu ya," ajak Gadis karena hari ini ada acara variety show favoritnya.
"Di kamar aja nontonnya Nong,' ajak Raja sambil merangkul Gadis berjalan menuju kamar.
Nit nit nit nit
Klek
Raja dan Gadis saling berpandangan kaget tapi Gadis hanya mematung tak bisa lari bersembunyi.
"HONEY, HOW ARE YOU!" teriak suara Vivian melengking.
"Kang!" teriak Gadis tertahan. tak berani membalikkan badan melihat ke arah suara Vivian di belakang nya sedang berjalan.
"MASSS! KAMU SELINGKUH YA!!" teriak Vivian terkejut saat melihat Raja merangkul Gadis.
__ADS_1
"Putar badan akang! cepat" bisik Gadis mulai panik.
"Hah?" Raja bingung sekaligus panik juga.
Vivian mulai berjalan mendekati mereka dengan murka luar biasa tampak diwajahnya. Gadis yang berdiri di depan Raja bergerak cepat berlindung di belakang Raja.
"SIAPA PEREMPUAN MURAHAN INI, AKU INGIN MENGHAJARNYA!!" teriak Vivian kesal luar biasa sekaligus penasaran siapa selingkuhan Raja.
Raja berusaha melindungi Gadis agar tak terlihat wajahnya oleh Vivian, Raja memeluk Vivian agar tak menyentuh Gadis.
"LEPASKAN AKU MAS, AKU INGIN TAU SIAPA CEWEK MURAHAN YANG JADI PELAKOR SIALAN INII!" Vivian meronta ingin lepas dari dekapan Raja dengan tangan masih menggapai-gapai ingin meraih Gadis.
Gadis lari mencari perlindungan sambil menutupi wajah dengan tangannya. Dia berlari ke arah dapur.
"Sudah lah sayang! dia bukan siapa-siapa! Ayo lebih baik gue anterin lu pulang!" teriak Raja.
"LEPASKAN AKU, LEPASIN!" teriak Vivian terus memberontak.
"Aduh! ngumpet di mana?" Gadis yang biasa tenang tampak bingung.
Mata Gadis jelalatan mencari tempat sembunyi
untuk berlindung, Gadis melihat lemari perkakas kebersihan yang ada di sebelah kulkas jumbo.
"JANGAN SEMBUNYIKAN DIA DAN JANGAN LINDUNGI CEWEK SIALAN ITU! LEPASKAN MASS!!" pekik Vivian.
"Sudah sayang hentikan!" bentak Raja berteriak membuat Vivian diam tak meronta dan menatap Raja dengan mata melotot.
"Berani Mas bentak aku demi cewek murahan itu!" dengus Vivian meradang.
"Bukan begitu Vi," Raja mencoba menenangkan Vivian.
"Vi? kamu panggil aku Vi Mas?" Vivian kaget mendengar Raja menyebut namanya bukan panggilan sayang.
"Beb, bukan begitu. Udah lebih baik aku antarin kamu pulang tar kita bicarakan di Apartemen mu sayang." bujuk Raja.
"Lepaskan aku!" ketus Vivian berkata sambil mendelik.
Raja melepaskan pelukannya, begitu terlepas Vivian langsung bergegas ke dapur mencari Gadis.
"KELUAR LU CEWEK SIALAN! DASAR PELAKOR BRENGSEK LU!!" teriak Vivian sambil memeriksa setiap sudut dapur.
"SUDAH! KALAU LU GAK MAU GUE ANTARIN PULANG GUE BATALIN PERTUNANGAN KITA!!" bentak Raja mengancam membuat Vivian seketika menghentikan aksinya mencari Gadis.
Vivian berjalan mendekat ke arah Raja dengan tatapan tajam dan penuh kemarahan.
"Cuih! kamu sampai begitu nya lindungi Cewek murahan itu Mas! dia pasti mainan mu yang paling berharga. Liat saja aku akan tahu siapa dia!" dengus Vivian lalu pergi dari dapur meninggalkan Apartemen Raja.
Sebelum Raja menyusul Vivian, matanya masih sempat memeriksa dapur sekilas. Dia tak melihat Gadis.
"Maafin Gue Nong." bisik Raja lalu bergegas pergi mengejar Vivian.
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
Gadis yang malangπ
Raja oh Raja tanggungjawab loh
stay yuk next episode nya kakak
Makasih untuk semua jejaknya. ππ
__ADS_1
Happy nice everyday π