Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Lupa Sejenak


__ADS_3

..."Aku akan terus berusaha meyakinkanmu walaupun godaan datang silih berganti"...


...~Raja~...


LIKE LIKE KOMENTAR KAKAK 🙏


...~~~~~~~~~...


Tiga hari di Paris memberikan momen tersendiri buat Gadis dan Raja. Paris kota sejuta pesona harus Mereka tinggalkan setelah semua urusan Raja menangani anak perusahaan nya kelar.


Sore ini mereka bertiga di tambah Pras sudah ada di ruang tunggu boarding bandara untuk pulang kembali ke Jakarta. Gadis duduk di sebelah Pras berhadapan dengan Raja. Gadis asik melihat tik tok di hpnya dengan headset di telinga nya.


Geser menjauh dodol! jangan dekat-dekat bini gue!


Raja mengirim pesan ke WA Pras, sementara Pras sedang sibuk membalas pesan dari notif lain. Melihat pesannya diabaikan, Raja kesal. Dia menatap tajam ke arah Pras dari balik kacamata hitamnya.


Duk!


"Aaaaauuu!" teriak Pras kaget meringis kesakitan sambil tangannya mengelus kaki yang kena tendang kaki Raja.


Gadis yang mendengar teriakan Pras langsung berhenti melihat layar ponselnya dan menoleh ke arah Pras dengan mata membulat karena kaget.


TiNG.


Makanya baca pesan gue dodol!


Begitu Pras membaca pesan dari Raja dia langsung menggeser tempat duduknya menjauh dari Gadis.


Masih kurang jauh nggak Bos 🤔


Balas pesan Pras yang di kirim ke WA Raja. Gadis menatap ke arah Pras dan Raja bergantian lalu menggelengkan kepala peran dan kemudian dia melanjutkan kembali melihat Tik Tok di hp-nya.


Ting.


Ada notif pesan masuk ke HP Raja, Raja memperhatikan nomor yang mengirim pesan dia langsung membuka pesan itu yang berupa sebuah foto. Raut wajah Raja seketika berubah setelah melihat foto yang ada di layar ponselnya Dan diapun menekan nomor si pengirim.


"Di mana kamu sekarang?" suara Raja terdengar tegang. Begitu juga dengan raut wajahnya.


"Hiks hiks hiks"


Tak jawaban kata-kata hanya suara tangis yang terdengar dari si penelpon yang ternyata suara wanita.


"DI MANA LO SEKARANG!" teriak Raja membuat Gadis Pras dan orang-orang di sekitar mereka kaget dan menengok kearah Raja.

__ADS_1


Raja berdiri urat lehernya tampak menegang seperti halnya wajahnya, tangannya pun mengepal. Raja sedang menahan amarah yang luar biasa. Pras berdiri berjalan mendekat kearah Raja, dia belum tahu apa yang terjadi, dia tahu Raja sedang panik dan marah.


"Bos." panggil Pras seperti menyadarkan Raja dari paniknya.


"Pras lu pulang dulu sama Gadis ke Jakarta, gue ada urusan yang harus gue selesain." pesan Raja sebelum pergi keluar dari ruang tunggu boarding.


Gadis hanya diam menatap punggung Raja yang menjauh berlari meninggalkan Pras dan dirinya bahkan tanpa berkata apapun.


"Kita masuk sekarang." ajak Pras saat petugas mengumumkan agar penumpang pesawat yang mereka tumpangi untuk segera ke dalam pesawat.


Gadis berdiri menggendong tas ransel motif bunga merah maroon kesayangannya berjalan menuju pintu pesawat bersama Pras.


Saat matanya melihat deretan pesawat lewat jendela kaca batinnya berbisik."Selamat tinggal Paris, selamat tinggal Kang. semoga engkau baik-baik saja."


***


Dengan mengendarai taksi Raja kembali menuju hotel tempat dia menginap bersama Gadis. langkahnya bergegas menuju ke kamar di mana Zee menginap. begitu sampai di depan pintu kamar Zee Raja membunyikan bel pintu berkali-kali.


Ceklek.


"Raj! Hiks hiks hiks." ucap Zee parau langsung memeluk Raja.


Raja menunduk menatap Zee yang berada dalam pelukan Raja memejamkan matanya dia menggigit Bibir bawahnya masa marah seketika hilang berganti sedih melihat kondisi Zee. Tangan Raja memeluk tubuh Zee, mata Raja menangkap ada noda darah di gaun putih yang dipakai Zee.


"Apakah dia yang melakukan ini semua? jawab Zee?"tanya Raja dengan geram.


Zee menarik tubuhnya dari pelukan Raja, sekarang Raja bisa melihat dengan jelas begitu banyak luka lebam di wajah cantik milik Zee. Wajah yang dulu selalu membuatnya bahagia dengan rasa kagum luar biasa, kini wajah Itu tampak mengenaskan bahkan di sudut bibirnya masih ada gumpalan darah yang hampir mengering.


Zee tidak menjawab pertanyaan Raja dengan kata-kata dia hanya mengangguk lemah, matanya tertunduk ada rasa malu berdiri di depan Raja dengan keadaan seperti ini tapi bagi Zee hanya Raja lah tempat dia ingin mencari pelindung.


"Di mana dia sekarang Zee?" Raja bertanya sambil mengusap pelan gumpalan darah yang ada di sudut bibir sih dengan jempol kanannya.


"Maaf pasti sakit." ucap Raja saat melihat Zee meringis.


"Kemana bajingan itu sekarang?" tanya Raja darah nya mulai mendidih.


"Tadi Leo pergi begitu saja setelah puas memukuliku Raj." ucap Zee menatap Raja dengan mata sayu nya.


"Aku akan buat perhitungan dengan si brengsek itu!" geram Raja berbalik arah keluar dari kamar hotel Zee untuk mencari Leo suami Zee.


Tempat pertama yang Raja tuju adalah bar karena biasanya di situlah para pria apabila memiliki masalah akan melampiaskan diri dengan minum sampai mabuk.


Mata Raja berkeliling dengan teliti dengan mata tajamnya Raja menemukan sosok Leo yang sedang duduk di sudut bar dengan segelas wine ditangannya dan sebotol wine di depannya.

__ADS_1


"Dasar bajingan! Brengsek lo! Laki-laki sialan." maki Raja sambil mencengkram kerah kemeja Leo yang sudah dalam keadaan setengah mabuk.


Buk Buk Buk.


Tiga pukulan keras mendarat di kedua pipi Leo hingga memuncratkan darah dari bibir Leo.


"Kalau lu mau nyakitin dia harusnya lu jangan ngambil dia dari gua!" hardik Raja kembali memukul wajah Leo.


Beberapa orang sekuriti datang melerai mereka Raja dipegangi oleh dua orang security. Sementara Leo menatap tajam dengan sorot mata penuh kebencian ke arah Raja. Dan diapun tersenyum dengan sinis sambil mengusap darah yang mengalir dari salah satu sudut bibirnya.


"Cuih! apa urusan lu ikut campur dalam urusan rumah tangga gueee!" bentak Leo berdiri terhuyung hampir jatuh.


"Dia memang istri gue! Tubuhnya adalah milik gue! Tapi hatinya selalu saja lu yangngisi!" teriak Leo seperti sedang meledakkan beban hatinya.


Raja tertegun, kata-kata Leo membuatnya tak mampu bicara, selama ini dia selalu menyangka bahwa Zee telah mengkhianatinya dengan pergi bersama Leo lalu menikah tapi karena Zee lebih mencintai Leo, ternyata cinta Zee untuk dirinya.


"Lo kalau mau ambil dia ambil aja. Gue udah capek dan muak berpura-pura." ucap Leo menepuk pundak Raja sebelum pergi


Raja berdiri mematung pikiran nya kacau dia melangkah kakinya keluar Bar dengan tatapan beberapa pasang mata biru ke arahnya.


Ting.


Jangan lupa terapi besok malam Kang


Saat membaca pesan dari Gadis, dia seperti tersadar pada seseorang yang selalu membuatnya nyaman hatinya dan juga turun-naik seperti roller coaster.


Seseorang yang membuat dia bisa menjadi dirinya sendiri dengan bebas kadang berteriak kadang ngambek kadang marah Kadang juga manja bahkan sering di buat rindu yang teramat berat.


"Jenong, Maafin gue untuk sesaat lupa sama lu." batin Raja mempercepat langkahnya mencari taksi.


"Taxi!" teriak Raja sambil Melambaikan tangannya saat melihat taksi yang lewat dan berhenti.


"Airport." ucap Raja.


"Sorry Zee sampai di sini gue bisa ada untuk lu."


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


Benarkah sampai di sini Kang 🤔


Yuk ikuti sesi terapi Raja Gadis selanjutnya di episode selanjutnya Totok Pembangkit.


Terima kasih untuk Like Vote gift dan komentar nya kakak 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2