
..."Maafkan Aku apabila hingga saat ini aku belum bisa memikirkan tentang cinta karena aku masih merasa nyaman tanpa harus mencintai"...
...~ Gadis~...
LIKE VOTE FAVORIT KAKAK JANGAN LUPA
Apartemen Pentahouse.
"Mamah jadi pulang hari ini?" tanya Gadis tiduran di pangkuan Hayati sambil memainkan Tik Tok di hp-nya.
Hayati mengusap lembut rambut Gadis yang panjang sebahu sesekali dia mengecup keningnya. "Iya sayang Mama harus pulang hari ini juga, sebentar lagi mau panen Alpukat geulis. Nanti banyak yang busuk kalau nggak cepat dipanen. Apalagi sudah mendekati musim hujan," ucap Hayati.
"Besok aja kali Mah habis terapi ntar malam, pengen kali-kali saat terapi Mamah ada di dekat Neng." bujuk Gadis manja sambil menghentikan jarinya yang sibuk dengan HP dan memandang wajah Hayati memohon.
"Nanti kapan-kapan Mamah berkunjung lagi, kasihan Ruslan udah 5 hari Mamah titipin kambing kita pasti capek dia, apalagi sekarang dia juga kerja di pabrik opak Bi Nur." Hayati memberikan alasan nya kenapa tidak bisa tinggal lebih lama di Jakarta.
"Mah, terapi entar malam bisa enggak sih dirubah jangan seperti itu?" rengek Gadis dengan wajah mengiba.
"Kenapa emang geulis?" Hayati balik bertanya dengan senyum menggoda.
"Iihhh! Mamah mah gitu." rengek Gadis manja.
"Gitu gimana?" Hayati semakin senang menggoda Gadis dengan senyum lebar.
"MA-MAH!" teriak Gadis kesal bangun dari pangkuan Hayati dengan muka di tekuk dengan kedua ujung bibir di tarik kebawah.
"Aduh anak Mamah kunaon? sampai mau cerik(nangis) gitu?" Hayati bangun dari duduknya dan memeluk Gadis.
"Males ahh! Mamah ngledek Neng mulu." Gadis merajuk dengan wajah cemberut.
"Neng terapi itu ada tahapannya semua dilakukan berurutan karena prosesnya emang harus gitu Geulis. Memang kalau lihat terapi entar malam pasti yang yang terbayang adalah kesan lucu dan juga tegang, tapi itu bagian dari sebuah seni hubungan. Mengerti Geulis?" Hayati mulai serius berbicara kepada Gadis dan Gadis pun mulai memahami apa yang Hayati disampaikan.
"Tapi Mah ide tempat terapi kali ini ibarat mau masuk kandang singa Mamah huuuu." Gadis terus merengek membayangkan terapi yang malam ini akan dilakukan dan itu membuatnya merinding.
"Hehehe kalau urusan itu mama angkat tangan kamu serahkan saja semuanya sama suamimu dia pasti akan mencari cara agar terapi nanti malam terlaksana di sana." sahut Hayati terkekeh.
Hayati juga tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nanti malam saat terapi putrinya dengan Raja.
"Terlalu sulit untuk dibayangkan." gumam Hayati.
"Tuh kan Mamah ngetawain, Mamah jahat tegaan sama anak sendiri!" Gadis tambah merajuk.
"Maaf Geulis Mamah nggak bermaksud ketawain tapi pas ngebayangin itu yang bikin Mamah tertawa." ucap Hayati memeluk putrinya.
"Udah ah! Jangan di bahas Gadis sebel." rajuk Gadis.
\*\*\*
WG Tower.
Raja sedang meneliti semua berkas yang berkaitan dengan Nahyong Grup milik keluarga Alex yang hendak di belinya. Pras yang duduk di depan meja kerjanya juga sibuk memeriksa semua dokumen milik Nahyong terutama yang berkaitan dengan anak perusahaan milik Alex dan juga saham-sahamnya.
__ADS_1
"Pras Gue pengen tau tentang dana Yayasan Amal yang di kelola istri Alex." ucap Raja dan Pras tau arah berpikir Raja.
"Saya juga curiga dengan yayasan milik Alex itu bos." Timpal Pras.
"Begitu lah kalau Gue perhatiin Yayasan Amal itu tidak begitu besar tapi kenapa butuh biaya operasional yang luar biasa gak masuk akal." kata Raja menatap serius berkas yang ada di tangannya.
Dreettt
Bunyi panggilan masuk di HP Raja, begitu melihat si penelepon tampak Raja tersenyum simpul dan dengan isyarat tangannya menyuruh Pras keluar dari ruang kerjanya.
"Hilih yang lagi kasmaran dah kayak ABG bucin aja," gumam Pras menatap Raja sambil mencibir.
"PERGI GAK LO!!" teriak Raja sambil menutup sound hp-nya.
Pras langsung buru-buru keluar dari ruang kerja Raja.
"Ehem, Ada apa Gadiskuh tumben telpon duluan." sapa Raja cool dan sweet mengawali telponnya.
"*Assalamualaikum Kang*."
"Waalaikumsalam salam, maaf Gadis kuh salam nya ketinggalan tadi di copet sama Prasetyo dodol Garut." jawab Raja ngelawak.
"*Ga papa Kang. Gak usah di ambil biar aja buat sedekah salam nya*."
"*Maaf ganggu Kang, Gadis cuma mau kasih tau tempat terapi buat tar malam. Tapi kali ini Akang yang harus usahain tempatnya dan harus dapat gak boleh gak. Kira-kira Akang sanggup kan*?"
"*Janji ya? Nggak boleh nolak dan harus dapat. Kalau sampai gak dapet tempat itu Akang yang rugi*"
"Oke Gadis kuh pasti dapat," Raja dengan yakin menjawab.
"Di mana tempat terapi malam ini Gadis kuh?" tanya Raja.
"*Tempat spesial dari tempat manapun dan maaf Akang tempat ini terkesan kurang ajar, tapi ini tempat yang sekaligus tegang penuh sensasi* *dan*-"
"Wait a moment! tempat kurang ajar? Maksudnya gimana?" tanya Raja agak sedikit bingung dan penasaran.
"*Kurang ajar ya maksudnya gak pantas Akang*."
"Gadis kuh, tolong lu to the point aja. Tempat apa itu?" Raja bertanya dengan nada agak tinggi mulai terpancing ketidaksabaran nya.
"*Hemmm, tempat itu adalah*.... "
"Apa? Dimana?" tanya Raja tak sabar.
"*Maaf, tempat itu adalah tempat di mana Akang di titipkan Allah sama Orang tua Akang*."
"Hah? Tempat Gue dititipin Allah?" sejenak Raja diam berpikir.
__ADS_1
"JENONG LU GILA YA!!" teriak Raja dengan wajah berubah seketika murka.
"*Tuh kan ngamuk. Terserah Akang, Gadis cuma nyampein doang. Dah Kang*, "
"JANGAN TUTUP TELEPON NYA JENONG!!" bentak Raja kembali.
"*Oke tapi jangan teriak, kalau Akang teriak sekali lagi Gadis tutup telponnya beneran*,"
"Oke! Maksud Lu terapi kali ini di lakukan di kamar Mama Gue gitu kan Nong!"
"*Maaf tapi begitulah*."
"Lu tuh terlalu ya! Gimana ceritanya kita harus anu di kamar Mama! Terapi gak masuk Akal Nong!" decak Raja kesal.
"*Emang dari awal terapi ini gak masuk akal, Akang kok baru nyadar*."
"*Terserah masuk akal atau gak, Gadis cuma sampein doang. Pokoknya terapi malam ini di kamar ibu mertua, semua Gadis serahin sama Akang. Satu lagi malam ini bulan purnama jadi sebelum jam 8 jemput Gadis ya Akang*."
"NONG JANGAN TUTUP DULU!"
Nitt...
"JENONG ERRORRR!!" teriak Raja saat sambungan telepon terputus karena Gadis menutup nya.
"GILAAAA!!" Raja teriak histeris mengingat terapi nanti malam.
"Dicky! gini amat nasib kita buat jadi normal tapi kita harus berbuat abnormal. Jenong selalu bikin naik darah Gue setiap mau terapi!"
Brak!
Raja menggebrak meja kerjanya dengan tumpukan berkas perusahaan Nahyong. Raja menatap map biru bertuliskan Nahyong Corporation. dengan tatapan marah kesal campur aduk.
"Seandainya Gue boleh milih lebih baik Gue terapi di kamar Mak Lu daripada kamar Mama Gue!" dengus Raja dengan napas turun naik.
"PRAS MASUK!!" teriak Raja melengking lewat HPnya.
"Ada apa Bos!" sahut Pras dengan mulut penuh mengunyah Kue.
"Uhuk uhuk uhuk," Pras batuk karena berbicara sambil makan hingga dia tersedak dan batuk-batuk.
Mata Pras mencari air minum yang ada di dekatnya dan begitu matanya melihat gelas berisi air putih yang ada di atas meja kerja Raja, Pras menyambar lalu meminumnya. Raja yang melihat air minum nya di minum Pras terduduk lemas dan bengong.
"Mimpi indah apa Gue semalam ampe buruk amat nasib Gue hari ini," decak Raja kesal pada puncaknya tapi tak tahu bagaimana melampiaskan nya.
"DODOLLLL!! KURANG AJAR LU YA ITU MINUM GUEEEE!! teriak Raja kesal sambil menjambak rambutnya sendiri.
...🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤯🤯🤯🤬🤬🤬🤬🤬🤬...
Bagaimana cara Raja bisa melakukan terapi di kamar Mama Wijayanti yang super galak.
Akankah terapi berjalan mulus.
__ADS_1
Tunggu episode berikutnya Totok Pembangkit.
Terima kasih untuk like vote gift dan komentar nya🙏🙏