Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Sujud syukur


__ADS_3

Clarissa kembali datang menemui Gadis di ruang tunggu lobi antrian pendaftaran.


"Ayo ikut aku," ajak Clarissa pada Gadis.


Gadis pun berjalan di samping Clarissa. Clarissa langsung mengajak Gadis di tempat pendaftaran untuk mendaftarkan pemeriksaan ke bagian poli kandungan. Tak berapa lama kemudian setelah proses pendaftaran selesai Gadis dibawa Clarissa ke Poli kandungan.


Sesampainya di Poli kandungan Gadis disuruh Clarisa untuk duduk sebentar menunggunya.


"Dis, Kamu tunggu disini dulu ya. Aku masuk ke dalam," kata Clarisa sebelum pergi meninggalkan Gadis.


Clarissa masuk kedalam untuk menemui dokter kandungan yang praktek saat ini.


Tak berapa lama Clarissa sudah kembali ke tempat dimana Gadis duduk menunggunya.


" 2 pasien lagi nanti baru kau masuk untuk diperiksa sama Dokter." kata Clarissa begitu ia mendudukkan bokongnya tepat di samping Gadis.


Clarissa melirik ke arah perut Gadis, lalu dia menarik nafas dalam seperti ada sesuatu yang membebani hatinya dan Gadis bisa merasakan itu tapi Gadis tetap bersikap untuk tenang.


"Coba Seandainya benih yang ada di rahim Gadis ada di rahimku betapa bahagianya diriku," batin Clarissa sambil menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan sedikit kasar.


"Itu pasti calon anak Abang," tanya Clarissa kepada gadis tanpa menoleh ke arahnya tatapannya tetap lurus ke depan dengan pandangan kosong.


"Iya dokter," jawab Gadis singkat


"Apa Abang sudah tahu tentang kehamilan mu?" tanya Clarissa.


"Belum." jawab Gadis singkat.


"Oh," sahut Clarissa.


Setelah itu tidak ada pembicaraan di antara keduanya mereka berdua diam dengan pikiran sendiri sendiri, tak kurang dari 10 menit Gadis dipanggil masuk oleh seorang perawat poli kandungan


"Nyonya Gadis." Panggil perawat dari dalam ruang praktek poli kandungan


Beberapa pasang mata yang ada di ruang tunggu poli kandungan menatap kearah Gadis, mungkin ada yang berpikir Gadis yang masih terlihat muda dan seperti ABG periksa kandungan. Didampingi Clarissa Gadis masuk ke ruang praktek dokter kandungan


"Zal, ini istrinya Raja yang tadi aku ceritain sama kamu," kata Clarissa pada dokter Rizal dokter kandungan yang sekarang ada di depan Gadis.


"Dis, Rizal ini juga salah satu teman Raja. Mereka dulu satu SMA," kata Carissa memperkenalkan Rizal kepada Gadis.


Rizal yang berwajah ganteng dan juga berpostur proporsional langsung memberikan senyum pada Gadis.


"Rizal," sapa Rizal memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Gadis tidak menyambut uluran tangan Rizal tapi dia menangkap kan kedua tangannya di depan dada sebagai salam perkenalan. Rizal lalu menarik tangannya kembal,i dia sepertinya paham dan mengerti dengan sikap Gadis sebagai seorang muslimah.


"Gadis," saut Gadis sambil tersenyum tipis.


"Silakan duduk," kata Rizal sambil tangannya terulur mempersilahkan Gadis dan Clarissa ut duduk di kursi depan meja prakteknya


"Enggak nyangka banget Raja memiliki istri yang masih sangat muda sekali dan juga cantik. Sudah berapa lama kalian menikah kok Raja nggak ngundang kita?" tanya Dokter Rizal dengan tatapan menelisik pada Gadis.


"Hampir 5 bulan." jawab Gadis singkat.


Rizal tampak membulatkan matanya karena terkejut Ia tidak menyangka hampir selama itu Raja menyembunyikan pernikahannya dengan Gadis pada publik termasuk sahabat-sahabatnya.


"Apa kalian menikah secara...maaf siri?" tanya Rizal dengan suara pelan sepertinya agak sedikit sungkan mengorek privasi pasien nya


"Maaf lebih baik dokter tanya saja sama suami saya itu akan jauh lebih baik dan juga sopan," jawab Gadis mematahkan rasa penasaran Rizal


"Maaf kalau pertanyaan saya menyinggung anda ucap Rizal merasa tidak enak atas ketidak sopanannya.


Clarissa hanya tersenyum melihat percakapan antara Rizal dan Gadis.


"Dia cukup pandai dan juga dewasa," puji Clarissa dalam hati kepada Gadis sambil menarik lengkung kedua sudut bibirnya ke atas.


"Gadis, silakan kamu berbaring di ranjang, kita akan mulai melakukan pemeriksaan sekarang." titah Rizal.


" Kamu udah tes kehamilan sendiri?" tanya Rizal sambil mengukur tekanan darah Gadis.


"Sudah dokter Ini hasilnya," jawab Gadis sambil mengeluarkan alat tespek yang ada di tasnya dan menyerahkan kepada Rizal.


Rizal pun menerimanya sekilas dan memperhatikan lalu memberikan kembali pada Gadis. Dibantu oleh seorang perawat Rizal memeriksa kehamilan Gadis.


***


Matahari mulai condong ke barat tanda hari sudah menjelang sore saat Raja memasuki rumah sakit di mana gadis berada. Raja celingukan mencari sosok Gadis.


"Oh ya, bukannya di sini tempat Clarissa praktek," batin Raja tiba-tiba dia teringat bahwa dia ada di rumah sakit tempat dimana Clarissa bekerja.


Raja langsung menghubungi Clrissa lewat hp-nya.


"Halo Cla, lu ada di mana sekarang? Gue ada di rumah sakit tempat lo praktek," kata Raja mengawali pembicaraannya ditelepon dengan Clarissa.


"Iya, gue sekarang ada di lobby. Lu di mana? Oh, ya udah lu turun ya ke sini gue tunggu di lobi," pinta Raja sebelum mengakhiri panggilan teleponnya.


Setelah 5 menit menunggu Raja melihat sosok Clarissa yang datang berjalan menghampirinya dengan senyum di bibirnya.

__ADS_1


Saat dekat seperti biasa Raja dengan Clarissa saling menyapa sambil cipika-cipiki.


"Tumben Abang ke Rumah Sakit?" tanya Clarissa berpura-pura tidak tahu maksud kedatangan Raja ke rumah sakit tempat dirinya bekerja.


Wajar Raja terlihat tegang matanya masih tetap celingukan berputar menyapu lobby rumah sakit.


"Lo liat Gadis nggak?" tanya Raja kepada Clarissa


"Emang dia bilang mau ke sini Bang?" Clarissa menjawab sambil balik bertanya pura-pura tidak tahu keberadaan Gadis.


'Gue cuman ngikutin Sherlock yang dia kirim, takut aja terjadi apa-apa sama doi," jawab Raja khawatir.


Clarissa terdiam tanpa sekali wajah kecewa, tapi dia berusaha untuk bersikap biasa saja untuk menyembunyikan rasa kekecewaan.


"Kalau abang tau bakal punya baby dari Gadis pasti lu bahagia banget bang," batin Carissa sambil terus menatap Raja dengan senyum terpaksa.


"Ada yang aneh ya sama gue?" tanya Raja baru menyadari ada sesuatu yang berbeda dari tatapan karya Jacques padanya.


"Hah?" Clarissa balik bertanya bingung.


"Kenapa lo natap gue kaya gitu?" tanya Raja menatap lekat-lekat wajah cantik Clarissa.


'"Ada yang ganggu pikiran lu ya?" tanya Raja kembali.


Carissa mengembangkan senyumnya hingga terlihat gigi putih menambah kecantikan di wajahnya. Sementara Raja mengernyitkan dahinya menatap bingung Clarissa.


"Clarissa bakal punya ponakan deh Bang," ucap Clarissa senyum masih menghias di bibirnya.


"Lisa hamil lagi?' tanya Raja.


"Bukan kak Lisa yang hamil Bang, tapi ponakan dari Abang hehehe," Larissa menyahut sambil terkekeh membuat Raja langsung membulat sempurna matanya.


"Ngomong apaan sih? Gue nggak ngerti. Ponakan dari gue? maksud lo anak gue gitu?" Raja balik bertanya makin bingung dengan ucapan Clarissa hingga dia tidak menyadari kalau dia memiliki Gadis.


"Yaelah Bang! Abang telmi banget sih. Gadis hamil Bang." jawaban Clarissa langsung membuat Raja terbelalak kaget seketika.


"Hah? Maksud lo gue hamil? Astagfirullah, etdah maksud lo Gadis gue hamil?" tanya Raja menjadi gagap tak percaya dengan kabar yang Carissa sampaikan padanya.


Clarissa tersenyum sambil mengangguk, wajah Raja tampak girang sekali, aura kebahagiaan keluar hingga menyemburkan Rona merah di wajah putih tampannya. Seketika Raja melakukan sujud syukur hingga membuat beberapa orang menatap ke arahnya, ada yang heran dan tak sedikit yang tersenyum. Sepertinya mereka tahu arti sujud syukur yang Raja lakukan.


"Cla, anterin gue nemuin Gadis. Gue pengen banget ketemu dia gue pengen banget meluk dia untuk ngumpul rasa syukur dan terima kasih gue buat dia," ajak Raja sambil berdiri dan menarik tangan Clarissa


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2