Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Cerobong Asap Cerobong Cinta


__ADS_3

..."Saat Hatiku sudah terpatri akan cintaku padamu akan sulit sekali untuk menghilangkannya" ~Raja~...


LIKE LIKE KOMENTAR JANGAN LUPA KAKAK.


...~~~~~~~~...


Di rumah Wijayanti.


"Sekarang tinggal titik yang terakhir ya Kang." Gadis menotok bagian atas pusar Raja dengan tekanan sedang tapi Raja tetap merasakan sakit juga.


"Sakiiittt! teriak Raja merintih sambil meringis.


"Oke sekarang kita akan tentuin tempat untuk-," kalimat Gadis Belum sempat selesai tiba-tiba.


"GINAAHHHH!! teriak Wijayanti melengking memekakkan hampir semua telinga penghuni rumah


"Mama!. Ibu mertua!" Pekik Raja dan Gadis bersamaan dengan mata membulat terkejut.


"Gimana Nong! Mama datang!" Raja berkata dengan panik sambil menoleh ke kanan dan kiri.


"Tenang Kang jangan panik, sekarang kita harus cepat keluar dari kamar ini Kang," Gadis mulai berkeliling matanya mencari celah untuk keluar dari kamar Wijayanti.


"Buruan Nong gimana ini?" suara Raja gemetar dia makin panik.


Gadis memasukkan semua alat terapi dan juga minyak Kamboja ke dalam tas box kecil lalu dia menyambar pakaian Raja dan dimasukkan ke dalam tas ranselnya. Semua jendela di pagari tralis tak mungkin mereka berdua lewat Jendela.


"Alamat kita berdua bakal habis sama Mama Nong!" Raja panik otaknya tidak bisa berpikir tenang.


Gadis bergegas masuk ke kamar mandi pandangannya menatap ke atas melihat sekeliling plafon. Apakah ada lobang yang bisa untuk tempat sembunyi.


"Nihil!" desis Gadis.


Garis kembali lari ke ruang utama kamar, matanya berkeliling tatapan matanya jatuh pada tempat perapian atau cerobong asap yang tidak terpakai. Mungkin tempat itu hanya dijadikan sebuah hiasan ruangan saja. Lagian di Jakarta yang panas buat apa tempat perapian.


"Buatkan aku wedang jahe dan yang terasa jahenya pakai jahe merah!" perintah Wijayanti kepada asisten rumah tangganya Ginah.


"Ayo Kang buruan! Kita harus panjat cerobong asap itu, cuman itu satu-satunya jalan untuk kita bisa keluar dari kamar ibu mertua." Gadis menarik lengan Raja.


"Gila Lo Nong! masa kita keluar lewat situ nggak mungkin bisa! aku juga nggak mau!" tolak Raja keras.


"Terserah Akang mau ikut atau enggak." Gadis bergegas masuk ke dalam ruang perapian yang berukuran 70 * 70 centi.


Gadis mulai memanjat lubang cerobong asap dengan kaki direntangkan begitu juga kedua tangannya seperti halnya dia memanjat di antara dua tebing.


"Kurang ajar itu Demit! Lihat saja kalau aku ketemu sama tuh anak demit! bakal habis aku pukul pantatnya sampai merah biru!" dengus Wijayanti kesal sambil tangannya mulai memegang handle pintu.


Raja tidak berpikir lagi dia pun langsung mengikuti Gadis memanjat cerobong asap. Buat Gadis memanjat cerobong asap bukanlah hal yang sulit karena kelenturan tubuhnya dan kebiasaannya panjat tebing membuat dia sudah terlatih, beda dengan Raja.

__ADS_1


Ceklek.


Wuuuussss


Angin malam langsung berhembus begitu Wijayanti memasuki kamarnya. Wijayanti sejenak memeluk tubuhnya karena Hawa dingin, dia buru-buru berjalan ke arah jendela untuk menutupnya.


"Astaga! Siapa yang membuka jendela kamar?!" pekik Wijayanti saat tahu semua jendela di kamarnya terbuka sehingga udara malam yang dingin menembus tulang tuanya.


"Ini Nyonya wedang jahenya!" ucap Ginah sambil mengulurkan secangkir wedang jahe kepada Wijayanti.


"Nah! Siapa yang membuka jendela kamarku malam-malam begini?" tanya Wijayanti melotot kearah Ginah.


Ginah yang melihat pun dibuat heran melihat semua jendela terbuka.


"Saya tidak tahu Nyonya, tadi perasaan saya sudah saya tutup semua jendela. Nyonya kan lihat sendiri sebelum tadi pergi." jawab Ginah bingung.


"Apa ada orang yang masuk kamarku selama aku pergi?" tanya Wijayanti penasaran.


"Setahu saya tadi tidak ada yang datang Nyonya. Saya sendiri juga baru pulang dari supermarket membeli kebutuhan untuk sarapan besok pagi." jawab Ginah dengan yakin bahwa tidak ada satupun orang yang datang malam ini ke rumah Wijayanti.


Wijayanti duduk di kursi santai sambil meminum wedang jahenya. Dia berpikir pasti ada orang yang masuk kamarnya, tapi siapa? Mata tuanya yang masih jeli berputar mengelilingi ruangan kamarnya dan matanya tertuju pada salah satu barang yang ada di bawah kaki kursi riasnya.


"Ginah! ambil itu dan bawa kesini!" perintah Wijayanti sambil menunjuk ke arah benda yang ada di salah satu meja.


"Ini Nyonya." ucap Ginah sambil menyodorkan benda yang setelah diamati ternyata sepasang kaos kaki.


"DEMIIIITTT!" pekik Wijayanti melengking.


"Hah? Kok mama tau Gue masuk kamarnya?" gumam Raja sambil terus merayap ke atas.


Sementara Gadis sendiri sudah sampai di pucuk cerobong asap dan berdiri di atas genting. Gadis melongo melihat ke bawah cerobong asap, dia melihat Raja masih ada di pertengahan cerobong asap.


"Wadidaw! Kalau kelamaan Akang bisa kembali meluncur ke bawah." gumam Gadis.


Dalam gelap malam Gadis melihat sekeliling. Apakah ada benda atau sesuatu yang bisa dipakai untuk menarik Raja keatas. Pandangan Gadis jatuh pada kabel Wifi yang ada salah satu sudut atap.


Gadis mengambil pisau lipat dari saku ranselnya lalu dia merangkak di atas genting dan memotong gulungan kabel wifi yang masih tersisa panjang dengan posisi tengkurap.


"Maaf Ibu mertua ini emergency." gumam Gadis.


setelah mengambil beberapa meter panjang kabel wi-fi Gadis kembali ke cerobong asap lalu mengeluarkan kabel wi-fi ke bawah.


"Kang! ikat yang kuat di pinggang!" teriak Gadis tertahan sambil memperagakan.


Raja mengerti perintah Gadis, dia pun lalu mengikat kuat kabel wi-fi di pinggangnya setelah selesai Raja mengacungkan jempolnya ke atas. Gadis menarik dengan sekuat tenaga tubuh Raja yang diikat kabel wi-fi ke atas.


"Jenong emang brilian idenya." gumam Raja.

__ADS_1


Dengan ditarik Gadis dari atas membuat Raja tidak terlalu berat untuk naik ke atas dengan memanjat.


Saat tubuh Raja sudah hampir menyentuh ujung atas cerobong tiba-tiba HP Raja berbunyi membuat Gadis panik, seketika Gadis melepaskan kabel wi-fi untuk mengambil hp Raja yang ada di ranselnya.


"Astaghfirullah!" pekik Gadis tertahan.


Ketika tubuh Raja meluncur ke bawah Gadis berusaha menekan kedua kaki menginjak kabel wifi dan satu tangannya menahan kabel wifi sementara satu tangannya merogoh tas ransel nya mencari HP Raja.


"Aaaaa!" pekik Raja tertahan.


Dada Raja berdegup kencang andrenalin tubuhnya langsung meningkat tajam karena perasaan tegang dan juga rasa takut, takut jatuh kebawah dan takut ketahuan Wijayanti.


"Alamak gini amat nasib Gue dan Dicky malam ini." keluh Raja saat tubuhnya bergelayut di cerobong asap hampir terhempas jatuh ke bawah untung saja Gadis bisa menahannya.


Raja kembali mengatur posisi kaki dan tangan terlentang diantara dua dinding cerobong asap, Gadis pun mulai kembali menarik tubuh Raja dari atas.


Begitu wajah Raja muncul di permukaan cerobong asap, Gadis tidak bisa menahan tawanya dia menutupi mulutnya agar suara tawanya tidak terdengar keluar.


Visual wajah Raja keluar dari cerobong asap.



Raja berusaha naik ke atas dengan berpegangan tangan Gadis yang masih menahan tawa, begitu kakinya sudah menapak di atas genting Raja menatap Gadis dengan tatapan marah dan kesal.


"Ngapain Lo ketawa Jenong!" pekik Raja tertahan takut terdengar Wijayanti.


Gadis memegangi perut dan juga mulutnya sambil tertawa tertahan, Gadis lalu mengambil hp Raja dan menyalakan kameranya dengan lampu Blitz mengarahkan ke wajah Raja.


Klik


"Nih liat sendiri Kang." ucap Gadis menyodorkan HP Raja dan begitu Raja melihat foto dirinya di HP.


"Astaghfirullah! kek gini amat wajah ganteng Gue berubah," pekik Raja yang langsung mulut nya di tutup telapak tangan Gadis.


Gadis mengambil tisu basah dari ranselnya lalu dengan lembut dia mengusap dan membersihkan wajah Raja. Raja menatap dalam wajah cantik di depannya wajah istrinya, di bawah pantulan sinar bulan dan juga bintang wajah itu terlihat sangat mempesona.


Raja lebih mendekatkan wajahnya ke wajah Gadis keduanya saling berpandangan tangan Gadis memperlambat mengusap wajah Raja.


"Nong, Apa kita akan terapi anunya di atas genting?" bisik Raja membuat Gadis membulatkan matanya menatap Raja sambil tersenyum penuh arti.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


Apakah mereka berdua akan melakukan terapi di atas atap dan apa yang terjadi saat Wijayanti bertemu dengan raja.


ikuti episode berikutnya Totok pembangkit.


Terima kasih untuk like vote gift dan juga komentarnya dukung terus ya Kakak🤗🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2